Cerita Dewasa - Bu Guru Indah yang Haus Seks

http://cerwasa.blogspot.com/2016/08/cerita-dewasa-bu-guru-indah-yang-haus.html

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Bu Guru Indah yang Haus Seks - Kisah ini memang sulit dipercaya, namun inilah terjadi, ibu guru yang haus akan seks ketika di cerai suaminya empat tahun yang lalu. Hasrat seksnya kembali naik ketika aku menjadi siswa terkasihnya.

Cerita Seks ini bermula ketika Suatu hari Indah terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Hilman harus mengulang karena ia kedapatan menyontek di kelas. Hilman juga terkenal karena kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD bergulat dengan olah raga beladiri, karenanya ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Ibu Guru Dikelas Saat Jam Kosong | Bagi Indah, kedatangan Hilman ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu ‘pelajaran’ tambahan di Minggu siang ini.”Sudah selesai Hilman?”, Indah masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Hilman selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.”Hampir bu””Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang..””Iya..””Bu Indah, Saya sudah selesai”, Hilman masuk ke ruang tengah sambil membawapekerjaannya.”Ibu dimana?””Ada di kamar.., Hilman sebentar ya”, Indah berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.

Begitu ia keluar, mata Hilman nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Indah membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya.”Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa..”Muka Hilman merah karena malu, karena Indah tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.”Bagus bagus…, Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala..?””Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..””oo…, begitu to?””Hilman kamu mau menolong saya?”, Indah merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya.”Apa Ibu?”, tubuh Hilman bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Indah yang satu mengusap-uasap daerah ‘vital’ nya.”Tolong Ibu ya…, dan janji jangan bocorkan pada siapa–siapa”.”Tapi tapi…, Saya”.”Kenapa?, oo…, kamu masih perawan ya?”.Muka Hilman langsung saja merah mendengar perkataan Indah”Iya””Nggak apa-apa”, Ibu bimbing ya.

Indah kemudian duduk di pangkuan Hilman. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Indah yang agresif karena haus akan kehangatan dan Hilman yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan puting susu Indah yang mengeras. Lidah Indah menjelajahi mulut Hilman, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.

Setelah puas, Indah kemudian berdiri di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.”Lepaskan pakaiannmu Hilman”, Indah berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.”Ahh cepat Hilman”, Indah mendesah tidak sabar.

Hilman kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.”Hilman…, letakkan tanganmu di dada Ibu”,Dengan gemetar Hilman meletakkan tangannya di dada Indah yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Indah yang montok itu.”Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Dengan semangat Hilman melakukan apa yang gurunya katakan.”Ibu…, Boleh saya hisap susu Ibu?”.Indah tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk, “Boleh…, lakukan apa yang kamu suka”.

Tubuh Indah menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.”Oohh…, jilat terus sayang…, ohh”, Tangan Indah mendekap erat kepala Hilman ke payudaranya.

Hilman semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Hilman makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.”mm…, nakal kamu”, Indah tersenyum merasakan tingkah muridnya itu.”Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu”.Hilman menurut saja. Duduk diantara kaki Indah yang membuka lebar. Indah kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya.”Coba kamu rasakan”, ia membimbing telunjuk Hilman memasuki vaginanya.”Hangat Bu..”Bisa kamu rasakan ada semacam pentil…?””Iya..””Itu yang dinamakan kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu gosok-gosok”Pelan-pelan jari Hilman mengusap-usap clitoris yang mulai menyembul itu.”Terus…, oohh…, ya…, gosok…, gosok”, Indah mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Hilman.”Kalo diginiin nikmat ya Bu?”, Hilman tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.”Oohh…, Hilmannnn…, mm”, tubuh Rini telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.

Tangan Hilman semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol.”Ooaahh…, Anntoo”, Tangan Indah mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya.”Hmm…, kamu lihai Hilman…, Sekarang…, coba kamu berbaring”.Hilman menurut saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya.”Wah…, wahh.., besar sekali”, tangan Indah segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.

Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Indah. Ia segera menjilati penis muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Hilman merintih keenakan.”Ahh…, enakk…,enakk”, Hilman tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman Indah. Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Indah.”oohh Ibu…, Ibbuu”Muncratlah cairan mani Hilman di dalam mulut Indah, yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.”Hmm…, manis rasanya Hilman”, Indah masih tetap menjilati penis muridnya yang masih tegak.”Sebentar ya aku mau minum dulu”.

Ketika Indah sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekapnya dari belakang.”Hilman…, biar Ibu minum dulu”.”Tidak…, nikmati saja ini”, Hilman yang masih tegang berat mendorong Indah ke kulkas.Gelas yang dipegang Indah jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Indah kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.”Ibu…, sekarang!””Ahhkk”, Indah berteriak, saat Hilman menyodokkan penisnya dengan keras ke liang vaginanya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar.”Hilmannn…, enakk…, ohh…, ohh”. Tubuh Indah bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang tiada taranya. Tangan Hilman satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang vaginanya.”Ibu menikmati ini khan”, bisik Hilman di telinganya”Ahh…, hh”, Indah hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras dari belakang.”Jawab…, Ibu”, dengan keras Hilman mengulangi sodokannya.”Ahh…,iyaa””Hilman…, Hilman jangann…, di dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Indah telah merasakan cairan hangat di liang vaginanya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.”Uuhgghh”, penis Hilman yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang Indah.”Ahh”.

tags #Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: