Cerita Dewasa - Kakakku yang Merenggut Kegadisanku


Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Kakakku yang Merenggut Kegadisanku - Aku Gadis bisa dikatakan yang lumayan cantik karena Aku memiliki hidung yang mancung dengan mata yang kecil dan lentik. Payudara Aku cukup besar untuk gadis berumur 16 tahun saat itu. Aku tidak mempunyai pacar karena Aku ingin belajar giat supaya Aku bisa bersekolah dan kelak bisa membuat bangga kedua orang tuaku. Aku memiliki kakak laki-laki yang usianya 2 tahun di atas Aku. Namanya adalah Hermawan.

Dia satu sekolah dengan Aku sehingga tiap hari Hermawan selalu menemani Aku di sekolah. Aku tidak pernah berpikir kenapa dia sampai melakukan perbuatan maksiat itu terhadap Aku apalagi Aku adalah adik perempuannya satu-satunya.

Saat itu kami berdua sedang libur setelah 2 minggu menjalankan ujian kenaikan kelas. Aku masih ingat sekali bahwa hari kejadian itu adalah hari senin. Saat itu Aku sedang nonton VCD Donald Duck dan Mickey Mouse. Ketika Aku sedang menonton film tersebut, tiba-tiba Aku mau pipis sehingga Aku meninggalkan TV untuk cepat-cepat pergi ke kamar mandi karena Aku tidak mau ngompol di sofa di mana Aku sedang tiduran karena Aku bisa dimarahi mama nantinya.  Aku lari ke kamar mandi dan langsung pipis.

Itulah kesalahan Aku yang fatal karena Aku lupa menutup pintu. Sewaktu Aku sedang pipis, kakak Aku Hermawan datang tergopoh-gopoh. Aku yakin sekali bahwa Hermawan pasti habis memakai putaw atau jenis drugs yang lain karena Aku sering melihat dia teler kalau habis pakai obat.

Hermawan melihat Aku sedang pipis dan Aku membiarkan saja ketika dia masuk ke kamar mandi karena Aku tidak ada perasaan curiga pada dia. Ketika dia masuk, tiba-tiba dia mengunci pintu kamar mandi dan tiba-tiba dia menyerang tubuh Aku yang saat itu sedang pipis. Aku kaget dan hendak berteriak tetapi dengan cepat Hermawan menutup mulut Aku dan mengancam mau membunuh Aku kalau Aku berteriak.

Aku langsung menangis karena Aku tidak mengerti kenapa kakak Aku tega melakukan perbuatan bejad kepada Aku. Aku cuma menangis saja menyaksikan Hermawan membuka pakaian dan celana dalam yang Aku kenakan. Setelah Aku tidak memakai busana apa-apa lagi, Hermawan langsung menciumi puting susu Aku dengan ganasnya sementara jari-jarinya memainkan klitoris Aku.

Aku masih menangis karena Aku masih tidak mengerti tetapi di lain pihak, Aku mulai menikmati permainan kakak Aku karena Aku kadang-kadang mendesah di tengah tangisan Aku, apalagi Aku sempat merasakan pipis beberapa kali ketika Hermawan mulai menjilati liang kemaluan Aku dan memainkan lidahnya di dalam lubang kemaluan Aku. Aku yakin dia menelan semua cairan kewanitaan Aku. Perasaan Aku saat itu tidak karuan karena Aku mulai menyenangi permainannya dan sekaligus benci dengan sikapnya yang telah memperkosa Aku.

Hermawan terus menjilati kemaluan Aku, dan Aku sudah 2 kali merasakan ingin pipis tetapi Aku tidak mengerti kenapa Aku ingin pipis ketika dia menjilati kemaluan Aku, Aku merasakan kenikmatan yang maha dasyat.

Tiba-tiba Aku melihat Hermawan mulai membuka pakaiannya dan mulai mempersiapkan batang kemaluannya yang sudah mengacung sempurna. Hermawan langsung menciumi Aku dan Aku cuma bisa berkata, “Jangan.. jangan..”, tetapi Hermawan diam saja dan mulai memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kenikmatan Aku. Aku tahu Aku masih perawan makanya Aku meronta-ronta ketika dia mau memasukkan batang kemaluannya.

Aku menampar pipinya tetapi dia malah membalas tamparan Aku sehingga Aku menjadi sangat takut waktu itu. Akhirnya Aku cuma diam saja sambil menangis sementara Hermawan mulai mengarahkan batang kenikmatannya ke dalam liang kemaluan Aku. Ketika batang kemaluan Hermawan mulai masuk ke dalam kemaluan Aku, Aku merasakan sakit yang amat sangat tetapi Aku tidak bisa melakukan apa-apa karena Aku sangat ketakutan apalagi Aku tahu dia dalam pengaruh obat, jadinya dia tidak menyadari bahwa dia sedang menyetubuhi adiknya sendiri.

Di saat Hermawan mulai memainkan batangannya di dalam lubang kenikmatan Aku, Aku merasakan ada cairan darah perawan yang keluar dari liang senggama Aku yang sudah dirobek oleh kakak Aku sendiri. Aku tiba-tiba menjadi tidak mengerti karena Aku mulai menyukai goyangan batang kemaluannya di dalam liang kenikmatan Aku karena secara otomatis Aku mulai bergoyang-goyang mengikuti irama batang kemaluan Hermawan di dalam liang senggama Aku walaupun saat itu Aku masih menangis. Hermawan memeluk tubuh Aku sambil terus menggenjot tubuh Aku.

Selama 20 menit Hermawan tetap menggenjot tubuh Aku dengan tubuhnya dan batang kenikmatannya yang tertanam di dalam liang kemaluan Aku. Aku mulai merasakan bahwa Aku ingin pipis tetapi kali ini Aku merasakan sesuatu yang belum pernah Aku rasakan sebelumnya tetapi rasanya enak sekali dan Aku sama sekali tidak mengerti apa itu tetapi ketika Aku mengeluarkan cairan nikmat Aku, Aku berteriak dan memeluk kakak Aku erat-erat dan ketika Aku memeluknya erat-erat.

Rupanya batang kemaluan kakakku sepertinya tertanam lebih dalam lagi di liang kenikmatan Aku sehingga dia sepertinya mengeluarkan cairan dari dalam batang kelaminnya dan membasahi lapisan kemaluan Aku. Setelah itu, Hermawan melepaskan pelukan Aku serta mencabut batang kemaluannya dari dalam liang kenikmatan Aku dan kemudian meninggalkan Aku seorang diri. Aku masih sempat melihat ada cairan bekas Hermawan yang masih menetes dari dalam lubang kemaluan Aku.

Aku hanya diam dan tiba-tiba Aku menangis sedih karena harga diri Aku telah dirusak oleh kakak Aku sendiri. Sejak saat itu Aku mulai membenci laki-laki, tetapi Aku mulai mengenal seks karena ketika Aku ingin sekali merasakan pipis nikmat, Aku selalu melakukan masturbasi di kamar mandi atau bahkan di kamar tidur Aku. Tapi tentunya Aku selalu melakukannya kalau tidak ada orang di rumah. Sejak saat itu Aku membenci kakak Aku dan setiap kali ada lelaki yang mencoba mendekati Aku, Aku selalu mengolok-oloknya dengan kata-kata yang kasar sehingga satu persatu dari mereka menjauhi Aku.

Sekarang Aku berada di Luar Negeri dan banyak teman Aku yang mengatakan bahwa Aku ini termasuk gadis bodoh karena Aku selalu menolak cowok baik-baik yang cakap dan pandai dan itu tidak terjadi sekali.. Aku memang membenci laki-laki tetapi Aku bukan lesbi karena ketika Aku menghindari semua laki-laki di dalam hidup Aku, ada seorang lesbi yang mendekati Aku dan Aku juga menghindarinya. Akibatnya persahabatan kami menjadi renggang dan dia mulai meninggalkan Aku. Aku hanya dapat mencapai orgasme ketika Aku melakukan masturbasi ketika Aku sedang mandi atau sebelum tidur.

Jadinya itu membuat Aku berpikir, kenapa Aku perlu laki-laki kalau Aku bisa memuaskan nafsu Aku sendiri.

tags #Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: