Cerita Dewasa - Mengintip Mas Adi dan Baby Sister Bercinta

http://www.cerwasa.com/2016/08/cerita-dewasa-mengintip-mas-adi-dan.html

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Aku pernah kost disebuah rumah mewah di kota M, pemilik rumah tergolong elite dan termasuk sibuk dengan bisnisnya. sedangkan si isteri kerja disalah satu bank swasta. Suatu hari setelah 1 bulan si nyonya melahirkan panggilannya Tante Silvi, maka datanglah seorang baby sitter yang melamar pekerjaan sesuai iklan dari koran, setelah bercakap-cakap dengan wulan, maka baby sitter tsb yang bernama Siska diterima sebagai pengasuh bayi mereka.

Aku pandangi terus itu baby sitter, wah…setelah pakai baju putih kelihatan sexy banget, guratan celana dalamnya tampak samar-samar…. esoknya, ketika aku mau berangkat kekantor, tiba-tiba ibu kost ku mengenalkan si Siska kepadaku, sekilas kulihat buah dadanya yang terbungkus bajuputih dibalik BH, wow…seru…kira-kira 36 lah..

Bang…totlong ya..ikut awasin rumah karena ada penghuni baru ( maksudnya baby sitter) sementara aku sudah harus masuk kerja lagi, maklum kerja di swasta cutiku melahirkan cuma 1 bulan, ucapnya kepada ku… Baik mBa, saya bantu again lah…

Setelah sekitar 1 minggu si Siska tinggal di rumah kost bersama aku dan pemilik rumah, aku mulai curiga dengan gerak-gerik suami wulan beberapa hari terakhir ini, Aku sering melihat dari sela pintu kamar kost ku, sang suami panggilannya mas Adi suka mencuri pandang badan si Siska yang sedang ngurus bayi di Box bayi, tentunya badannya membungkuk posisi hampir nungging sehingga guratan CD nya semakin tampak jelas dan bentuk pinggul serta betis yang bikin mupeng semua laki-laki, ternyata di usia 40 tahun, si Siska justru bikin gairah lelaki meningkat.

Suatu hari, wulan tidak pulang, dia tugas ke jakarta untuk 3 hari, mas adi kelihatannya seneng banget ditinggal isterinya, semakin saja dia menggoda si Siska, dan sempat mengelus punggung si Siska sambil berkata ” emh kasihan mbak ya…kok masih cantik jadi janda…” si Siska cuma menjawab ” ya nasib mas…” sambil tersenyum. aku terus mengintip dari celah pintu kamar kost ku apa yang dilakukan mas adi, dia mulai melakukan jurusnya karena sudah ber bulan2 tidak ketemu lobang vagina wulan, maklum hamil besar dan baru melahirkan. ” mbak Siska anaknya berapa? tanya mas adi, 1 mas…jawab Siska. sudah berapa tahun menjada..? tanya adi lagi, yah sudah 3 tahunan lah mas…. jawab Siska.

Mas Adi duduk di sofa dekat box bayi anaknya, sementara tangan kanannya mulai menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spak yang dia gunakan, sementara si Siska masih tetap membungkuk membelakangi mas adi memberi susu botol kepada sang bayi.

Tiba-tiba terdengar suara mas adi memanggil aku, seakan mengajakku untuk nonton TV seperti biasanya, aku pura-pura tidur dengan pintu tetap ku buka satu senti untuk mengintai apa yang terjadi, lalu mas Adi manggil si-mbok pembatunya yang sudah diatas 50 tahun, ya…den..kata simbok, bikinkan saya kopi terus mbok tidur aja ya istirahat, ya..den…jawab simbok. setelah kopi dihidangkan, kembali Adi menggosok-gosok batang penisnya dibalik training spaknya, aku terus mengintai dengan lampu kamar yang aku matikan, setelah si bayi tertidur, adi ngajak Siska untuk duduk disofa sambil lihat TV, si Siska menolak, malu mas…kata si Siska, gak apa-apa ….kata Adi, kamu kan ngerti dong saya sudah 3 bulan tidak bersentuhan dengan silvi, sini…..ajak adi lagi. dengan ragu-ragu si Siska mulai duduk dilantai dekat sofa tempat adi duduk, aku semakin nilik-nilik mereka, Siska…susumu kok masih kencang ya…ucap Adi, ah…masa mas, masih bagus punya Tante Silvi dong…jawab Siska, kenapa mas bilang begitu…? tanya Siska. ah…enggak cuma pingin tau aja kalau susu yg sudah pernah di isep bayi berubah bentuk atau tidak…? kilah Adi.

ya..tergantung perawatan…kata Siska. boleh aku raba susumu ni…tanya adi. ah…jangan mas…saya kan sudah tua, juga saya malu….jawab Siska. aku mulai yakin pasti jurus si Adi mengena. sini geser duduknya…kata adi, ah…sudah disini saja mas… kata Siska.gak apa-pa…sini… saya penasaran dengan susu yang sudah di isep bayi, pingin lihat…kata adi lagi, jangan mas ah… malu, nanti Tante Silvi tau aku dimarahin… kata Siska, tidak ada yang tau, semua sudah tidur. kata adi, lalu adi menarik lengan si Siska, dan mulai meraba susu Siska denga halus, si Siska kelihatan berigidig-an, adi terus gencar berusaha memegang susu Siska, sementara Siska terus menangkis tangan adi, ketika si Siska sibuk menangkis tangan adi, aku melihat kedua paha si Siska yang kadang terkangkang karena sibuk menangkis tangan adi, wow…mulus pahanya, aku mulai jreng juga, karena ruang tengah cukup terang sehingga sering banget aku melihat CD Siska yang berwarna ungu muda, dan gundukan vagina dibalik CD yang begitu menggiurkan membuat aku jadi keasyikan nonton dar celah pintu kamar.

Akhirnya si Siska menyerah di tangan Adi, dan membiarkan tangan adi meng-griliya susunya, dan si Siska pun mulai kegelian sehingga pahanya semakin jelas kulihat karena Siska sudah tidak kontrol cara duduknya.
Aku mulai terangsang melihat tangan adi dibalik baju putih Siska bergerak-gerak, kebayang empuk dan halus susu yang sedang diobok. penis ku mulai tegang, si Siska semakin meringis dengan sesekali membungkukkan punggunya, kegelian. adi mulai memetik kancing baju si Siska, maka terlihat susu si Siska dibungkus BH warna merah jambu karena si Siska menghadap kamarku dan Adi dibelakang si Siska. tangan adi kemudian mengeluarkan sebelah susu Siska dari BHnya, aku semakin tegang karena aku melihat susu yang begitu mulus, puntingnya coklat muda, bahkan aku lebih terfokus ke celah paha si Siska yang sudah semakin jelas karena rok putihnya sudah sediki demi sedikit tersingkap.

Kelihatannya si Siska sudah mulai terangsang karena aku melihat bagian celah vagina pada CD si Siska sudah mulai berwarna ungu tua, berarti sudah basah. ketika si Siska agak bergeser duduknya aku melihat tangan Adi yang kiri memegang penisnya yang sudah tegang banget, sementara tangan kanannya mulai meremas halus susu Siska, kelihatannya adi bukan pemain sex brutal, dia mempermainkan susu si Siska begitu lembut sehingga si Siska mulai mendesah dan tangannya mulai mencengkram tangan Adi yang sedang mengelus susu nya.

Sudah mas…aku sudah gak tahan…kata si Siska. aku juga sudah gak tahan Sis…kata si Adi, bantu saya dong Sis …saya pingin keluarkan Sperma yang sudah mengental nih….kata adi dengan nada merayu…jangan mas…aku gak mau, takut hamil….kata Siska. tidak Sis …kita jangan bersetubuh, saya gesek aja ya di antara celana dalam dan vagina mu….rayu adi, si Siska pun sudah kelihatan sangat terangsang, tapi dia tidak menjawab. sementara aku sudah semakin tegang aja nih si ujang…dibalik pintu.

Adi akhirnya turun dari sofa, dan duduk disebelah si Siska di atas karpet, tangan adi mulai mengarah ke vagina si Siska, kembali si Siska meronta, jangan mas…nanti aku gak tahan…kata si Siska, tenang aja…nanti kita sama-sama enak…kata Adi sambil mulai mengelus CD pas di vagina si Siska , Siska mulai kelihatan kejang-kejang kedua kakinya merasakan nikmat, adi terus mengelus vagina Siska dari luar CDnya sementara bibirnya mulai menciumi susu kiri si Siska, adegan ini terus berlangsung sekitar hampir 10 menit, kemudian adi melepas training spaknya, dan kelihatan ujang nya si adi yang sudah tegak lurus, tapi si Siska malah membuang pandangannya ke TV, lalu Adi menyingkap rok putih Siska semakin keatas, dan si Siska direbahkan dikarpet, jangan mas…kata si Siska. nggak kok cuma mau dijepitin diantara CD dan Vagina kamu…gak dimasukin kok…kata Adi sambil terus menggosok penisnya.

Janji ya..mas…kata Siska. bener kok saya janji kata Adi, kemudian adi berbaring disebelah kiri si Siska, dan benar saja, adi julai menaiki separuh badan Siska dan paha sampai kaki kirinya adi menindih paha dan kaki kiri si Siska dan penis adi diselipkan dari samping CD basahnya Siska dekat pangkal paha Siska sementara si Siska tetap terlentang, aku mulai gak tahan lihatinnya, akupun mulai meraba-raba penis ku, terus adi mulai mengesek-gesekan penisnya diantara CD dan Vagina Siska secara perlahan, Siska mulai kelihatan menikmati, sambil mengisap punting susu si Siska yang sebelah kiri dan meremas susu Siska yang sebelah kanan adi terus menggesek penisnya dicelah CD dan Vagina si Siska, Siska mulai mengerak-gerakkan pinggulnya keatas kebawah mengikuti gerakan Adi, aku yakin bahwa kelentitnya si Siska sudah tersentuh oleh ujung penis si adi.

Aku pun tambah terangsang melihatnya, aku mulai mempercepat kocokan tangan di penisku, dadaku terasa semakin dag-dig-dug….semakin lama si Adi semakin mempercepat gerakannya, terus menggesek vagina si Siska dengan penisnya yg sudah semakin keras, dan si Siska pun mulai mengeluarkan suara desahannya, mas…mas…mas…aduh geli sekali…mas….aduuuuh… enak sekali mas….lirih si Siska, tekan sedikit mas…biar ujung nya kena anuku…..

Adi mulai merubah gerakannya, dari menggesek menjadi agak menekan vagina si Siska, tangan kanan si Siska mencengkram tangan adi yg sedang meremas susu kanannya, berarti si Siska sudah begitu menikmati gesek-tekan penis si adi. teruuuus… mas…aku nikmat sekaaaaali…. desah si Siska.

iyaaa…saya juga Sis ….nikmat sekali, punyamu begitu licin dan hangat….adi terus melakukan gesek-tekan…hingga kurang lebih 15 menit. sudah mau keluar…nih…kata si Adi dengan suara tersendat-sendat, jangan keluarkan dulu mas….tahaaaann…tahan….kata si Siska sambil terus menggerakan pinggulnya…..aduuuh…mas…saya mau keluar juga mas…..kata si Siska (maksudnya mau orgasme). mas..masukin sedikit ujungnya….kata si Siska memohon, terus adi agak menaikin lagi tubuh si Siska hampir menindihnya, dan tangan kanannya menuntun penis menuju lubang vagina si Siska, dan ah…aaaahh…jangan dimasukin semua mas…aku lebih geli kalau ujungnya saja….kata si Siska adi terus menggesek-tekan, dan kelihatan si adi mulai menekan-nekan pantanya dan si Siska semakin bergoyang kekiri dan kekanan dan kadang-kadang menaikan pinggulnya keatas..lalu Siska mulai agak menjerit kecil…Mas…aku mau keluar mas…. ya..ya…keluarkan saja Sis …biar tambah licin sahut si Adi…

Tidak terasa penis ku juga mulai mengeluarkan cairan kental sedikit diujungnya….aku terus menyaksikan gesekan penis adi di celah antara CD dan Vagina si Siska, pinggul Siska semakin cepat bergerak keatas kebawah, bahkan sesekali diangkatnya cukup tinggi…dan…ah..aaaahh…aaaaaaaahhh….mas aku ke..ke..ke…luaaaaarr…mas….ah….aduuuuuh…mas enak sekaliiiiii…… aku juga Sis …. aku juga mau keluar… Sis …sambil semakin memepercepat gerakan gesek-geseknya, …aduhh.. Sis …saya keluar ni….oh…oh…oh….adi menyentak-nyentakkan gesekannya sampai lebih dari 3 kali, aduuuh…mas….hangat sekaliiiii….mas.., gerakan adi mulai semakin pelan dan akhirnya adi tertelungkup diatas badan si Siska.

Akupun mulai terasa gatal diujung penis ku…dan akh….croooot…croooot….sperma kupun muncrat ke daun pintu. aku jadi lemes..dan mulai aku berbaring di tempat tidurku sambil tetap membayangkan sejoli main adu gesek.

Sememtara Wulan belum tiba, kebetulan Adi tugas ke Manado, so…di rumah hanya tinggal siMbok, si Siska, si orok dan aku. Saat si orok tidur, aku coba godain Siska, hem..ehem… Sis …kelihatannya kamu kesepian yah..ditinggal Mas Adi…? Tanyaku. Ah…enggaaaaakk…biasa aja…..jawab Siska sambil agak malu-malu.

Memangnya kenapa Mas….? Tanya balik Siska. Kelihatannya kamu sama mas adi kok semakin mesra sih…? Tanya ku lagi.Kasihaaannn..mas adi kan sudah lama…eh…maksud saya ditinggal Tante Silvi, gak apa-apa kok….jawab si Siska. Aku mulai merasa si Siska agak khawatir kalau aku mengetahui affairnya dengan Adi.

Sambil baca majalah dan nonton TV, aku pandangi badan si Siska. Mulai dari kulit lengan, susu, perut, bentuk pinggul, paha dan betis. Wow….memang segar dan cukup bikin mupeng, apalagi karena gak ada bos, si Siska gak pake baju Putih Seragam Baby Sitter, dia Cuma pakai baju tidur kulot dan blus bahan katun biasa, jadi aku bisa melihat samar-samar lekuk tubuh dan bayangan bra and CDnya.

Si Siska duduk dekat Box bayi sambil menggoyang box, sesekali dia curi pandang kepadaku seperti ada rasa cemas takut ketahuan affairnya. Dia agak gelisah. Dalam pikiranku, baikan di “selok” aja dech…..

Sis, aku mau pindah kost, kata ku…., lho kenapa mas…..kan Mas adi dan Tante Silvi orangnya baik, dan Mas sudah diakui seperti keluarganya, juga ini rumah bagus dan harga kost nya katanya kekeluargaan…. Jawab si Siska.Iya… Sis, tapi aku gak tahan lihatin kamu ama mas Adi, kok akrab banget…..kata ku. Akrab gimana……? Tanya Si Siska agak ketus, ya lah….emang aku gak tahu kalau kamu sering tiduran di karpet ama mas adi, dan kalau gak salah kamu pernah jalan ama mas adi bawa bayi, ya kan….?

Si Siska gelagapan, dan dia langsung berdiri dari duduknya menghampiriku, aku melihat bentuk perut yang sudah agak kendur tapi malah terkesan sexy, kemudian dia duduk disebelahku. Dia bilang : Mas…tolong jangan bilang Tante Silvi, aku kasihan mas Adi dan aku juga terpengaruh karena aku sudah lama tidak disentuh laki-laki, tolong ya mas…. Jawab si Siska memelas. Aku sementara pura-pura terus baca majalah tapi mata terkadang ngincer-ngincer juga tuh susu yang masih sintal dan kelihatan mulus walau baru tampak separuhnya karena tertutup BRA.

Ya…kamu harus ingat Sis, karena nila setitik rusak susu dua-dua-nya. Jawabku sambil godain. Yeee si mas, rusak susu sebelanga…ah…jawabnya sambil menyembunyikan malunya. Ya…dua-dua-nya Sis …..kalau terus di-uwel-uwel mah….jawab ku. Si Siska mencubit perutku, ah..si mas bisa aja. Nih tak cubit…..hayoooo kapok…!!! Si Siska kayak yang greget campur kesel.

Tapi mas, walaupun bagaimana, aku belum pernah kok bersetubuh dengan mas Adi, yah….hanya sekedar begitu-begitu aja, yang penting mas Adi bisa “keluar”……bener mas aku gak bohong. Kata si Siska agak serius.Lho….sudah apa belum bagi saya gak masalah Sis, jawab ku.

Mas kok gitu sih….? Jawab si Siska sambil meraba-raba kedua susunya. Belum mas belum rusak nih…jawab si Siska sambil mengusap kedua susunya. Ya….percaya deh….jawabku. setelah terdiam beberapa saat lalu : Sis …pijitin dong pundak saya, tadi saya main golf 18 hole, cukup capek juga…

Weee…maaf ya…aku bukan tukang pijat kok….jawab si Siska agak sengit. Yah…sudah gak apa-apa, tapi saya juga bukan tukang yang pintar nyimpen rahasia lho…..jawab ku.

Eeeemmmm….si mas ngancam ya…..ya sudah sini, awas kalau ngomong Tante Silvi…..jawab si Siska.

Aku duduk di karpet, sementara si Siska berlutut dibelakangku, tangannya mulai pijitin pundak dan bahu bagian atasku, dan selang beberapa menit, aku merasa ada yg nempel hangat di punggungku, terasa empuk dan kenyal, aku tebak aja deh ini pasti perut si Siska, aku pura-pura gak merasa apa-apa walau sudah sekitar 10 menit. Lalu si Siska bertanya : mas kepalanya mau dipijit gak….., o…ya…iya Sis. Jawab ku, kemudian si Siska memijit kepala ku…wah enak banget lho Ni. Kamu kok pintar mijit sih….. Ah..biasa aja mas jawab si Siska.

Kemudian Aku merasakan ada yang agak lebih empuk lagi menekan dipunggungku, aku dah nebak deh… Ini pasti pubis si Siska, gundukan daging antara perut dan vagina. Dia terusmenekan…menekan..semakin terasa hangat dan empuk, aku merasakan kedua pahanya semakin menempel, dia menekan terus dan aku agak sedikit membungkuk sehingga punggung ku semakin menekan pubis nya.

Aduh… Sis. Yang dipijit kepala kok yang enak punggungku ….. terus Sis tekan lagi, kata ku. Ah si mas bisa aja…..mau ditekan lagi? Kata si Siska.Ya…iya…dong, si Siska terus menekan-nekan pubisnya di punggungku.Napasnyapun mulai terdengar mendesah, dan pijitan dikepalaku mulai melemah, tapi pijitan pubis di punggungku semakin terasa kuat.

Apanya yang enak mas…tanya si Siska. Punggung ku enak banget Sis, punyamu begitu berdaging dan terasa hangat di punggungku, jawab ku. Sementara si ujang dibalik celana pendek ku mulai menegang dan si Siska secara sengaja terus menekankan pubis nya dipunggung ku.

Aduh Sis Punyaku jadi tegang Sis …….mau pegang nih….? Tanya ku.Manaaaa….tanya si Siska. Nih….sudah mulai keras gara-gara punggung keenakan…. Jawab ku.

Iya…mas, kok tegang ya….tanya si Siska.Aku juga gara-gara mas adi jadi sering cepet geli di anu ku. Aku jadi sering mudah terangsang, padahal sudah tahunan gak begini, kata si Siska.

Sis, pijit aja punya ku…..tapi yang enak ya….Tanpa bicara lagi si Siska pindah duduk disebelahku, tangannya mulai masuk kesela celana pendekku, dia mulai meraba-raba dengan lembut penis ku, ah…. mulai terasa geli, si Siska meremas bagian helm penis ku, dipijit-pijit lembut yang membuat penisku terasa semakin geli dan nikmat sekali, oh….Ni, enak banget, teruuuus Ni, desah ku. Tanganku mulai menyusur kebalik Bra si Siska, perlahan ku elus lembut susunya, pelan-pelan ujung jariku menyusur terus hingga kerasa puting susu yang sudah mengeras tapi lembut kulitnya, aku elus terus susunya, sesekali agak ku remas lembut, si Siska nafasnya mulai agak tersengal-sengal, aduuuuh…mas, sentuhan tangannya kok lembut banget, aku semakin nikmat mas….terus tangan kanan si Siska membuka kaitan Bra bagian belakang, dan tangan kirinya masih terus memijit-mijit ujung penis ku.

Kemudian ku singkap blusnya dari sekitar perut agar dapat kuraih kedua susunya sementara bra dibukanya pelan-pelan melalui sela-sela lengan bajunya. Wah…benar aja, susunya masih mulus, walaupun sudah agak jatuh, namun kekenyalan dan kelembutan kulitnya masih seperti anak-ABG. Ku singkap terus keatas blusnya, punting susu si Siska yang kiri mengarah agak kesamping kiri dan yang kanan agak kesamping kanan, wah ini tanda susu yang masih berkelenjar bagus, walaupun agak turun tapi masih kencang. Isap mas….pinta si Siska, perlahan kuisap lembut puntingnya, mulai dengan isapan perlahan lama-lama isapanku semakin kuat sehingga si Siska menjerit perlahan Aaaahhh……aduh mas….kok enak sekali….teruuuus…mas….

Kuisap puntingnya pelan-pelan tapi nyelekit, hingga si Siska terbaring karena tak kuat menahan nikmatnya isapan ku. Dan akupun membaringkan tubuhku di karpet, sementara aku terus mengisap punting susunya, si Siska mengambil posisi diatas ku dan mulai menempelkan vaginanya ke penis ku, dia masih mengenakan kulot tipisnya, terasa badan si Siska agak bergetar ketika dia tekan vaginanya ke penisku, aku merasakan begitu empuk dan hangatnya daging vagina si Siska, aku merasakan semakin geli di penisku, kemudian si Siska mulai menggerakan pinggulnya sehingga tekanan berubah jadi gesekan-gesekan yang perlahan tapi serasa ujung penisku mulai nyelip dibelahan vaginanya walaupun masih terbungkus kulot dan CD, tanganku mulai meraba buah pantatnya dengan menyusurkan tangan diantara celana kulotnya, wah…..lembut dan empuk, pantatnya bukan kencang tapi empuk, kulitnya masih halus.

Aku mulai menyelipkan tanganku kesela CD bagian pantanya, aku mulai meraba halusnya pantat si Siska, ketika pantatnya ku elus, si Siska malah semakin menekan gesekan vaginanya ke penisku, aku yakin “G-spot” si Siska disekitar pantatnya, kemudian elusan dipantat si Siska

ku coba rubah dengan pijitan-pijitan ujung jari ku, ternyata si Siska semakin terangsang semakin mengesek agak cepat….dan oh….oh….oh….mas….aku mau keluar mas…….mendengar rintihan si Siska, aku bantu proses keluar nya si Siska, aku tekan pantatnya dengan kedua tanganku agar vaginanya semakin keras menekan penisku, dan aaaaahhh…aaahhh…seeeeepp..seeeppppp…seperti kepedasan makan lombok, maaaasss…..aku keluar mas…..ah…aaaahhh….si Siska seperti setengah menangis, terasa dipenisku vaginanya berdenyut-denyut beberapa kali, sementara dia menekan susu kirinya ke dadaku, dia terus merintih…mendesah….kemudian denyutan vaginanya terasa lagi, nyut..nyuut…nyut… wah si Siska mengalami orgasme panjang nih…pikir ku.

Kemudian sejenak si Siska merebahkan tubuhnya di atas tubuhku, sekitar kira-kira belum semenit, dia mulai menekan-nekan-kan lagi vaginanya ke penis ku kebetulan penisku masih keras, dia mulai mendesah lagi. Seeeeppp…..seeeppp…..seperti orang kepedasan.

Sis, nanti dilihat simBok, kekamar aja yuukkk….ajak ku. Ah tidak mas, simBok sudah tidur, lagian ini bayi kalau bangun gimana….? Jawab si Siska.Ya…sudah buka saja celanamu Sis ….. perintahku.Jangan mas….gini aja ya….sementara di selipkan penisku kesela CDnya, dan si Siska masih berposisi di atas ku.

Ketika penisku mulai menyusup disela CD dan vaginanya, tersa lendir hangat dan licin diujung penisku, dia mulai menggoyangkan pinggulnya dan gesekan belahan vagina yang hangat dan licin mulai merangsang penisku, aku merasakan betapa enaknya vagina si Siska, tapi disisi penisku terasa agak sakit kena sisi CD nya si Siska, aduh Ni, CDmu sakit nih….

Kemudian dia melepas celana kulotnya dan agak menarik CDnya ke bawah, sedangkan aku mulai melepas celana pendek dan CDku maka penisku mulai nyaman banget, apalagi dia mengambil posisi seperti kodok yang mau loncat, dia mulai lagi menggoyangkan pinggulnya perlahan kekiri kekanan..tangan ku mencengkram buah pantatnya dan sesekali kutekan sehingga penisku terasa berada dimuka gawang,

Kudorong-dorongkan pinggulku naik turun sementara si Siska mengoyang kiri-kanan, variasi goyangan semacam ini telah menciptakan rasa geli yang berbeda dengan rasa kalau bersetubuh biasa, penis ku semakin keras, vagina si Siska terasa semakin basah kuyup, namun basah kuyup yang membuat rasa geli dipenisku semakin nikmat, si Siska terus bergerak sementara ke dua susunya semakin terasa menggiling

dadaku, kenyalnya hangatnya terasa sekali karena T-shirt ku aku angkat ke leher dan blusnya si Siskapun sudah terangkat sehingga kedua susunya terasa nempel langsung dikulit dadaku, dan tangan si Siska yang sedang menahan badannya dilantai kemudian berubah memeluk tubuhku, sehingga susunya semakin menekan di dadaku, gerakan pinggulnya semakin lembut seolah memposisikan titik-titik tertentu dari vaginanya di penisku, kelihatannya si Siska berusaha agar kelentitnya tergesek oleh ujung penisku.

Dia begitu aktif mencari titik-titik kenikmatan divaginanya. Kemudian aku mulai menekan nekan ujung penisku ketika terasa jika sudah berada ambang lubang nikmat, aku tidak tahan lagi, ingin sekali aku menancapkan penisku ke vaginanya. Sisi…kamu dibawah Sis …. Pinta ku.

Jangan dulu mas, biar lama nikmatnya, soalnya kalau mas di atas pasti mas cepet keluar. Jawabnya dengan kata terputus-putus karena napas si Siska seperti orang yang sedang aerobic.

Ya…tapi masukan dong Sis. Aku sudah gak sabar nih….Iya…iya…tapi pelan-pelan ya mas….biar terasa nikmat. jawab si Siska.

Kemudian si Siska menghentikan gerakan pinggulnya. Dan memposisikan ujung penisku tepat dilubang vagina yang licin dan hangat. Dia mulai menekan pinggulnya ke bawah, dan penisku pun perlahan mulai menyusup, perlahan banget si Siska menarik lagi pinggulnya keatas, aku merasakan gesekan lubang vagina yang halus, licin dan lembut, dia menekan lagi, dan kira-kira sekitar 5 cm penisku masuk, dia

tarik lagi pinggunya keatas, aku mulai penasaran karena cara seperti ini menimbulkan kenikmatan yang khas banget, gregel-gregel dinding vagina si Siska begitu terasa menggelitik karena gerakan perlahan seolah-olah penisku meraba-raba tiap mili dinding lubang vagina si Siska, akupun semakinmenikmatinya.

Kemudian desahan demi desahan terus keluar dari mulut si Siska, dan……ah…aaaahhh….. pelan-pelan si Siska menekan pinggulnya hingga penisku masuk seluruhnya, kemudian dia tarik lagi pelan-pelan…ditekan lagi…..blessss…lagi penisku masuk, begitu terus berulang-ulang hingga sekitar 15 menit, ah… begitu lembutnya permainan si Siska, sesekali terasa olehku denyutan-denyutan halus didalam vagina si Siska yang terasa seolah menjepit-jepit ujung penis ku. Kemudian si Siska memasukan lagi

penisku dengan menekan pinggulnya, dia tidak lagi menarik pinggulnya keatas, tapi dia tekan terus agak lama sehingga begitu dalamnya penisku tertanam didalam vagina hangat si Siska, kemudian denyutan-denyutan vaginanya…aw..terasa begitu nikmat, cenut-cenut….kemudian ada denyutan panjang yang rasanya begitu menjepit ujung penis ku. Ah..mungkin ini yang disebut empot-empot madura dalam pikirku.

Gaya ML seperti ini terus belangsung hingga kurang lebih ¼ jam, aku benar-benar merasakan nikmat yang baru kali ini kurasakan dibanding dengan kenikmatan saat ML dengan pacarku.

Diujung lubang penisku mulai terasa geli sekali seperti hendak keluar sperma, sementara si Siska terus mengayuh pinggulnya perlahan dan tangan kirinya menarik susunya kearah mulut ku, lalu kuisap-isap pelan hingga isapan kuat, si Siska mulai tidak dapat mengkontrol gerakannya, dia menggoyang semakin cepat…cepat lagi dan akhirnya jeritan kenikmatan si Siska muncul lagi, dia mencapai orgasme lagi karena terasa oleh penisku jepitan-jepitan vagina dan denyutan-denyutannya yang tak beraturan.

Dia mendesah dan menggigit dadaku, dia orgasme panjang. Dan saat penisku dijepit-jepit oleh vagina orgasmenya si Siska, akupun gak tahan, geli sekali dipenis ku, sekujur badanku terasa geli linu, merinding dan ah…rasanya nikmat sekali, aku berusaha terus menggerakan pinggulku keatas dan kebawah agar penisku tetap menggesek vagina si Siska yang sedang orgasme dan berdenyut-denyut

itu, si Siska pun sadar kalau aku mau keluar maka dia langsung mengisap punting susuku dan memainkan ujung lidahnya di punting susuku maka penisku semakin terasa geli sekali dan terasa gatal yang teramat sangat diujungnya seolah ingin digaruk terus oleh bagian terdalam vagina si Siska, dia semakin aktif mengisap dan memainkan lidahnya di punting susuku dan aku terus menaik turunkan pinggulku akhirnya aku pun crot-crot-crot spermaku muncrat didalam vagina si Siska, tanpa sadar si Siska mengaduh keenakan, aduuuuhh…mas…hangat sekali……rintih si Siska, dan aku merasakn enaknya ketika pertama crot…vagina si Siska menjepit, crot kedua vagina si Siska berdenyut, dan ketika aku menekan penis hingga maksimal maka disitulah kenikmatan puncaknya dan tidak sadar aku menarik pinggul si Siska agar penisku menancap semakin dalam dan crot yang terakhir membuat badanku bergetar-getar sepeti kejang-kejang, dan si Siska yang sedang orgasme aku tembak dengan semprotan spermaku, maka disinilah impian kenikmatan yang didambakan semua wSiskata, hingga selesai proses semprotan spermaku, vagina si Siska masih terus berdenyut-denyut dan terdengar suara si Siska seperti orang menagis, dia benar-benar merasakan orgasme yang luar biasa, begitu juga aku.
tags #Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: