Cerita Dewasa - Terima Kasih Tante Diana...


Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Suntuk berada dirumah membuat aku berniat untuk pergi keluar jalan-jalan melepas kesuntukanku karena seharian dirumah mengerjakan makalah perkuliahanku seharian ini, ku bawa sepeda motor andalanku memutari indahnya kota Bogor ini. Dari kejauhan tampak sebuah mobil berwarna merah dan seorang wanita yang sepertinya kebingungan, maka langsung saja aku hampiri dan menawarkan bantuan.Ternyata ban mobilnya bocor, dan dia bingung mengganti Dengan ban serep yang dibawanya. Akhirnya aku memberanikan diri menawarkan bantuan mengganti ban mobilnya yang bocor.


Dan penawaran bantuan tadi dan selama mengganti ban kami saling berkenalan, hingga aku tau bahwa dia seorang ibu rumah tangga yang umurnya 34 tahun dan kulit putih seperti keturunan Chinese Dengan tinggi sekitar 165cm rambut ikal yang di tata rapi sebahunya dan tak lupa aku sesekali memperhatikan payudaranya yang benar montok adanya Dengan ukuran dada sekitar 34B, pada akhirnya ban tadi telah selesai kupasangkan , sambil tersenyum dia memperkenalkan namanya,

“terima kasih dik , kenalkan nama saya Diana ” katanya halus.
“Saya Arga “,
“emm , aku panggil apa ya”, kataku sambil melihat kearah matanya yang agar berwarna coklat itu.
“Panggil tante Diana aja “, sahutnya sambil menyodorkan beberapa lembar duit kepadaku , Dengan halus aku menolaknya ‘ngak usah tante , saya minta alamatnya saja tante siapa tau aku butuh bantuan nanti bisa minta bantuan dari tante kataku sambil melihat kearah tubuhnya yang menurut gw bisa di favoritkan juara di kelasnya.’oh tentu ,
“ini kartu nama tante” , katanya sambil menyodorkan kartu nama yang berisi alamat lengkap Dengan nomer handphonenya. Tapi besok tante tidak ada di rumah seharian, jadi kamu ga usah datang besok ya “, sahutnya lagi.

“Ya tante saya pamit dulu ya kataku agak keras “, “oh iya silahkan, makasih sekali lagi ya Arga “, katanya lagi sambil masuk ke mobil merahnya itu. Ada sekitar seminggu setelah itu gw menghubungi tante Diana yang gw temui itu.

“Halo , ini Dengan siapa ?” katanya halus .
“Ini Arga tante “, sahutku .
“Arga yang mana ya , saya agak lupa ” katanya.
“Yang kemaren bantuin tante mengganti ban itu loh tan “,sahutku lagi.
“Oh iya , kamu Arga. Ada apa Ga ” katanya lagi.
“Tante lagi di rumah ya ? ” kataku ,
“iya lagi dirumah sama suami tante nih . kamu mau datang ya , sini biar tante kenalin sama keluarga tante “, sahutnya. Okelah tante jawabku.

Singkat cerita gw pun mencari alamat rumah tante Diana sesuai yang ada di kartu namanya , sekitar 30 menit lebih akhirnya gw sampai di depan rumah yang cukup lumayan besar berpagar hitam dan disana tante Diana sepertinya telah menunggu gw. dan langsung saja gw di ajak masuk kedalam .

“Nah ini om Putra suami tante , dia kerja di Jakarta dan hari ini kebetulan libur jadi pulang dan besok pagi baru ke Jakarta lagi “, katanya padaku. Singkat cerita setelah berkenalan dan kami makan bersama , tak terasa telah pukul 09 malam kami duduk di ruang tamu dan gw leluasa banget melihat kemolekan tubuh tante Diana yang memang saat itu kebetulan dia hanya memakai tank-top dan mini pants. Suaminya sudah pergi ke kamar karena besok harus bangun lebih awal agar tidak terjebak macet ke Jakarta besok katanya.

Tante belum punya anak ya? ,tanyaku seraya berbisik.
“Ada kok , sekarang sudah umur 6 tahun , tapi tinggal di rumah neneknya”, katanya membalas.
“Ooh ….”, balasku , sambil memperhatikan pahanya yang putih itu , mata tante Diana memang mengarah ke tv tapi sepertinya dia tau kalau aku memperhatikan tubuhnya yang putih bersih itu.
“Kamu nakal ya Ga , dari tadi liatin tubuh tante aja ” katanya.
Sontak aku terkejut ,
“ehehe , maaf tante Arga ngaksengaja ” kataku sambil meringis.
“Ngak apa-apa kok , wajar kok itu namanya juga kamu laki-laki ” katanya lagi ,

Aku semakin salah tingkah aja dibuatnya waktu dia agak melebarkan pahanya sedikit sehingga tampak jelas olehku celana dalamnya yang berwarna merah muda itu.

“Kamu mau ya Ga ? ” Tanya tante Diana pelan sambil mendekatiku.
“Mau apa tante ?” kataku polos .
“yang kamu perhatikan dari tadi loh , tante perhatikan mata kamu loh “, katanya.

Waduh , sepertinya tante Diana tau aku tak berhenti memperhatikan tubuhnya walau sudah di sindir tadi.
“Taa .. tapi tante , om Putra ..” kataku agak menahan napas ,
“dia sudah tidur itu , kalau sudah tidur bangunnya payah itu ” katanya.

Tangan tante Diana kini mulai berjalan dan menuntun tanganku memegang buah dadanya yang indah berukuran 34B itu , awalnya aku masih tidakpercaya dan agak gugup , tapi akhirnya kuberanikan . peluang emas pikirku.

Tank-topnya dengan mudah kubuka dan berdasar pengalamanku dari keseringan menonton film-film dewasa kulahap putingnya yang sudah mulai mengeras itu ,

“ah .. terusin Ga ” desah tante Diana.

Sekitar 2 menitan gw melahap puting payudara tante Diana yang sudah mengeras itu , sambil tanganku dituntun tante Diana untuk mulai memasuki daerah celana dalamnya , wah sudah basah pikirku.

Kumainkan tanganku di g-spotnya seraya bibirku tetap menjilati payudaranya yang kenyal itu.

“Ohkk.. Ga.. teerrus Ga..” katanya berulang-ulang.

Tiba-tiba saja tubuhnyamengejang dan mulai lemas , mungkin dia sudah orgasme pikirku karena memang aku merasakan cairan dari kemaluannya di tanganku.

“Wah enak sekali Ga “, katanya seraya mengambil waktu untuk meredakan lemas badannya tadi, aku yang dari tadi tetap menjilati payudaranya kini telah berhasil membuka mini pants yang dipakainya tadi dan mulai turun hingga bibirku tepat di depan g-spotnya yang hamper tidak berbulu itu , mungkin dia rajin mencukurnya. Kujilatilitany dan kurasakan aroma yang sangat aneh dan lender yang mulai membasahi kembali vaginanya , sekitar satu menitan aku menjilati vaginanya kembali lagi dia mengalami orgasme yang diikuti tubuhnya yang tiba-tiba mengejang dan melemas lagi ,
“ahh , ooh .. yess..ahh , fuck me Ga ..” katanya seraya berbisik.

Kini tangan tante Diana sudah mulai berjalan ke tubuhku , turun dia dari sofa danmembuka celanaku dan tampaklah sebuah batang yang sudah terdongkrak tinggi dan siap tempur , dibasahi cairan peluman bening itu . Tante Diana mulai memijat-mijat penisku yang membuat aku hanya bisa menikmatinya saja , 2 menitan dia mengkulum sambil mengobrak-abrik penisku ,

“ahh tante , ooh nikmatnya .. ooh.. yehh. Yeh , ahh ..” kataku sangking nikmatnya jilatan tante Diana , tiba-tiba dia menghentikan pekerjaannya dan menuntunku untuk berdiri dan pindah kekamar tamu yang berhadapan dengan kamar nya dan suaminya , kami masuk tanpa lupa menutup pintu.

Kuangkat tante Diana dan kuhempaskan tubuhnya ke kasur , Dengan manja dia berbisik “Ga sekarang masukin penismu kedalam anu tante ya “, biar makin enak katanya. Ku ikuti keinginannya dan kurasakan bagaimana rapatnya dinding vagina tante Diana itu, awalnya agak terasa sakit saat penisku terasa di pelintir-pelintir didalam vagina tante Diana, ku maju mundurkan tubuhku dan kutuntun tante Diana agar melawan irama gerakanku yang membuat penisku semakin bergairah untuk menjelajahi surga tante Diana.,

“Ohkk.. taan.. teerrus tan..” kataku ..
“ya , ya ah , ah,, ah ” sambil bibirnya mulai kumainkan dengan bibirku , lagi-lagi dia orgasme ketiga kalinya di iringi badan nya yang melemas tapi tak kuhentikan gerakan tubuhku , kini

“Ohkkhh.. Ga, baru kali ini aku main dengan lelaki sekuat kamu.. ohkk pelan-pelan..” ucapnya terputus-putus.
“Oh yes, yes.. terus Ga.. yes teruss kkhh.. Ohh.. ohh.. ohh..” suaranya makin meninggi.
“Mmhh oohh.. ohh push.. push.. Ga.. terus yang keras Dik.. terus.. lebih dalam.. aauuhh..”

Aku mau keluar nih tante kataku berbisik padanya , terusin aja Ga . ntar kalau mau keluar terserah mau di cabut atau di keluarin di dalamaja katanya lagi. Maka tanpa ragu aku terus menambah kecepatanku dan ..

“Aakkhh..” reflek aku memuncratkan air maniku di dalam kemaluan tante Diana di iringi orgasme tante Diana yang keempat bersamaan engan orgasme ku tadi , sekali lagi kemaluan tante Diana terasa lebih sempit dan sangat basah, sehingga menimbulkan gelora yang luar biasa.

“ahh , nikmat sekali permainanmu Ga “, kata tante Diana memujiku ,
“ehehe makasih tante “, kataku sambil cengengesan.

Lalu kamipun bergegas ke kamar mandi dan mandi berdua ,

“Ga ini rahasia kita berdua ya , lain kali tante akan ajak kamu lagi ” katanya sambil mencium bibirku lagi , “iya tante ” jawabku .

Selesai mandi pun gw pamitan pulang dengan tante Diana . Peristiwa yang sama juga masih sering kami lakukan , dan rata-rata itu dirumah tante Diana , karena memang rumahnya sering sepi karena suaminya memang sering menginap di rumah mertuanya di Jakarta karena pekerjaannya.

tags #Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: