Cerita Dewasa - Kesetubuhi Tante Sindy Hingga Pingsan

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Kesetubuhi Tante Sindy Hingga Pingsan - Inisialku biasa dipanggil Ginanjar, aku adalah suami dari seorang  istri yang cantik, seksi dan bahenol hingga  menurutku sungguh sangat sempurna. Namun begitu sebagaimana layaknya sebuah pepatah, rumput tetangga sangatlah lebih hijau dan segar, itu yang berlaku dalam kehidupanku. Walaupun pelayanan seks yang kuterima dari istriku sungguh tidak kurang suatu apapun, masih juga terlintas dalam anganku fantasi yang menggairahkan setiap kali Tante Sindy  berlalu di depan rumah.


Tante Sindy adalah seorang pengusaha Tekstil yang cukup ternama di kota Solo. Usia Tante Sindy sekitar 36 tahun, sementara suaminya adalah pemilik sebuah Hotel kecil  di Pantai di Bali. Barangkali karena lokasi usaha pasutri ini yang berjauhan, mungkin itulah penyebab mereka sampai sekarang ini belum dikaruniani anak.

Tante Sindy yang selalu melintas dalam setiap fantasi seksku. Kalau menurut penilaianku betis kaki Tante Sindy bak biji mentimun, berbulu hitam halus, sementara gumpalan buah dada, pantat maupun leher Tante Sindy sangatlah sejuk kurasakan seiring dengan air liurku yang tertelan dalam kerongkonganku.

Diwaktu Sore hari, sehabis kubersihkan motor antikkuku, terlihat Tante Sindy keluar dari mobil. Saat itulah sejengkal paha putih di atas lutut tertangkap oleh mataku tidak urung senjataku berdenyut juga. Lamunanku buyar oleh panggilan istriku dari teras samping. Sesuai rencana, aku akan mengantar istriku untuk berbelanja ke pasar untuk membeli oleh-oleh yang akan dibawa pulang kampong.

Malam terakhir sebelum keberangkatan istriku sungguh suatu malam yang menggairahkan buatku. Bagaimana tidak, setelah sekian minggu tidak pernah kulihat istriku minum ramu-ramuan anti hamil, malam ini dia kulihat sibuk di dapur mengaduk dua buah gelas jamu, satu untuknya satu untukku. Anak-anak asyik main video game di ruang keluarga. Kode rahasia dari kelopak mata istriku mengajakku masuk ke kamar tidur.

Pintu kamar kukunci, aku duduk di kursi sambil mengupas apel, sementara istriku yang mengenakan gaun tembus pandang sedang meletakkan dua buah gelas berisi rahasia kedahsyatan permainan ranjangku di meja di dekatku. Tonjolan payudara yang amat terawat bagus itu menyembul tepat di depan mataku.Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot

Setelah kuminum jamu, aku mendekati Diana istriku sambil memandangi dari ujung kaki sampai ujung rambut panjang sebahunya perlahan kutelusuri. 15 menit sudah berlalu, Diana mulai melepas satu persatu pakaiannya hingga akhirnya tinggal BH dan celana dalamnya yang menutupi point penting persembahan untukku. Kudekap Diana sambil kucium mata indahnya, desahan nafsu terasa hangat terhembus di helaian bulu dadaku. Lidahku yang terjulur memasuki mulut Diana dan perlahan bergerak memutari langit-langit rongga mulut istriku. Balasan yang kurasakan sangatlah hangat menggetarkan bibirku.

Tangan Diana yang melingkari tubuhku bergerak melucuti bajuku. Sementara jilatan lidahku mampir mendarati leher yang putih bergelombang bak roti bolu itu. Jilatanku pindah ke belakang leher dan daun telinganya. Pelukanku memutar ke belakang diikuti belaian tanganku memutari gumpalan payudara yang semakin mengeras. Tidak urung telapak tanganku semakin gemetaran, kuremas halus payudara Diana dengan tangan kananku sementara tangan kiriku meraba dan mengusap sekujur pusaran. Diana mendesah-desah sambil memegang klitorisnya.

“Ouch.., uhh. Mas antar aku ke puncak nikmat bercinta buat bekalku pisah dua minggu denganmu..!” permohonan Diana memang selalu begitu setiap bersetubuh. “Janganlah terlalu banyak bicara Dianaku, lebih baik kita nikmati malam ini dengan desah nafsumu, karena desah nafsu dan erangan kepuasanmu akan membuatku mampu mengantarmu ke puncak nikmat berulang-ulang. Kau tahu kan penyakitku, semakin kau mengerang kenikmatan semakin dahsyat pacuan kuda kontolku,” jawabku.

“Aacchhhh.., huuhhhh.., yess..!” desah nafsu Diana keluar sambil kedua tangannya meraba wajahku dan perlahan menuntunnya menelusuri titik-titik kenikmatan yang kata orang titik kenikmatan perempuan ada beratus-ratus tempatnya. Memang sampai saat ini aku tidak pernah menghitung entah ada berapa sebenarnya titik itu, yang jelas menurutku tubuh perempuan itu seperti permen yang semuannya enak dirasa untuk dijilati, buktinya setiap mili tubuh istriku kujilati selalu nikmat dirasakan Dianaku.

Sedotan lidahku lurus di atas memek yang kemudian menjilat helaian bulu halus menuju Memek. Harum semerbak aroma memek wanita pedalaman. Kulumanku mendarat di bibir memek sambil sesekali menarik lembut, membuat Diana menanggapi dengan erangan halus dan tekanan tangannya menekan kepalaku untuk semakin menelusuri kedalaman jilatan lidah mancari biji kedelai yang tersembunyi. Gigitan halus gigiku menarik lembut klitoris merah delima.

Tanpa kusadari Diana mengulurkan balon jari kepadaku, jari tengah tanganku yang terbungkus dengan balon karet pelan kumasukkan ke dalam lubang memek Diana dan menari di dalam menelusuri dinding lubang senggamanya. “Sssstt.. uuhhhhh.. aduduhh..!” desah nafsu Diana membuat kedua kakinya gemetaran, “Ayo Masssss..! Sekaranggggggg..!” pintanya tidak sabar lagi.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot. Batang kejantananku yang sejak tadi mengejang ditariknya menuju ring tinju persetubuhanku. Penisku memang tidak seberapa besar, namun panjangnya yang 18,3 cm ini sejak perjaka dulu kupasangi bulu kucing, dan hal itu yang membuatku mampu main berulang-ulang. Di atas ranjang Diana membuat posisi silang, posisi yang sangat dia senangi. Tanpa membuat roman tambahan, kumasukkan batang kemaluanku ke lubang memek yang sudah siap tempur itu.

“Uuchhhhh.. aacchhhhh.. terus genjot Masssss..!” desahnya. Tanpa mencabut penisku dari lubang, Diana membuat posisi balik, “Ii.. iiiiiyaa begitu Mas teeruus..!” Sekali lagi kelenturan hasil fitnest Diana membantu membalik posisi menungging tanpa kucabut batang kemaluanku yang masih menancap di liangnya. Dengan gerakan katrol kuhujani celah pantat Diana dengan kencang.

Akhirnya, “Uuuhh.. uchhhh aa.. achhhh e.. ee.. enakk..!” teriakan kecil Diana membuatku semakin kencang menusuk memeknya dengan semakin dahsyat. “Tunggu aku Din.. kita sama-sama.. oyaaa.. oy.. yack.. uuccccchh..!” desahku. Kupeluk dari belakang tubuh yang terbalut dengan peluh, terasa nikmat sekali. Akhirnya malam ini Diana kewalahan setelah mengalami orgasme sampai lima kali hingga aku telat bangun pagi untuk jogging sambil melihat tubuh indah Tante Sindy lari pagi di Minggu yang cerah ini.

Hari ini masuk hitungan ke tiga hari aku ditinggalkan oleh istriku pulang mudik, fantasi Tante Sindy selalu hadir dalam kesepianku. Hingga tanpa kusadari pembantu Tante Sindy mengetuk pintu depan rumahku. “Pak Ginanjar saya ke mari disuruh Juragan Putri minta bantuan Pak Ginanjar untuk memperbaiki laptop Juragan Putri,” kata pembantu Tante Sindy. Ya.. inilah namanya ‘mendapat durian runtuh’. “O ya, sebentar nanti saya susul.” kusuruh Bik Ijah pulang duluan.

“Assalamualaikum..” kekethuk pintu depan rumah Tante Sindy tanpa kudengar jawaban, hanya klethak.. klethok suara langkah kaki menuju pintu yang ternyata Tante Sindy sendiri yang datang. “Silahkan masuk Dik Ginanjar, Tante mau minta tolong laptop Tante kena Virus. Mari langsung saja ke ruang kerja Tante.” Tanpa menunggu lagi aku masuk menuju ruang kerja Tante Sindy yang menurutku seperti kamar hotel.Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot

Sejujurnya kukatakan aku sudah tidak karuan membayangkan hal-hal yang menggairahkan. Sambil aku menunggu Scan Virus berjalan, kutelusuri pelosok ruangan kerja Tante Sindy. Khayalanku buyar dengan kedatangan si pemilik ruang kerja ini. Pendek kata, sambil kerja aku di temani ngobrol oleh Tante Sindy kesana kesini sampai akhirnya Tante Sindy menyinggung rasa kesepiannya karena sering ditinggal suami dan tanpa kehadiran anak di rumah yang megah ini.

“Dik Ginanjar …  tahu nggak betapa hampa hidup ini walau terguyur dan tertimbun harta begini tanpa kebersamaan suami dan hadirnya anak. Selain Om Bahar itu nggak bisa ngasih keturunan yang dapat memberikan kehangatan keluarga. Keadaan ini membuatku butuh teman untuk menghapus kekeringanku.” Mendengar cerita Tante Sindy membuat kelakianku langsung bangun.

“Perkawinanku diambang kehancuran karena kerasnya mertuaku menuntut kehadiran cucu-cucu untuk mewarisi peninggalan kakeknya. Sebenarnya jujur kukatakan Om Bahar nggak mau pisah denganku, apapun yang terjadi. Malah pernah diluar kewajarannya sebagai seorang Suami Om Bahar pernah memintaku untuk membuat Bayi tabung.” Namun cerita Tante Sindy tidak seratus persen kuperhatikan, karena aku lebih tertarik melihat betis biji timun Tante Sindy dan pahanya tersingkap karena terangkat saat duduk di sofa.

Ternyata tanpa kusadari sebenarnya Tante Sindy memancing hasratku secara tidak langsung. Walau sedikit ragu aku semakin mengarahkan pembicaraan ke arah sex. Tanpa sadar aku pindah duduk di dekat Tante Sindy, dan tanpa permisi kupegang dan kuremas tangannya. Ternyata itu tidak mendapatkan penolakan sama sekali. Hingga akhirnya dalam posisi berdiri kudorong Tante Sindy ke tembok dan kucium bibir yang merah merekah delima itu.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot. Dengan hasrat yang menggebu-gebu aku agak sedikit kasar dalam permainan, sehingga terbawa emosi menyerang sekujur tubuh Tante Sindy yang tentunya takut ketahuan pembantu. Permainanku berhenti sejenak karena Tante Sindy berjalan bergegas menutup pintu. Dan mungkin karena Tante Sindy telah sekian lama kering tidak pernah tersiram air mani suaminya, dia terkesan terburu-buru.

Dengan cepat dia melepas pakaiannya satu persatu hingga menyisakan BH dan CDnya. Wowww.. betapa indahnya rumput tetangga dan betapa dahsyatnya gairah sexku. Kudorong Tante Sindy rebah di atas meja kerja dengan tangan kananku meremas payudaranya yang kenyal karena belum pernah melahirkan. Terasa nikmat sekali payudaranya kuremas-remas, sementara tangan kiriku melepaskan celana dalam biru lautnya.

Aduh itu bulu-bulu halusnya membuatku merinding. Tidak kuingat aku siapa Sindy itu siapa.., Nilam dan Ziddan (anakku) yang sedang jauh di sana, semuanya kulupakan karena aku sudah terselimuti nafsu setan duniawi. Aku semakin menggila melumat dan menjilat, meraba serta meremas pantat Tante Sindy yang sekal plus mulus terawat ini. Tante Sindy menggelinjang kenikmatan merasakan pelayananku.

Memek Tante Sindy ternyata masih teramat kuat mencengkeram penisku yang membuatnya terbelalak kagum plus ngeri melihat bulu kucing  yang kupasang di bawah ujung kepala kemaluanku. Tante Sindy tidak sabar menanti nikmatnya ditusuk pistol kejantananku. Lagi-lagi Tante Sindy kelewat terburu-buru menyerangku yang akhirnya aku merasa sedang diperkosanya.

Bulu kucing yang maha dahsyat tergantung setia selalu bertahun-tahun kupakai terasa sakit oleh hisapan dan kuluman serta gigitan giginya. Lidah Tante Sindy berputar memutari batang kemaluanku. Aku menggelinjang tidak karuan. Pikir punya pikir inilah hasil dari pikiran kotorku selama ini, ya sudah, kunikmati saja walau sakit.

Mendadak Tante Sindy ganas menyerangku, didorongnya aku ke sofa, dengan posisi duduk bersandar aku menerima tindihan tubuh indah Tante Sindy yang posisinya membelakangiku. Kemudian dipegangnya pistol gombyokku dan diarahkan ke memeknya. Lalu dengan ngos-ngosan Tante Sindy naik turun menekanku, ini berlangsung sekitar 15 menit. Kini posisi Tante Sindy menghadapku. Lagi-lagi dipegang penisku dan dimasukkan ke liang memeknya.

Yesss..., ini baru membuatku merasa enak karena aku dapat dengan leluasa mengulum putingnya dan mengusap-usap bulu halus betis biji timunnya. Goyang sana goyang sini, sekarang dengan kekuatanku kuangkat tubuh Tante Sindy dengan posisi berdiri. Kunaik-turunkan dan kurebahkan di sofa tubuhnya. Kutaruh kaki indah ini di bahuku, kuhujani Tante Sindy dengan gesekan-gesekan tajam. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot

Dalam hal ini dia mulai merasa tidak tahan sama sekali, kakinya yang melingkar di bahuku semakin kencang menjepitku. Dia mengerang kenikmatan mencapai klimaks orgasme. Aku merasa heran, aku merasa belum mau keluar. Sudah berbagai posisi kulakukan, belum juga keluar. Tante Sindy semakin merintih kewalahan, aku tidak mau melepaskan hujanan-hujananku. Bulu kucing saktiku membantu membuatku dapat main sampai empat kali Tante Sindy mengalami orgasmenya.

Hingga pada suatu ketika aku merasa mendekati puncak, kubiarkan batang kemaluanku tertanam dan tertimbun bulu-bulu kemaluannya yang tidak seharum punya Diana, istriku. Tanpa sadar aku terikat kenikmatan sedang main dengan istri orang. Lalu laharku muntah di dalam memek bersamaan dengan orgasme Tante Sindy untuk yang kelima kalinya. Aku lemas dengan masih membiarkan penisku yang terbenam dan tertimbun bulu memeknya. Aku terkulai merasa hangat di atas tubuh Tante Sindy yang basah oleh keringat.

Selanjtnya aku sadar, aku bangun tapi kok Tante Sindy tidak bergerak. Ohh.., mungkin dia tertidur kenikmatan. Kutepis anganku dari pikiran yang tidak-tidak. Aduh mak, Tante Sindy ternyata pingsan. Tapi melihat seonggok tubuh montok berbulu halus, gairahku tumbuh lagi. Perlahan kujilat dari ujung kaki sampai pangkal paha dengan membalik posisi pistolku menindih wajahnya. Kukulum memek Tante Sindy sampai tiba-tiba aku kelelahan dan tertidur.Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot

Petualanganku ini berlangsung terus tanpa setahu suami Tante Sindy dan Istriku. Sampai suatu hari kutahu Tante Sindy sedang hamil tua yang tidak lain karena mengandung benihku, tapi yang membuat aku herann hubungan Tante Sindy dengan suaminya malah semakin tambah mesra. Kutahu juga belakangan hari mertua maupun orangtua Tante Sindy sering hadir di rumah yang letaknya di depan rumahku.

tags #Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: