Cerita Dewasa - “Maaf Tante.. Sudah Melangkah Jauh Sekali


Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - “Maaf  Tante.. Sudah Melangkah Jauh Sekali  - Namaku “Ricky“. Dalam kisahku ini aku ingin berbagi pengalamanku pertamaku dalam dunia seks saat aku masih duduk kelas 1 Sekolah lanjutan pertama dan aku masih ingat betul ceritanya. sekarang ini aku menetap dikota S Jawa Tengah, tinggiku 169 cm dan berat badanku 52 kg. Aku saat ini kuliah di salah satu universitas ternama diJateng.

Saat Aku lulus di SD aku mendapat nilai yang sangat memuaskan. Seperti janji ayah ku kalau nilaiku baik aku akan dikirim di luar kota yang pendidikannya lebih baik. Disana aku dititipkan dirumah pamanku, om Bambang. Dia orang yang sangat kaya raya. Rumah nya sangat megah tapi terletak disebuah desa pinggir kota.

Rumahnya berlantai dua dan di lengkapi juga kolam renang yang yang lumayan besar. Om Bambang orang nya sangat sibuk, dia mempunyai istri yang sangat cantik namanya Tante Mita. Dia mempunyai anak yang masih kecil.

Tante Mita rajin merawat tubuh nya, walapun dia sudah mempunyai satu anak tubuhnya tetap padat berisi di tunjang dengan payudara yang sangat montok kira kira 34B menjadikan para pria terbelalak melihatnya. Hal itu yang membuatku tertarik akan keindahan serta anugrah dari seorang wanita.

Sesampainya dirumah Om Bambang. Aku memasuki pintu rumah yang besar. Disana aku di sambut oleh Om Bambang dan istrinya. Om Bambang menjabat tanganku sedangkan Tante menciumku. Aku agak sungkan dengan perlakuan seperti itu.

Setelah itu Aku berkeliling rumah dan melihat-lihat kolam renangnya, aku sempat melihat kamar mandi yang tak terbayang luxnya. Disana terdapat tempat cuci tangan dengan cermin yang besar, ada wc, bathup, dan dua shower yang satu dengan kaca buram sedangan yang satu dengan kain yang diputar kan membentuk 1/4 lingkaran (sorry aku nggak tahu namanya). Tempat itu masih dalam satu ruangan tanpa penyekat.

Sore Rick …., sapa Om Bambang saat datang menghampiri ku dia bilang mau pergi keluar kota. Dia juga mohon maaf tidak bisa menemaniku. Kami pun mengantarkan sampai pagar rumah. Setelah itu Aku kembali duduk menikmati suasana kolam renang. Tiba tiba dari belakang muncul sosok yang sangat menawan. Tante Mita dengan baluatan piyama menghampiri ku.

“Ricky kamu suka nggak ama rumah ini” “Suka banget Tante, kayak nya aku bakal kerasan banget dengan rumah ini tiap sore bisa Renang”

“Kamu suka Renang, yuk kita Renang bareng, pas waktu ini udara sangat panas” Wacchhhhh… kebetulan Aku bisa Renang ama Tante bahenol. Sebab waktu bertemu pertama kali aku cuma bisa membayangkan bentuk tubuhnya waktu Renang dengan balutan swimsuit. Tapi ketika dia berdiri. Dia membuka piyamanya. Kontan Aku tersedak ketika dia hanya memakai Bikini yang sangat sexy dengan warna yang coklat muda. Model bawahannya G-String.

“Huhuuk k k… aku terbatuk-batuk. Aduh Tante aku kira Tante mau telanjang” kataku “Enak aja kamu, Tapi Om bilang kamu suka bercanda?” “Tante nggak malu dilihatin ama satpam Tante, Tante pake bikini seperti ini?”

“Iccchhhh ini sudah biasa Rick … Tante pake bikini kadang ada orang kampung ngintip Tante lho …” “Benar Tante… Tapi akung Aku lupa bawa celana Renang”

“Achhh… Nggak apa apa pake aja dulu celana dalam kamu.Nanti aku suruh bi’ Inem suruh beli buat kamu, yuk nyebur…” segera Tante menyeburkan diri. Dengan malu malu Aku membuka bajuku tapi belum buka celana. Aku malu ama Tante. Lalu dia naik dari kolam. Dia memdekatiku.
“Ayoooo  cepetttt … Malu ya ama Tante ? nggak apa apa…. Kan kamu keponakan Tante. Jadi sama dengan kakak perempuan kamu.” Waktu dia mendekatiku terlihat jelas putingnya menonjol keluar. Maklum nggak ada bikini pake busa. Aku melirik bagian payudaranya. Dia hanya tersenyum.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - “Maaf  Tante.. Sudah Melangkah Jauh Sekali  -  Setelah itu dia kembali menarikku. Tanpa basa basi dengan muka tertunduk aku melorotkan celana dalamku. Yang Aku takutkan kepala adikku kelihatan  kalau lagi tegang menyembul dibalik celana dalamku. Setelah melepas celanaku langsung Aku berenang bersama Tante.

Setelah puas berenang aku naik dan segera kekamar mandi yang besar. Aku masuk disana ketika Aku ingin menutupnya, tidak ada kuncinya jadi kalau ada orang masuk tinggal buka aja. Aku segera bergegas tempat dengan penutup kain. Aku tanggal kan semua yang tertinggal ditubuh ku dan Aku membilas dengan air dingin.

Ketika hendak menyabuni tubuhku. Terdengar suara pintu terbuka, aku mengintip ternyata Tanteku yang masuk. Kontan aku kaget dan spontan berusaha agar tidak ketahuan. Ketika dia membuka sedikit tempatku aku kaget , spontan segera aku menghadap ke belakang. “Ecchhhhhhh… Maaf ya Ricky aku nggak tahu kalau kamu ada didalam. Habis nggak ada suara sih”
Wajahku memerah. Aku baru sadar kalau Tante sudah menanggalkan bikini bagian atasnya. Dia segera menutupinya dengan telapak tangannya. Aku tahu waktu tubuhku menghadap kebelakang tapi kepalaku lagi menoleh kepadanya.

“Maaf… Juga Tante… aku yang  salahk” jawabku yang seolah tidak sadar apa yang Aku lakukan. Yang lebih menarik telapak tangan Tante tidak cukup menutupi semua bagiannya. Disana terdapat puting kecil berwarna cokelat serta sangat kontras dengan besarnya payudara Tante. “Tante tutup dong tirainya, akukan malu”

Segera ditutup tirai itu. Setelah itu dengan  keras shower Aku hidup kan seolah olah aku sedang mandi. Kemudian mencoba aku intip Tanteku. Ternyata dia masih diluar belum masuk tempat shower. Dia berdiri didepat cermin. Disana dia sedang membersihkan muka, tampak payudaranya bergoyang goyang menggairahkan sekali. Dengan sengaja aku sedikit membuka tirai supaya aku dapat melihatnya.

Aku bermain dengan adikku yang langsung keras. Kukocok dengan sabun cair milik Tante. Ketika aku intip yang kedua kali dia mengoles kan cairan disekujur tubuhnya. Aku melihat tubuh Tante mengkilap setelah diberi cairan itu.Aku tidak tahu cairan apa itu. Dia mengoleskan disekitar payudaranya agak lama. Sambil diputar putar kadang agar diremas kecil. Ketika sekitar 2 menit kayaknya dia mendesis membuka sedikit mulutnya sambil dia memejamkan mata.

Sambil menikmati pemandangan aku konsentrasikan pada kocokanku dan akhirnya… Creeet  creet creett … Air maniku tumpah semua ke CD bekas aku Renang tadi. Yang aku kaget kan nggak ada handuk, lupa aku ambil dari dalam tasku. Aku bingung.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - “Maaf  Tante.. Sudah Melangkah Jauh Sekali  - Setelah beberapa saat aku tidak melihat Tante di depan cermin, tapi dia sudah berada di depan shower yang satunya. Wowww …. Aku tercengang waktu dia melorot kan CDnya dengan perlahan lahan dan melemparkan CDnya kekeranjang dan masuk ke shower. Setelah beberapa kemudian dia keluar. Aku sengaja tidak keluar menunggu Tanteku pergi. Tapi dia menghampiriku.
“Ricky koq lama banget mandinya. Hayo ngapain di dalam” Kemudian aku mengeluarkan kepala ku saja di balik tirai. Aku kaget dia ada dihadapanku tanpa satu busanapun yang menempel ditubuhnya. Langsung aku tutup kembali.

“Ricky malu ya, nggak usah malu aku kan masih Tantemu. Nggak papalah? “Anu Tante aku lupa bawa handuk jadi aku malu kalau harus keluar” “Aku juga lupa bawa handuk, udahlah kamu keluar dulu aja. Aku mau ambilkan handukmu.”
Tante sudah pergi. Akupun keluar dari shower. Setelah beberapa menit aku mulai kedinginan yang tadi adikku mengeras tiba tiba mengecil kembali. Lalu pintu terbuka pembantu Tante yang usianya seperti kakakku datang bawa handuk, akupun kaget segera aku menutupi adikku.

Dia melihatku cuma senyum manis. Aku ter tunduk malu. Setelah dia keluar, belum sempet aku menutup auratku Tanteku masuk masih tetap telanjang hanya aja dia sudah pake cd model g-string. Ada apa Tante. Kok masih telanjang” jawabku sok cuek bebek padahal aku sangat malu ketika adikku berdiri lagi.

“Sudah nggak malu ya…, anu Ricky aku mau minta tolong” “Tolong apa Tante koq serius banget… Tapi maaf ya Tante adik Ricky berdiri” Dia malah tertawa.”Idih itu sih biasa kalau lagi liat wanita telanjang” jawab Tante. “Begini aku minta Ricky meluluri badan Tante soalnya tukang lulurnya nggak datang”

Bagai disambar petir. Aku belum pernah pegang cewek sejak saat itu.  “Pucuk dicinta ulam tiba. “Mau nggak…? “Mau Tante.” Segera dia berbaring tengkurap. Aku melumuri punggung Tante dengan lulur. Aku ratakan di segala tubuh nya. Tiba tiba handukku terlepas. Nongol deh senjataku, langsung aku tutupi dengan tanganku

“Sudah biarin aja, yang ada cuma aku dan kamu apa sih yang kamu malukan.”Dengan santainya dia menaruh handukku kelantai. “Tubuh Tante bagus banget. Walaupun sudah punya anak tetap payudara Tante besar lagi kenceng” Aku berbicara waktu aku tahu payudaranya tergencet waktu dia tengkurap. Dan dia hanya tersenyum. Aku sekarang meluluri bagian pahanya dan pantatnya.

“Ricky berhenti sebentar” Akupun berhenti lalu dia mencopot cdnya. Otomatis adikku tambah gagah. Aku tetap tak berani menatap bagian bawahnya. Setelah beberapa waktu dia membalikkan badan ke arahku. Lagi lagi aku tersedak melihat pemandangan syur itu.

“Ricky Penismu lagi tegang tegangnya nih kayaknya sudah hampir keluar nih.” Lalu dia menyuruh aku mengolesi dibagian payudaranya. Dia suruh aku supaya agak meremas remasnya. Aku pun ketagihan disana aku melihat puting berwarna coklat muda lagi mengeras. Kadang kadang aku senggol putingnya atau aku sentil. Dia memekik dan mendesah seperti ulat kepanasan.

“Ricky terus remas… Uhhhhhhhuhh remes yang kuat Rick” “Tante kok jarang rambutnya dianunya Tante. Nggak kaya Tante Ana” aku bertanya dan dia hanya tersenyum ketika tanganku beralih di daerah vagina. Ketika aku menyentuh vagina Tante yang jarang rambutnya. Aku gemetar sperti kena strum ketika tanganku menyentuh gundukan itu.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - “Maaf  Tante.. Sudah Melangkah Jauh Sekali  - Belum aku kasih lulur daerah itu sudah basah dengan sendirinya. Aku disuruhnya terus mengusap usap daerah itu, kadang aku tekan bagian keduanya.
“Ricky pijatanmu enak bangettttt… Terusrrr…Rickkkk” Setelah aku terus gosok dengan lembut tiba tiba Tante menegang. Serrr serrr, aku mencari sumber bunyi yang pelan tapi jelas. Aku tahu kalau itu berasal dibagian sensitif Tante. Lalu dia terkulai lemas.

“Makasih banget ya Rick atas acara lulurannya. Untung ada kamu. Ternyata kamu ahli juga ya”
“Tentu Tante, kalau ada apa apa bisa andalkan Ricky”

Lalu dia pergi dari kamar mandi itu. Aku memakai handuk untuk menutupi bagian tubuhku. Aku mengikutinya dari belakang.Ternyata dia berjalan jalan dirumah tanpa sehelai benang pun. Aku pun segera masuk ke kamar tidur yang dipersiapkan, tenyata ada pembantu yang tadi mengambilkan handuk sedang menata pakaianku ke dalam almari.

“Den, Ricky, tadi kaget nggak ngeliat ibu telanjang” sebelum aku jawab.Dia memberitahukan kalau Tante itu suka telanjang dan memamerkan tubuhnya ke semua orang baik perempuan maupun laki laki tapi tidak berani kalau ada suaminya. Pembantu itu juga memberitahukan kejadian yang aneh dia sering telanjang dan yang paling aneh kadang kadang ketika dia menyirami bunga dia telanjang dada di depan rumah tepatnya halaman depan.

“Sudah ganti sana cd ada didalam almari itu tapi kayaknya anunya den Ricky masih amatir” dia menggodaku. Sesudah melewati dalam beberapa hari akupun hampir sering mandi bersama Tante. Hingga pada suatu hari

Pas lagi pipis didalam kamar mandi, mataku spontan langsung tertuju pada sebuah benda panjang yang berada di balik botol-botol sabun itu. Ketika kuambil.., ternyata dildo yang berwarna hitam..! Lalu.. secara diam-diam Tante Mitatiba-tiba masuk kekamar mandi. Saat itu aku sedang kaget, aku dipeluk dari belakang secara lembut.

Tangan kiri Tante Mita langsung saja meraih tanganku yang lagi memegang penis tiruan yg kutemukan tadi, sedangkan tangan kanannya meremas kontol-ku. “Ini mainan aku Ricky, kalau lagi kesepian.. ditinggal suamiku selama ini” bisiknya tepat di telingaku.Aku terdiam seperti patung, keringat mengucur dengan derasnya..“Tapi jauh lebih enakan jika ada yg asli Ricky..” desahnya.

Aku benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa disaat dia mulai menjilati leher sekitar telingaku. Rasanya geli-geli enak dan aku benar-benar tersihir. Sambil terus menjilatiku dia berusaha membuka celanaku dari belakang secara perlahan.

“Hhh.., jangan Tante..!” aku berusaha mengingatinya. Kenapa Ricky..? uch….. slurp.. slurp.., nggak suka ya. Ricky.?” desahanya sambil tetap menciumi dan menjilat leherku.Hhh.., Rickyy masih perjaka  tante..!” kataku.

“Ahh.. masak iya sih.. ayo dong sayang.. ntar Tante ajarin deh..klo gtu, nikmat kok Ricky.. mau ya Ricky..?”katanya “Tapi tante.. ”teriakku. “Ayo ikut kekamar Tante aja yach biar lebih enak..” katanya sambil menarik lenganku.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - “Maaf  Tante.. Sudah Melangkah Jauh Sekali  - Dia menuntunku dari kamar mandi sampai dipinggir ranjang kamar tidurnya, langsung memagut mulutku dengan ganas. Lidahnya meliuk-liuk mencari-cari lidahku, sementara itu tangan dia kembali berusaha membuka celanaku.

Aku yang sudah pasrah dan bengong, mendekap tubuhnya yang sexy dan berpayudara montok. Setelah celanaku melorot, ciumannya beralih ke leher, ke dada, perut, dan akhirnya ke kontolku jg. Dia mengurut kontolku pelan-pelan, “Woowww.. enak banget rasanya.. ohhhhhhhhhh..?” desahku.

“Kamu tetap berdiri, ya Ricky.. jangan rebah..!” dia bilang ke aku sambil tersenyum manis. Aku mengangguk saja. “Kontol kamu.. Rickyn.. enak banget.. ucccch…!”tak di duga dia langsung menghisap kontolku bahkan mengocok-ngocok di mulutnya.

“Ohhhhhh..?” desahku keenakan. “Hhmm.. uchhh,,,,slurp.. slurp..aaahhh! Aachh.. slurp.. slurp..!” Kadang-kadang dia sengaja mengguncang-guncang penisku ke kiri ke kanan dengan mulut nya, dan kedua tangan nya mengelus-elus pantat dan biji kontolku.

“Aahh.. jangan kenceng-kenceng dong, Tante..!” kataku disaat dia memainkan kontolku dengan bernafsu. Dia hanya tersenyum, lalu meneruskan kegiatannya. Hisap.. lepas.. hisap.. lepas.., terus dan akhirnya diapun seperti kelelahan.

“Hmm.. yesss …. kontol kamu enak banget Ricky..” katanya sambil menjilat bibir nya yang dibasahi lendir. Kelihatan sekali dari sorot matanya yang liar kalau dia sudah sangat merangsang saat itu. “Udah lama aku tak ngisap kontol seenak ini, Sayyang..”

“Tante..”panggilku. “Jangan panggil aku Tante dong..” desisnya sambil terus memainkan kepala kontol ku,” Panggil Mit.. aaaaahh.. aja ya.. ssssssssssstt..” desahnya.

Kembali dia menjilat kemaluanku dengan lidah meliuk-liuk sepertilayannya lidah ular berbisa. Kali ini jilatannya naik ke atas, sambil tangannya membuka T-shirt-ku. Aku juga tidak mau kalah, ikutan membukakan baju dia. Dan ohh.. terlihatlah susunya yang besar itu.. kayaknya 34C. dan Ternyata dia memang tak memakai BH. Jadi sekarang cuman memakai CD-nya aja.

“Ayo, hisap dong Ricky..” desahnya. Aku tak mau menunggu lama-lama lagi, langsung kulumat payudara montok nya yang bulat berisi itu. Awalnya yang kiri, dan yang kanan kuremas perlahan dan memainkan putingnya. Tante mengerang dan menjatuhkan diri keranjang.

“Aahhccc.. sstt, ayyoohh.. sedot yang kuat.. Ricky.. aaaccchh.., hiissaapp.. putingku oohh.. oohh..!” desahnya. Aku yang dengan semangat 45 menghisap sesuai perintah dia. Sesaat kugigit lembut putingnya. “Aaahh.. eeeeennakk..! Hhh.. sedot terus.. ssttttttcc.. yang.. kuatttt.. akunkk..aahh..!” jeritannya sambil menggelinjang kuat.

Rupanya arus kenikmatan mulai menerpa tante. Tangan kananku mulai bergerak ke memek nya yang masih juga tertutup CD. Wah, sudah basah rupanya..! Apalagi saat jari tengahku menyelinap diantara gua kecil nikmat, kerasa sekali beceknya di dalam memek tante..

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - “Maaf  Tante.. Sudah Melangkah Jauh Sekali  - Pinggulnya mulai naik turun, rupanya Tante sadar ada benda asing yang menggesek memek dia. Apalagi saat jariku bagian klitoris memek nya, makin kencang goyangannya. Seakan berusaha agar jariku tetap di area klitorisnya, tidak pindah kemana-mana. Terbukti juga saat tangannya memegang tanganku yang ada di kemaluannya,”Ya.. Say.. terusshh.. akunku.. oohh.. sstt.. gesek itilku.. oohh..!” erangnya.

Aku bermain cukup lama di putingnya. Menggigit ringan, menyapukan lidahku, menghisapnya lembut sampai agak keras. Kadangkala hidungku juga kumainkan di putingnya. Nafas Tante Mita semakin memburu. Tentu saja untuk masalah nafas, aku lebih kuat darinya karena aku rajin berolahraga menjaga stamina.

Kurasakan celana dalamnya telah basah. Aku akan membuatnya semakin terangsang dan semakin menginginkan persetubuhan. Perlahan cumbuanku turun ke lehernya. “Ergh,” kudengar lenguhannya. Wah, lehernya sensitif nih, pikirku. Dengan intensif aku mencumbunya di leher. Bergerak ke tengkuk hingga membuatnya semakin erat memelukku dan mencumbu telinganya.

“Rickyyyyyy..” rintihnya. Telinganya juga sensitif. Aku bersorak. Semakin banyak titik tubuhnya yang sensitif, semakin bagus. Lalu tanganku meraba punggungnya. Membuat gerakan berputar-putar dan seolah menuliskan sesuatu di punggungnya. Tante Mita semakin bergairah.

“Kaaaa.. mu.. Naaaa kal. Kamu pin.. Pintar sekali membuatku.. Bergairah..” jawabnya terputus-putus. Nafasnya semakin memburu. Tanganku kembali mencoba merangsang vaginanya. Kali ini kakinya agak terbuka. Aku berhasil memasukkan jariku dan menyentuh vaginanya.

“Aahh..” Tante Mita semakin terangsang. Kakinya terbuka semakin lebar. Kini aku sangat leluasa merangsang vaginanya. Jariku masuk menemukan klitoris dan membuatnya makin hebat dilanda badai birahi.

Entahlah, aku sangat tenang dalam melakukannya. Semakin intensif aku merangsang titik-titik lemah tubuhnya, aku semakin tenang. Aku seperti maestro yang sangat ahli melakukan tugasnya. Wah, rupanya aku berbakat dalam menyenangkan wanita, pikirku sampai tersenyum sendiri.

Tante Mita semakin dilanda birahi. Tangannya kini tidak malu-malu melepas kancing celanaku dan mencari penisku. Setelah menemukannya di balik celana dalamku, dia meremas dan mengocoknya. Aku semakin terbakar. Kami sama-sama terbakar hebat.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - “Maaf  Tante.. Sudah Melangkah Jauh Sekali  - Perlahan aku melepas turun celana dalamnya. Tidak perlu dilepas. Aku menatap matanya meminta persetujuannya. Mata Tante Mita nanar. Dia sangat kehausan dan sudah pasrah menerima apa pun perbuatanku.

Perlahan penisku menembus liang vaginanya tanpa kondom. Aku merasakan kenikmatan yang dahsyat. Benar-benar jauh lebih nikmat dibandingkan dengan memakai kondom. Aku berani tanpa kondom karena aku yakin dengan kesehatan Tante Mita.

Aku mulai melakukan tugasku. Mendorong masuk, menarik keluar, memutar, memompa kembali dan kami bercinta dengan dahsyat. Suara penisku yang mengocok vaginanya terdengar khas. Aku mengerahkan segenap kekuatanku untuk menaklukkannya. Tetapi benar-benar tanpa kondom membuatku penisku lebih sensitif hingga belum begitu lama, aku sudah merasakan di ambang orgasme.

Segera kuhentikan aksiku. Kucabut penisku dan aku menenangkan diri. Kami berciuman. Aku tak mau birahi Tante Mita surut. Setelah agak tenang aku kembali memasukkan penisku. Kali ini aku tidak menggebu dalam memompa penisku. Aku memilih menikmatinya perlahan-lahan.

Setiap sodokan aku lakukan dengan segenap hati hingga menghasilkan desahan dan rintihan nikmat Tante Mita yang sudah dua bulan tidak merasakan nikmatnya bercinta. Gelombang badai birahi kembali melanda. Keringat kami bercucuran, lumayan untuk membakar lemak.

Kami memang sedang berolahraga, olahraga paling nikmat sedunia. Making love. Bercinta sangat baik untuk tubuh. Tidak hanya tubuh, tetapi pikiran juga jadi fresh. Secara teoretis, ada semacam zat penenang yang dihasilkan tubuh saat kita bersenggama, dan zat itu membuat kita sangat nyaman.

Aku heran juga dengan diriku yang ternyata cukup kuat bercinta tanpa kondom. Penisku terasa agak panas. Aku belajar menahan nafas dan sesekali saat kurasakan aku hendak mencapai puncak, aku menghentikan kocokanku. Cukup sulit memang menahan orgasme. Aku berusaha seperti menahan kencing.

Dan usahaku berhasil. Setidaknya aku bisa bercinta cukup lama mengimbangi Tante Mita yang perlahan tapi pasti semakin menuju puncak. Muka tante Mita semakin kemerahan. Wajahnya yang mungil tampak sangat cantik ketika sedang dilanda birahi.
“Tante Mita cantik sekali.. Hebat juga ketika bercinta..” bisikku. Lidahku kembali mencumbui payudaranya yang semakin penuh dengan keringat. “Aaarrrrrrg.., kamu juga.. Enak sekali, Ricky..” cercaunya.

Tante Mita bolak-balik memejamkan mata, membuka mata dan menggigit bibirnya. Nafasnya sangat tidak teratur. Ngos-ngosan dan rambutnya semakin acak-acakan terkena keringat. Wah, pemandangan yang seksi sekali saat seorang wanita bercinta.

Sebenarnya aku ingin mengubah posisi lagi. Aku ingin lebih lama bercinta. Tetapi aku agak khawatir juga. Sudah cukup lama kami di dalam ruangan ini. Aku khawatir pembantu nanti tiba-tiba mengintip atau mencuri dengar. Aku khawatir karena pembantu cukup punya kecerdasan untuk berpikir yang tidak-tidak.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - “Maaf  Tante.. Sudah Melangkah Jauh Sekali  - Dari bahasa tubuh Tante Mita, aku yakin orgasmenya sudah semakin dekat. Gerakan tubuhnya semakin cepat. Cengkeraman tangannya di punggungku kurasa telah melukai punggungku. Terkadang giginya bergemeretak menahan nikmat. Dia tampak sekali berusaha untuk tidak menjerit.

“Agh.. Arrhhk.. Aku sudah ham.. pir..” rintihnya. Tanganku meraih bra Tante Mita dan meletakkannya di mulutnya supaya dia bisa menggigit bra itu. Daripada menjerit, lebih baik menggigit bra sekuatnya. Penisku semakin gencar menghunjam vaginanya. Sodokanku semakin kuat dan temponya kupercepat.

Aku belajar untuk sama-sama mencapai orgasme dengan Tante Mita walaupun menurutku sangat sulit untuk bisa orgasme bersamaan. Setidaknya, aku berencana membiarkannya orgasme terlebih dulu, baru aku menyusul. “Arghh.. Ya.. Terus.. Yah.. Dikit lagi..” erang Tante Mita agak tidak jelas karena sambil menggigit bra.

Aku menjaga semangat dan menjaga penisku agar tetap kuat bertempur. Kurasakan penisku juga semakin panas. Aku juga sudah mendekati puncak. Aliran sperma dari bawah sudah merambat naik siap menyembur.

Gerakan Tante Mita semakin menyentak-nyentak. Untung meja di ruangan itu adalah meja kayu yang kosong. Kalau seandainya ada buku atau ballpoint pasti sudah berantakan terlempar.
Beberapa saat kemudian aku merasakan tubuh Tante Mita bergetar hebat. Menghentak-hentak dan tangannya mencengkeram sangat-sangat-sangat-kuat. Dia memelukku sangat erat. Dari mulutnya keluar semacam raungan yang tertahan.. Seandainya ini di kamar hotel, pasti dia sudah menjerit sepuasnya.

“Aargghh.. Ssttttttttttttt..” Aku merasakan ada cairan hangat meleleh keluar. Tidak seberapa banyak tetapi membuat penisku semakin panas. Tante Mita orgasme sementara aku juga sudah semakin dekat. Inilah saatnya. Aku mempercepat kocokanku. Cepat.. Dan aku mencabut penisku.
Crotttt..!! Srr.. R.. Srr.. Srr.. Spermaku berhamburan muncrat di perut dan dada Tante Mita. Ah.., nikmat sekali mencapai puncak. Perjuanganku tidak sia-sia. Aku yang selama ini rutin berlatih menahan kencing, melatih otot-otot perut dan penisku, sukses mengantarkan Tante Mita menggapai orgasmenya. 

Tante Mita segera mencari tissue dan membersihkan ceceran spermaku. Kurang dari semenit kemudian dia sudah memakai bra dan kemejanya kembali. Celana dalam dan roknya tinggal merapikan saja. Aku pun tinggal merapikan celanaku. Beberapa saat kami berpandangan. Ada rona puas di wajah Tante Mita. Dia tersenyum manis..

“Maaf  Tante.. Sudah melangkah jauh sekali..” kataku. “Ya! Kamu tidak sopan sekali, tadi!” katanya bergurau tetapi dalam nada agak tegas. Kami pun tertawa bersama. Aku memeluknya. Mencium dahinya. Merapikan rambutnya yang agak basah terkena keringat. 

tags #Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: