Cerita Dewasa - Pelajaran Tambahan untuk Dua Murid Kesayangan


Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Pelajaran Tambahan untuk Dua Murid Kesayangan - Bu guru Indah adalah seorang guru sejarah di SMA. Umurnya 30 tahun, cerai tanpa anak. wajahnya cantik berbody sangat seksi. Tinggi 165, 50 kg, dan 36B. Di sekolah hampir Semua murid-muridnya, terutama yang laki-laki sangat mengagumi dan bahkan ada yang pengin banget melihat tubuh polosnya.

Hari Minggu Indah terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Irfan harus mengulang karena ia kedapatan menyontek di kelas. Dan Irfan ini juga terkenal karena kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD bergulat dengan olah raga beladiri, karenanya ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.

Bagi Indah, kedatangan Irfan ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu ‘pelajaran’ tambahan di Minggu siang ini. “Sudah selesai Irfan?”, Indah masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Irfan selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.

“Hampir bu” “Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya, saya tinggal ke belakang dulu” “Iya..” “Bu Indah, Saya sudah selesai”, Irfan masuk ke ruang tengah sambil membawa pekerjaannya. “Ibu dimana?” “Ada di kamar.., Irfan sebentar ya”, Indah berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu.

Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul. Begitu ia keluar, mata Irfan nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Indah membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya. “Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa..” Muka  Irfan merah karena malu, karena Indah tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.

“Bagus bagus…, Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala..?” “Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..” “oo…, begitu to?” “Irfan kamu mau menolong saya?”, Indah merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya. “Apa Ibu?”, tubuh Irfan bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul  dirinya, sementara tangan Indah yang satu mengusap-uasap daerah ‘vital’ nya. “Tolong Ibu ya…, dan janji jangan bocorkan pada siapa–siapa”.

“Tapi tapi…, Saya”. “Kenapa?, oo…, kamu masih perjaka  ya?”. Muka Irfan langsung saja merah mendengar perkataan Indah”Iya” “Nggak apa-apa”, Ibu bimbing ya. Indah kemudian duduk di pangkuan Irfan. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Indah yang agresif karena haus akan kehangatan dan Irfan yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan  puting susu Indah yang mengeras.

Lidah Indah menjelajahi mulut Irfan, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular. Setelah puas, Indah kemudian berdiri di depan muridnya yang  masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.

“Lepaskan pakaiannmu Irfan”, Indah berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya. “Ahh cepat Irfan”, Indah mendesah tidak sabar. Irfan kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Pelajaran Tambahan untuk Dua Murid Kesayangan

“Irfan…, letakkan tanganmu di dada Ibu”, Dengan gemetar Irfan meletakkan tangannya di dada Indah yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk  meremas-remas payudara Indah yang montok itu. “Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Dengan semangat Irfan melakukan apa yang gurunya katakan.

“Buuu…, Boleh saya hisap susu Ibu?”. Indah tersenyum mendengar pertanyaan polos muridnya, yang berkata sambil menunduk, “Boleh…, lakukan apa yang kamu suka”. Tubuh Indah menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.

“Oohh…, jilat terus sayang…, ohh”, Tangan Indah mendekap erat kepala Irfan ke payudaranya. Irfan semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya  tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Irfan makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut. “mm…, nakal kamu”, Indah tersenyum merasakan tingkah muridnya itu.

“Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu”. Irfan menurut saja. Duduk diantara kaki Indah yang membuka lebar. Indah kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya. “Coba kamu rasakan”, ia membimbing telunjuk Irfan memasuki vaginanya. “Hangat Bu..” Bisa kamu rasakan ada semacam pentil…?” “Iya..” “Itu yang dinamakan kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu  gosok-gosok. Pelan-pelan jari Irfan mengusap-usap clitoris yang mulai menyembul itu.

“Terussss…, oohhhh…, ya…, gosok…, gosokkkkk” isep fannn … isep…”, Indah mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Irfan. “Kalo diginiin nikmat ya Bu?”, Irfan tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya. “Oohh…, Irfannn…, mmm”, tubuh Rini telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan. Tangan Irfan semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi.

Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol. “Ooaahh…, Irfannn”, Tangan Indah mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya  menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya.

“Hmm…, kamu lihai Irfan…, Sekarang…, coba kamu berbaring”. Irfan menurut saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya. “Woww … Wah…, wahh.., besar sekali”, tangan Indah segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut. Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Indah.

Ia segera menjilati penis muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Irfan merintih keenakan. “Accchh…,  enakk…,enakk”, Irfan tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman Indah.

Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Indah. “oohh Ibu…, Ibbuu” Muncratlah cairan mani Irfan di dalam mulut Indah, yang segera menjilati  cairan itu hingga tuntas. “Hmm…, manis rasanya Irfan”, Indah masih tetap menjilati penis muridnya yang masih tegak.Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Pelajaran Tambahan untuk Dua Murid Kesayangan

“Sebentar ya aku mau minum dulu”. Ketika Indah sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan ada mendekapnya  dari belakang. “Irfan…, biar Ibu minum dulu”. “Tidak…, nikmati saja ini”, Irfan yang masih tegang berat mendorong Indah ke kulkas. Gelas yang dipegang Indah jatuh, untungnya tidak pecah.Tangan Indah kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas. “Ibu…, sekarang!” “Acchhkk”, Indah berteriak, saat Irfan menyodokkan penisnya dengan keras ke liang  vaginanya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar.

“Irfannn…, enakk…, ohhhh…, ohhhh”. Tubuh Indah bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang tiada taranya. Tangan Irfan satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang vaginanya. “Ibu menikmati ini khan?”, bisik Irfan di telinganya “Acccchh…, hh”, Indah hanya merintih, setiap merasakan sodokan  keras dari belakang. “Jawab…, Ibu”, dengan keras Irfan mengulangi sodokannya.

“Accchh…,iyaa” “Irfan…, Irfan jangann…, di dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Indah telah merasakan cairan hangat di liang vaginanya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya. “Uuccchgghh”, penis Irfan yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang memek Indah. ”Acccchh….”. Kedua insan itupun tergolek lemas menikmati apa yang baru saja mereka rasakan.

Setelah kejadian dengan Irfan, Indah masih sering bertemu dengannya guna mengulangi lagi perbuatan mereka. Namun yang mengganjal hati Indah adalah jika Irfan kemudian membocorkan hal ini ke teman-temannya. Ketika Indah berjalan menuju mobilnya seusai sekolah bubar, perhatiannya tertumbuk pada seorang muridnya yang duduk di sepeda motor di samping mobilnya.

Nico….? Ya… memang dia Nico. Ia berbeda dengan Irfan, anaknya agak pembuat onar jika di kelas, kekar dan nakal. Hatinya agak tidak enak melihat situasi ini. “Bu Indah ada salam dari Irfan”, Nico melemparkan senyum sambil duduk di sepeda motornya. “Terima kasih, boleh saya masuk”, Ia harus berkata begitu karena sepeda  motor Nico menghalangi pintu mobilnya.

“Boleh…, boleh Bu saya juga ingin pelajaran tambahan seperti Irfan.” Langkah Indah terhenti seketika. Namun otaknya masih berfungsi normal, meskupun sempat kaget. “Kamu kan nilainya bagus, nggak ada masalah kan..”, sambil duduk di balik kemudi. “Ada sedikit  sih kalau Ibu nggak bisa mungkin kepala sekolah bisa membantu saya, sekaligus melaporkan pelajaran ibu ke Irfan”, Nico tersenyum penuh kemenangan.

“Apa hubungannya?”, Keringat mulai menetes di dahi Indah. “Sudahlah kita sama-sama tahu Bu. Saya jamin pasti puas”. Tanpa menghiraukan omongan muridnya, Indah langsung menjalankan mobilnya ke rumahnya. Namun ia sempat mengamati bahwa muridnya itu mengikutinya terus hingga ia menikung untuk masuk kompleks perumahan.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Pelajaran Tambahan untuk Dua Murid Kesayangan. Setelah mandi air hangat, ia bermaksud menonton TV di ruang tengah. Namun ketika ia hendak duduk pintu depan diketuk oleh seseorang. Indah segera menuju pintu itu, ia mengira Irfan yang datang. Ternyata ketika dibuka “Nico…! Kenapa kamu ngikuutin saya!”, Indah agak jengkel dengan muridnya ini.

“Boleh saya masuk?”. “Tidak!”. “Apa guru-guru perlu tahu rahasiamu?”. Tantang Nico.” Maka dengan geram ia mempersilakan Nico masuk. “Enak ya rumahnya, Bu”, dengan santainya ia duduk di dekat TV. “Pantas aja Irfan senang di sini”. “Apa hubunganmu dengan Irfan?, Itu urusan kami berdua”, dengan ketus Indah bertanya. “Dia teman dekat  saya. Tidak ada rahasia diantara kami berdua”.

“Jadi artinya”, Kali ini Indah benar-benar kehabisan akal. Tidak tahu harus berbuat apa. “Bu, kalo saya mau melayani Ibu lebih baik dari Irfan, mau?”, Nico  bangkit dari duduknya dan berdiri di depan Indah. Indah masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Indah masih belum bisa  menjawab pertanyaan muridnya itu.

Tubuhnya panas dingin. Belum sempat ia menjawab, Nico telah membuka ritsluiting celananya. Dan setelah beberapa saat penisnya meyembul dan telah berada di hadapannya. “Bagaimana Bu, lebih besar dari Irfan khan?”. Nico ternyata lebih agresif dari Irfan, dengan satu gerakan meraih kepala Indah dan memasukkan penisnya ke mulut Indah.

“Mmpfpphh”. “Accchh yaa…, memang Ibu pandai dalam hal ini. Nikmati saja Bu…, nikmat kok” Rupanya nafsu menguasai diri Indah, menikmati penis yang besar di dalam mulutnya, ia segera mengulumnya bagai permen. Dijilatinya kepala penis pemuda itu dengan semangat. Kontan saja Nico merintih keenakan.


“Aduhh…, nikmat sekali Buuu… oohhhhh”, Nico menyodok-nyodokkan penisnya ke dalam mulut Indah, sementara tangannya meremas-remas rambut ibu gurunya itu. Indah merasakan penis yang diisapnya berdenyut-denyut. Rupanya Nico sudah hendak keluar. “oocchhhh…, Ibu enakk…, enakk…, aacccchh”. Cairan mani Nico muncrat di mulut Indah, yang segera menelannya. Dijilatinya penis yang berlepotan itu hingga bersih.

Kemudian ia berdiri. “Sudahh…, sudah selesai kamu bisa pulang”, Namun Indah tidak bisa memungkiri perasaannya. Ia menikmati mani Nico yang manis itu serta membayangkan bagaimana rasanya jika penis yang besar itu masuk ke vaginanya. “Bu, ini belum selesai. Mari ke kamar, akan saya perlihatkan permainan yang sebenarnya.” “Apaaaa!  beraninya kamu memerintah aku!”, Namun dalam hatinya ia mau. Karenanya tanpa berkata-kata ia berjalan ke kamarnya, Nico mengikuti saja.

Setelah ia di dalam, Indah tetap berdiri membelakangi muridnya itu. Ia mendengar suara pakaian jatuh, dugaannya pasti Nico sedang mencopoti pakaiannya. Ia pun segera mengikuti jejak Nico. Namun ketika ia hendak melepaskan kancing dasternya.“Sini saya teruskan”, ia mendengar Nico berbisik ke telinganya. Tangan Nico segera membuka kancing dasternya yang terletak di bagian depan. Kemudian setelah dasternya jatuh ke lantai, tangan itupun meraba-raba payudaranya. Indah juga merasakan penis pemuda itu diantara belahan pantatnya. “Gilaa…, besar amat”, pikirnya. Tak lama kemudian iapun dalam keadaan polos.

Penis Nico digosok-gosokkan di antara pantatnya, sementara tangan pemuda itu meremasi payudaranya. Ketika jemari Nico meremas puting susu Indah, erangan kenikmatan pun keluar. “mmhh.. oocchh”.  Nico tetap melakukan aksi peremasan itu dengan satu tangan, sementara tangan satunya melakukan operasi ke vagina Indah. “Nicoooo…, aahh…, aahh”, Tubuh Indah menegang saat pentil clitorisnya ditekan-tekan oleh Nico. “Enak Bu?”, Nico kembali berbisik di telinga gurunya yang telah terbakar oleh api birahi itu. Indah hanya bisa menngerang, mendesah, dan berteriak lirih. Saat  usapan, remasan, dan pekerjaan tangan Nico dikombinasi dengan gigitan ringan di lehernya. Tiba-tiba Nico mendorong tubuh Indah agar membungkuk. Kakinya di lebarkan.

“Kata Irfan ini posisi yang disukai Ibu” “Acccchhkk…, hmm…, hmmpphhh”, Indah menjerit, saat Nico dengan keras menghunjamkan penisnya ke liang vaginanya dari belakang.” “Ugghh…, acchhh”, Nico medengus  penuh gairah dengan tiap hunjaman penisnya ke liang Indah. Indahpun berteriak-teriak kenikmatan, saat liang vaginanya yang sempit itu dilebarkan secara cepat. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Pelajaran Tambahan untuk Dua Murid Kesayangan

“Adduuhh…, teruss.., teruss …..Nicooo…, ooccchh”, Kepala ibu guru itu berayun-ayun, terpengaruh oleh sodokan Nico. Tangan Nico mencengkeram pundak Indah, seolah-olah mengarahkan tubuh gurunya itu agar semakin cepat saja menelan penisnya. “Oocccchh Indah…, Indahhhh”. Indah segera merasakan cairan hangat menyemprot di dalam vaginanya dengan deras. Matanya terpejam menikmati perasaan yang tidak bisa ia bayangkan. Indah masih tergolek kelelahan di tempat tidur. Rambutnya yang hitam panjang menutupi bantalnya, dadanya yang indah naik-turun mengikuti irama nafasnya.

Sementara itu vaginanya sangat becek, berlepotan mani Nico dan maninya sendiri. Nico juga telajang bulat, ia duduk di tepi tempat tidur mengamati tubuh gurunya itu. Ia kemudian duduk mendekat, tangannya meraba-raba liang vagina Indah, kemudian dipermainkannya pentil kelentit gurunya itu. “mmmmhh capekkk…, mmm”, bibir Indah mendesah saat pentilnya dipermainkan. Sebenarnya ia sangat lelah, tapi perasaan terangsang yang ada di dalam dirinya mulai muncul lagi.

Dibukanya kakinya lebar-lebar sehingga memberikan kemudahan bagi Nico untuk memainkan clitorisnya. “Nicccc… aacchh”, Tubuh Indah bergetar, menggelinjang-gelinjang saat Nico mempercepat permainan tangannya. “Bu…, balik…, Nico pengin nih” “Nakal kamu ahh”, dengan tersenyum nakal, Indah bangkit dan menungging. Tangannya memegang kayu dipan tempat tidurnya.

Matanya terpejam menanti sodokan penis Nico. Nico meraih payudara Indah dari belakang dan mencengkeramya dengan keras saat ia menyodokkan penisnya yang sudah tegang “Adduuhh…, owwmm….”, Indah mengaduh kemudian menggigit bibirnya, saat lubang vaginannya yang telah licin melebar karena desakan penis Nico. “Bu Indah … nikmat lho memek Ibu…, ketat”, Nico memuji sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya. “mmhh…, aacchh…, acchh…, accchhkk”, Indah tidak bisa bertahan untuk hanya mendesah. Ia berteriak lirih seiring gerakan Nico. Badannya digerakkannya untuk mengimbangi serangan Nico.

Kenikmatan ia peroleh juga dari remasan muridnya itu. “Ayoo…, aacchh.., cc… Mhhm.., buat Ibu keluuaa.. rrr lagi…”. Gerakan Indah makin cepat menerima sodokan Nico. Tangan Nico beralih memegangi tubuh Indah, diangkatnya gurunya itu sehingga posisinya tidak lagi “doggy style”, melainkan kini Indah menduduki pahanya dengan membelakangi dirinya. Nico kini telentang di tempat tidur yang acak-acakan dan penuh oleh mani yang mengering. “Ooww..”, Teriakan Indah terdengar keras saat ia tidak bisa lagi menahan orgasmenya. Tangannya mencengkeram tangan Nico, kepalanya mendongak menikmati kenikmatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

Sementara Nico sendiri tetap menusuk-nusukkan penisnya ke vagina Indah yang makin becek. “Ayoo…, makin dalam dalamm”. “Accchh.., aacchh…, aacchh..”, Nicopun mulai berteriak-teriak. “Mau kelluuaarr” Indah sekali lagi memejamkan matanya, saat mani Nico menyemprot dalam liang vaginanya. Indah kemudian ambruk menindih tubuh Nico yang basah oleh keringat. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Pelajaran Tambahan untuk Dua Murid Kesayangan

Sementara diantara kaki-kaki mereka mengalir cairan hangat hasil kenikmatan mereka. “Bu Indah…, sungguh luar biasa, Coba kalau Irfan ada disini sekarang”. “mmmhh… memangnya kamu mau apa”, Indah kemudian merebahkan dirinya di samping Nico. Tangannya mengusap-usap puting Nico. “Kita bisa main bertiga, pasti lebih nikmat..” Indah tidak bisa menjawab komentar Nico, sementara perasaannya dipenuhi kebingungan. Akhirnya hari kelulusan murid klas 3 sampai juga.

Dengan demikian Indah harus berpisah dengan kedua murid yang disayanginya.

tags #Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: