Cerita Dewasa – Perjakaku Jadi Pemuas Birahi Tante Messy


Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Perjakaku Jadi Pemuas Birahi Tante Messy - Menginjak semester tiga, aku bermaksud pindah tempat kos yang lebih baik. Hal ini biasa, mahasiswa tahun pertama pasti dapat tempat kos yang asal-asalan. Baru tahun berikutnya mereka bisa mendapat tempat kos yang lebih sesuai selera dan kebutuhan. Setelah “hunting” yang cukup melelahkan akhirnya aku mendapatkan tempat kos yang cukup nyaman. Untuk ukuran kota B, daerah ini termasuk sangat dingin apalagi di waktu malam.


Kamar kosku berupa paviliun yang terpisah dari rumah utama. Ada dua kamar, yang bagian depan diisi oleh Dimas, mahasiswa kedokteran yang kutu buku dan rada cuek. Aku sendiri dapat yang bagian belakang, dekat dengan rumah utama.

Bapak kosku mempunyai seorang istri, Tante Messy namanya, wanita yang cukup menarik meskipun tidak terlalu cantik. Tingginya sekitar 166 cm dengan perawakan yang sedang, tidak kurus dan tidak gemuk. Untuk ukuran seorang wanita dengan 2 anak, tubuh Tante Messy cukup terawat dengan baik dan tampak awet muda meski sudah berusia di atas 35 tahun. Maklumlah, Tante Messy rajin ikut kelas aerobik. Kedua anak mereka kuliah di luar negeri dan hanya pulang pada akhir tahun ajaran.

“Dino, kamu masih ada kuliah hari ini?”, tanya Tante Messy suatu hari.

“Enggak tante…”
“Kalau begitu bisa anterin tante ke aerobik?”
“Oh, bisa tante…”

Tante Messy tampak seksi dengan pakaian aerobiknya, lekuk-lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas. Kamipun meluncur menuju tempat aerobik dengan menggunakan mobil Kijang Putih milik Tante Messy.

Di sepanjang jalan Tante Messy banyak mengeluh tentang Om Rudi yang semakin jarang di rumah. “Om Rudi itu egois dan gila kerja, padahal gajinya sudah lebih dari cukup tapi terus saja menerima ditawari jadi dosen tamu dimana-mana…”Tiba-tiba tangan Tante Messy menyentuh paha kiriku dengan lembut.

“Biarpun begini, tante juga seorang wanita yang butuh belaian seorang laki-laki… tante masih butuh itu dan sayangnya Om kurang peduli.”

Aku menoleh sejenak dan kulihat Tante Messy menatapku dengan tersenyum. Tante Messy terus mengelus-elus pahaku di sepanjang perjalanan. Aku tidak berani bereaksi apa-apa kecuali, takut membuat Tante Messy tersinggung atau disangka kurang ajar.

Keluar dari kelas aerobik sekitar jam 4 sore, Tante Messy tampak segar dan bersemangat. Tubuhnya yang lembab karena keringat membuatnya tampak lebih seksi. Setelah sampai di rumah, Tante Messy langsung mengajakku ke kamarnya. Dikuncinya pintu kamar dan kemudian Tante Messy langsung mandi. Entah sengaja atau tidak, pintu kamar mandinya dibiarkan sedikit terbuka.
Jelas Tante Messy sudah memberiku lampu kuning untuk melakukan apapun yang diinginkan seorang laki-laki pada wanita. Tetapi aku masih tidak tahu harus berbuat apa, aku hanya terduduk diam di kursi meja rias.

“Dino sayang… tolong ambilkan handuk dong…” nada suara Tante Messy mulai manja. Lalu kuambil handuk dari gantungan dan tanganku kusodorkan melalui pintu sambil berusaha untuk tidak melihat Tante Messy secara langsung. Sebenarnya ini tindakan bodoh, toh Tante Messy sendiri sudah memberi tanda lalu kenapa aku masih malu-malu? Aku betul-betul salah tingkah.

Tidak berapa lama kemudian Tante Messy keluar dari kamar mandi dengan tubuh dililit handuk dari dada sampai paha. Baru kali ini aku melihat Tante Messy dalam keadaan seperti ini, aku mulai terangsang dan sedikit bengong. Tante Messy hanya tersenyum melihat tingkah lakuku yang serba kikuk melihat keadaannya.

“Nah, sekarang kamu pijitin tante ya… ini pakai body-lotion…” katanya sambil berbaring tengkurap di tempat tidur. Dibukanya lilitan handuknya sehingga hanya tertinggal BH dan CD-nya saja. Aku mulai menuangkan body-lotion ke punggung Tante Messy dan mulai memijit daerah punggungnya.

“Tante, bagian mana yang sakit…” tanyaku berlagak polos.“Semuanya sayang… semuanya… dari atas sampai ke bawah. Bagian depan juga sakit lho…nanti Dino pijit ya…” kata Tante Messy sambil tersenyum nakal.

Aku terus memijit punggung Tante Messy, sementara itu aku merasakan Kontolku mulai membesar. Aku berpikir sekarang saatnya menanggapi ajakan Tante Messy dengan aktif. Seumur hidupku baru kali inilah aku berkesempatan menyetubuhi seorang wanita.

Meskipun demikian dari film-film BF yang pernah kutonton sedikit banyak aku tahu apa yang harus kuperbuat… dan yang paling penting ikuti saja naluri…

“Tante sayang…, tali BH-nya boleh kubuka?” kataku sambil mengelus pundaknya.

Tante Messy menatapku sambil tersenyum dan mengangguk. Aku tahu betul Tante Messy sama sekali tidak sakit ataupun cedera, acara pijat ini cuma sarana untuk mengajakku bercinta. Setelah tali BH-nya kubuka perlahan-lahan kuarahkan kedua tanganku ke-arah payudaranya. Dengan hati-hati kuremas-remas payudaranya… ahh lembut dan empuk.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Perjakaku Jadi Pemuas Birahi Tante Messy - Tante Messy bereaksi, ia mulai terangsang dan pandangan matanya menatapku dengan sayu. Kualihkan tanganku ke bagian bawah, kuselipkan kedua tanganku ke dalam celana dalamnya sambil pelan-pelan kuremas kedua pantatnya selama beberapa saat. Tante Messy dengan pasrah membiarkan aku mengeksplorasi tubuhnya. Kini tanganku mulai berani menjelajahi juga bagian depannya sambil mengusap-usap daerah sekitar vaginanya dengan lembut.

Jantungku berdebar kencang, inilah pertamakalinya aku menyentuh vagina wanita dewasa… Perlahan tapi pasti kupelorotkan celana dalam Tante Messy. Sekarang tubuh Tante Messy tertelungkup di tempat tidur tanpa selemba benangpun… sungguh suatu pemandangan yang indah. Aku kagum sekaligus terangsang. Ingin rasanya segera menancapkan batang kemaluanku ke dalam lubang kewanitaannya.

Aku memejamkan mata dan mencoba bernafas perlahan untuk mengontrol emosiku. Seranganku berlanjut, kuselipkan tanganku diantara kedua pahanya dan kurasakan rambut kemaluannya yang cukup lebat. Jari tengahku mulai menjelajahi celah sempit dan basah yang ada di sana. Hangat sekali raanya. Kurasakan nafas Tante Messy mulai berat, tampaknya dia makin terangsang oleh perbuatanku.

“Mmhh… ohhhh … Din… kamu nakal ya…” katanya.
“Tapi tante suka khan…?”
“Mmhh.. yaaahhhhh terusin Din… terusin… tante suka sekali.”

Namun tante tak tinggal diam kemudian membalikkan tubuhku serta menaiki aku dan tangannya memainkan kontolku sementara dia melumat bibirku. Jariku terus bergerilya di belahan vaginanya yang terasa lembut seperti sutra, dan akhirnya ujung jariku mulai menyentuh daging yang berbentuk bulat seperti kacang tapi kenyal seperti moci Cianjur. Itu klitoris Tante Messy.

Dengan gerakan memutar yang lembut kupermainkan klitorisnya dengan jariku dan diapun mulai menggelinjang keenakan. Kurasakan tubuhnya sedikit bergetar tidak teratur. Sementara itu aku juga sudah semakin terangsang, dengan agak terburu-buru pakaiankupun kubuka satu-persatu hingga tidak ada selembar benangpun menutup tubuhku, sama seperti Tante Messy.

Kukecup leher Tante Messy dan dengan perlahan kubalikkan tubuhnya. Sesaat kupandangi keindahan tubuhnya yang seksi. Payudaranya cukup berisi dan tampak kencang dengan putingnya yang berwarna kecoklatan memberi pesona keindahan tersendiri. Tubuhnya putih mulus dan nyaris tanpa lemak, sungguh-sungguh Tante Messy pandai merawat tubuhnya.

Diantara kedua pahanya tampak bulu-bulu kemaluan yang agak basah, entah karena baru mandi atau karena cairan lain. Sementara itu belahan vaginanya samar-samar tampak di balik bulu-bulu tersebut. Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin suaminya bisa sering meninggalkannya dan mengabaikan keindahan seperti ini.

“Tante seksi sekali…” kataku terus terang memujinya. Kelihatan wajahnya langsung memerah.
“Ah.. bisa aja kamu merayu tante… kamu juga seksi lho Din… lihat tuh burungmu sudah siap tempur… ayo jangan bengong gitu… terusin pijat seluruh badan tante….,” kata Tante Messy sambil tersenyum memperhatikan Kontolku yang sudah mengeras dan mendongak ke atas.

Aku mulai menjilati payudara Tante Messy sementara itu tangan kananku perlahan-lahan mempermainkan vagina dan klitorisnya. Kujilati kedua bukit payudaranya dan sesekali kuhisap serta kuemut putingnya dengan lembut sambil kupermainkan dengan lidahku. Tante Messy tampak sangat menikmati permainan ini sementara tangannya meraba dan mempermainkan kontolku.

Aku ingin sekali menjilati kewanitaan Tante Messy seperti dalam adegan film BF yag pernah kutonton. Perlahan-lahan aku mengubah posisiku, sekarang aku berlutut di atas tempat tidur diantara kedua kaki Tante Messy. Dengan perlahan kubuka pahanya dan kulihat belahan vaginanya tampak merah dan basah. Dengan kedua ibu jariku kubuka bibir vaginanya dan terlihatlah liang kewanitaan Tante Messy yang sudah menanti untuk dipuaskan, sementara itu klitorisnya tampak menyembul indah di bagian atas vaginanya.

Tanpa menunggu komando aku langsung mengarahkan mulutku ke arah vagina Tante Messy. Kujilati bibir vaginanya dan kemudian kumasukkan lidahku ke liang vaginanya yang terasa lembut dan basah. “Mmhhh.. aahhh” desahan nikmat keluar dari mulut Tante Messy saat lidahku menjilati klitorisnya. Sesekali klitorisnya kuemut dengan kedua bibirku sambil kupermainkan dengan lidah.


Aroma khas vagina wanita dan kehangatannya membuatku makin bersemangat, sementara itu Tante Messy terus mendesah-desah keenakan. Sesekali jari tanganku ikut membantu masuk ke dalam lubang vaginanya.

“Aduuh.. Dinnnnn… enak sekali sayangggg… iya sayanggggg … yang itu enak.. emmhh .. terus sayang… pelan-pelan sayanggggg … iya… gitu sayang… terus.. aduuh.. aahh… mmhh..” katanya mencoba membimbingku sambil kedua tangannya terus menekan kepalaku ke selangkangannya.

Tidak berapa lama kemudian pinggul Tante Messy mulai berkedut-kedut, gerakannya terasa makin bertenaga, lalu pinggulnya maju-mundur dan berputar-putar tak terkendali. Sementara itu kedua tangannya semakin keras mencengkeram rambutku.


“Dinnnn ... Tante mau keluaar… aah.. uuh..aahh…oooh…. adduuh… sayaaang… Dinnnn …. terus jilat itu Din… teruus… aduuuh… aduuuh…tante keluaaar…” bersamaan dengan itu kepalaku dijepit oleh kedua pahanya sementara lidah dan bibirku terus terbenam menikmati kehangatan klitoris dan vaginanya yang tiba-tiba dibanjiri oleh cairan orgasmenya.

Beberapa saat tubuh Tante Messy meregang dalam kenikmatan dan akhirnya terkulai lemas sambil matanya terpejam. Tampak bibir vaginanya yang merah merekah berdenyut-denyut dan basah penuh cairan.

“Dino.. enak banget…. sudah lama tante nggak ngerasain yang seperti ini…” katanya perlahan sambil membuka mata.

Aku langsung merebahkan diri di samping Tante Messy, kubelai rambut Tante Messy lalu bibir kami beradu dalam percumbuan yang penuh nafsu. Kedua lidah kami saling melilit, perlahan-lahan tanganku meraba dan mempermainkan pentil dan payudaranya. Tidak berapa lama kemudian tampaknya Tante Messy sudah mulai naik lagi. Nafasnya mulai memburu dan tangannya meraba-raba Kontolku dan meremas-remas kedua buah bola pingpongku.

Emut kontol Dino sayang… sekarang gantian tante yang bikin kamu puas ya…” katanya sambil mengarahkan kepalanya ke arah selangkanganku. Tidak berapa lama kemudian Tante Messy mulai menjilati Kontolku, mulai dari arah pangkal kemudian perlahan-lahan sampai ke ujung. Dipermainkannya kepala Kontolku dengan lidahnya.

Wow.. nikmat sekali rasanya… tanpa sadar aku mulai melenguh-lenguh keenakan. Kemudian seluruh Kontolku dimasukkan ke dalam mulutnya. Tante Messy mengemut dan sekaligus mempermainkan batang kemaluanku dengan lidahnya. Kadang dihisapnya Kontolku kuat-kuat sehingga tampak pipinya cekung.

Kurasakan permainan oral Tante Messy sungguh luar biasa, sementara dia mengulum Kontolku dengan penuh nafsu seluruh tubuhku mulai bergetar menahan nikmat. Aku merasakan Kontolku mengeras dan membesar lebih dari biasanya, aku ingin mengeluarkan seluruh isinya ke dalam vagina Tante Messy. Aku sangat ingin merasakan nikmatnya vagina seorang wanita untuk pertama kali….

“Tante… Dino pengen masukin ke punya tante… ” kataku sambil mencoba melepaskan Kontolku dari mulutnya. Tante Messy mengangguk setuju, lalu ia membiarkan Kontolku keluar dari mulutnya.

“Terserah Dino sayang… keluarin aja semua isinya ke dalam veggie tante… tante juga udah pengen banget ngerasain punya kamu di dalam sini….”

Perlahan kurebahkan Tante Messy disebelahku, Tante Messy langsung membuka kedua pahanya mempersilahkan Kontolku masuk. Samar-samar kulihat belahan vaginanya yang merah. Dengan perlahan kubuka belahan dan tampaklah lubang vagina Tante Messy yang begitu indah dan menggugah birahi dan membuat jantungku berdetak keras.

Aku takut kehilangan kontrol melihat pemandangan yang baru pertama kali aku alami, aku berusaha keras mengatur nafasku supaya tidak terlarut dalam nafsu…. Perlahan-lahan kupermainkan klitorisnya dengan jempol sementara jari tengahku masuk ke lubang vaginanya. Tidak berapa lama kemudian Tante Messy mulai menggerak-gerakkan pinggulnya,

“Dino sayang.. masukin punyamu sekarang, tante udah siap…”

Kuarahkan Kontolku yang sudah mengeras ke lubang vaginanya, aku sudah begitu bernafsu ingin segera menghujamkan batang Kontolku ke dalam vagina Tante Messy yang hangat. Tapi mungkin karena ini pengalaman pertamaku aku agak kesulitan untuk memasukkan Kontolku. Rupanya Tante Messy menyadari kesulitanku. Dia memandangku dengan tersenyum…..

“Ini pengalaman pertama ya Din….”
“Iya tante….” jawabku malu-malu.

“Tenang aja… nggak usah buru-buru… tante bantu…” katanya sambil memegang Kontolku. Diarahkannya kepala Kontolku ke dalam lubang vaginanya sambil tangan yang lain membuka bibir vaginanya, lalu dengan sedikit dorongan ke depan…masuklah kepala Kontolku ke dalam vaginanya. Rasanya hangat dan basah…. sensasinya sungguh luar biasa. Akhirnya perlahan tapi pasti kubenamkan seluruh Kontolku ke dalam vagina Tante Messy,
Aaaaah.. nikmatnya. “Aaahh…Din.. eemh…” Tante Messy berbisik perlahan, dia juga merasakan kenikmatan yang sama. Sekalipun sudah diatas 35 tahun vagina Tante Messy masih terasa sempit, dinding-dindingnya terasa kuat mencengkeram Kontolku. Aku merasakan vaginanya seperti meremas Kontolku dengan gerakan yang berirama. Luar biasa nikmat rasanya….

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Perjakaku Jadi Pemuas Birahi Tante Messy - Perlahan kugerakkan pinggulku turun naik, Tante Messy juga tidak mau kalah, pinggulnya bergerak turun naik mengimbangi gerakanku. Tangannya mencengkeram erat punggungku dan tanganku membelai rambutnya sambil meremas-remas payudaranya yang empuk. Sementara itu bibir kami berpagutan dengan liar….

Baru beberapa menit saja aku sudah mulai merasa seluruh tubuhku bergetar dijalari sensasi nikmat yang luar biasa… maklumlah ini pengalaman pertamaku… kelihatannya tidak lama lagi aku akan mencapai puncak orDinme.

“Tante…Dino sudah hampir keluar…. aaah…uuh…” kataku berusaha keras menahan diri.
“Terusin aja Din… kita barengan yaa…. tante juga udah mau keluar… aahh… Dino… tusuk yang kuat Din… tusuk sampai ujung sayang… mmhh….”

Kata-kata Tante Messy membuatku makin bernafsu dan aku menghujamkan Kontolku berkali-kali dengan kuat dan cepat ke dalam vaginanya.

“Aduuh…Dino udah nggak tahan lagi…” aku benar-benar sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi, pantatku bergerak turun naik makin cepat dan Kontolku terasa membesar dan berdenyut-denyut bersiap mencapai puncak di dalam vagina Tante Messy. Sementara itu Tante Messy juga hampir mencapai orgasmenya yang kedua.

“Ayoo Din… tante juga mau…ahhhh…ahhh kamu ganas sekali……. aaaahhh…. Dinnnn…. sekarang Din…. keluarin sekarang Din… tante udah nggak tahan…mmmhhh”.

Tante Messy juga mulai kehilangan kontrol, kedua kakinya dijepitkan melingkari pinggulku dan tangannya mencengkeram keras punggungku. Dan kemudian aku melancarkan sebuah tusukan akhir yang maha dahsyat…

“Tante…aaaa…aaaagh….Dino keluaaaar…..aagh..” aku mendesah sambil memuncratkan seluruh spermaku ke dalam liang kenikmatan Tante Messy. Bersamaan dengan itu Tante Messypun mengalami puncak orDinmenya,

“Dinooooo…. aduuuh……tante jugaa….aaaah… I’m cumming honey… aaaahh…..aah….”

Kami berpelukan lama sekali sementara Kontolku masih tertanam dengan kuat di dalam vagina Tante Messy. Ini sungguh pengalaman pertamaku yang luar biasa…. aku betul-betul ingin meresapi sisa-sisa kenikmatan persetubuhan yang indah ini. Akhirnya aku mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, seluruh persendianku terasa lepas dari tempatnya.

Kulepaskan pelukanku dan perlahan-lahan kutarik Kontolku yang mulai sedikit melemah karena kehabisan energi. Lalu aku terbaring lemas di sebelah Tante Messy yang juga tergolek lemas dengan mata masih terpejam dan bibir bawahnya sedikit digigit. Kulihat dari celah vaginanya cairan spermaku meleleh melewati sela-sela pahanya. Rupanya cukup banyak juga spermaku muntah di dalam Tante Messy. Tak lama kemudian Tante Messy membuka matanya dan tersenyum padaku,
“Gimana sayang…enak?” katanya sambil menyeka sisa spermaku dengan handuk. Aku hanya mengangguk sambil mengecup bibirnya.

“Tante nggak nyangka kalau kamu ternyata baru pertama kali “making-love”. Soalnya waktu “fore-play” tadi nggak kelihatan, baru waktu mau masukin penis tante tahu kalau kamu belum pengalaman. By the way, Tante senang sekali bisa dapat perjaka ting-ting seperti kamu. Tante betul-betul menikmati permainan ini.

Kapan-kapan kalau ada kesempatan kita main lagi mau Din…?” Aku hanya diam tersenyum, betapa tololnya kalau aku jawab tidak. Tante Messy membaringkan kepalanya di dadaku, kami terdiam menikmati perasaan kami masing-masing selama beberapa saat.

Tapi tidak sampai 5 menit, energiku mulai kembali. Tubuh wanita matang yang bugil dan tergolek dipelukanku membuat aku kembali terangsang, perlahan-lahan Kontolku mulai membesar. Tangan kananku kembali meraba payudara Tante Messy dan membelainya perlahan. Dia memandangku dan tersenyum, tangannya meraih Kontolku yang sudah kembali membesar sempurna dan digenggamnya erat-erat.


Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Perjakaku Jadi Pemuas Birahi Tante Messy - “Sudah siap tempur lagi sayang…? Sekarang tante mau di atas ya…?” katanya sambil mengangkangi aku. Dibimbingnya Kontolku ke arah lubang vaginanya yang masih basah oleh spermaku. Kali ini dengan lancar Kontolku langsung meluncur masuk ke dalam vagina Tante Messy yang sudah sangat basah dan licin. Kini Tante Messy duduk diatas badanku dengan Kontolku terbenam dalam-dalam di vaginanya. Tangannya mencengkeram lenganku dan kepalanya menengadah ke atas dengan mata terpejam menahan nikmat.

“Aahh…Dino… penismu mentok di ujung memek tante … uuh…. mmhh… aahhh” katanya mendesah-desah. Gerakan Tante Messy perlahan tapi penuh energi, setiap dorongannya selalu dilakukan dengan penuh energi sehingga membuat Kontolku terasa masuk begitu dalam di liang vaginanya.

Pantat Tante Messy terus bergerak naik turun dan berputar-putar, kadang-kadang diangkatnya cukup tinggi sehingga Kontolku hampir terlepas lalu dibenamkan lagi dengan kuat. Sementara itu aku menikmati goyangan payudaranya yang terombang-ambing naik-turun mengikuti irama gerakan binal Tante Messy. Kuremas-remas payudaranya dan kupermainkan pentilnya sehingga membuat Tante Messy makin bergairah.

Gerakan Tante Messy makin lama makin kuat dan dia betul-betul melupakan statusnya sebagai seorang istri dosen yang terhormat. Saat itu dia menampilkan dirinya yang sesungguhnya dan apa adanya… seorang wanita yang sedang dalam puncak birahi dan haus akan kenikmatan. Akhirnya gerakan kami mulai makin liar dan tak terkontrol…

“Dino… tante sudah mau keluar lagi…. aaah… mmmhh.. uuuughhh…”
“Ayoo tante… Dino juga udah nggak tahan…”

Akhirnya dengan sebuah sentakan yang kuat Tante Messy menekan seluruh berat badannya ke bawah dan Kontolku tertancap jauh ke dalam liang vaginanya sambil memuncratkan seluruh muatan… Tangan Tante Messy mencengkeram keras dadaku, badannya melengkung kaku dan mulutnya terbuka dengan gigi yang terkatup rapat serta matanya terpejam menahan nikmat.

Setelah beberapa saat akhirnya Tante Messy merebahkan tubuhnya di atasku, kami berdua terkulai lemas kelelahan. Malam itu untuk pertama kalinya aku tidur di dalam kamar Tante Messy karena dia tidak mengijinkan aku kembali ke kamar. Kami tidur berdekapan tanpa sehelai busanapun. Pagi harinya kami kembali melakukan persetubuhan dengan liar… Tante Messy seolah-olah ingin memuaskan seluruh kerinduannya akan kenikmatan yang jarang didapat dari suaminya.

Semenjak saat itu kami sering sekali melakukannya dalam berbagai kesempatan. Kadang di kamarku, kadang di kamar Tante Messy, atau sesekali kami ganti suasana dengan menyewa kamar hotel di daerah Lembang untuk kencan short-time. Kalau aku sedang “horny” dan ada kesempatan, aku mendatangi Tante Messy dan mengelus pantatnya atau mencium lehernya. Kalau OK Tante Messy pasti langsung menggandeng tanganku dan mengajakku masuk ke kamar. Sebaliknya kalau Tante Messy yang “horny”, dia tidak sungkan-sungkan datang ke kamarku dan langsung menciumi aku untuk mengajakku bercinta.

Semenjak berhasil merenggut keperjakaanku Tante Messy tidak lagi cemberut dan uring-uringan kalau Om Rudi pergi  mengajar ke luar kota. Malah kelihatannya Tante Messy justru mengharapkan Om Rudi sering-sering tugas di luar kota karena dengan demikian dia bisa bebas bersamaku. Dan akupun juga semakin betah tinggal di rumah Tante Messy.

Pernah suatu malam setelah Om Rudi berangkat keluar kota, Tante Messy masuk ke kamarku dengan mengenakan daster. Dipeluknya aku dari belakang dan tangannya langsung menggerayangi selangkanganku. Aku menyambut dengan mencumbu bibirnya dan membaringkannya di tempat tidur.

Saat kuraba payudaranya ternyata Tante Messy sudah tidak memakai BH, dan ketika kuangkat dasternya ternyata dia juga tidak memakai celana dalam lagi. Bibir vaginanya tampak merah dan bulu-bulunya basah oleh lendir. Samar-samar kulihat sisa-sisa lelehan sperma dengan baunya yang khas masih tampak disana, rupanya Tante Messy baru saja bertempur dengan suaminya dan Tante Messy belum merasa puas.

Langsung saja kubuka celanaku dan penis yang sudah mengeras langsung menyembul menantang minta dimasukkan ke dalam liang kenikmatan. Tante Messy menanggapi tantangan Kontolku dengan mengangkangkan kakinya. Ia langsung membuka bibir vaginanya dengan kedua tangannya sehingga tampaklah belahan lubang vaginanya yang merekah merah.
“Masukin punyamu sekarang ke lubang tante sayang…..” katanya dengan nafas yang berat dan mata sayu.

Karena aku rasa Tante Messy sudah sangat “horny”, tanpa banyak basa-basi dan “foreplay” lagi aku langsung menancapkan batang Kontolku ke dalam vagina Tante Messy dan kami bergumul dengan liar selama hampir 3 jam! Kami bersetubuh dengan berbagai macam gaya, aku diatas, Tante Messy diatas, doggy-style, gaya 69, kadang sambil berdiri dengan satu kaki di atas tempat tidur, lalu duduk berhadapan di pinggir ranjang, atau berganti posisi dengan Tante Messy membelakangi aku, sesekali kami melakukan di atas meja belajarku dengan kedua kaki Tante Messy diangkat dan dibuka lebar-lebar, dan masih banyak lagi.

Aku tidak ingat apa masih ada gaya persetubuhan yang belum kami lakukan malam itu. Dinginnya udara di waktu malam tidak lagi kami rasakan, yang ada hanya kehangatan yang menggetarkan dua insan dan membuat kami basah oleh keringat yang mengucur deras. Begitu liarnya persetubuhan kami sampai-sampai aku mengalami empat kali orgasme yang begitu menguras energi dan Tante Messy entah berapa kali.

Yang jelas setelah selesai, Tante Messy hampir tidak bisa bangun dari tempat tidurku karena kakinya lemas dan gemetaran sementara vaginanya begitu basah oleh lendir dan sangat merah. Seingatku itulah malam paling liar diantara malam-malam liar lain yang pernah kulalui bersama Tante Messy.

tags #Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: