Cerita Dewasa - Terima Kasih Cinta, Sudah Memuaskanku


Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Terima Kasih Cinta, Sudah Memuaskanku - Aku  mempunyai teman semasa kecil dulu. Namanya Sony . Sejak kecil kami sering bermain bersama dan akrab. Setelah SMA kami harus berpisah dan tidak pernah ketemu lagi karena urusan melanjutkan sekolah masing-masing. Sampai akhirnya tak sengaja kami diletemukan di media sosial dan berlanjut chating.

Dari seringnya chating ternyata pada akhirnta timbul rasa saling suka diantara kami. Tak heran jika sering mengungkapkan perasaan masing-masing. Dalam pembicaraan Kami sudah terbuka dan bukan hanya sekedar chat sex. Akhirnya setelah sekian lama, Akulah yg memberanikan meminta kami bertemu. Sekalian hangout gitu! Dan malam ini, Sony berjanji akan mengajakku makan malam bersama.

Malam ini Sony berencana mengajaku makan malam di sebuah tempat yang special katanya! Keinginan bertemu bukan hanya karena ingin saling kenal lebih dekat tapi juga nostalgia karena semakin memanasnya pembicaraan kami di chat! Dan akhirnya malam itu kami pun kopi darat di hotel tempat aku menginap.

Tepat pukul 7 malam suara bel kamar hotel aku berbunyi !  aku segera menghampiri pintu dan saat  kubuka.., Sony kulihat berdiri di depan. Tampak gagah dan maskulin masih seperti dulu hanya tambah ganteng dan terlihat dewasa. Sebaliknya, kulihat Sony tertegun dengan apa yang kupakai malam ini.

Aku  mengenakan gaun tipis krem sepaha dengan tali kecil di pundak. Matanya masih tertegun melihat bercak 2 bulatan BH 34B di dadaku dan g-string yg tembus pandang tersorot lampu di depan kamar hotel.

“Silakan masuk..” kataku sambil menarik tangannya dengan manja. Hanya saja Sony sepertinya tidak sabar dengan kedatanganku yg sudah ditunggu-tunggunya. Tanganku ditariknya lembut, badanku dipeluknya dengan hangat. Hingga wajahku tepat berada di depan wajahnya. “Aku kangen banget sama lo, honey” ucapku sambil berniat mencium bibirnya. Aku biarkan dia duduk di sana dan bukan di tempat tidur yg terbentang di depan Kami.

”Mau minum apa? aku hanya punya coca cola kaleng,” ucapku seraya melangkah ke kulkas.
“Bir saja, enak minum bir dengan wanita cantik seperti lo,” Sony mulai sadar rupanya.. hingga bisa berbicara lebih banyak.

Aku tersenyum mendengar ucapannya  duduk di sebelah kanannya. Saat kuteguk minumanku, kaki kananku kusilakan di atas kaki kiriku. Karena bajuku tidak seberapa panjang, terbuka deh pahaku. Walaupun Sony juga sedang menegak minumannya, matanya tidak henti-hentinya melihat pahaku yg putih mulus.



“Lo cantik sekali, Lia,” tangannya mulai berkelana. Kali ini mengusap-usap pahaku. Dan menggeser badannya. “Lo juga ganteng,” bisikku manja di telinganya. Semakin tidak sabaran dia. Nafasnya kudengar sudah tidak teratur. Kaleng coca colaku ditaruhnya di atas meja kecil sebelahnya.

”Aku kangenn banget sama kamu. Aku ingin ‘telen’ kamu.. Li” gitu istilah Sony jika ingin mulai main. Kecupan kecil mendarat di bibirku. aku balas dengan lembut. Kulihat matanya penuh dengan rasa kangen. Kecupannya berubah menjadi ciuman yang lebih bernafsu. Lidahku bermain-main dengan penuh nafsu di mulutku diikuti dengan nafasnya yang tak tertahankan.  Begitu lincahnya membuat akupun mulai terangsang, kubalas juga dengan permainan lidahku di mulutnya.

Kehangantan meliputi Kami berdua. Duduk Kami semakin mendekat. Tangan kanannya memelukku dg lembutnya. Tangan kirinya sudah mulai berjalan lebih jauh di pahaku.

“hmm.. hmm..” desahku seirama permainan lidah Kami. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya.

“Aku kangen lo juga, son” di sela-sela permainan lidah Kami.Hingga akhirnya Sony tak tahan, dan dengan perlahan namun pasti Sony membuka gaunku tanpa mengurangi kehangatan Kami. Sekarang tinggal bra tanpa tali dan g-string putihku. Kulihat matanya terpukau dengan pemandangan di depannya.

“Bikin lo tambah kepingin, ya son,” kerlingku nakal.

“Iya, honey..” jawabnya sambil tangannya mulai menjelajahi lipatan gunungku. Dielusnya, dipandangnya, dielusnya lagi dan dikecupnya bra ku. Ahh.. lembutnya. “Kami ga jadi makan malam,

Son?” tanyaku mangingatkan.


“Ga laper aku, aku lebih laper kamu..” senyumnya.

Sambil perlahan berdiri, aku tarik tangannya. Dengan isyarat mataku, Sony tahu aku minta dia berpindah ke tempat tidur. Kudorong dia, mengisyaratkan supaya dia berbaring di tempat tidur. Kubiarkan dia bertanya-tanya dalam hati.

Dengan pakaian yang lengkap kubiarkan dia berbaring. Aku naik juga ke tempat tidur, dengan hanya mengenakan bra dan g-string. aku naik ke atasnya. Kucium lembut bibirnya. Perlahan aku buka kancing kemejanya. Dibantunya aku dengan sedikit mengangkat badannya, hingga aku bisa melepaskan kemejanya dengan mudah.

Di hadapanku sekarang terbentang dada bidangnya. Kucium perlahan dadanya. Kujilat-jilat putingnya, yang kiri .. yang kanan. aku tak tahu apa yg dirasakannya. Yang kutahu tangannya mengelus-elus lembut rambutku. “Lia.. enak honey..” lidahku meneruskan perjalanannya. Sedikit ke bawah, jilatanku semakin membuatnya semakin gemas mengusap-usap rambutku. Perutnya pun tak lepas dari jilatanku.

“Lo pintar ya..” bisiknya tertahan.

Hingga ke bawah perut. Masih ada celana panjang yg menutup gerakan-gerakan tak karuan dibaliknya. Ada onggokan yg ingin segera terlepaskan. aku lirik Sony, dan matanya memintaku untuk membebaskan. aku menggeleng nakal..

“Ngga, ah.. sabar dong..” gw lanjutkan lagi kecupanku.

Aku kecup tonjolan itu. Cup..cup..cup.. aku tersenyum lebar, sewaktu kulihat matanya memohon dengan sangat.

“Tunggu ya.. aku pingin kecup dari luar dulu.” aku kecup lagi. aku masukan tonjolan itu di mulutku.


“Lia nakal ya.. buka dong, honey. aku ngga tahan, nih”

Akhirnya kubuka ikat pinggangnya. Dan resletingnya. Kulirik lagi, matanya sudah semakin memohon. Akhirnya kubuka celana panjangnya. Terpikir lagi keinginan untuk mengganggunya. Kubiarkan CD nya. Kukecup lagi tonjolannya yang sudah semakin besar itu.

Ahh.. kalo mau jujur, aku juga sudah tidak tahan melihatnya. Ingin kutelan rasanya. Tapi aku ingin mengganggunya juga.. hehe.. aku masukan tonjolan itu ke mulutku. Kukulum perlahan. Ahh.. gerakannya semakin tak karuan.

“Lia.. buka honey, bukaa..”Aku buka juga akhirnya. WOW.. besaarr sekalii.. gw tak percaya mataku.

Dengan tak sabar kupegang batang besar itu. aku usap-usap.

“Suka honey?” tanya Sony.
“Suka banget. Punyamu besar banget!! Aku jilat-jilat pinggirannya. Dari atas ke bawah, aku balik lagi dari bawah ke atas. Sesekali kurasakan gerakannya yg semakin tak henti.

“Enakk honeyg.. teruuss..” pintanya.

Kujilat belahannya. Lidahku bermain-main di sana. Membuat gerakan nakal. Semakin cepat, seirama kocokan tanganku yang juga semakin cepat. aku masukan kepalanya ke mulutku. ku sedot seperti makan es krim. Sesekali lidahku bermain di belahannya.

“Aghh.. enakk..”

Aku semakin menjadi-jadi mendengar erangannya. Kubuka bra ku. Biar gerakanku semakin lepas. Kusentuh buah dadaku dengan kontolnya. Kuputar-putar kontolnya mengelilingi dadaku. Melingkari bongkahanku dan putingku. Yg kiri.. yg kanan.. ahh.. enaknya. Kumasukan lagi ke mulutku, kali ini lebih dalam. Hampir menyentuh ujung mulutku. Aghh.. sedapnya. Aku sedoott lebih lama. “srrpp.. srpp..” kumainkan juga lidahku di dalam sana. Kuempot sampe terdengar suaraku sendiri.

“Aghh.. enak honey. Enak banget. Lo pinterr.. terus honey..” erangnya.

Kulepas lagi.. kali ini tanganku yg bermain. Kukocok perlahan, perlahan dan akhirnya lebih cepat. Matanya terpejam menahan gejolak yg ada. Kutahu.. pasti dia tidak mau keluar sekarang. Hehe.. dasar cowok. Aku mau kerjain lagi ahh..Kulepas batangnya. Sony terkaget-kaget.



“Kok udahan, honey. aku belum puas nih..”

Aku hanya tersernyum. aku kecup bibirnya dan  memintanya untuk berlutut di ujung tempat tidur. Gantian aku yang merebahkan tubuhku di hadapannya.

“Mainkan kontolmu, Son.. kocok-kocok sendiri ya. aku suka liat cowok mengocok kontolnya.

” Dia mengerti maksudku. aku memang suka bangeett. Hadiahnya, aku juga mau beronani di hadapannya. aku pejamkan mataku.. tanganku bergerilya di tubuhku. Tangan kiri dan kananku bermain di dadaku.  Ahh.. enaknya sentuhanku sendiri. aku basahi jari telunjuk tangan kananku dengan memasukkan ke mulutku.

Kubuka mataku, ingin kuliat apa yg sedang Sony perbuat. Ah gantengnya. Dengan kontol yang sudah membesar, dikocok-kocoknya terus batangnya. Bikin aku semakin terangsang. Aku masukan jariku perlahan ke mulutku.. kukulum jariku..kusedot. Kunikmati getaran yg ada.

“Ehmm..mhhmm..achhhhhhh… ” sambil mendesah-desah, badanku kugoyangkan. Kubasahi putingku dg jariku. Kulingkari putingku, sambil kulirik Sony dengan lirikan nakal.

“Lo nakal, yaa..” sahut Sony sambil mengocok kontolnya.

Matanya memancarkan kesenangan sekaligus, kelaparannya.. Kubasahi lagi sebelah buah dadaku. Kulingkari lagi..

“Uuughh.. ” erangku menahan sensasi. Kemudian tangan kananku turun ke bawah.. ke perutku.. “Ughhghh..” badanku kuangkat sedikit ke atas.

“Terus honey..” Sony tak tahan lagi menunggu jalannya tanganku. Kuturunkan lagi. Ke atas g-stringku. Kugosok-gosok perlahan. Sambil mendesah..”mmhhmm..ehmm..” Kuselipkan satu jari ke baliknya.

“Aghh..”.. kurasakan memekku sudah basah. Semakin mudahnya aku memainkan jariku di sana.
“Kasih liat dong honey..” Sony memohon supaya aku membuka g-stringku. Aku semakin menjadi-jadi.. “Sabar dong, son..” sambil jariku kumasukan ke memekku..
”AGGgghh..” oh nikmatnya.. tangan kiriku semakin gencarnya meremas-remas buah dadaku. Gerakan badanku semakin tak karuan. Bergoyang ke sana kemari.

Akhirnya kubuka g-stringku. Kuturunkan perlahan. Sampai di lututku..
”Bukain dong, son..” dengan cepat ditariknya g-stringku.
“Ngga tahan ya..” kerlingku lagi.

Kubuka pahaku lebar-lebar. Biar Sony bisa melihat lebih jelas. Kumasukkan jari telunjuk kananku ke memekku.

“Aaagghh..nikmat..” maju mundur.. pelan-pelan. Kunikmati sensasi yg ada. memekku semakin basah. Kutambahkan jariku, kali ini 2 jari.

“Aghh.. ” kugoyangkan badanku.

Ketika jariku keluar, kuarahkan badanku ke jari. Ketika kumasukan kumundurkan badanku. Semakin licinn.. semakin dalamm.. semakin menggila kumasukan jarikuu..

“Oghh..Oghh..” Tangan kiriku berpindah. Kugunakan jari kiriku memainkan klitorisku.
“aghh.. ” semakin lama semakin tak terbendung lagi.. kugerak-gerakkan terus jariku. Keluar masuk. Keluar masuk. Semakin cepat. Akhirnya..
“Ahh..” aku tak tahan lagii.. becek deh. Basah. Becek. aku lemas..
Di ujung sana, Sony tersenyum puas melihat pemandangan tadi.
“Lo cantik sekali, honey.. aku suka melihatnya. ” Sony mendekatkan wajahnya ke wajahku.
”Masih mau aku?” tanyaku.
“Mau dong honey..”

Kami berciuman lagi. kontolnya yg besar, terasa di belahan pahaku. Kadang terasa menyenggol memekku. Ciumannya yg lembut sangat menyentuh. Lidahnya mencari-cari lidahku. Sony tahu sekali menghidupkan gariahku kembali. Nakal dia, di awal-awal chat Kami, dia menyelidiki apa yang aku suka. Kini badan Kami yg tanpa benang sehelaipun saling berpelukan dalam kehangatan.

“mmhh..hmm.” desahku merasakan lembut ciumannya. Ciuman Sony berpindah ke leherku, dijilatnya leherku, yg semakin membuat aku terangsang!
“Sonyy..”
”Ya honey..” Jilatannya semakin turun, ke dadaku.. ke buah dadaku.
“Aghh..” kurasakan buah dada kiriku basah oleh jilatannya. Sementara yg kanan diremas-remas olehnya. “Enak, ded..” dijilatnya yg kanan, dan yg kiri diremas-remasnya.
“Son.. teruss.. turun son..” Mukanya terangkat..
“Sabar dong honey..” gantian lirikan nakalnya menggangguku.



“Lo jahatt.. ” ujarku sambil mengelus-elus kepalanya. Jilatannya semakin turun. Perutku kena gilirannya. Diputar-putar lidahnya di pusarku.
“Aghh..” semakin turun lagi. Dibukanya pahaku lebih lebar. Jarinya membuka memekku. Kurasakan klitorisku dijilatnya lembut..
“Ughh.. enak son..” Dikulumnya hangat. Semakin lama semakin cepat. “son.. enakk..” bukan lagi klitorisku yg dijilatnya. Semakin ke bawah.. memekku dibukanya dengan kedua jarinya. Supaya lidahnya bisa masuk leluasa..

”Oughh.. ennaakk .. son..” pantatku melonjak-lonjak kenikmatan.
Dimasukkan lagi lidahnya lebih dalam, bikin aku semakin tak kuasa menahan gerakan pinggulku.
“Enak son.. ohh..oh.. enak son..”
Sony semakin bernafsu mendengar eranganku. Sodokan lidahnya semakin menjadi-jadi. Biarpun badanku tak bisa diam, Sony tak perduli..
“Sonyn.. enak bangett..teruuss” pantatku sedikit diangkatnya.  Sony tak menggubris, semakin dilahapnya memekku. Diisep, dijilat, trus diisep lagi .. disedotnya klitorisku dengan sedotan yg wowww.. aku ga tau lagi apa perasaanku yg ada aku menjeritt..
“Agghh.. Sonyn..” kurasakan cairan hangat keluar dari memekku. Gilaa.. lemes aku.

Tapi Sony ngga mau menunggu lama lagi. Ditindihnya tubuhku. Dibukanya pahaku. Didekatkannya batangnya ke lubang memekku. Digesek-gesek..
“ouhh..” dimasukkannya perlahan-lahan ..
“Aahh..” rintihku. Kupejamkan mataku menikmati.
Oughh.. nikmatnya. Sedikit demi sedikit batangnya menembus lebih dalam.
“Achh.. enakk..teruss son..” Sony menggerak-gerakkan badannya. Didorongnya perlahan..

“AAagghh.. yang cepat son.. yang keras.. ” pintaku.
Gerakannya berubah cepat. Dorongannya pun semakin keras, hingga badanku ikut terdorong.
“Ooohh enakk.. teruuss..” kontolnya terasa nikmat.
“Enak honeyyyyy..?” .
“Iya.. teruss son..” Aku semakin menggila, kakiku kuangkat dan kulipat mengelilingi pinggangnya. Kujepit lama tatkala Sony mendorong masuk. “Ohh..” Gerakannya bukan hanya semakin keras tapi juga semakin cepat. Tubuhku juga semakin cepat bergerak mengikuti iramanya.

“Aghh.. Lia, memiaw lo enakk..” kali ini bukan hanya eranganku, tapi juga erangannya. “Punyamu juga enak, honey..”
Tak disangka, Sony mencabut kontolnya dan mengubah posisiku ke doggy style. Sleebb.. kontolnya menembus memekku yang basah kuyub.
“Oughh.. ennaakk honeyg..” kuputar-putar pantatku mengimbangi permainannya.
“Liah.. gila kamuu..”
”.. teruuss masukin memekku. Yang keras son..” Sony semakin mengganas, erangannya pun tak kalah ganas..
”Agghh.. memek lo Lia..enakk.. enak ngentot sama lo honeyg..aghh..” kata-katanya sudah tak beraturan. Badannya terus bergerak. Mendorong kontolnya yg uenakk banget. Dikecupnya punggungku, diremasnya buah dadaku. Semakin membuatku ke puncak kenikmatan..

“Sonnnnnn .. gw mau keluaar..””Tunggu honeyg.. tahan bentarr..” gerakannya semakin cepat dan semakin liar “Aghh..” erangannya semakin tak karuan. Semakin cepat, semakin liar.. aku semakin tak tahan..

“Sonnnn.. ” bersamaan.. jeritanku berpadu dengan jeritan keras Sony..
“Achh.. gw keluar honeyg.. achh..” kurasakan cairan hangat membasahi memek gw berpadu dengan cairanku. Lemasnya lemasnya..

Tubuh Sony memeluk erat tubuhku dan aku menjatuhkan diri ke tempat tidur. aku balikkan badan ku yang masih telanjang bulat tanpa sehelai pakaianpu. Kupeluk erat tubuhnya ” terima kasih cinta. sudah memuaskanku.” Sony mengecup keningku!

“Ternyata lo seperti yg aku bayangkan. Cantik dan liar di tempat tidur. aku suka banget! Kamipun berpelukan, lupa akan janji Kami malam itu, untuk makan malam bersama! hehehe…keenakan ngentot jadi lupa makan ni ceritanya!

tags #Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: