Cerita Dewasa, Aku dijadikan Kuda Pacu oleh Sopir Pribadiku

Galeri Cerita Sex Dewasa Terbaru Disertai Foto Cewek – Cerita bokep terpanas sebelumnya yang berjudul Cerita Dewasa - Bagiku Ga Masalah Siapa yang Muasin Aku, dan  kali ini situs cerwasa.com akan membagikan cerita sex dewasa baru yang tidak kalah seru nya dengan judul Aku dijadikan Kuda Pacu oleh Sopir Pribadiku.


Saat ini usiaku menginjak 27 tahun. tinggiku 166 cm dengan rambut sebahu. kulitku kata kawan2ku sawo matang, karena jika putih pasti kalah denagn orang chinese. Tak heran selama aku kuliah dulu di daerah surakarta,banyak kawan sekampusku yang coba mendekati, tetapi hatiku terpaut hanya pada Mas Santosa saja. Bukan materi yang aku kejar pada dirinya, tetapi karena sikapnya yang santun thdp aku.

Selama ini dalam kehidupanku, aku tak merasa ada masalah rumah tangga maupun pekerjaanku. Suamiku juga amat pengertian dan memenuhi segala kebutuhanku baik lahir maupun batin. Aku dilahirkan dalam keluarga yang memegang teguh agama dan adat jawa tengah. Dan tak heran selesai kuliah aku dan Mas Santosa memutuskan untuk menikah, setelah cukup lama kami menjalin cinta kasih.

Kita tinggal di surakarta dan menempati rumah pemberian orang tua Mas Santosa. Di rumah yang luas dan asri ini, kita tinggal dan dikawani dua orang pembantu suami istri. Kedua pembantu itu telah lama ikut dengan orang tua Mas Santosa. Usia mereka kira2 55 tahun. yang perempuan bernama mak Ijah dan pak soleh. Kita mempercayakan rumah kepada mereka jika kita pergi kerja.

Suatu saat aku pulang kantor, tanpa sengaja aku menyerempet sebuah sepeda yang dikemudikan oleh seorang lelaki separo baya. Lelaki itu jatuh dan aku takut dan terkejut, maka aku larikan saja mobilku kearah rumah. Sesampai dirumah aku, masukkan mobil dan diam di kamar. Masih terbayang olehku saat, lelaki itu jatuh dan memanggil manggil aku untuk berhenti, tetapi aku tancap gas.

Dirumah perasanku tak tenang. setelah kejadian itu besoknya aku minta diantar kekantor dengan Mas Santosa. hampir tiap malam aku bermimpi bertemu dengan lelaki yang ku tabrak itu. Mas Santosa heran akan sikapku yang berubah dingin dan gundah gulana. Kemudian Mas Santosa menanyakan sebab perubahan sikapku itu. Akupun berterus terang dan Mas Santosa memahaminya. Kemudian ia sarankan aku untuk menggunakan seorang sopir, untuk mengantarku. Akupun setuju, sebab aku memang trauma sejak saat itu menyetir sendiri.

Beberapa hari kemudian, datanglah sopir yang dicari Mas Santosa itu. Alangkah terkejutnya aku, soalnya itu adalah orang yang aku tabrak tempo hari. Iapun terkejut, tetapi aku berusaha mengatur sikapku, aku yakin iapun masih ingat denganku saat ku tabrak. Supaya Mas Santosa tak curiga pada orang yang ku tabrak itu, maka aku setuju saja jika ia jadi sopirku. Aku pikir sebagai imbalan atas kesalahanku saat itu. Pak Sutono, Usianya kira2 56 tahun, tetapi masih kuat dan sehat.

Sejak saat itu aku selalu diantar Pak Sutono kemana aku pergi, baik kekantor atau belanja. Setiap pagi ia telah ada di rumah, dan siap2 membersihkan mobilku. dan suamiku telah akrab dgn Pak Sutono. Suatu hari saat mengantar aku kekantor sambil bincang2 Pak Sutono, bilang padaku. “Bu.. kalau ndak salah ibu dulu, nabrak saya dengan mobil ini kan?”.. tanyanya. Aku terdiam dan Pak Sutonopun berkata, “ibu,,, kejam dan tak bertanggung jawab”. Kemudian ku jawab…

“maaf pak.. waktu itu memang saya salah,, saya tergesa gesa saat itu,” jawabku. “Alahhhh kalian orang kaya memang begitu.. menganggap orang miskin itu sampah,” lanjutnya.. Kemudian ku jawab.. “jangan gitu pak? saya waktu itu benar2 khilaf” kataku lagi. Kemudian ia diam… Aku… pun diam saja saat itu, hingga sampai di rumah. Sejak kejadian itu sikapnya terhadapku jadi lain dan aku tak ambil pusing.

Aneh memang kenapa sejak saat Pak Sutono bertanya kepadaku saat itu, aku merasakan adanya sensasi tersendiri dalam hatiku saat menatap matanya. Perasaanku kepada Pak Sutono serasa ingin terus bersama dengannya. Jika ia pulang sore harinya,aku merasa ada yang hilang dalam hidupku. Dan pagi jika ia datang untuk mengantarku rasa itu jadi senang dan seperti kasmaran. Perasanku kepada Mas Santosa biasa saja.

Jum’at sore saat ia menjemputku, entah kenapa aku minta Pak Sutono untuk mampir dulu untuk singgah di sebuah restoran. Disitu aku mengambil tempat agak kesudut dan suasananya amat romantis. Pak Sutono kuajak makan. kita duduk berhadap hadapan, ia pandangngi terus mataku. Akupun demikian seperti aku memandang mas Santosa. Tanpa ada kata2 ia genggam jemariku saat itu, aku merasa tenang seperti gadis remaja dengan pasangannya. Pak Sutono kemudian meraih tanganku dan menciumnya.

Baru kali ini, tanganku di pegang orang selain suamiku dan ada rasa hangat yang mengalir di sekujur badanku. Beberapa saat kita menikmati suasana yang tak aku hendaki itu terjadi. Setelah itu kita keluar dari restoran itu dan menuju kemobil. Dalam mobiku itu, aku terdiam dan bingung akan kejadian barusan, otakku tak berjalan sebagai mana mestinya, soalnya aku bermesraan dengan sopirku yang tak sepadan denganku dan ia dengan bebasnya menggenggam dan meremas tanganku, dan saat sebelum mobil berjalan, Pak Sutono menoleh kearahku,dan kembali meraih jemariku dan kemudian ia rengkuh badanku kemudian ia kecup bibirku. aku kembali seperti orang linglung.

Sesampai dirumah aku terus terbayang sensasi kejadian tadi sore itu. Alangkah kurang ajarnya sopirku itu, bisik hatiku. Malam harinya, dengan separo hati, aku layani suamiku dengan apa adanya. Tak ada lagi rasa nikmat yang aku rasakan saat Mas Santosa mencumbuku dan menggauliku. Hatiku selalu terbayang wajah Pak Sutono. Kalau pikiranku sehat saat itu, aku berpikir apa istimewanya Pak Sutono? gak ada rasanya. tapi aku selalu terbayang wajahnya, sampai2 saat suamiku saat berada diatas badanku saat melakukan hubungan badan, aku kira Pak Sutono yang diatas badanku, tapi untunglah aku masih bisa mengusai diri.

Besoknya aku seperti biasa diantar olehnya, dan ia tambah berani dengan meraba paha dan dadaku, tangannya aku tepiskan, namun ia hanya senyum. Setiap hari, matanya tak luput memandangku dari ujung rambut sampai kaki. Entah kenapa setiap hari, ada2 saja yang ia pegang dari badanku, kadang dadaku, paha, kadang ia cium bibirku. Tetapi aku tak berontak.

Suatu ketika saat pulang kantor, mobil tak ia arahkan kerumah tapi, kerumahnya di kawasan kartosuro. Disana, suasananya sepi dan jarang ada rumah penduduk. Entah kenapa akau, mau saja diajak turun dan masuk kerumahnya, yang dikelilinggi pohon2 besar. Rumahnya terbuat dari kayu dan beratap genteng yang telah tua.

Dalam rumah itu hanya ada dipan beralaskan tikar dan sebuah bantal. Kemudian Pak Sutono menutup pintu rumah itu dan menyilahkan aku duduk di pinggiran dipan itu. Kalau dilihat, gubuknya seperti rumah dukun dan didindingnya ada semacam tulang2 dan bau menyan. Pak Sutono kebelakang dan tak lama kemudian muncul dan duduk di sampingku. “Bu… beginilah keadaan saya,” katanya…“oooo.. ndak apa lah pak?” jawabku.

Kemudian tiba2 saja ia lingkarkan tangannya di bahuku. “Aku merasa tak enak.. buk… saya,,, ingin… merasakan kehangatan badan ibu,,,” katanya. “Dulunya istri saya masih hidup jika tak ibu tabrak saya saat itu, saya masih bisa menolongnya, tetapi ibu, membuat saya terlambat.. dan istri saya meninggal,” terangnya.
“sekarang ibu,, lah yang menggantikannya…” lanjutnya lagi. Aku diam saja saat itu, aku begitu karena pikiranku sudah kosong dan dalam diriku ada semacam hasrat yang menghentak untuk dituntaskan dan lepaskan.

Setelah berkata begitu, satu persatu pakainanku dia lepas jatuh kelantai dan badanku ia raih hingga aku tak berpenutup lagi. Aku ia baringkan di dipan kayu itu, kemudian ia buka pakaiannya hingga, sama2 bugil denganku. saat itu aku sebelumnya hanya berpakaian kantor. kemudian ia jamah  inci demi inci badanku. Dan akhirnya ia hujamkan kejantanannya kekemaluanku berkali kali hingga derit dipan itu terdengar. Aku hanya mendengus dan merasa terus dijadikan kuda pacu.

Badan mulusku dijamah Pak Sutono berulang ulang, hingga akhirnya ia pancarkan cairan hangat itu didalam rahimku, ada rasa hangat dan tegang saat ia sampai klimaks. Aku pun tanpa kusadari dari tadi telah pula orgasme. Badanku saat itu penuh dengan keringat dan bercampur dengan keringat Pak Sutono. Aku mersakan perih dan ngilu pada selangkanganku karena kejantanan Pak Sutono panjang dan besar juga. hampir seluruh kulit badanku merah2 dan putingku serasa panas akibat gigitan Pak Sutono.

Beberapa saat kemudian aku di suruh berpakaian dan berbenah seperti biasa lagi. aku pulang diantarkanya dengan mobilku. Dalam mobil aku merasa sesal telah mengkhianati Mas Santosa, tetapi apa dayaku, sebab Pak Sutono amat berkuasa terhadap badanku, hingga ia berhasil menelanjangngi dan menyebadani ku. Sejak saat itu, bila ada waktu saat aku pulang kantor, Pak Sutono selalu menggagahiku dan kadang jika suamiku ke jakarta, ia dengan seenaknya tidur di rumahku dan kamipun bersetubuh di atas ranjang pengantinku.

Setiap ia menggauliku aku seakan merasakan puas dan pegal2 pada selangkangannku. Para pembantuku tak curiga atas tindakan kita itu. Pak Sutono pun tampaknya bisa menutup mulut kedua pembantuku. Selama 6 bulan aku menjadi bulan2an nafsu Pak Sutono, itu, akupun merasakannya. Tetapi aku sedikit tenang, aku tak bakalan hamil, karena aku sudah memasang kontrasepsi, karena hampir setiap berhubungan sex dengan Pak Sutono, ia selalu mengeluarkan air maninya dalam rahimku.

Dan memang aku sempat mencium bau tak enak saat ia berada diatas badanku. Bau keringatnya amat busuk, tetapi aku selalu mengganti sprei ranjangku setiap ia meniduriku, sebab bau keringatnya akan tinggal di kain sprei itu. kamarpun aku semprot dengan wewangian dan acnya selalu menyala.


Pada akhirnya barulah aku mengetahui dari seorang kawan bahwa Pak Sutono adalah seorang dukun dan aku telah di guna- gunainya. Atas saran dan bantuan seorang orang pintar di tempat rekan kerjaku itu, kini aku telah terbebas dari guna-guna Pak Sutono. Iapun kemudian, aku pecat dan ia sempat mengancamku, akan membongkar hubungan sexku dengannya kepada suamiku. Kuberikan sejumlah uang dari tabunganku aku, minta dia keluar. Sejak saat itu ia tak pernah muncul lagi…

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: