Cerita Dewasa, Aku Dikerjai Bareng 8 Cowok

Galeri Cerita Sex Dewasa Terbaru Disertai Foto Cewek – Cerita bokep terpanas sebelumnya yang berjudulCerita Dewasa, Terima Kasih Sayang... Kamu Telah MemberikanPengalaman yang Luar Biasa dalam Hidupku , dan pada kesempatan kali ini situs cerwasa.com akan membagikan cerita sex dewasa baru yang tidak kalah seru nya dengan judul Aku dikerjai Bareng 8 Cowok



Cerita Dewasa, Aku dikerjai Bareng 8 Cowok - Kenalan dulu ya, Namaku Cynthia, tinngi badnku hanya 165 cm dan aku mempunyai wajah yang menurutku lumayan cantik. Sdh sejak 3 tahun lalu, aku selalu “haus seks”. Sejak saat itu, aku selalu mencari cowok yang bisa aku ajak nge-seks. Aku tdk peduli itu cowok apa, yang penting dia punya Rafing yang bisa memuasin aku. Banyak sekali teman teman cowok ku yang sudah merasakan kehangatan tubuhku sekaligus dahsyatnya cengkeraman MQku. Begitulah hidupku di LA. Sekarang aku mau cerita tentang pengalaman seks ku yang tak terlupakan.

Hari itu kuliahku  sampai jam 9 malam, parkiran mobil pun sdh gelap. Sambil melihat kanan kiri, aku pun berlari-lari kecil menuju ke mobilku yang ku parkir di belakang gedung science. Saat sampai di mobil, HP ku berbunyi. Ternyata dari si Rafa.

“Hakamu Cyn, lagi ngapain?” tanya si Rafa.
“Ini nih, lagi mau pulang Rafu aja selesai kelas” sahutku sambil menstater mobil.
“Ooh, mau ke sini ga? Kita ntar mau ngadain pesta nih. Kan hari sabtu, masa di rumah aja sih?” Si Rafa pun nyerocos.
“Oh yaaaa…? Mau donk, kalau gitu aku ke sana sekarang deh” jawabku Dengan senangnya.
“OK dech. Bye bye”

Sejak hidup di LA inilah, aku selalu suka Dengan kehidupan malam. Pesta, diskotik ataupun pergaulan bebas. Dan akupun segera merapikan rambut dan pakaianku, aku mulai membubuhkan make-up tipis di mukaku. Setalah selesai, aku pun mengendarai mobilku menuju ke tempat Rafa. Rafa adalah anak orang kaya. Apartemenyapun sangat lux dan mahal harganya. Aku pun memberhentikan mobilku di depan Liquor Store.

Saat aku turun dari mobil, Walah …banyak cowok bule yang melihat dan bersiul kepadaku. Saat itu aku hanya mengenakan rok pendek dan kaos putih ketat. Payudaraku yang berukuran 34 c itu pun tampil kian menggoda. Memang payudaraku cukup besar untuk orang seukuranku. Saat aku sedang mencari cari liquor kesukaanku, Hp ku pun berbunyi lagi.

Saat kulihat nama Rafa, aku segera menjawab. Hanya percakapan kecil yang terjadi, ternyata dia minta dibelikan beberapa botol bir. Aku pun segera mengambil sebotol XO dan 12 botol corona. Setelah membayar, aku pun segera mengemudikan mobilku ke tempat Rafa. Beberapa aku pun tiba di tempat Rafa. Rafa pun menyambut ku Dengan gembira. Saat aku masuk, ternyata tdk ada seorang pun di situ selain aku dan Rafa.

“Kok ga ada anak anak? Katanya mau pesta?” tanyaku keheranan.
“Ntar lagi juga pasti datang” jawabnya sambil tersenyum.
“Siapa aja sih?” kejarku.
“Cowok-cowok lah, ada 7 orang malahan.” katanya sambil berjalan ke dapur.
“Jadi aku cewek sendiri nih?” tanyaku keheranan.

Dengan santainya dia cuma menjawab “Yup, kenapa?kamu ga suka? Kankamubiasanya suka main keroyokan. Apalagi kalau ceweknya hanya kamusendiri.”
“Kamu gila kali ya?kamu bikin pesta buat cuman ngentotin aku rame rame?” tanyaku Dengan serius.
“Bukannya kamu emang suka kayak gituan, apalagi Rafing mereka gede gede kamu. Tenang aja, dijamin puas” imbuhnya sambil ketawa nyengir.

Aku cuma diam saja. Rafa memang sering nge-seks Denganku, tp kita tdk pacaran. Aku juga pernah nge-seks Dengan Rafa dan dua temannya. Tp kali ini TUJUH orang. Aku takut tp aku juga terangsang. Aku memang sangat suka menjadi pusat perhatian apalagi gangbang. Rafa tau itu. Rafa tau semua tentang aku. Tp aku cuma tau sedikit tentang Rafa. Dia sangat suka melihat cewek di entot rame rame.

“Kenapa? kok diem bengong gitu?” tanya Rafa sambil mengusap usap tangannya ke pantat kiriku.
“Ga napa napa kok” jawabku singkat.
Aku memang sdh biasa Dengan kelakuan Rafa. Tangan Rafa yang tadi cuman memegang pantat kiriku, kini meremas remas pantatku Dengan kerasnya.
“Udah lah Rafa, siapin dulu donk makanan buat pestanya” kataku sambil menepis tangannya.
“Kok gitu sih? Ayo donk kan udah lama aku ga liat kamu bugil” katanya santai.
“Ya udah kalau kamu mau, tp siapin dulu donk makanannya. Habis itu kalau ada waktu aku mau mau aja. Gimana? Mau ga?” tanyaku menggoda.


“Hahaha. Kita cuma makan chips doank kok malem ini. Tuh chipsnya udah ada. Tinggal dibuka doank” katanya sambil memasang muka mesum.
“Iiih, benci aku ama kamu” kataku sambil mencuekin muka mesum dia.
“Ya udah aku bikinin salad deh. Mau ga?”
“Bikin lah kalaukamumau” katanya singkat.

Saat aku membuat salad di meja dapur, tangan tangan Rafa menjelajahi pantatku. Aku yang sdh biasa Dengan itu cuma mendesah desah kecil. Aku merasakan kedua tangannya mengangkat rok ku sampai ke pinggangku. Dia hanya bersiul Saat melihat pantatku yang penuh. Waktu itu aku memakai G-string jadi dia bisa melihat semuanya.

“Auw” jeritku Saat Rafa memukul pantatku sambil ketawa. Aku pun meneruskan mengaduk salad Saat dia menurunkan  g-stringku sampai ke lantai. Aku segera mengangkat kakiku dan menendang g string itu ke belakang. Aku kira Rafa akan segera memasukan penisnya ke dlma memekku, tetapi dia hanya menurunkan rok ku dan merapikannya.

Aku terheran heran Saat dia melakukan itu tp aku tdk mengatakannya. Kini tangan Rafa mulai meraba raba dan meremas payudaraku sambil mulutnya menciumi leherku. Aku hanya melenguh kecil Saat dia meremas payudaraku Dengan agak keras. Aku memberhentikan kerjaanku dan mencoba menikmati rangsangan Rafa.

Rafa pun mulai melepas baju ketatku. Rafa terdiam saat dia melihat tubuhku yang setengah bugil. Aku yang sdh sangat terangsang mulai memijit mijit penis Rafa dari luar celananya. Rafa pun melenguh keenakan Saat aku remas remas dan kukocok penisnya perlahan. Rafa tdk diam saja, dia langsung melepas behaku dan melemparkannya.

Aku yang hanya memakai rok mencoba membuka baju Rafa. Tp Rafa cuman menepis tanganku. Rafa pun ketawa Saat melihatku kebingungan. Rafa pun mulai membungkuk dan mengambil beha dan g stringku yang berserakan di lantai. Kemudian dia berjalan ke kamarnya meninggalkan aku yang kebingungan dan sangat terangsang.


Saat aku tersadar bahwa payudaraku terpampang bebas, aku pun kembali mengenakan kaos putih ketatku. Aku merasa kalau putingku tercetak jelas Dengan baju itu. Tp aku tdk punya pilihan lain. Rafa pun kembali ke dapur dan kulihat bahwa beha dan g stringku telah dia sembunyikan.

“Boleh juga susu kamu, lebih keliatan gede lho” katanya sambil meremas remas susuku.
“Mau kamu apa sih? Mau ngentot ga sih kamu?” tanyaku sdh tdk saRaf.
“Oh,kamu mau ngentot?” tanyanya Dengan muka sok innocent.

Aku pun menjadi malu sendiri. Belum sempat aku menjawab, telpon apartement Rafa berbunyi. Aku tau kalau teman temannya sdh ada di luar. Mereka cuma minta dibukain pintu saja.

“Nih kalau kamu mau ngentot, mending kamu sekarang emut kontol aku sampe aku keluar” tantangnya
“Ada tamu Rafa” kataku sambil kebingungan.
Rafa pun segera memencet tombol untuk membuka pintu apartemen. Apartemen Rafa ada di lantai 8.
“Masih ada waktu kok”, kata Rafa sambil meringis, “ayo mau ga?”
“Ntar kalau mereka liat gimana?” kataku sambil melihat ke pintu.
“Cuek aja lah. Mereka juga udah tau kalau kamu suka nge seks, apalagi aku udah kasih tau mereka kalau kamu suka di gangbang. Udah nyerah aja, ntar jugakamupasti ngemut kontol mereka juga”.

Aku pun hanya diam dan berjongkok di depan dia. Tanganku mulai membuka resletingnya dan ku keluarkan penis dia yang terbilang besar itu. Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya. Rafa hanya melenguh kecil sambil menjambak rambutku Saat aku memasukkan penisnya sampai masuk ke tenggorokanku. Aku memang pandai sekali memberi Deep Throat.

Saat aku memberi dia deep throat, Rafa pun segera melenguh panjang dan menembakkan air maninya ke mulutku yang langsung kutelan. Aku memang suka menelan air mani cowok. Rafa hanya tersenyum Saat aku menjilat jilat batangnya yang perlahan mengecil. Rafa pun memasukan senjatanya kembali ke celananya dan aku hanya mengusap bibirku Dengan tissue. Tak lama, Pintu apartemen Rafa pun terbuka dan masuklah tujuh orang yang tdk aku kenal. Mereka semua berbadan bagus dan bertampang biasa aja.

“Hakamu Rafa, siapa tuh ceweknya?” tanya teman si Rafa yang akhirnya kuketahui namanya Tonny.
“Oh dia Cynthia, temen aku” Kata Rafa santai “Kenalan sana”

Selanjutnya, aku pun berkenalan Dengan mereka semua. Aku tdk bisa mengingat nama mereka semua karena mereka terlalu banyak. Rafa pun segera bercakap cakap Dengan mereka sementara aku masih di dapur menyiapkan makanan. Saat aku sedang mencari cari tempat buat chips, aku merasakan ada tangan yang memegang pantat ku. Aku kira itu tangan milik si Rafa, jadi aku hanya diam dan meneruskan kerjaanku.

“Hmm, boleh juga pantat kamu”
Saat aku mendegar bahwa itu bukan suara Rafa aku pun kaget dan segera menepis tangan itu.
“Pandai juga si Rafa kalau cari cewek” ternyata itu si Tonny.
“Udah ga usah sok jual mahal, Rafa udah ngomongin kalau kamu itu suka seks” imbuhnya.

Aku kaget Saat dia ngomong secara terus terang. Aku hanya diam saja sambil menunduk malu.
“Kamu tau kenapa kamu di sini?” tanyanya lagi.
Aku hanya menggelengkan kepala saja.
“Kamu itu di sini buat muasin kita kita. Mending kamu sekarang ikutin aja apa yang aku bilang atau kamu bakalan diperkosa rame rame oleh mereka.” katanya mengancam.

Aku yang tdk punya pilihan lain hanya mengangguk menurut.

“Hehehehe.. bagus. Sekarang kamu temenin mereka ngobrol trus aku bakalan siapin minumannya.” suruhnya. Aku pun hanya mengangguk dan mengambil salad yang tadi aku buat. Ternyata mereka lagi berjudi. Aku tdk tau apa yang mereka mainkan tp mereka menyuruhku duduk dan ikut main. Mereka pun segera menjelaskan peraturannya.

Aku Rafu tau kalau mereka itu bermain poker, tp yang menang bisa menyuruh salah satu dari yang kalah untuk melepas baju. Aku pun mengiyakan aja meskipun aku tau kalau aku kalah dua kali maka aku akan bugil bulat. Aku pun tersadar, jadi ini maksud Rafa mengambil beha dan g stringku. Aku hanya melirik ke Rafa yang senyum kemengangannya.

Tak lama, Tonny pun datang membawa minuman. Dia memberiku sebotol corona yang tadi kubeli dan kuminum pelan pelan. Saat ronde pertama di mulai, mereka pun segera Dengan cepatnya mengatur kartu mereka. Aku yang tdk tau apa apa, cuma melihat kartuku dan meminum coronaku. Aku merasa bahwa salah satu dari mereka menang, mereka pasti akan menyuruhku membuka bajuku.

Benar juga, aku tdk tau apa nama kartuku tetapi meraka ngomong kalau aku kalah. Maka salah satu dari mereka menyuruhku melepas bajuku. Saat aku membuka bajuku, mereka hanya berkomentar tentang susuku yang besar itu. Aku yang setengah bugil hanya menunduk malu dan menutupi putingku Dengan tanganku. Tak lama kemudian, mereka memulai ronde yang kedua. Aku merasa bahwa muka dan badanku mulai memanas, aku tdk tau apakah itu reaksi dari bir atau sorotan sorotan mereka.

Aku yang mulai merasa canggung, mulai meminum birku sampai habis. Tak lama kemudian, ronde ke dua berakhir Dengan melayangnya rokku. Memekku yang tak berambut itu sdh tdk tertutupi apa apa. Aku merasa memekku mulai gatal, dan aku tersadar kalau Tonny telah mencampurkan obat perangsang ke dlm bir ku. Aku yang sdh tdk bisa menahan gatalnya mulai menggesek gesekkan pahaku.

“Hehehehehe, terangsang ya cyn?” tanya si Rafa Dengan santainya. Aku cuma diam saja dan menunduk.
“Kalau mau ngerasain kontol kita kita bilang aja Cyn” imbuhnya.
Aku sangat malu, tp aku juga terangsang Dengan hebatnya. Aku yang masih menggesek gesekan pahaku tanpa sadar mengeluh terangsang. Mereka cuma tertawa melihatku seperti itu.
Aku pun bilang ke Rafa
“Rafa, please masukin kontol kamu”.

Mereka yang mendengar itu hanya tertawa dan mulai mengeluarkan kontolnya.

Rafa pun menjawab
“Kalau kamu mau dientot,kamu ngomong ama mereka semua, jangan cuma aku doank. Ntar yang lain kan iri” katanya mengejek.
“Pliiiissss… entot aku, aku udah ga tahan lagi” kataku sambil merangkak ke salah satu dari mereka dan mulai meremas remas kontolnya.
Mereka hanya ketawa dan memanggilku
“maniak seks”,
“cewek gila kontol” dan lain lain nya.

Aku pun segera memasukan kontol yang kupegang itu ke mulutku. Kumulai Dengan mencium kepala kontolnya dan menjilat jilat batangnya yang sdh tegang. Empunya kontol itu pun segera mengeluh tertahan dan memegang kepalaku dan memaksaku memasukan kontolnya yang panjang itu ke mulutku. Aku hanya memejamkan mata saat aku merasakan kontol lain menerobos dinding vaginaku.

“Oohhhhhhhhhhh …….”, lenguhku tertahan.

Seseorang yang mengentotku dari belakang itu segera memaju-mundurkan kontolnya di memekku. Aku merasa kalau tiap kali dia mendorong pantatnya, kepala kontolnya menyentuh dinding rahimku. Salah seorang dari mereka memukul pantatku hingga merah dan memasukan salah satu jarinya ke dlm anusku. Aku pun hanya melenguh keenakan. Saat aku masih keenakan merasakan jari di anusku, kontol yang ada di mulutku segera menyemprotkan air maninya dan langsung kutelan. Aku pun mulai menjilati kontol itu Dengan maksud membersihkannya.

Cowok yang kujilati kontolnya itu hanya tersenyum dan meremas susuku.
Dengan tiba tiba, cowok yang memompaku dari belakang menarik kontolnya. Aku yang masih belum keluar menoleh Dengan protes tp kulihat kalau itu ternyata si Tonny yang memompaku dan Tonny hanya berdiri dan meninggalkanku sambil tersenyum. Dia pun menyuruhku untuk menungging Dengan tangan di meja makan. Aku pun menurut saja.

Saat aku sdh dlm posisi menungging, Tonny pun Dengan kasarnya memasukkan kontolnya di anusku. Aku pun menjerit menahan sakit yang luar biasa itu. Setelah 2 menit kesakitan, aku pun mulai merasa nikmatnya anal seks. Aku pun segera mengikuti irama Tonny, dan Tonny pun segera mengangkat kedua pahaku Dengan kontol yang masih di anusku. Aku pun tdk punya pilihan lain selain bersandar kebelakang supaya tdk jatuh.

Tonny Dengan perlahan menaik turunkan tubuhku sambil memutar badannya. Maka memekku pun terpampang Dengan jelas ke cowok cowok yang laen. Aku sangat kaget Saat aku melihat si Rafa merekam kejadian itu dan temannya memfotoku. Tp, kenikmatan yang aku dapatkan dari Tonny menelan kekagetanku dan membuatku orgasme. Aku segera menggerang gerang keenakan sambil memilin milin puting kananku. Aku merasa ada cairan vaginaku yang menetes keluar.

Kemudian, aku merasa si Tonny mulai mempercepat kocokannya di anusku. Aku yang takut jatuh segera menyenderkan tubuhku ke belakang dan membiarkan susuku mekamuncat kamuncat Dengan bebas. Aku pun juga melihat lampu lampu flash kamera yang mengabadikan kejadian itu. Tonny pun segera menjatuhkan tubuhku di kasur yang sdh disiapkan cowok cowok lain di ruang tamu. Aku jatuh Dengan telungkup Dengan kontol yang masih di anusku.

Dengan cepatnya, si Tonny mencabut kontol itu dan segera mengeluarkan spermanya di dlm gelas wine yang bening. Aku yang kelelahan cuma melihat itu Dengan penuh tanda tanya. Belum sempat aku mengatur nafas, Tonny menyuruhku menjilati kontolnya sampai bersih. Aku menjilati kontol itu Dengan perasaan yang jijik. Kemudian salah satu dari mereka segera mengangkatku dan memasukkan kontolnya ke memekku. Aku pun cuma melenguh tertahan.

Cowok itu segera memaju mundurkan kontolnya Dengan aku keadaan berdiri. Aku hanya bisa berteriak teriak kecil karena kontol itu sangat besar diameternya. Aku merasa ada kontol laen yang menerobos anusku. Aku merasa seperti sandwich karena diapit kedua cowok besar itu.

Tak berapa lama kemudian aku pun orgasme lagi dan lagi. Tiap kali mereka mau keluar, mereka segera mencabut kontolnya dan mengeluar kan air mani merek di dlm gelas wine. Aku masih bingung Dengan itu, tp ketiga orang yang bekamum mengentotku segera mengeroyokku. Ada yang memasukkan kontolnya ke memekku, ke mulutku ataupun mengentot susuku. Aku sdh seperti di dlm sorga dunia. Aku tdk tahu sdh berapa kali aku orgasme malam itu.

Mereka mengentotku Dengan nonstop. Selalu ada kontol yang mengisi vaginaku. Saat mereka semua sdh selesai mengentotku, mereka menaruhku di sofa Dengan kepala di bawah. Aku sdh tdk tahu apa yang terjadi tp Dengan samar samar aku lihat Tonny memasukan leher botol bir yang masih penuh isinya ke vaginaku. Aku pun segera terasadar Dengan adanya benda dingin di vaginaku, tp aku sdh terlalu capek untuk berontak.

Aku hanya bisa melihat Tonny menaik turunkan botol itu di vaginaku, aku merasakan bir yang meleleh turun dari vaginaku ke susuku. Kemudian, Tonny segera menarik botol bir itu dan menyuruhku membuka bibir memekku Dengan tanganku. Akupun hanya menurut saja, aku melihati Tonny memasukan sedotan ke dlm memekku yang penuh Dengan bir dan Dengan segera aku merasakan bir itu disedot oleh Tonny dan ditelannya.

Mereka semua tertawa saat melihatku melenguh menandakan aku orgasme lagi. Aku yang sdh terlalu capek, mulai merangkak ke atas kasur di lantai ruang tamu dan aku pun tertidur.

Keesokan paginya, aku pun terbangun Dengan sebuah mentimun di memekku. Aku kebingungan dan aku lihat cowok cowok itu sdh tertidur Dengan lelapnya di sebelahku dan di sofa. Aku pun segera mengeluarkan mentimun itu dari memekku. Saat itu, aku Rafu merasakan panasnya anusku dan sakitnya memekku. Dengan sedikit tertatih aku berjalan mencari baju baju ku. Aku menemukan kaos putihku dan rok ku yang langsung kukenakan. Akupun berjalan ke arah kamar mandi untuk merapikan diri.

Ketika aku sedang menyisir rambutku yang acak acakan, pintu kamar mandi terbuka Dengan tiba tiba dan aku lihat Tonny menyeruak masuk. Aku cuma melihat apa yang bakalan dia lakuin. Tak kuduga, dia Dengan tanpa malu mulai kencing Dengan enaknnya. Aku yang melihat itu hanya menggelengkan kepala Dengan jijik. Setelah aku selesai menyisir rambutku, aku segera keluar secepat mungkin dari kamar mandi itu sebelum si Tonny menyuruhku berbuat yang macam macam.

Aku segera mencari dompet dan kunci mobilku, tapi Rafa memegang tanganku dan menyuruhku minum pregnancy pil dulu. Rafa menyuguhkan pil itu dan segelas air putih yang langsung kuminum.

“Hebat juga kamu Cyn semalem” pujinya
“Sakit semua nih Rafa” jawabku sambil meringis “Aku pulang dulu ya capek nih”
“Ya udah tp minum ini dulu ya?” katanya sambil menyogorkan gelas yang penuh Dengan sperma “aku tau kamu pasti suka”
“Aduh Rafa aku laper banget, dari kemaren malem aku belum makan” jawabku mengiba.
“Enggak, minum dulu Rafu boleh pulang. Udah lah cepet minum” tegasnya.
“Iiiiiihhhh … maksa banget sih” gerutuku.

Rafa pun segera mengambil video camnya dan menyuruhku bergaya seolah olah aku menikmati minum sperma. Aku pun hanya tersenyum sambil menegak habis sperma itu. Dan Rafapun tersenyum dan berkata

“Mulai hari ini kalau kamu ke mana mana usahain jangan pake beha atau celana dalem, ok? jadi ntar kalau aku kepengen ngentot, cuma tinggal masukin doank” katanya sambil ketawa.
“Gila kamu” umpatku sewot sambil ngekamuyor pergi.

Aku yang sangat lelah segera meninggalkan tempat Rafa Dengan setengah berlari. Tak kuduga, itu membuat susuku yang tak berbeha itu mekamuncat kamuncat Dengan bebasnya. Aku yang sdh kelaparan, segera membuka pintu mobilku dan Dengan segera menancap gasnya. Saat aku sedang di highway, aku pun mulai berpikir apa yang bakalan Rafa lakuin Dengan foto dan video tadi malam itu. Aku pun galau dan kalut, aku takut kalau Rafa bakalan menyeRafkan foto foto itu ke teman temanku.

Aku pun mencoba menelpon tempat Rafa, tp tdk ada yang menjawab. Aku takut untuk kembali ke tempat Rafa karena anus dan memekku yang masih sakit. Maka kuputuskan untuk pulang ke rumah dan mengisi perut yang dari tadi merengek rengek untuk diisi. Begitu sampai di rumah, sekilas kulihat jam yang sdh menunjukkan pukul 10 pagi. Segera kugoreng 2 tekamur ayam untuk kumakan. Hanya segelas air putih dan air mani yang terisi di dlm lambungku.

Selesai makan, aku pun segera melepaskan bajuku dan mulai mandi. Selesai mandi, aku segera mengoleskan mauisturiser ke memek dan anusku. Terasa dingin dan enak sekali. Tak terasa, aku pun mulai menggerang keenakan. Tp segera kutepis keinginan untuk masturbasi. Saat aku mulai menggosok gigiku, kuperhatikan leherku yang banyak sekali bekas cupangan.

“Sialan” umpatku dlm hati. Aku pun segera memeriksa cupangan cupangan itu. Ternyata, bukan hanya di leherku, tp di daerah susuku banyak sekali cupangan yang terlihat sangat merah. Aku cuma menggosok gosok bekas cupangan itu Dengan penuh kesal. Setelah menyikat gigiku, aku pun segera keluar dari kamar mandi Dengan bugil. Aku memang jarang memakai baju kalau di rumah. Segera kunyalakan TV untuk memecahkan keheningan. Aku segera melepas lelah Dengan tiduran di sofa. Tak lama, aku pun terlelap dlm mimpi. Saat aku terbangun, aku melihat sebuah ampkamup coklat di atas meja.

“Buat: Cynthia” Hanya itu yang tertulis di ampkamupnya, tdk ada nama pengirim atau pun alamat. Aku yang terheran heran segera berlari ke pintu, tp kudapati pintu masih terkunci rapat. Hanya si Rafa yang punya kunci cadangan rumahku. Kutebak kalau isi ampkamup itu adalah foto foto dari pesta seks tadi malam. Dengan cepatnya kurobek ampkamup itu dan kudapati puluhan foto bugil dan foto ku yang di entot rame rame itu.

Foto demi foto aku lihat Dengan teliti. Tak kuduga, foto foto itu bisa membuatku terangsang. Kagetnya aku Saat kulihat adegan yang aku sedang tertidur. Ternyata mereka memasukkan bermacam macam Rafing ke dlm memekku. Dari mentimun, botol beer bahkan sepatu hak tinggiku. Terus terang aku sangat terangsang melihatnya, tp aku takut kalau Rafa bakalan menyalahgunakan foto itu.

Saat aku mau menelpon Rafa, kulihat bahwa ada pesan di mesin penjawabku. Aku segera mendegarkan pesan itu. Ternyata si Rafa.

“Cyn, gimana bagus ga fotonya? Aku tadi ke rumah ekamu trus aku liat kamu tidur bugil gitu. Bagus lho bekas cupangannya. Hahaha.. Oh iya aku tadi ambil semua beha dan celana dalem kamu di lemari pakaian kamu. Koleksi kamu banyak juga ya. Sekarang kamu gk usah pake kayak gituan lagi lah. Kamu lebih seksi kok kalau ga pake. Trus kamu kalau lagi bulanan kamu ke rumah aku aja minta celana dalem ekamu. OK? Call me ”

Tercengang aku mendengar berita itu. Segera aku lari ke kamarku dan kulihat bahwa memang benar kalau beha dan celana dlmku sdh raib. Kuraih telpon di kamar dan langsung ketekan nomor hp Rafa. Tapi dengan santainya dia menjawab.

“Hakamu sayang, udah bangun nih?”
“Udah gila!. Kok kamu bisa bisa nya sih ambil semua beha ama CD ku?”, teriakku marah
“Udah lah, kan kamu jadi kelihatan lebih sexy kalau ga pake itu”, belanya.
“Seksi apa?kamu gila Tauuu? Ntar kalau orang orang tau muka aku mau ditaruh di mana?”, jawabku Dengan kesalnya.

“Heheheh, pilih mana kamu, orang orang tau kamu ga pake beha ama celana dalem atau kamu yang digarap rame rame ama temen temen aku tadi malem?”, katanya sedikit mengancam.

Bagai disambar petir di siang bokamung, aku sangat kaget mendengarnya.

“Mau kamu apaan sih, Rafa? Kamu ga bakalan nyampain foto foto dan video itu kan?”, pintaku memelas.
“Kalau kamu masih ngotot beli beha ama celana dalem lagi ya pasti aku seRafin sih”, tegasnya.

Duniaku pun serasa runtuh mendengarnya. Tak sadar aku cuma terduduk di lantai Dengan bengong, sedangkan Rafa menutup telponnya. Bangkit berdiri, aku menaruh gagang telpon ku ke tempatnya. Aku segera mengambil robe mandi untuk menutupi tubuhku yang bugil. Lalu, aku berpikir sejenak kulepas robeku dan langsung ku kenakan kemeja hitam yang agak kamunggar dan celana jeans.

Kurapikan rambutku dan Dengan setengah berlari, aku menyamRaf kunci mobil dan dompetku, tak lupa juga kuambil kaca mata hitam yang tergeletak di sampingnya. Tak lama kemudian, kupacu mobilku kembali ke tempat si Rafa. Aku tau dia sedang tdk ada di rumah. Sesampainya di sana, segera kubuka apartemenya Dengan kunci yang pernah dia berikan. Terkejutnya aku saat ku lihat Rafa sedang duduk Dengan enaknya sambil ngerokok.

“Kenapa Cyn? Mau lagi?”, tanyanya setengah mengejek.
“Kasih klisenya ke aku”, bentakku setengah melotot.
“Nih ambil aja” katanya sambil melemparkan klise itu ke arahku.
Tak kuduga, Dengan gampangnya dia menyerahkan klise itu. Saat kulihat muka si Rafa yang penuh Dengan senyum itu, aku merasa ada yang tdk beres.
“Kamu udah bikin ini digital ya Rafa?”, selidikku
“Yup”, jawabnya Dengan singkat.
“Rafa kamu hapus donk pliiiiis. Aku ga mau kalau temen temen aku tau”, rengekku.
“Ga bakalan kok. Aku cuma pengen aja punya foto kamu yang lagi dientot rame rame. Swear, aku ga bakalan kasih ke siapa pun juga”, timpalnya.
“Awas ya,kamu udah janji nih”, ancamku.
“Okey …. okey”, jawabnya.

Aku pun langsung lega mendengar itu. Aku tau Rafa adalah orang yang bisa pegang janji. Kemudian kuingat kalau Rafa masih menyimpan beha dan celana dlmku.

“Trus beha and celana dlmku gimana?”, tanyaku
“Ooh itu, udah aku buanglah”, jawabnya sambil ketawa.
“Kamu boong kan?”, tanyaku Dengan kaget, “Itu mahal Rafa”
“Berapa sih? aku ganti deh”, jawabnya singkat.

Tak berdaya aku mendengar jawaban itu. Pikiranku sdh kalut. Cuma kutatap Rafa yang memasang tampang cuek Dengan penuh kebingungan. Memang dia berduit tp jawabannya benar benar menusuk di hati. Ruangan itu menjadi sangat sunyi sejenak.

“Mau makan siang ga Cyn?” tanyanya memecah kesunyian. “Aku mau makan nih cuman ga ada yang nemenin.kamumau ikut ga?”, tanyanya lagi.
“Ya udah”. jawabku Dengan pasrah.

Di dlm lift, Rafa Dengan santainya mulai meremas susu dan pantatku. Kudiamkan saja Saat Rafa bilang kalau tanpa beha dan celana dlm aku terlihat lebih merangsang. Lift pun segera turun ke lantai bawah sedangkan Rafa hanya meremas remas susuku dan sesekali melintir putingku. Aku Dengan setengah terpejam menikmati permainan itu. Tak sadar, aku tengah mendesah desah dlm nafsu mengikuti permainan tangan Rafa di susuku.

Tp permainan itu segera selesai saat Lift pun berhenti di lantai paling bawah. Kami berdua segera menuju ke mobil si Rafa. Tak kuduga Dengan santai nya dia membuka 2 kancing bajuku dan berkata, “Gini kan lebih sexy”. Aku hanya menggelengkan kepala mendengarnya. Tanpa memakai beha dan Dengan belahan dada yang begitu rendah, membuat orang orang bisa melihat susuku Dengan tanpa halangan kalau aku sedikit membungkuk.

“Body kamu itu terlalu seksi lagi, buat apa di tutup-tutupin”, katanya Saat melihatku mencoba mengancingkan bajuku. “Kenapa sih?kamu minder ama tubuh kamu?”, sahutnya lagi.

Urunglah niatku untuk mengancingkan bajuku. Dengan muka yang bete, aku segera duduk di bangku depan di samping Rafa. Dia segera mengemudikan mobilnya ke arah China Town. Dengan tersenyum kepadaku, Rafa menunjuk ke arah pangkal pahanya. Aku yang sdh tau maksudnya cuman membuka resletingnya dan mulai mengocok Rafingnya yang sdh setengah berdiri.

Dengan agak malas, aku membungkuk dan melahap Rafing itu tanpa ragu ragu. Kusedot sedot kontol itu Dengan penuh nafsu, sambil kupijit pijit buah pelirnya. Rafa pun hanya mendesah desah sambil mencoba mengemudikan mobil. Aku merasa mobilnya berjalan melambat. Setelah Dengan cepatnya kukocok dan kusedot senjatanya itu, akhirnya Rafa pun Dengan mengerang gerang menyemprotkan spermanya ke dlm mulutku. Langsung kutelan sperma itu dalamposisi  menunduk, aku pun agak tersedak. Kuangkat wajah ku dan mulai ku lap mulutku dengan tissue.

“Wah tambah jago kamu ya Cyn”, puji Rafa.
Aku hanya bisa tersenyum Dengan paksa Saat mendengarnya.
“Kamu besok kelas jam berapa?”, tanyanya.
“Jem 2 an lah, kayak biasanya”, jawabku.
“Kalau gitu ntar malem maen lagi yuk, cuman aku ama si Tonny doank kok. Mau ga?”, tambahnya.
“Ga deh Rafa, memek aku masih sakit nih”, jawabku terus terang.
“Udah lah, ga papa, cuma seronde doank kok”, rengeknya
“Liat ntar lah”, jawabku cuek.
“Dah sampe nih”, katanya singkat.

Kita pun turun dari mobil dan masuk ke Chinese Restaurant yang terbilang besar. Betapa kagetnya aku melihat si Tonny Dengan santainya menyapaku. Rafu kusadari kalau Tonny itu adalah anak yang punya restaurant ini. Dengan santainya dia menyruh Rafa dan aku segera naik ke lantai dua. Kuikuti keduanya dari belakang Dengan menebak nebak rencana mereka.


Sesampai di lantai dua, Tonny pun membuka pintu sebuah kamar yang sangat luas. Di dlmnya nampak sebuah tempat tidur dan bermacam macam elektronik. Ternyata itu kamar si Tonny. Aku pun segera duduk di lantai di belakang meja pendek dan disusul oleh Tonny dan Rafa.
“Kamu hebat juga kemaren Cyn”, sahut Tonny membuka pembicaraan.
“Ah ga kok”, sahutku merendah.
“Bentar ya aku pesenin makanan di bawah”, sahut Tonny sambil berlalu.

Kulihat dia hanya mengangkat telepon dan memesan beberapa makanan untuk diantarkan ke kamarnya.

“Dasar anak orang kaya”, pikirku.
“Cyn, menurut ekamu, siapa yang paling kuat kemaren?”, tanya si Tonny tanpa ada malu.
“Semua sama kok”, jawabku singkat.
“Pengen lagi ga?”, tanya nya menggoda.
“Ga sekarang deh, sakit semua nih badanku”, alasanku.
“Ayolah, ga bakalan sakit kok”, katanya sambil meremas remas susuku.
“Sorry banget deh Ton, aku bener bener capek nih”, tolakku Dengan halus.
“Ya udah lah”, gerutunya sambil keluar kamar.

Kulihat Rafa hanya tiduran sambil baca komik di lantai. Dia tdk memperhatikan aku sama sekali. Aku pun mulai berdiri dan melihat lihat kamar si Tonny. Banyak sekali DVD-DVD porno yang berserakan di lantai. Dinding dindingnya penuh Dengan poster poster para pemain sepak bola. Dengan bosan, aku segera menyalakan TV besar di kamar itu.

Tiba tiba, pintu kamar pun terbuka dan kulihat seorang pelayan masuk membawa beberapa makanan di atas baki dan menaruhnya di meja. Saat aku hendak membayar, pelayan itu hanya bilang Dengan sopan kalau makannya sdh dibayar oleh Tonny. “Wah, gentle juga dia”, pikirku.

Tak lama kemudian, Tonny pun muncul Dengan membawa 3 gelas kecil berisikan liquor. Katanya minuman itu adalah keistimewaan restaurant ini. Aku pun bilang ke Tonny kalau lebih enak minumnya setelah makan. Tonny cuma ketawa dan mengangguk. Maka, kami pun makan Dengan enaknya. Sewaktu makan, Tonny dan Rafa hanya memuji muji tubuh dan teknik ku selama tadi malam.

Tersipu malu aku mendengarnya. Tonny pun setuju Dengan Rafa yang bilang kalau aku lebih merangsang tanpa memakai beha dan celana dlm. Aku hanya menggelengkan kepala mendengar itu. Setelah makan, Tonny pun segera memberiku minuman yang tadi di bawanya. Tanpa ba bi bu, segera kutegak minuman. Sangat keras tp halus. Nama minuman itu adalah Ice fire. Nama yang sangat keren pikirku.

Tak lama kemudian, kita pun hanya berbincang bincang tanpa tujuan. Makin lama aku merasa kepala dan mataku semakin berat.

“Wah KO deh dia”, kata Tonny kepada Rafa
“Yoi, udah pasti ga kuat lah”, timpal Rafa
“Kasian deh ngeliatnya”, sahut si Rafa lagi

Aku yang sdh tergeletak tak berdaya itu masih bisa mendengar mereka samar samar. Kemudian, aku merasa salah seorang dari mereka mengangkat tubuhku dan diRafingkannya aku di atas kasur. Dengan cepat nya keduanya segera melepas jeans dan bajuku. Aku sdh benar benar tdk berdaya menghadapinya. Tak lama kemudian, aku merasa ada dua jari yang mengisi memekku.

“Masih kering nih Rafa, ga terangsang dianya”, Ternyata si Tonny.
“Udahlah entot aja, ntar juga basah ndiri”, sahut Rafa enteng.

Tak kuduga mereka bakalan memperkosaku. Ingin sekali aku berontak, tetapi tangan dan kakiku sangat lah terasa lemas. Kemudian, aku merasa ada kontol yang menyeruak masuk ke dlm memekku. Aku hanya menjerit tertahan menahan sakit yang luar biasa itu. Tanpa memperdulikanku, dia segera memaumpanya keluar masuk Dengan agak susah.

Beberapa saat kemudian, aku pun menjadi terangsang dan mulai menikmati genjotan itu. Pintar sekali yang mengentotku itu, dia bisa memulai genjotan genjotan Dengan cepat dan kemudian mempercepatnya. Diperlakukan begitu, aku pun tdk bisa bertahan lama. Hanya dientot oleh satu orang, aku bisa keluar sampai 3 kali. Saat dia keluar, dia tdk menarik kontolnya dari memekku. Berkali kali kontolnya memuntahkan sperma di dlm memekku. Kemudian dia langsung menarik kontolnya dari memekku.

Tp ternyata ada kontol lain yang segera mengisi memekku dan mulai memompaku. Aku sempat kuwalahan menghadapi itu. Aku tahu dari gaya dan ukuran kontolnya kalau itu pasti si Rafa. Dengan cepat nya Rafa memompaku sementara aku hanya bisa mendesah desah kenikmatan. Tak berapa lama kemudian, aku segera mencapai orgasme, tp Rafa masih memaumpa tubuhku. Rafa pun mulai menarik kontolnya dari memekku, tp aku malah mengangkat memekku dan menyodorkannya ke Rafa.

Tak kuduga Dengan kasarnya Rafa mulai memompaku lagi. Aku menjerit kecil Saat kepala kontolnya menghantam dinding rahimku. Tak lama aku pun keluar lagi dan lagi. Aku hanya bisa mendesah keenakan Saat Rafa menyemprotkan spermanya ke dlm memekku. Aku yang sdh capek hanya bisa terkulai Dengan lemas dan penuh keringat. Kudengar langkah kaki mendekat dan kurasakan ada sesuatu menyeruak masuk ke memekku. Aku sdh tdk mempedulikannya lagi. Aku hanya bisa tertidur tak berdaya.

Saat aku bangun, kuraba memekku dan kutemukan sebuah dildo menancap Dengan tentramnya. Saat kukeluarkan dildo itu, banyak sekali sperma yang mengalir keluar dari dlm vaginaku. Banyak juga sperma yang telah mengering di perut dan susuku.

“Sialan”, pikirku,
“aku dikerjain lagi deh”.

Kulihat Tonny dan Rafa hanya ketawa melihatku bugil Dengan bermandikan sperma itu. Rafa bilang kalau dia bentar lagi mau pulang trus aku disuruhnya pake baju. Saat bilang kalau aku mau merapikan diri, si Rafa bilang itu ga perlu. Aku pun langsung memakai baju yang tadi kukenakan dan mengikat rambutku kebelakang.

Tanpa lupa pamitan ke Tonny, aku dan Rafa pun segera meninggalkan tempat itu. Masih banyak sekali sperma yang ada di dlm memekku saat aku di mobil Rafa. Entah itu sperma Tonny atau Rafa tp Dengan jelas kurasakan sperma itu meleleh turun ke pahaku. Di dlm perjalanan menuju tempat Rafa, aku hanya diam saja karena kelelahan. Saat sampai di tempat Rafa, aku segera mengambil kunci mobilku dan langsung pulang ke rumah.

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: