Cerita Dewasa Di Dapur Aku Berbasah-basahan dengan Bibiku

cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang ABG yang bernama Dino yang bisa menyetubuhi Bibinya yang telah lama di idam-idamkannya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini

SELAMAT MENIKMATI !!!

www.cerwasa.com

Panggil saja nama saya Dino, di situs cerwasa ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman seks mesum yang sangat memicu adrenalin. Usia saya saat ini 23 tahun. Kisa seks ini terjadi ketika saya duduk dibangku SMU, tepatnya ketika saya masih duduk di bangku kelas III SMU. Sampai saat ini Cerita Hot mesum saya ini masih tertanam dala benak dan fikiran saya.

Cerita seks saya ini tergolong cerita seks yang tergolong seks terlarang, kenapa begitu ?? karena saya disini akan menceritakan kisah seks dengan Bibi saya yang memang cantik bahenol seksi dan mempesona.

Kisah seks ini berawal dari dititipkan-nya saya oleh orangtusaya kepada adik kandung ibu saya yaitu Bibiku. SungDin benar-benar cantik, bertubuh putih mulus bibi saya ini. Pokonya para pembaca sekalian melihat Bibi saya pasti akan ngiler seperti saya. Saya saja yang sebagai keponakanya sangat amat ingin sekali menikmati keindahan tubuhnya. Bibi saya ini bernama Sonia, Bibi Sonia ini adalah single parent beranak dua, 1 laki-laki dan satunya lagi perempuan.

Usia bibi baru 31 tahun. Walaupun Bibi Sonia janda beranak 2, namun tubuhnya terawat sekali dan masih singset dan seksy. Maklum sajalah walaupu seorang janda Bib Sonia ini termasuk janda yang mapan, kondisi ekonominya tergolong lebih dari cukup. Bibi Sonia hampir setiap minggu ikut senam erobik, spa dan masih banyakk perawatan yang dilakukannya.

Dibandingkan dengan gadis berusia 22 tahun bibi tidak kalah seksinya. Ditambah lagi Bibi Sonia mempunyai pantat semok dengan pinggul yang padet. Betis dan pahanya sangat putih, bahkan tumpukan lemak dan selulit tidak ada sedikitpun ditubuhnya. Mantap kan. Buah dada-nya lumayan besar, saya perkirakan ukuran BH-nya sekitar 34B. Buah dadanya itu loh, masih kencang sekali, tidak kendor sedikitpun. Jadi Jika diluar rumah, Bibi Sonia ini seperti seorang Remaja yang menggugah gairah kaum laki-laki.

Kisah seks dengan Bibi Sonia ini benar-benar  tidak terbayang sama sekali, Waktu itu suasana rumah sedang sepi, saat itu saya sepulang sekolah saya, melihat Bibi yang sedang asyik memasak untuk hidangan makan siang. Oh iya Bibi saya ini adalah seorang dosen, kebetulan sekali saat itu hari itu jadwal mengajar Bibi hanya satu mata kuliah saja.

Dengan langkah yang terlihat lelah karena kecapekan, secara spontan saya langsung munuju menghampiri meja makan dan berkata, “ Bibi, makananya belum siap yah? ”, tanya saya pada bibi Sonia. “ Belum nih Din, sabar dulu ya, Mbak Surti (pembantu Bibi saya) dari pagi disuruh belanja malah belum pulang, jadi Bibi repot sendiri deh ”, keluh Bibi Sonia.

Terlihat di dahi-nya mengalir cucuran keringat, belum lagi tangannya yang belepotan dengan berbagai macam bumbu yang sedang diraciknya. Kelihatan sekali kalau Bibi Sonia tidak pernah bekerja keras seperti ini. Walaupun begitu, entah kenapa terlihat sekali wajah Bibi saya semakin cantik.

Saat itu dia hanya menggunakan daster pendek yang sebenarnya tidak ketat. Sehingga saat itu terlihat bentuk pantat yang semok dan pinggulnya yang seksy dibali daster tipisnya. Daster itu jadi kelihatan agak ketat dan memetakan garis dari celana dalamnya kalau dia sedang membungkukkan badannya. Uhhh, seksi sekali pikiran saya mulai melayang tak jelas.

Belum selesai saya mebayangkan Bibi Sonia,tiba-tib dia berkata, “ Bik, Dino bantuin Bibi ya ? ”, ucap saya. “ Boleh-boleh Din, sini-sini !!! ”, jawab Bibi tidak keberatan.

Saya menuju kearah Bibi, saat itu tidak ada angin tidak ada hujan, belum sampai saya mendekat, entah karena apa tiba-tiba kran air di cucian piring copot. Hal itu secara otomatis air langsung menyembur dengan derasnya mengenai Bibi Sonia yang kebetulan saat itu Bibi berada didepan kran tadi, Berteriaklah bibi kepadaku,  “ Aduh Din, tolongin Bibi, gimana nih Din ?? ”, ucapBibi saya dengan paniknya berusaha menutupi saluran air yang menyembur dengan tangannya.

Karena tubuh Bibi saya tidak terlalu tinggi, untuk mencapai saluran itu dia harus sedikit membungkuk. Terlihat sekali dasternya yang sudah basah kuyup itu sekali lagi memetakan pantatnya yang besar. Garis celana dalamnya kini terlihat lebih jelas. Dengan tergesa-gesa, tanpa pikir-pikir lagi saya segera mendekat dan membantunya menutup saluran air itu dengan tanganku juga.

Tanpa saya sadari ternyata posisi tubuhku saat itu seperti memeluk tubuhnya dari belakang. Bisa di bayangkan, tanpa sengaja juga Penis saya mengenai belahan pantatnya yang sekal dan semok. Keadaan ini bertahan beberapa lama. Hingga menimbulkan sesuatu yang kotor dipikiranku,“ Din gimana ini nih ? ”, tanya Bibi saya tanpa bisa bergerak.
“ Duh gimana ya Bibi, Dino juga bingung nih Bik ? ”, ucap saya mengulur waktu.

Saat itu, karena gesekan-gesekan yang berlebihan di Penis saya, saya jadi tidak bisa menahan gairah untuk merasakan tubuhnya. Pelan-pelan saya melepas satu tanganku dari saluran air itu, pura-pura meraba-raba disekitar cucian piring, mencari sesuatu untuk menutup saluran air itu sementara. Tanpa sepengetahuannya saya justru melepas celana saya berikut juga celana dalamku. Memang agak susah tapi akhirnya saya berhasil dan dengan tetap pada posisi semula kini bagian bawahku sudah tidak tertutup apa-apa lagi. Lalu, “ Wah, nggak ada yang bisa buat nutup Bibi. Sebentar Dino carikan dulu yah Bik ”, ucap saya.

Kini niatku sudah tidak bisa ditahan lagi, pelan-pelan saya melepas peganganku di saluran air, kemudian,

“ Pegang dulu Bibi ”, ucap saya sedikit terengah menahan nafsu.
“ Yah, Din sana cepetan, Bibi sudah pegal nih ”, ucap Bibi.

Tanpa pikir panjang, secepat kilat saya menyingkap dasternya, kemudian secepat kilat juga berusaha untuk melorotkan celana dalamnya yang entah warnanya apa, karena sudah basah kuyup oleh air, warna aslinya jadi tersamar. “ E... e... e… apa-apan ini Din, jangan gitu dong !!! ”,tegur Bibi padaku.

Saat itu tanpa sadar Bibi melepas pegangannya dari saluran air untuk menahan tanganku yang masih berusaha melepaskan celana dalamnya. Air menyembur lagi. “ Aohhhh… Ughhh… ”, ucap Bibi saya jadi tidak jelas karena mulutnya kemasukan air.

Tanpa sadar juga Bibi saya berusaha untuk menutup saluran air dengan tangannya lagi, otomatis tanganku sudah tidak ada yang menahan lagi. Kesempatan pikirku, dengan satu sentakan celana dalam Bibi saya melorot sampai diujung kakinya. “ Oughhhh.... Din jangan, aku ini Bibimu, jangann Din, tolong… !!!”, ucap Bibi memohon.

Kepalang tanggung, saya langsung jongkok. Saya lalu menyibak pantatnya yang besar dan mencari liang senggamanya. Kudekatkan kepalsaya, kujulurkan lidahku untuk mencapai Memeknya. “ Sss... Din... Aghhhh... ”, desah Bibi. Ternyata jilatan pertama saya ternyata membuatnya bergetar tanpa bisa beranjak dari tempat semula, kalau bergerak air pasti akan menyembur lagi.

 Saat itu lidahku semakin leluasa merasakan aroma dari Memeknya, semakin kedalam membuat Bibi saya bergetar hebat. Entah kenapa sudah tidak ada lagi bahasa tubuhnya yang menunjukkan penolakan. Saat itu kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak keruan. Kecari Clitorisnya, memang agak sulit, setelah dapat kuhisap habis, dua jariku juga ikut menusuk liang Memeknya. Tidak terkira jumlah lendir yang keluar, tak lama kemudian, terasa pantatnya bergetar hebat.

“ Aghhhh... Oughhh… Din... Sssss… Aghhhh… ”, dengan erangan keras, rupanya Bibi saya sudah mencapai Klimaks.

Saat itu tubuhnya langsung lunglai tapi tanpa melepas pengangannya dari saluran air. Aduh saya belum apa-apa pikirku. Langsung saya berdiri, kusiapkan senjatsaya yang sudah mengacung dengan keras. Dengan dua tanganku saya coba menyibakkan kedua belahan pantatnya sambil kudekatkan Penis saya pada Memeknya. Kudorongkan sedikit demi sedikit.

Begitu sudah betul-betul tepat dimulut liang kenikmatannya, tanpa ba-bi-bu langsung kulesakkan dengan kasar, “ Aghhh… sakit Din... Aow… pelan-pelan... ”, kepala Bibi saya langsung melonjak keatas, tanpa sengaja pegangannya di saluran air terlepas.

Air menyembur dengan deras. Kepalang basah, begitu mungkin pikir Bibi saya karena selanjutnya dia hanya berpegangan dipinggiran cucian piring. Sudah tidak ada penolakan pikirku. Kudiamkan sebentar Penis saya yang sudah masuk hingga pangkalnya didalam Kewanitaan Bibi saya, ku nikmati benar-benar bagaimana ternyata Kewanitaan yang sudah mengeluarkan tiga orang manusia ini masih saja nikmat menggigit. Sungguh sensasi yang sangat luar biasa sekali. Pelan-pelan kutarik, kemudian kudorong lagi,

“ Oughhh... Din… Sssss… Aghhhh… terus sayang... cepetin sodokan kamu… Oughhh… cepat, Aghhhh... ”, desah Bibi. Terus sayang pantatnya bergoyang melawan arah dari kocokanku,
“ Oughhh… Yeahhh… Nah gitu Din, Oughhh... ya gitu teruuss... ”, Pinta Bibi saya.

Saat itu saya terus mengocokkan Penis saya dengan cepat. Sebentar kemudian tubuhnya mulai bergetar hebat, “cepat Din, Bibi sudah mau keluar lagi... Oughhh... Aghhh… ”, ucap Bibi nikmat.

Kemudian kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak karuan, “ Cepatt... cepatt truss... ouchh... Bibi kelluaarr... aghhhhhhhhhh ”,

Akhirnya Bibi Sonia mendapatkan Klimaksnya di iringi dengan kepalanya yang melonjak naik, tangannya mencengkeram pinggiran cucian piring dengan erat, “ Cabut dulu Din... Bibi linuu... ”, pinta Bibi saya, karena merasakan saya yang masih mengocoknya dari belakang.

“ Akan Dino cabut, tapi janji nanti diteruskan lagi ya Bik? ucap saya.
“ Iya, tapi sekarang dari depan aja yah Din ”, janji Bibi saya.

Bibi berbalik. Wajahnya sudah awut-awutan dan basah kuyup. Kemudian dia duduk diatas cucian piring sambil menghadapku. Saya mendekat, langsung kucari bibirnya dan kemudian kami berpagutan lama. Sambil kami berciuman, satu tangannya membimbing Penis saya kearah liang memeknya. Tanpa disuruh dua kali kudorongkan pantatku dibarengi dengan masuknya juga Penis saya.

“ Aghhhh... Oughhh... ”, erang Bibi saya, ciuman kami terlepas.
“ Genjot yang cepatt Din... Aghhhhh… ”, pinta Bibi saya sambil pahanya semakin dilebarkan.
“ Begini Bik... ??? Ucap saya sambil mengocokkan Penis saya dengan cepat.
“ Gila kamu Din... kuat sekalii kamu... ”, ucapnya sambil satu tangannya menarik satu tanganku, kemudian ditaruhnya di bagian atas Memeknya. Saya tahu mau maksudnya,
“ Aghhhh yang ituu... teruss Din... ohh enakk... teeruss... ”, rintih Bibi saya ketika sambil Penis saya mengocok Memeknya tanganku juga memelintir Clitorisnya.
“Oughhh Din, Bibi hampir sampai nih... ”, ucapnya.

Saat itu tubuhnya mulai bergetar agak keras,

“ Saya juga hampir klimaks Bik... Oughhh punya Bibi eenakk... ”, ucap saya mulai tidak bisa mengendalikan lagi, Klimaks saya tinggal sebentar lagi.

“ Mau dikeluarin dimana Bik ? tanya saya.
“ Udah nggak usah mikirin itu, ayoo teruss... didalem juga nggak Papa
“Ayoo...Din... Cepetin ..... Bibi udah diujung nihh Din... ”, ucap Bibi.
“ Oughhh... enakk... cepatt Din... ”, desah Bibi saya.

“ Goyang Bik, kita barengan ajaa... Oughh ”, ucap saya.

Saya merasakan Klimaks saya sudah diujung. Semakin kupercepat kocokanku, Bibi saya juga mengimbangi dengan menggoyang pantatnya. Sambil berpegangan pada belakang pantatnya, kukeluarkan spermaku,

“ Saya keluarr Bik... Aghhhhh... ” ucapku telah mencapai klimaks sembari kubenamkan dalam-dalam.
“ Bibi juga Din... Aghhhh... gilaa... enaknya... ”, erangnya sambil jemarinya mencengkeram bahuku.

Akhirnya kami berdua terkulai lemas. Kudiamkan dulu Penis saya yang masih ada didalam Memeknya. Kulirik ada sedikit lelehan sperma yang keluar dari Memeknya. Seperti tersadar dari dosa, Bibi saya mendorong badanku.

“ Kamu nakal Din, berani sekali kamu berbuat seperti ini pada Bibi ”,Ucap Bibi saya.
“ Tapi Bibi juga menikmatinya kan? ”, balas saya.

Tanpa berkata apa-apa, dia kemudian turun, meraih celana dalamnya kemudian berlalu kekamar mandi. Saya berusaha mengejarnya tapi dia sudah lebih dulu masuk kamar mandi kemudian menguncinya. Semenjak kejadian itu hubungan saya dengan Bibi semakin menjadi-jadi saja. Hampir setiap hari kami melakukan Hubungan Seks jika suasana rumah memungkinkan.

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: