Cerita Dewasa Dikerjai Dua Lelaki Timur Tengah

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang wanita karir bernama Sonya  yang diperkosa oleh dua lelaki Timur Tengah bersenjata gede. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini

SELAMAT MENIKMATI !!!

www.cerwasa.com

Tidak terasa waktu berjalan demikian cepat, 2 bulan telah berlalu sejak kejadian tersebut. Buat Sonya kejadian tersebut merupakan mimpi buruk yang tidak begitu saja dapat dihilangkan. Sampai saat itu seakan-akan masih terasa tangan besar berbulu dari lelaki Timur Tengah tersebut yang merangkulnya dengan erat badannya yang langsing itu, disamping perasaan tidak berdaya ketika tangan tersebut mengelus-elus seluruh badannya dan bermain-main pada kedua payudaranya dan yang lebih menggelisahkannya lagi adalah perasaan yang masih membekas pada pangkal pahanya sampai saat ini.

Terlebih ketika Sonya sedang tidur telentang di tempat tidurnya, terbayang dan terasa penis besar hitam lelaki tersebut mengaduk-aduk lubang kemaluannya yang menimbulkan perasaan sensasi dan membuat seluruh badan Sonya panas dingin diliputi kenikmatan yang tidak terbayangkannya. Kadang-kadang ada perasaan yang mendesaknya untuk mau lagi mengalami peristiwa itu, tapi di lain pihak perasaan halusnya dan harga diri sebagai seorang wanita yang bermartabat tinggi, mengingatkan bahwa peristiwa yang dialami itu adalah merupakan suatu perkosaan yang brutal yang tidak pantas untuk diingat-ingat kembali.

Hari demi hari berlalu dengan cepat tanpa ada kejadian istimewa, pekerjaan-pekerjaan di kantornya semakin sibuk menyita waktu Sonya, sehingga kejadian tersebut mulai dapat dilupakannya. Sampai pada suatu hari, tiba-tiba terjadi demonstrasi para mahasiswa yang tidak jauh dari kantor tempat Sonya bekerja. Karena situasi pada saat itu sangat memanas, maka pimpinan kantor memutuskan untuk memulangkan para karyawannya lebih awal untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Siang pukul 14.30, semua karyawan buru-buru mengemasi barang-barangnya di atas meja, mengunci laci dan lemari-lemari pada ruang kerja masing-masing dan cepat-cepat turun dari gedung kantor untuk segera pulang. Demikian juga dengan Sonya, dengan cepat dia membereskan surat-surat yang bertebaran di atas meja kerjanya dan segera dimasukkan ke dalam laci meja kerjanya. Setelah menguncinya dengan rapi Sonya segera keluar ruang kerjanya dan cepat-cepat menuju lift untuk turun ke bawah.

Di lantai 15 tempat Sonya bekerja itu telah kosong, seluruh karyawan telah turun terlebih dahulu, hanya Sonya sendirian yang menunggu lift untuk turun ke bawah. Setelah lift yang turun dari atas terbuka, Sonya dengan cepat segera masuk ke dalamnya dan segera lift itu menutup kembali dan bergerak turun.

Tiba-tiba Sonya menyadari, dia hanya berdua dengan seseorang di dalam lift tersebut dan saat bersamaan orang tersebut menyapa Sonya dengan halus,

“Sonya, mau pulang juga ya!”

Dengan kaget Sonya segera mengangkat mukanya dan melihat ke belakang, ke arah suara tersebut berasal. Mukanya mendadak menjadi merah setelah menyadari bahwa orang tersebut yang hanya berdua saja dengan dia adalah Mr. Sink yang bejad itu. Sonya hanya diam tidak menyambut sapaan Mr. Sink tersebut.

Mr. Sink mencoba menawarkan jasanya untuk mengantar Sonya pulang dengan alasan pada saat itu kendaraan umum tidak ada yang beroperasi akibat demonstrasi para mahasiswa di sepanjang jalan Sudirman. Akan tetapi tawaran Mr. Sink itu ditolak secara halus oleh Sonya.


Sesampai di bawah, begitu lift terbuka, Sonya buru-buru keluar dan berjalan ke depan gedung untuk mencari taksi, sementara Mr. Sink menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya yang kebetulan hari itu dibawa sendiri olehnya tanpa supir. Dengan gelisah Sonya menunggu taksi di depan kantor, akan tetapi tidak terlihat satupun taksi dan kendaraan umum lainnya melintas di depan gedung tersebut, sementara aksi mahasiswa yang sedang berdemonstrasi di sepanjang jalan tersebut semakin panas saja.

Dalam kegelisahan itu, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya dan ketika kaca jendela mobil tersebut terbuka, kepala Mr. Sink nongol keluar jendela,

“Ayolah, jangan takut, mari kuantar anda pulang, keadaan semakin berbahaya kalau anda terjebak di sini!”

Melihat situasi sekelilingnya yang semakin gawat itu, dengan terpaksa Sonya menerima ajakan Mr. Sink tersebut. Dengan cepat Sonya masuk ke dalam mobil Mr. Sink dan mobil tersebut segera meninggalkan tepat tersebut. Di dalam mobil, Mr. Sink menanyakan Sonya arah tempat rumah tinggal Sonya. Akan tetapi sepanjang jalan Gatot Subroto ternyata macet total, akhirnya Mr. Sink mengusulkan untuk mampir dulu ke apartement temannya yang terletak di dekat situ sambil menunggu lalu lintas lancar kembali.

Karena tidak ada pilihan lain, maka akhirnya Sonya menyetujui usul tersebut. Mendapat persetujuan Sonya, segera Mr. Sink mengambil jalur kiri dari jalan dan kemudian membelok pada sebuah jalan kecil yang menuju ke sebuah bangunan apartement yang tidak jauh letaknya. Setelah memarkir mobilnya, keduanya masuk ke lobby dan menuju lift. Apartment teman Mr. Sink terletak di lantai 9, setelah lift berhenti mereka menuju ke apartement bernomor 916.

Mr. Sink segera memencet bel yang terletak depan pintu dan tak lama kemudian pintunya terbuka dan terlihat seorang pria Timur Tengah yang berumur kurang lebih 35 tahun, berwajah tampan dengan tubuh yang tinggi tegap dan berkulit gelap dengan kedua tangannya dan dadanya yang bidang ditumbuhi rambut hitam lebat. Mr. Sink segera memperkenalkan Sonya kepada temannya yang ternyata bernama Raj Kumar yang adalah seorang tenaga ahli pada sebuah pabrik tekstil yang terletak di Jakarta Selatan.

Kedua lelaki tersebut terlibat sebentar dalam percakapan dalam bahasa mereka, yang tidak dimengerti oleh Sonya, yang hanya bisa memandang mereka dengan pandangan mata curiga. Setelah mengambil tempat duduk pada sebuah sofa panjang yang terletak di ruangan tamu, Sonya memperhatikan keadaan apartement tersebut.

Apartement itu hanya terdiri dari satu kamar, beserta ruang duduk yang menyambung menjadi satu dengan ruang makan dan dapur yang terletak paling ujung dari ruangan tersebut. Terlihat apartement tersebut adalah apartement yang dihuni oleh bujangan, dimana pada tempat cuci piring terlihat piring dan gelas kotor masih menggeletak belum dicuci. Setelah berbincang-bincang sejenak, Raj meminta diri sebentar untuk keluar, karena akan membeli minuman dingin dan makanan kecil di toko makanan yang terletak di lantai bawah.

Sepeninggal Raj, suasana di antara Sonya dan Mr. Sink menjadi agak kikuk, kepala Sonya hanya tertunduk ke bawah tanpa berani memandang ke arah Mr. Sink. Terlihat bibir bawah Sonya agak bergetar dan kedua jari-jari tangannya saling menggenggam dengan erat. Sonya agak grogi, sambil membayangkan apa yang telah terjadi beberapa bulan lalu, ketika lelaki di hadapannya itu memperkosanya dengan brutal.

Terlintas dengan jelas bagaimana lelaki tersebut menekan badannya ke atas meja dan mengangkangi kedua pahanya, serta menyetubuhinya dengan ganas. Seakan-akan masih terasa ngilu kemaluannya dikocok-kocok oleh senjata lelaki tersebut, akan tetapi perasaan nikmat tiba-tiba melandanya ketika membayangkan kedua puting susunya tergesek-gesek pada dada bidang berambut tebal dari Mr. Sink, ketika dia terduduk dan terlonjak-lonjak di atas pangkuan Mr. Sink karena senjata Mr. Sink menyodok-nyodok lubang kemaluannya. Membayangkan hal tersebut, tiba-tiba kemaluannya dirasakan basah.

Melihat muka Sonya yang berubah-ubah dan matanya yang semakin sayu saja, Mr. Sink yang telah berpengalaman itu, tidak mau melewatkan momentum yang menguntungkannya. Segera dia berpindah duduk di samping Sonya pada sofa panjang dan sebelum Sonya menyadari apa yang terjadi, kedua tangan Mr. Sink dengan cepat telah merangkul bahu Sonya dan segera menarik badan Sonya menempel ke badannya.

Dagu Sonya diangkatnya menengadah ke arahnya sehingga kedua mata mereka saling menatap. Mata Mr. Sink berkilat-kilat menatap muka Sonya yang ayu itu dan akhirnya terpaku pada kedua bibir Sonya yang merah merekah yang sedang bergetar dengan halus. Perlahan-lahan Mr. Sink menundukkan kepalanya dan bibirnya yang kasar yang ditumbuhi kumis lebat menyentuh kedua bibir Sonya yang mungil dan perlahan-lahan mulai melumat bibir-bibir yang indah yang telah pasrah itu.

Beberapa saat, ketika Mr. Sink mulai merasakan badan Sonya tidak tegang lagi dan bibirnya mulai melemas, maka lidahnya segera ditekan masuk menerobos ke dalam mulut Sonya dan menyapu langit-langit dan mempermainkan lidah Sonya. Hal ini membuat badan Sonya bergetar dan kepalanya serasa melayang-layang dan tanpa terasa terdengar keluhan halus keluar dari mulut mungil tersebut,

“Ooooohhhhhh......................... eeeehhhhhhmm......................!”

Merasakan Sonya mulai merespon aksinya itu, Mr. Sink segera meningkatkan serangannya. Perlahan-lahan tangannya segera membuka kancing-kancing blouse yang dikenakan Sonya dan segera mencopotnya. Segera terlihat BH Sonya yang putih menutupi kedua payudaranya yang kecil mungil itu. BH tersebut tidak dapat bertahan lama melindungi kedua gundukan daging kenyal tersebut, karena segera tercampakkan oleh tangan-tangan lelaki tersebut.

Dengan cepat kedua bukit kenyal mungil itu menjadi sasaran mulut dari Mr. Sink, yang segera mencium dan mengisap-hisap puting yang telah tegang itu. Badan Sonya hanya bisa menggeliat-geliat dan dari mulutnya keluar suara seperti orang kepedasan. Melihat keadaan Sonya yang telah pasrah itu, Mr. Sink tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dengan tangkas kedua tangannya segera melucuti rok dan sekalian CD Sonya, sehingga sekarang Sonya terbaring telentang di sofa dengan tubuh yang mulus yang tidak ditutupi selembar benang pun.

Lelaki Timur Tengah tersebut menindihkan tubuhnya pada Sonya yang sudah terbaring pasrah di sofa, sambil dia memperbaiki posisi tubuhnya agar senyaman mungkin, lelaki tersebut dengan kedua tangannya membuka kaki Sonya dan segera menempatkan badannya tepat berada di tengah, di antara kedua paha Sonya yang telah terkangkang itu.

Dengan tangan kirinya memegang batang penisnya yang besar itu, lelaki tersebut mulai mengarahkan penisnya, ke arah sasarannya yang telah pasrah terbuka di bawahnya. Begitu kepala penis bertemu dengan belahan bibir vagina luarnya, badan Sonya terlihat bergetar dan kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, pandangan matanya menjadi sayu, wajahnya keringatan.

Perlahan-lahan Mr. Sink mulai mendorong penisnya memasuki relung tubuh Sonya yang paling rahasia itu. Seirama dengan masuknya penis Mr. Sink yang besar itu, mata Sonya terlihat membalik ke atas dan rintihan nikmatnya terdengar jelas keluar dari mulut mungilnya,

“Aaaaacccccccchh................ eeeeeeeeeehhmm...................”

Mulanya agak susah juga masuknya, sedikit-sedikit, terlihat Mr. Sink menggerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan-lahan, sambil mulutnya mencium bibir ranum Sonya. Tak berselang kemudian tiba-tiba dengan suatu sentakan keras, lelaki tersebut menekan pinggulnya dan terus mendorong penisnya, sehingga terbenam seluruhnya ke dalam liang vagina Sonya. Saat mentok tidak bisa masuk lagi Sonya menggigit bibirnya, dan..

“Aaaaacccccchdduhh..” terdengar jeritan halus kesakitan ataupun mungkin kenikmatan keluar dari mulut Sonya.

Selanjutnya pelan-pelan Mr. Sink mulai menggerakkan keluar masuk penisnya, sofa itu berderit-derit menahan gerakan dan tekanan tubuh Mr. Sink yang besar itu pada tubuh mungil Sonya, kembali rintihan, desahan, dan lenguhan khas kenikmatan terdengar memenuhi ruangan, semakin lama semakin keras, tubuh Sonya menggeliat dalam pelukan ketat Mr. Sink yang besar, kadang-kadang terlihat Sonya mengangkat kepalanya, giginya menggigit bibir bawahnya menahan kenikmatan yang melanda seluruh pori-pori badannya, kadang-kadang dia menjerit kecil kalau lelaki Timur Tengah tersebut menekan terlampau dalam.

Sesaat kemudian, rintihan Sonya semakin keras, dan cairan tubuhnya terasa semakin banyak, tubuhnya melenting kaku dan dari mulutnya keluar suara seperti orang sekarat, Sonya tengah dibuai perasaannya yang sedang menuju puncak kenikmatan. Wajahnya benar-benar cantik pada saat itu, setelah didera depresi sekian lama, sepertinya ini semacam pelepasan buat dia.

Bagian dalam dinding vaginanya menjepit keras dan berdenyut-denyut, badannya terhentak-hentak, Sonya mengalami orgasme yang dahsyat, yang membuat perasaannya melayang-layang dan setelah masa kenikmatan itu mereda, badannya terhempas lemas di atas sofa. Dadanya terlihat naik turun dengan nafas memburu seakan-akan orang yang baru menyelesaikan lari cepat 100 m dan kedua matanya terkatup rapat. Bintik-bintik keringat menghias pelipisnya menandakan satu ronde dari suatu pergulatan seru yang banyak memakan tenaga, yang baru saja diselesaikannya.

Akan tetapi bagi Mr. Sink pertarungan ini belum selesai, bahkan baginya ini baru babak permulaan ataupun babak pemanasan saja. Melihat Sonya yang ayu itu sudah terkapar lemas itu dengan kedua matanya yang tertutup dan badannya yang langsing itu tergolek pasrah, menimbulkan suatu perasaan sensasi pada Mr. Sink. Lelaki Timur Tengah tersebut sangat beruntung bisa menguasai dan menikmati tubuh gadis ayu tersebut yang langsing dan mulus itu.

Dengan penisnya yang besar masih terbenam dalam kemaluan gadis tersebut, Mr. Sink memeluk badan Sonya dan mengangkatnya dari sofa. Sekarang badan yang langsing dari gadis tersebut digendong oleh lelaki tersebut, kedua bukit kecil dengan putingnya yang menonjol keras dari buah dada Sonya tertekan rapat dan tergesek-gesek pada rambut-rambut lebat pada dada Mr. Sink. Kepala Sonya terkulai lemas bersandar pada pundak lelaki tersebut, kedua tangan Mr. Sink memegang kedua bongkahan pantat Sonya dan kedua kaki Sonya melingkar pada pinggang Mr. Sink.

Dari belakang kelihatan belahan pantat Sonya merekah dan penis hitam besar lelaki Timur Tengah tersebut masih bersarang di dalam liang kemaluan gadis tersebut yang menjepit rapat batang penis tersebut. Mr. Sink membawa badan gadis tersebut merapat ke tembok ruangan tersebut, menekannya di tembok dan mulai menggerakan pantatnya sendiri maju mundur menekan pantat Sonya ke tembok, akibatnya penisku yang hitam besar itu menerobos keluar masuk kemaluan Sonya yang telah basah oleh cairan kenikmatan yang keluar pada waktu gadis itu mengalami orgasme.

Gerakan pantat lelaki itu semakin lama semakin cepat dan tekanannya semakin dalam saja. Badan Sonya menggeliat-geliat,

“Oooooooooohhhhhh.. oohhhhhhhh.. eehhhhmmhhhhhh..!” suara lirih terdengar keluar dari mulut Sonya setiap kali lelaki tersebut menekan pantatnya dengan kuat.

Sementara sedang asyik-asyiknya Mr. Sink mengerjai Sonya yang telah lemas itu, tiba-tiba pintu apartement itu terbuka dari luar dan Raj Kumar yang katanya hendak membeli minuman masuk, kedua tangannya membawa minuman Fanta merah 2 botol besar. Dia melihat sejenak pada aksi Mr. Sink yang sedang mengerjai Sonya itu dengan senyum-senyum.

Sementara itu Sonya yang terkejut dengan kedatangan Raj tersebut, merasa sangat malu dan mencoba melepaskan diri dari Mr. Sink, akan tetapi Mr. Sink dengan ketat tetap memeluk Sonya dan melanjutkan kegiatannya itu. Kemudian Mr. Sink dengan tetap menancapkan penisnya ke dalam kemaluan Sonya mengambil posisi duduk di sofa dengan kedua kakinya terjulur mengangkang di lantai dan Sonya berada dalam posisi duduk di atas pinggul Mr. Sink dengan kedua kakinya terkangkang di samping kiri kanan pinggul Mr. Sink.

Penis Mr. Sink tetap berada dalam kemaluan Sonya dan sekarang kedua tangan Mr. Sink memegang pinggul Sonya dan mengangkat ke atas dan menekan kembali ke bawah berulang-ulang sehingga kemaluan Sonya sekarang yang terlihat aktif menelan dan mengeluarkan penis hitam besar itu.

Sementara itu Raj Kumar yang telah meletakkan minuman yang dibawanya ke atas meja, dengan cepat segera melepaskan baju yang dikenakannya beserta sekalian CD-nya, sehingga telanjang bulat. Terlihat senjatanya yang tidak kalah besarnya dengan Mr. Sink telah tegang siap tempur. Badannya tegap berbulu dengan kedua pahanya yang gempal juga ditutupi rambut tebal. Kemudian Raj mendekati kedua orang yang sedang bergelut di sofa itu dan berjongkok di antara kedua kaki Mr. Sink yang terbuka, sehingga posisinya tepat berada di belakang pantat Sonya.

Melihat itu Sonya segera menyadari akan bahaya yang bakal menimpanya dan mencoba memberontak, akan tetapi dengan cepat kedua tangan Mr. Sink segera membekap badan Sonya ke arah badannya, sehingga Sonya tertelungkup di atas badan Mr. Sink yang bersandar setengah tidur pada sofa. Rupanya dalam hal mengerjai wanita secara bersama-sama, ini bukan merupakan yang pertama kali mereka lakukan, pada 2 minggu yang lalu, mereka juga menggarap Mei Lian, cewek manis yang bertubuh putih langsing yang bekerja pada perusahaan tempat Raj Kumar bekerja.

Masih terbayang-bayang di benak Raj bagaimana tubuh putih mulus Mei Lian menggeliat-geliat dan jeritan-jeritan tertahan yang keluar dari mulutnya, ketika penisnya mulai menerobos belahan pantat Mei Lian dalam posisi yang sama seperti saat ini. Raj bertekad untuk merasakan lagi pengalaman yang mengasyikan itu.


Raj yang telah berada tepat di posisi belakang pantat Sonya, menundukan kepalanya dan menjilat-jilat pantat Sonya. Lidahnya bermain-main pada lubang anus Sonya, sehingga menimbulkan perasaan yang sangat geli pada Sonya yang tidak bisa dilukiskan, akibatnya badan Sonya menggeliat-geliat dengan kuat dan..

“Aaggcccccchhhhh.............. jaaaaaaaaa.. jaanggaan................. lakukan itu....................!”

Sonya berusaha melepaskan diri, akan tetapi bekapan tangan Mr. Sink pada tubuhnya terlalu kuat, sehingga Sonya hanya bisa menggerak-gerakan pantatnya ke kiri kanan, tetapi juga tidak bisa bergeser terlalu jauh, karena penis besar Mr. Sink masih tertancap di dalam kemaluan Sonya.

Raj melanjutkan kegiatannya itu dan sekarang dia membasahi pantat dan bagian anus Sonya dengan ludahnya, sementara dengan ibu jarinya yang telah basah dengan ludah, mulai ditekan masuk ke dalam lubang anus Sonya dan diputar-putar di sana. Sonya terus menggeliat-geliat dan mendesah,

“Jaannggaann........... jaannggaan.. aadduuhh.. aadduuhh.. saakiitt.. saakiitttttttttttt..!”

Akan tetapi Raj tidak menanggapinya dan terus melanjutkan kegiatannya. Selang sesaat setelah merasa cukup membasahinya, Raj sambil memegang dengan tangan kiri penisnya yang telah tegang itu, menempatkan kepala penisnya tepat di tengah liang masuk anus Sonya yang telah basah dan licin itu. Kemudian Raj membuka belahan pantat Sonya lebar-lebar.

“Aaduhh..............., janggaann! Sakkiit...............! aammpuunn, aammppuunn! Aagkkh...”

Raj mulai mendorong masuk, terus masuk. Sementara Sonya menjerit-jerit dan menggelepar-gelepar kesakitan. Sonya meronta-ronta tak berdaya, hanya semakin menambah gairah Raj untuk terus mendorong masuk. Sonya terus menjerit, ketika perlahan seluruh penis hitam besar Raj masuk ke anusnya.

“Aaauugghh..! Saakkiit...................................!

Jerit Sonya ketika Raj mulai bergerak pelan-pelan keluar masuk anus Sonya. Akhirnya dengan tubuh berkeringat menahan sakit, Sonya terkulai lemas tertelungkup di atas badan Mr. Sink kelelahan dan tidak berdaya. Secara berirama Raj menekan dan menarik penisnya dari lubang anus Sonya, dimana setiap kali Raj menekan ke bawah, bukan saja penisnya yang terbenam ke dalam lubang anus Sonya, tetapi penis Mr. Sink juga tertekan masuk lebih dalam ke dalam lubang kemaluan Sonya.

Benar-benar sangat menyesakkan melihat kedua penis besar hitam itu berada di kedua lubang bawah Sonya. Terlihat kedua kaki Sonya yang terkangkang itu bergetar-getar lemah setiap kali Raj menekan masuk penisnya ke dalam lubang anusnya. Dalam kesakitan dan ketidakberdayaan itu, Sonya telah pasrah menerima perlakuan kedua lelaki tersebut.

Mereka kini bertukar posisi, sekarang Raj duduk melonjor di sofa dengan penisnya tetap berada dalam lubang anus Sonya, sehingga badan Sonya tertidur telentang di atas badan Raj dengan kedua kakinya terpentang lebar ditarik melebar oleh kedua kaki Raj dari bawah dan Mr. Sink mengambil posisi di atas Sonya. Mr. Sink mulai memompa penisnya keluar masuk kemaluan Sonya, yang sekarang semakin basah saja, cairan pelumas yang keluar dari dalam kemaluan Sonya mengalir ke bawah, sehingga membasahi dan melicinkan lubang anusnya, hal ini membuat penis Raj yang sedang bekerja pada lubang anusnya menjadi licin dan lancar, sehingga dengan perlahan-lahan perasaan sakit yang dirasakan Sonya berangsur-angsur hilang diganti dengan perasaan nikmat yang merambat ke seluruh badannya.

Sonya mulai dapat menikmati kedua penis besar laki-laki tersebut yang sedang menggarap kemaluan dan lubang anusnya. Perlahan-lahan perasaan nikmat yang dirasakannya melingkupi segenap kesadarannya, menjalar dengan deras tak terbendung seperti air terjun yang tumpah deras ke dalam danau penampungan, menimbulkan getaran hebat pada seluruh bagian tubuhnya, tak terkendali dan meletup menjadi suatu orgasme yang spektakuler melandanya.

Setelah itu badannya terkulai lemas, Sonya telentang pasrah seakan-akan pingsan dengan kedua matanya terkatup. Melihat keadaan Sonya itu semakin membangkitkan nafsu Mr. Sink, lelaki tersebut menjadi sangat kasar dan kedua tangan Mr. Sink memegang pinggul Sonya dan lelaki tersebut menekan pinggulnya keras-keras ke depan dan

“Aaaddddduuh............... aauuggccchhhhhhh......................!” keluh Sonya merasakan seakan-akan vaginanya terbelah dua diterobos penis Mr. Sink yang besar itu.

Kedua mata Sonya terbelalak, kakinya menggelepar-gelepar dengan kuatnya diikuti badannya yang meliuk-liuk menahan gempuran penis Mr. Sink pada vaginanya. Dengan buasnya Mr. Sink menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan cepat dan keras, sehingga penisnya keluar masuk pada vagina Sonya yang sempit itu. Mr. Sink merasa penisnya seperti dijepit dan dipijit-pijit sedangkan Sonya merasakan penis lelaki tersebut seakan-akan sampai pada dadanya, mengaduk-aduk di dalamnya, di samping itu suatu perasaan yang sangat aneh mulai terasa menjalar dari bagian bawah tubuhnya bersumber dari vaginanya, terus ke seluruh badannya terasa sampai pada ujung-ujung jari-jarinya.


Sonya tidak bisa menggambarkan perasaan yang sedang menyelimutinya, akan tetapi badannya kembali serasa mulai melayang-layang dan suatu perasaan nikmat yang tidak dapat dilukiskan terasa menyelimuti seluruh badannya. Hal yang dapat dilakukannya pada saat itu hanya mengerang-erang,

“aaaaaccchh..... ssssshhhhhhh........ oouusshh!”

Sampai suatu saat perasaan nikmatnya itu tidak dapat dikendalikan lagi serasa menjalar dan menguasai seluruh tubuhnya dan tiba-tiba meledak membajiri keluar berupa suatu orgasme yang dahsyat yang mengakibatkan seluruh tubuhnya bergetar tak terkendali disertai tangannya yang menggapai-gapai seakan-akan orang yang mau tenggelam mencari pegangan. Kedua kakinya berkelejotan. Dari mulut Sonya keluar suatu erangan,

“Aaaduhhhhhhh.. laagii.. laagiiiiiiiii.. oohhhhhhh.. oohhhhhhhhhh..”

Hal ini berlangsung kurang lebih 20 detik terus menerus. Sementara itu kedua lelaki itu terus melakukan aktivitasnya, dengan memompa penis-penis mereka keluar masuk vagina dan anus. Mr. Sink menjadi sangat terangsang melihat ekspresi muka Sonya dan tiba-tiba Mr. Sink merasakan bagian dalam vagina Sonya mulai bergerak-gerak melakukan pijitan-pijitan kuat pada keseluruhan batang penisnya. Gerakan kaki Sonya disertai goyangan pinggulnya mendatangkan suatu kenikmatan pada penis kedua lelaki tersebut, terasa seperti diurut-urut dan diputar-putar.

Secara bersamaan Mr. Sink dan Raj merasakan sesuatu gelombang yang melanda dari di dalam tubuh mereka, mencari jalan keluar melalui penis masing-masing, terasa suatu ledakan yang tiba-tiba mendorong keluar, sehingga secara besamaan penis mereka terasa membengkak seakan-akan mau pecah dan..

“Aacccccchhhhhhh.........!” secara bersamaan tangan-tangan mereka memeluk erat-erat badan Sonya dan pinggul mereka dengan kekuatan penuh yang satu menekan ke bawah dalam-dalam pada pinggul Sonya yang mengakibatkan keseluruhan penisnya terbenam ke dalam vagina Sonya, disertai suatu semburan sperma yang keluar dan menyemprot secara deras ke dalam vagina Sonya, sedang Raj mengangkat ke atas pinggulnya mendorong masuk penis terbenam habis ke dalam lubang anus Sonya, sambil menyemburkan cairan kental panas ke dalam lubang anus Sonya.

Menerima semburan cairan kental panas pada lubang kemaluan dan lubang anusnya Sonya merasakan suatu sensasi yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, hanya reaksi badannya yang bergetar-getar dan ekspresi mukanya yang seakan-akan merasakan suatu kengiluan yang tak terbayangkan, diikuti badannya yang tergolek lemas, tanpa dapat bergerak. Sonya terlena oleh kedahsyatan orgasme yang dialaminya dan diterima dari kedua lelaki tersebut.


Setelah beristirahat sejenak, Raj dengan cepat segera pulih kembali dan penisnya telah tegak dengan perkasa siap tempur. Sonya yang masih telentang lemas di atas sofa tidak diberi kesempatan oleh Raj, segera ditindihnya. Dengan cepat penisnya dibenamkan ke dalam kemaluan Sonya dan Raj Kumar terus mengerjai Sonya yang kelihatan sudah sangat lemas dan hanya bisa menuruti saja apa yang diinginkan oleh Raj.

Berkali-kali kelihatan Sonya mengalami orgasme yang dahsyat, itu kelihatan tiap kali dari getaran tubuhnya yang diikuti oleh kedua kakinya yang berkelejotan. Kedua matanya terlihat sayu, seakan-akan orang yang sudah sangat mengantuk. Mr. Sink dan Raj Kumar terus mengerjai gadis ayu tersebut secara bergantian terus-menerus sampai menjelang sore hari. Sonya mengalami orgasme berulang-ulang sepanjang waktu itu.

Menjelang jam 5 sore mereka menghentikan kegiatannya, meninggalkan Sonya yang telentang lemas di atas sofa dengan kaki yang terkangkang dan dari vaginanya masih mengalir sisa-sisa sperma dari kedua lelaki tersebut. Sejam kemudian setelah tenaganya pulih, Sonya dengan tertatih-tatih bangkit dari sofa dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.

Setelah itu bersama Mr. Sink yang setengah memapahnya mereka pamitan dan Mr. Sink mengantar Sonya ke rumahnya. Sepanjang jalan pulang, Sonya hanya bisa berdiam diri merenung akan apa yang baru saja dialaminya. Ada perasaan bingung yang melanda dirinya yaitu antara perasaan puas atas kenikmatan yang dirasakannya dan perasaan benci pada kedua lelaki tersebut atas perlakuan mereka terhadap dirinya.

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: