Cerita Dewasa, Semalam Kami Bertiga Menggapai Nikmat Di Kamar Hotel

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari sepasang suami istri yang sedang bercinta, tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan mantan pacar sang suami. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

SELAMAT MENIKMATI !!!

www.cerwasa.com

Cerita sex ini aku alami saat berwisata di kota S bersama istriku. Saat itu aku ketemu mantan ku waktu kerja di kota itu. Jelita Namanya. Aku dan istriku waktu itu memutuskan untuk menginap di hotel ‘S’, kami berdua sudah hampir 3 hari menginap untuk sedikit refreshing dari kejenuhan rutinitas. Dan aku mendengar mantanku itu hidup sendiri, dia sudah putus sama calon suami yang waktu dulu dikenalkan denganku, dan katanya sekarang adalah biseks (moga-moga bukan begitu yang aku dengar).

Hari keempat setelah usai makan malam, aku dan istriku mulai iseng seperti biasa suami istri saling cium, saling hisap walaupun dengan pakaian setengah telanjang, namun gairah kami berdua tidak ada habis-habisnya. Kata teman-temanku aku punya libido seks yang tinggi, makanya istriku kadang-kadang tidak kuat meladeni diriku di ranjang. Tengah asyik-asyiknya kami penetrasi pintu kamar hotelku diketuk orang, aku langsung beranjak tanpa mempedulikan istriku yang sudah ngos-ngosan tidak karuan.

Betapa terkejutnya aku waktu kubuka pintu, sesosok badan yag anggun berdiri di depanku dengan celana jeans ketat dan kaos putih ketat terawang. Aku hampir terpesona

“Jelitaaaaaaaa..” kataku setengah gugup.
“Ayo masuk,” pintaku,

Tanpa sadar aku sudah setengah telanjang. Dia mengikutiku masuk ruangan hotel, istriku pun tengah rebahan dan hanya ditutup oleh selimut hotel.

“Ini Jelita, Mah kenalin,” mereka pun saling berjabat tangan.
“Oh, kalian sedang asyik yah, maaf kalo aku mengganggu?” kata Jelita kemudian.

Kami pun agak kikuk, namun Jelita dengan santai pun berkata,

“Lanjutin aja, cueklah kalian kan sudah suami istri, ayolahhh...... lanjutin aja!”

Aku dan istriku heran melihat hal itu, namun dengan sedikit kikuk tanpa aku pikirkan siapa dia, aku mulai lagi penetrasi dengan istriku. Kulumat bibir istriku, turun ke bawah di antara dua toket nan indah yang kumiliki selama ini, ukurannya sih 34B kujilat-kugigit puting susu istriku, dengan terpejam istriku mendesah,

“Aaaccccchh.. aaaaccchhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..”

dia tidak lagi memperdulikan sekelilingnya juga termasuk Jelita. Mulutku mulai turun ke arah di lubang kemaluan istriku dengan tangan kanan dan kiri meremas-remas kedua toketnya. Kujilati lubang kemaluan istriku, dia pun mulai bergoyang-goyang.

“Masssss........ itilnyaaaa....... aacchh enak.. Mas.. terus.... terusssssss..........................”

Aku sempat melirik Jelita, dia pun melihat adegan kami berdua seakan-akan ingin ikut menikmatinya.

“Mas, ayo mulai.. aaa.......akuuuu.. udah nggak.. kuat.. nihhhhhhhhhhhh..”

Lalu penisku yang sudah mulai tegak berdiri mulai masuk ke lubang vagina istriku, “Bleess.. sleepp..” begitu berulang-ulang, tiba-tiba tanpa aku sadari Jelita sudah melepas semua penutup tubuhnya, dia beranjak dari tempat duduk dan mendekati istriku, dilumatnya bibir mungil istriku. Edan! pikirku, namun ini memang pengalaman baru bagi kami berdua dan lebih ada variasinya.

Istriku pun ternyata membalas ciuman Jelita dengan bergairah, tangan Jelita pun asyik memainkan puting susu istriku. Hampir setengah jam aku naik-turun di tubuh istriku, dan tubuh istriku mulai mengejang

“Maaassssssssssssss.. aku.. ke.. lu.. aarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrgghh..”

 Tubuh istriku tergeletak lemas di ranjang, Jelita tahu kalau aku belum sampai puncak, ditariknya diriku agar duduk di tepi ranjang, dengan penis yang masih tegak dan basah oleh sperma istriku. Jelita mulai menjilati penisku dengan bergairah,

“Enak Mas cairan istrimu ini...................,” katanya.

Istriku yang melihat hal itu hanya senyum-senyum penuh arti, Jelita masih dengan bergairah mengulum-ulum penisku yang panjang dan besar itu,

“Lit, aku pengennnnnnnnnnnnnnn..” Dia tahu apa yang kuminta, tanpa bertanya pada istriku Jelita naik di antara kedua kaki, rupanya lubang kemaluannya sudah basah melihat adeganku dan istriku tadi. Lalu “Bleess..” penisku sudah masuk ke vagina

Jelita. Istriku melihat itu hanya terdiam, namun kemudian dia bangkit dan mendorongku sehingga aku di posisi terlentang di ranjang. Ia mulai naik ke tubuhku dengan posisi lubang vaginanya tepat di atas kepalaku.

“Jilati ya Mas..” pintanya manja.

Aku mulai menjilati lubang kemaluan istriku dan klitorisnya yang indah itu, istriku dengan posisi itu ternyata lebih bisa menikmati dengan Jelita, mereka saling berciuman dan posisi Jelita pun naik-turun di atas penisku. Lalu istriku dengan bergairah melumat kedua puting toket indah milik Jelita, setelah setengah jam tubuh Jelita mengejang,

“Maaaassssssssssss.. aaaa.................akuuuuuuuuuuuu.. mau.. ke.. aahh..”

Cairan panas menerpa penisku, begitu pula aku sudah ingin mencapai puncak dan tak tahan lagi spermaku tumpah di dalam lubang vagina Jelita. Jelita kemudian beringsut dari tempat tidur, dia berjalan ke arah tas yang ia bawa tadi, lalu mengeluarkan sebuah benda coklat panjang dengan tali melingkar, itukah yang dinakan “dildo”, aku dan istriku baru tahu waktu itu.

Jelita mulai mengenakan dildonya, persis seperti laki-laki, dia berjalan ke arah istriku yang sejak tadi rebahan di sampingku. Jelita mulai beraksi, dia menciumi istriku dengan bergairah, melumat puting susu istriku yang tegak, turun ke vaginanya, dijilatinya dengan puas, klitorisnya dimainkan dengan ujung lidahnya, istriku tak tahan dia mendesah-desah kenikmatan.

“Lita.. te .... te .... teruuussss.... Littttttttttttttttttttttttttt......”

Jelita kemudian melepas vagina istriku yang tadi dijilat dan digigitnya, dia naik di atas tubuh istriku, lalu tangannya membimbing dildo yang dia pakai tepat di atas lubang vagina istriku, dengan sekali tekan masuklah dildo itu,

“Aauugghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..” teriak istriku.
“Enak Mas.. lebih enak dari punyamu..” katanya,

Aku hanya tersenyum. Jelita seakan bergairah sekali dalam permainan itu, seakan-akan dia seorang laki-laki yang sedang menyetubuhi wanita, istriku pun menikmatinya. Aku sudah tidak tahan melihat adegan itu, tanpa minta ijin dulu dengan posisi membelakangi Jelita aku melihat warna merah indah vagina milik Jelita terpampang di depanku. Dengan sekali genjot penisku sudah masuk ke lubang itu,

“Bleess..” Mata Jelita sampai terpejam-pejam menikmati itu.

Setelah beberapa lama tubuh istriku tampak mengejang dan, “Aaachhhhhhhhhh.. Lita.. sayang..”

Dia lemas untuk kedua kalinya. Jelita tiba-tiba menahanku, sehingga aku terdiam, dia bangkit berdiri dari posisi di atas istriku, dia mendorongku ke tempat tidur, dia melepas dildonya dan naik ke tubuhku, dia mulai lagi dengan posisi seperti awal tadi, wow......................... nikmat sekali.

Istriku bangkit dari ranjang, dia iseng mengenakan dildo yang dikenakan Jelita tadi, lalu berjalan membelakangi Jelita, istriku melihat dengan indah pantat Jelita yang putih mulus dan halus itu. Dibelainya dengan lembut, dia mendorong tubuh Jelita sehingga terjerambab, dengan posisi itu kami dapat saling berciuman dengan bergairah.

Istriku lalu mengambil posisi, dengan perlahan-lahan dia memasukkan dildonya di dubur Jelita (dia ingin anal seks rupanya dengan Jelita), dengan gerakan lembut dildo itu masuk ke dubur Jelita, Jelita pun berteriak,

“Aagghh ..........................saaa.. kitttttttttttt..”

istriku pun berhenti sebentar, lalu dengan gerakan maju-mundur secara pelan dildo itu akhirnya lancar masuk ke dubur Jelita. Mata Jelita pun sampai terpejam-pejam,

“Mas.. aku.. udah.. nggakk.. ku.. at.. lagg.......................” kembali cairan panas menyerang penisku.

Istriku sudah berhenti memainkan dildonya takut Jelita menderita sakit. Tubuh Jelita terbaring di ranjang sebelahku, istriku yang nafsunya masih menggebu langsung menyerangku, dia dengan posisi seperti Jelita tadi mulai naik-turun dan tanganku pun tak ketinggalan memilin kedua puting susunya.

Setelah hampir satu jam kami bergumul, akhirnya klimaks kami bersamaan mengeluarkan cairan di dalam satu lubang. Istriku kemudian beringsut, dia ingin mengulum penisku yang masih tegak berdiri dan basah oleh cairan kami berdua, Jelita pun tak ketinggalan ikut mengulum-ngulum penisku. Betapa nikmatnya malam ini, pikirku.

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: