Cerita Seks ABG Tak Kusangka Aku Bisa Bercinta dengan Mantan Guruku

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Remaja berumur 18 tahun yang sejak dari bangku SMP sudah menaruh hati pada gurunya. Hingga pada kesempatan yang tak terduga dia bisa menggauli mantan Gurunya dan anehnya mantan guru tersebut menjadi tergila-gila dengannya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. .....

SELAMAT MENIKMATI !!!

www.cerwasa.com

Kenalkan sob...... Namaku Hendra, dan inilah ceritaku ..... Saat itu aku masih berumur 18 tahun. Saat berangkat ke Yogya untuk kuliah tak sengaja aku bertemu dengan Bu Yanti dan Pak Iwan (suaminya). Perlu diketahui, Bu Yanti  adalah guruku saat SMP dulu.

Setelah bercerita panjang lebar beliau berdua menawarkan padaku untuk tinggal ditempat mereka selama aku kuliah. Setelah mendapat ijin orang tuaku, akupun menerima tawaran baik mereka karena aku memang tidak punya saudara dan kenalan di Yogya.

Sebulan tinggal bersama mereka, aku tahu kalau Pak Iwan yang bekerja diluar pulau sering sekali meninggalkan Bu Yanti  sendirian di rumah, sementara kedua anaknya lebih memilih tinggal bersama neneknya diluar jawa untuk mernyelesaikan pendidikan dasar mereka. Aku sering melihat Bu Yanti melamun sepulang dia dari mengajar disekolah. Bu Yanti juga sering cerita panjang lebar padaku tentang kesepiannya dirumah selama ini.

Dan kini aku selalu menjadi pendengar yang baik, dibalik sikap baik yang kuperlihatkan, terpendam hasrat yang ada sejak SMP dan tumbuh lagi sejak pertemuan kembali dengan Bu Yanti sekarang. Waktu SMP dulu aku paling bersemangat jika pelajaran Bu Yanti , selain cara mengajarnya yang enak aku bisa mengintip BH yang dia gunakan. Antara kancing didada dan kerah lehernya terdapat celah yang sering terbuka, sehingga jika diperhatikan secara teliti, orang pasti bisa melihat warna BH yang ia gunakan. Selama pengamatanku, Bu Yanti selalu memakai BH warna Hitam. Itu selalu menjadi santapanku setiap mata pelajarannya. Bahkan aku selalu memperhatikan gerak-geriknya selama disekolah.

Saat itu usianya 28 tahun, dengan wajahnya yang putih dan bentuk tubuhnya yang menawan membuatku selalu menjadikannya sebagai objek hayalan jika onani. Sekarang diusianya yang ke 34 tdak terlihat kalau Bu Yanti telah memiliki 2 orang anak yang sudah SMP. Malah menurutku ia terlihat lebih menawan, terutama pada bagian pinggul dan dada ukuran 34B yang lekukannya semakin terbentuk. Itu semua karena program senam yang diikutinya tiap senin dan kamis sore.

Awalnya aku cuma mengkhayalkan tubuh Bu Yanti jika sedang bermasturbasi. Kemudian aku melakukannya sambil memegang CD dan BH hitam milik Bu Yanti , sampai akhirnya aku berani menguping jika Pak Iwan yang pulang dan sedang bercinta denagn Bu Yanti . Sambil mendengar desahan dan erangan erotis dari dalam kamar, tanganku asik mengocok batang kontolku yang lumayan besar. Dan bila sudah keluar kubersihkan dengan CD atau BH Bu Yanti yang akan dicuci besok.

Akhirnya muncul khayalan dan niatku untuk mencicipi lubang memek Bu Yanti yang pasti sangat keset dan terawat. Akhirnya  setelah 4 bulan tinggal disana, saat itu hari kamis dan suaminya sudah berangkat seminggu. Aku menunggu didalam kamar sambil membayangkan “malam pertama” yang akan kulalui bersama Bu Yanti . Saat dia pulang dari senam aku membukakan pintu rumah.

“Sore Ndra.. baru pulang.................?” Sapanya ramah dan tersenyum padaku.
“Iya Bu.. baru aja kok bu.............” Balasku sambil mengangguk.

Kemudian dia pergi kedapur membuat segelas susu lalu diletakkan datas meja makan. Kemudian ia masuk kamar untuk mandi. Dan saat dia mandi itulah, kumasukkan serbuk tidur yang kubeli di apotik kedalam susu yang akan diminumnya. Sekitar 45 menit kemudian Bu Yanti keluar dari kamar, ia menggunakan daster motif bunga warna biru dengan panjang selutut tanpa lengan dengan belahan dada yang agak rendah, sehingga jika dia agak membungkuk belahan payudaranya yang indah akan tampak jelas terlihat olehku. Setelah mengambil susu di atas meja dia duduk menemaniku menonton TV di ruang tengah.

“Ada berita apa Ndra?” Tanyanya sambil meminum susu.
“Biasa Bu.. politik gak ada habis-habisnya tuh bu” Sahutku sambil mencuri pandang ke payudaranya.
“Bapak ada nelepon gak?” Tanyanya lagi sambil menghabiskan susu di gelas.
“Belum Bu, mungkin masih ngelonin istri baru” Candaku.
“Husss....Nakal kamu ya..” Tegurnya sambil mencubit pinggangku.

Aku tidak menghindar karena dengan itu aku bisa melihat belahan dadanya yang seperti ingin melompat dari dalam dasternya. Sekitar 5 menit kemudian Bu Yanti mulai menguap dan kepalanya mulai jatuh karena sangat mengantuk.

“Ndra ibu tidur duluan ya ... Gak tau kok ngantuk banget hari ini” Pamitnya.
“Mungkin tadi terlalu diforsir tenaganya Bu” Sahutku dengan tersenyum.

Selanjutnya Bu Yanti masuk kamar dan menutupnya. Setelah 10 menit menunggu aku mulai beraksi, kuketuk pintunya pelan tiga kali lalu kupanggil namanya, tak ada jawaban. Kuulangi sekali lagi tetap tak ada jawaban, kuputar pegangan pintu dan kubuka dengan sangat perlahan dan kututup keras-keras. Bu Yanti tidak bereaksi di atas kasurnya.

Saat kulihat jam dinding, 18:15,  masih banyak waktu pikirku. Aku naik keatas kasur lalu ku perhatikan wajahnya, cantik sekali. Kucium bibirnya dengan lembut, lalu kujilati wajahnya sampai basah kemudian ciumanku turun kelehernya. Kusapu sekeliling lehernya dengan jilatan dan sedotan hingga memerah. Setelah puas kuturunkan kepalaku kedadanya, walau masih berpakaian lengkap tapi bisa kurasakan kekenyalan sepasang payudara yang indah itu. Kedua tanganku secara perlahan tapi pasti meraih kedua bukit kembar itu lalu mengusapnya dengan lembut sementara kepalaku turun keselangkangnnya. Dibalik kain daster itu tercium aroma kewanitaan yang sangat merangsang.

Kuhirup puas-puas wangi yang memabukkan itu, sehingga mengakibatkan remasan-remasan yang kulakukan kepayudara Bu Yanti menjadi kasar dan tak terkendali. Tarikan napasku semakin berat seiring dengan hasrat yang semakin menggebu. Kemudian aku membuka semua pakaian yang menempel ditubuhku, dan menutup mataku dengan kain.

Setelah itu kubuka daster yang dikenakan oleh Bu Yanti kemudian kuatur posisi tubuhnya, Kedua tangan di atas kepala dan kaki yang membuka lebar. Lalu kubuka kain penutup mataku, pemandangan yang erotis dan menantang langsung terlihat dihadapanku. Tubuh Bu Yanti yang tergolek lemah tak berdaya kini hanya ditutupi oleh BH hitam pada payudaranya yang montok dan CD pink yang menggembung pada selangkangannya. Batang penisku semakin tegak mengacung siap perang.

Kudekati dan kutindih tubuh Bu Yanti yang tergolek lemah dan pasrah itu. Kucium bagian payudaranya yang tak tertutup BH, lalu tanganku menelusup kedalam BHnya dan meraih salah satu puting susunya kemudian memilin-milinnya. Dengan napas yang makin memburu kusingkap BHnya keatas sehingga kedua payudaranya langsung membusung kedepan seakan mengundangku untuk menikmatinya.

Kuciumi kedua payudaranya lalu kukulum, kusedot dan kugigit-gigit putingnya sampai memerah. Setelah itu kulirik selangkangannya, CD pink Bu Yanti tak mampu menutupi beberapa helai rambut hitam yang menjulur keluar dari balik CD itu. Kutahan hasrat itu karena aku ingin menikmatinya saat Bu Yanti mulai sadar nanti.

Kuraih kedua payudaranya kuremas-remas dengan kasar lalu kuletakkan batang penisku diantara sepasang susu yang indah itu. Kemudian aku mulai menggerakkan pinggulku maju mundur, rasanya nikmat sekali walau pasti tak senikmat jika masuk kelubang memeknya batinku. Pelan tapi pasti rasa nikmat mulai merasukiku, napasku mulai tersengal dan desahan mulai keluar dari mulutku tanpa diminta. Butir-butir keringat makin mengalir deras, kukulum bibir Bu Yanti sejenak lalu kulanjutkan kembali genjotanku tanpa kenal lelah.

Kulihat tubuh Bu Yanti mulai berguncang karena gerakanku yang makin hebat. Sekitar 10 menit berlalu dan aku sudah lelah menahan, kuputuskan untuk segera mengeluarkannya. Gerakan pinggulku makin kupercepat dan kedua payudaranya makin kurapatkan. Rasa nikmat tak terlukiskan mulai menjalari batang penis dan menyebar keseluruh tubuhku. Cairan putih kental keluar dengan dahsyat dari kepala penisku dan membanjiri permukaan tubuh indah Bu Yanti yang tergolek diam.

Kukocok batang penisku sambil memuntahkan cairan spermaku kewajahnya, desahan-desahan nikmat keluar dari mulutku. Setelah selesai aku beristirahat sejenak sambil menatap tubuh Bu Yanti yang hanya tertutup oleh CD saja. Kemudian kuambil lap dan air hangat yang memang sudah kupersiapkan, kubersihkan setiap bagian tubuhnya yang terkena siraman spermaku. Setelah itu kucium-cium sebentar lalu kupasangkan lagi BHnya, kemudian kubongkar lemarinya kucari baju yang biasa digunakan Bu Yanti kesekolah.

Setelah dapat kupakaikan ketubuhnya. Samar-samar terlihat sekali kalau baju itu membentuk lekukan yang sangat indah aku berdecak kagum. Kemudian aku menunggu dia bagun sambil memainkan payudaranya yang indah. Aku duduk disampingnya saat Bu Yanti mulai membuka matanya. Cahaya lampu tampak menyilaukan matanya, kuperhatikan bagian dadanya yang terbuka. Batang penisku perlahan tapi pasti kembali mengeras melihat pemandangan yang erotis itu.

“Uuhhhhh .....Jam berapa ini Ndra?” Tanyanya sambil mengucek mata.
“10 lewat 5 bu..........” jawabku.

Sementara mataku terus menatap kebelahan dadanya.

“Huuaah.. masih malam toh.. lagi ngapain kamu” Tegurnya sambil merentangkan tangan, otomatis belahan payudaranya terlihat sampai BHnya. Dan itu membuatku menjadi lupa diri.

“Lagi liat ini Bu..” Tanganku langsung meremas salah satu payudaranya yang montok.
“Jangan kurang ajar kamu ya” Bentaknya sambil menepis tanganku dan menutupi bagian dadanya yang terbuka.

Aku mendekatinya dan kuceritakan semua yang baru saja kulakukan tadi. Wajahnya tampak memerah karena kaget dan tak percaya.  Kemudian aku langsung memeluknya, dan mencium bibirnya. Tak sampai disitu, kurebahkan tubuhnya keatas ranjang dan kutindih dengan tubuhku. Kusergap bibirnya, kucium dan kulumat bibirnya.

“Jangan Ndraaaaaaaaa....................... Ini dosa” kata Bu Yanti lirih.

Tapi aku terus menciuminya, tanganku mulai menyusup ke balik bajunya. Bu Yanti menangkisnya, tapi dengan sedikit gerakan aku berhasil menepisnya dan terus menyusup masuk sampai menyentuh payudara Bu Yanti yang masih terbungkus BH. Aku meremas lembut payudaranya yang montok itu. Bu Yanti mendesah, aku terus meremas tidak lupa ciumanku terus melumat bibirnya. Aku mengalihkan ciumanku ke lehernya. Bu Yanti kembali mengerang, jemari tanganku mulai merayap kepunggungnya, dan terus melepas tali BHnya. “Yesss..... Berhasil” Batinku.

Bu Yanti tersentak.

“Kita tidak boleh melakukan ini Ndra” sambil mendorongku kesamping.
“Memang tidak boleh bu.. tapi................”

Aku kembali mendekapnya, kali ini ciumanku lebih ganas dari pada yang pertama. Mulai dari bibir ke telinga terus menjalar ke lehernya. Jemari tanganku melanjutkan aksi lagi menarik keatas BH terus meremasnya, memuntir-muntir putingnya. Bu Yanti pasrah dan kelihatan mulai panas dengan permainan yang kuterapkan. Aku mengangkat tubuh Bu Yanti dan membuka baju serta BHnya, demikian pula kulepas semua bajuku.

Bu Yanti tampak takjub melihat batang penisku. Aku memulai kembali aksiku, kali ini ciumanku kuarahkan ke payudaranya. Bu Yanti menggeliat, apalagi tanganku menyentuh payudaranya yang satu lagi. Kami berdua telah bermandikan keringat, tangan Bu Yanti menjambak rambutku. Permainanku jemariku mulai merangkak ke bawah dan berusaha menyelusup kebalik rok dan CDnya.

Bu Yanti tidak lagi berusaha menangkisnya. Jemari tanganku menyentuh rambut kelaminnya, lalu jemariku menggesek-gesek sekitar liang memek Bu Yanti . Bu Denok mendesah panjang dan membenamkan kepalaku kepayudaranya, untuk mendapatkan kenikmatan lebih. Setelah beberapa lama, ciumanku mulai merangkak kebawah sampai kebatas rambut memeknya yang sedikit terbuka.

Aku kemudian memeloroti rok dan CDnya. Aku kembali terkagum melihat tubuh telanjang Bu Yanti . Payudaranya putih padat berisi dihiasi puting susu yang berwarna coklat kemerah-merahan. Sementara Memeknya dikelilingi rambut kelamin yang lebat. Aku kembali beraksi, kali ini daerah sasaranku liang memeknya. Aku menciumi dan menjilati yang agak menonjol disekitar liang memeknya mungkin itu yang dinamakan kloritas.

Setelah beberapa lama ciumanku kembali keatas, merentangkan tangannya yang menutupi payudaranya. Terus menjilati tubuhnya dan akhirnya mnedarat lagi di bibirnya. Batang penisku dengan mulut memek Bu Yanti saling beradu. Ini menyebabkan batang penisku ingin dimasukkan ketempatnya. Aku mengatur posisi dan melebarkan pahanya.

Bu Yanti tersadar dan berkata, “Kita sudah terlalu jauh.. jangan teruskan Ndra...........”

Aku tidak lagi memperdulikan kata-kata Bu Yanti karena hawa nafsuku sudah ada di puncak. Aku kembali meraih tubuh Bu Yanti dan menciumi bibirnya, kali ini lebih dahsyat lidahku bergoyang-goyang di mulutnya. Bu Yanti tak bisa berbuat apa-apa dan kembali larut dalam kenikmatan. Batang penisku yang sudah gatal ingin memasuki liang memek Bu Yanti . Aku mengambil posisi yang pas, batang penisku mulai memasuki pintu kewanitaannya.

Seperti masih perawan, batang penisku sering melenceng memasuki liang memek Bu Yanti , aku terus berusaha dan akhirnya masuk juga batang memekku keliang memek Bu Yanti . Bu Yanti mendesah panjang dan badannya berguncang.

“Gila keset amatttttttt.......... kaya belum punya anak aja” batinku.

Bu Yanti telah mulai tenang dan batang penisku telah masuk sedikit demi sedikit. Akhirnya semua batang kejantananku tenggelam di liang senggama Bu Yanti . Aku menggoyangkan pinggulku sehingga batang kejantananku keluar masuk di liang senggama Bu Yanti . Makin lama makin cepat, Bu Yanti mendesah sambil menyebut namaku. Kami berdua bermandikan keringat walaupun cuaca pada saat itu dan lumayan dingin.

Erangan nikmat yang panjang disertai cairan hangat menerpa batang kejantananku yang masih berada didalam liang senggama Bu Yanti. Rupanya Bu Yanti telah mencapai orgasme, aku pun tidak tinggal diam dengan mempercepat gerakan batang kejantananku keluar masuk diliang senggama Bu Yanti .

“Inilah saatnyaaaa................................” Batinku.

Akhirnya puncak kenikmatanku datang, spermaku muncrat didalam liang senggama Bu Yanti bersamaan dengan cairan hangat yang kembali menyirami batang penisku, ternyata Bu Yanti kembali orgasme. Malam itu berlanjut dengan beberapa kali bu Yanti orgasme, sampai akhirnya kami kelelahan dan tertidur.

Pagi harinya, Bu Yanti bangun lebih dulu dan langsung kekamar mandi. Sesaat kemudian aku terbangun dan mendengar guyuran air dikamar mandi, dan aku mengetoknya pintunya, Bu Yanti pun membuka pintu kamar mandi. Kembali aku terkesima melihat Bu Yanti yang telanjang bulat dengan rambut yang basah. Gairahku kembali memuncak, aku masuk dan langsung merangkul tubuh Bu Yanti .

“Mandi dulu dong Ndraaaa..................” Pinta Bu Yanti manja.

Akupun menuruti ajakannya kemudian mengguyuri tubuhku dengan air. Beberapa saat setelah itu aku menyabuni tubuhku dengan sabun cair. Bu Yanti turut membantu, malah dia menyabuni batang kejantananku yang kembali tegak.

Rasa malu dan marah Bu Yanti telah hilang, dia mengocok-ngocok batang kejantananku dengan lembut. Nikmat rasanya, dan pada saat hampir mencapai klimaksnya aku melepaskan tangan Bu Yanti karena belum saatnya. Gantian aku yang menyabuni Bu Yanti , mula-mula kedua tangannya lalu kedua kakinya. Sampailah kedaerah yang vital, aku berdiri dibelakang Bu Yanti terus merangkulnya dan menyabuni payudaranya dengan kedua telapak tanganku. Terdengar Bu Yanti mendesah panjang.

Usapanku kebawah melewati perutnya hingga sampai keliang senggamanya. Kembali aku mengusapnya dengan lembut. Busa sabun hampir menutupi liang senggama Bu Yanti , kali ini Bu Yanti merintih nikmat. Setelah puas aku mengguyur kedua tubuh kami yang masih berangkulan. Aku membalikkan tubuhnya dan kami pun saling berhadapan. Bu Yanti kemudian mencium bibirku, aku membalasnya dan kemudian terjadi french kiss yang dahsyat.

Tangan kami pun tidak tinggal diam, aku menyentuh payudara Bu Yanti dan ia menyentuh batang kejantananku yang masih perkasa berdiri. Setelah beberapa lama, Bu Yanti membimbing batang kejantananku memasuki liang senggamanya. Dengan melebarkan kakinya batang kejantananku kembali memasuki liang senggama Bu Yanti . Bu Yanti  melilitkan tangannya ke leherku kemudian aku menggendong Bu Yanti dan menyandarkan ke dinding kamar mandi.

Setelah itu aku kembali menggoyangkan pinggulku yang membuat kejantananku keluar masuk liang senggama Bu Yanti . Akhirnya spermaku keluar dan membasahi seluruh dinding liang senggama Bu Yanti . Ternayata ia belum mencapai klimaks, untuk membantunya aku menjilati liang senggama Bu Yanti . Bu Yanti sedikit menjerit dengan apa yang kulakukan, Akhirnya Bu Yanti mengeluarkan juga cairan dari liang senggamanya dan pas mengenai wajahku. Bu Yanti terkulai nikmat, aku mengguyuri kembali tubuh kami berdua.

 “Lain kali.. aku minta lagi ya sayangggg..............” Bisikku sambil menelusupkan tangan ke balik baju kerjanya.
“Atur ajahhhhhhhhhh....................” Desahnya manja.

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: