Cerita Sex Dewasa, Ini kan yang Selama ini Kamu Bayangkan dan Inginkan dari Tante?

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang ABG yang bernama Sony. Karena seringnya ketemu dan memperhatikan belahan dada Tante Moudy, maka di suatu saat dia diberikan kesempatan untuk merasakan kehangatan tubuhnya.  Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

SELAMAT MENIKMATI !!!

www.cerwasa.com

Umurnya kira-kira 35 tahunan tapi wajah dan bodynya kelihatan begitu menggemaskan. Namanya Tante Maudy. Dia ini bekerja di instansi pemerintah di mana ibuku juga bekerja di sana, jadi mereka teman sekantor. berawal dari seringnya aku disuruh oleh mamaku untuk menyerahkan berkas-berkas kantor yang dikerjakan ibuku kepada Tante Maudy. Sehingga aku pun menjadi akrab dengannya.

Suatu malam, seperti biasanya mama menyuruhku ke tempat rumah Tante Maudy untuk menyerahkan berkas-berkas pekerjaan tersebut, sekalian aku berpamitan keluar untuk bermain. Kuketuk pintu rumahnya beberapa kali sampai capek ku menunggu di depan rumahnya. Namun rumahnya kelihatan sepi, apa pada bepergian, tapi mobilnya Tante Maudy ada di garasi, gumamku dalam hati. Tak lama kemudian pintu dibuka oleh wanita muda kira-kira umurnya 20 tahunan yang ternyata adalah pembantu Tante Maudy.

“Tante Maudy-nya ada mbak Arum”, tanyaku padanya.
“Oh ada dik Sony, masuk dulu Tante Maudy masih mandi”, kata mbak Arum sambil menyalakan lampu ruang tamu.

Maka duduk termenung sendirian menunggunya, dan untuk yang kesekian kalinya aku meminum sirup dingin yang sedari tadi disuguhkan oleh pembantu itu. 5 menit kemudian dari ruang tengah tampak Tante Maudy keluar dari kamar mandinya dengan tubuh cuma terlilit oleh handuk.

“Wow semok juga tubuhnya..........,” kataku dalam hati.
“Ohhh .... dik Sony, udah lama ya nunggunya dik....?”.

Aku masih tetap terpesona melihat tubuhnya yang indah dan semok berisi yang tidak tertutup seluruhnya oleh handuk tersebut.

“Dik Sony ........., lihat apa’an sih kok cuman bengong.....................?”
“Anu.....Eh anu……. ‘Tante.... lihat….. susu …. eh nggak lihat apa-apa kok ‘te”, jawabku gelagepan.
“Dik Sony ini ada-ada saja. Disuruh ibu ya, antar di kamar tante saja ya nyerahin berkasnya, tante tunggu lho................!”

Aku semakin gelagepan, kok tumben ngomong kayak gituan. Dengan polosnya aku ikuti kata-katanya tadi. Sampai ku di depan pintu kamarnya ku ketuk pintu itu, dan dari dalam terdengar jawaban untuk menyuruhku masuk. Ku buka pintu kamarnya dengan hati-hati. Setelah ku masuk di kamarnya, betapa kagetnya aku melihat tubuh mulus telanjang Tante Maudy telah terlentang menantang di atas ranjang.

“Dik Sony .... Ini kan yang selama ini kamu bayangkan dan inginkan dari tante, ya kan Son.....?”

Aku tidak menjawabnya karena aku masih belum sadar dari keterkejutanku atas apa yang kulihat di depan mataku sekarang ini.

“Sinilah Son...., naik ke ranjang dan puasin tante ya, nggak perlu takut, ini kan yang kamu pengini?”

Lalu aku menuruti kata-kata Tante Maudy dengan naik ke ranjangnya. Tiba-tiba tanganku dipegangnya lalu dibimbing ke arah payudaranya yang kira-kira berukuran 34b. Diletakkannya tanganku dan mulailah kuremas-remas payudaranya yang sebelah kiri dan kepalaku menciumi dan menjilati payudaranya yang sebelah kanan dengan birahi yang sudah gak karuan menggelora.

“Oouuccchhhhhh .... oouuccchh…. Iya Son ...sedot terus Son …. oouucchh.. diemut donk...!!!”,

Tante Maudy rupanya sudah terbakar birahinya juga. Matanya merem melek menikmati payudaranya yang sedang kunikmati. Tiba-tiba Tante Maudy melepaskan bajuku dan menyuruhku untuk terlentang. Ooocchhhh ..... Ternyata tante melepaskan juga celanaku dan memlorotkannya dengan nafsu yang bergelora.  Seperti apa yang kuharapkan terjadi juga, penisku dilumatnya, disedotnya sampai gemetar tubuhku dibuatnya. Aku bergelinjangan menahan kenikmatan yang pertama kali aku rasakan.

“Sonnnnnnnnnnn........., sedotin juga dong memek tanteeeeeee............!”

Kucium memeknya yang berbulu tipis dan berbau wangi, rupanya Tante Maudy merawat milik-nya dengan baik. Tante Maudy bergelinjangan, mendesah-desah karena kujilati memeknya. Kumain-mainkan ‘itil’-nya dengan lidahku dan kadang-kadang kutusuk lobang memek-nya. Tubuhnya semakin kehilangan kendali, dan semakin kurasakan lembabnya memeknya karena tubuhnya dirangsang dengan hebat.
“Sonyyy................ tante sudah tidak kuat nichhhh, cepet masukin dong penismu.............!”

Tak menunggu lama, akhirnya blesss…… bleeesss….. bleeesss…… kusodok-sodok dengan keras dan Tante Maudy mengimbanginya dengan goyangan pinggul dan pantatnya.

“Tante, Sony udah mau keluarrrrrr… uuuhhhh… oooohhh…. uuuuhhh….”
“Tahan Sony…bentarrrrr .... yeaah… ooouuuhhhhhhhhhhh….................... ”

Goyangan Tante Maudy semakin liar yang membuat diriku semakin tidak tahan lagi, yang akhirnya… aku keluar, crrooott…. crrooottt…. di dalam memeknya terasa hangat oleh cairan yang membanjir bersamaan dengan bergetarnya tubuh Tante Maudy.

“Oouucccchh .....….. ooouuuhhh… yeaahh.. yeaahh… uuhh… aku puas Son, makasih ya !”

Kuambil bajuku dan kupakai lagi meskipun tubuhku penuh keringat yang bercucuran.

“Besok ke sini temenin tante lagi, ya Son!”, desah Tante Maudy dengan tubuh lemas dan masih bertelanjang. Sesampaiku di rumah langsung disambut oleh mamaku, aku pun menjadi ketakutan kalau-kalau mamaku tahu apa yang baru saja terjadi.

“Darimana saja kamu, main-main saja jadi lupa belajar, sudah sana ke kamar dan cepet belajar”.

Aku pun lega ternyata mamaku tidak tahu, aku pun berlari menuju kamarku sambil tersenyum karena aku telah menikmati apa yang belum aku rasakan sebelumnya.

Setelah kejadian itu, aku dan Tante Maudy berbulan-bulan lamanya melakukan affair yang sangat hot. Kami lakukan itu kadang-kadang di rumah Tante Maudy, kadang di hotel, kadang pernah juga di rumahku kalau lagi kosong. Pokoknya di mana ada tempat untuk bercinta pasti tidak akan kami lewatkan.

Hingga suatu malam di rumah Tante Maudy seperti biasanya aku datang ke rumahnya. Aku langsung disambut mbak Arum, yang aku yakin dia sudah tahu tentang affairku dengan nyonya-nya.

“Masuk aja mas Sony, ibu sudah menuggu dari tadi”, sambutnya dengan ramah.

Aku langsung masuk ke kamar Tante Maudy dan kubuka langsung celana dan bajuku. Tante Maudy pun melakukan hal yang sama.

“Kok lama sih Son, tante kan udah kedinginan nih!”, kata Tante Maudy dengan manja dan menghampiriku untuk memeluk tubuhku dan menciumi bibirku, memasukkan lidahnya di mulutku sehingga lidahku pun saling ber-“silat lidah”.

Sambil kucium ku buka tali BH-nya yang masih melekat di tubuhnya dan lalu kuciumi puting payudaranya yang sudah mengeras. Tante Maudy kubikin merem-melek. Kudorong tubuhnya ke ranjang lalu kubuka celana dalamnya, langsung kuciumi memeknya yang sudah lembab. Kujilat-jilat naik turun dan kugigit “itil”nya, begitu seterusnya sambil tanganku meremas-remas payudaranya.

“Ouugghh… oouugh… Oouucccchh .....… terus Sonnnnnnn… tante suka seperti ini….. oouuugghh….. yeeaahhh….”.

Dan kubalik arah tubuhku sehingga membentuk angka 69. Tante Maudy melumat-lumat penisku keluar masuk mulutnya dan memainkan lidahnya di “helm” penisku. Juga sesekali dia memainkan lidahnya di “telur” ku dari pangkal sampai ujung. Aku pun semakin terangsang menciumi memek-nya yang semakin membanjir.

“Oohhhh… uuhhhh… oouuhh… Son Tante sudah tak kuat lagi nich… ouughh… tante mau keluar, Sonnnn..................”.
“Aku juga tante aaccchhh… uuhh… aku keluarin di dalem mulut ya ‘te.. aacccccchhh… uuuhhh.. aauucccchh…............”

Tubuhku kami semakin menghebat dan kurasakan air maniku keluar deras ke mulutnya. Begitu juga mulutku terasa kemasukan lendir yang warnanya seperti air susu. Kami pun rebahan saling berpelukan, dan 5 menit kemudian kami ngetot yang dari tadi belum kami lakukan. Langsung kumengkangkangkan kakinya sehingga memeknya terlihat jelas dan sangat tepat juga mudah untuk di-“tusuk” oleh penisku yang berukuran 15 cm dalam keadaan menegang. Bleess… bleesss… keluar masuk penisku di memeknya yang disertai desahan yang menderu deru Tante Maudy.

“Ouggh… oouuugghh… eemmmmhhh…. uuhhh… yeahh.. uuuhh… yang keras dong Sonnnn…. Aacchh..  uuhhh.. yeeahh..”.

Semakin kurasakan basah di batang penisku, membuatku lebih bernafsu. Kami pun berganti posisi, aku yang dibawah dan Tante Maudy di atas menduduki tubuhku. Goyangan pantat dan pinggulnya kulihat jelas mengocok-ngocok penisku. Merem-melek Tante Maudy sambil mendongakkan kepalanya merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Kudorong-dorong pantatku ke atas untuk menyeimbangkan gerakannya yang semakin menggila.

“Ohhhhhh… oouuhh… Sonnnn… Ouugh… enakkk Sonnn … ouugh… yeaah… terruuusss… yeeaahh….”.
“Tante aku mau keluar nihhh............., udah nggak kuat… oogghh… uuuhhhh… mmmhhhh….”
“Tunggu dulu… Sonnnn…….. mmhhh… yeeaahh… tahan dulu Sonkhh….!”, lirih Tante Maudy menahan kenikmatan yang hampir memuncak.

Goyangan kami pun semakin menggila, ke kanan-kiri, naik-turun dan tiba-tiba tubuh Tante Maudy bergetar dan bergelinjang hebat, kurasakan cairan yang hangat dari dalam memek Tante Maudy.

“Aku keluarrrrrrr Sonnnn .....Oouucccchh .....….. uuuhh… uuugghh….. yeaaaahh…. mmmhhhh….. ouugghh yeaahhh…. uuuhhh… mmmmmhhh… aaahhhh…. yeeaahhh…
“Tante sudah keluar Son, sekarang giliran kamu, cayang!”

Kulepas penisku dan langsung diraih oleh tangannya Tante Maudy untuk dimasukkan ke mulutnya, dikocok-kocok oleh tangannya yang lembut lalu dimasukkan lagi ke mulutnya, dimain-mainkan oleh lidahnya. Tidak lama kemudian maniku pun keluar. Crooott…. crooottt….. crooottt…. kusiramkan ke wajah Tante Maudy dan dia menjilatinya dengan nikmat seperti menjilati es krim yang sudah mencair.

Akhirnya kami berdua pun tergelepar dengan keringat yang masih bercucuran setelah sedikit bekerja keras untuk mendapatkan satu kenikmatan. Tubuh kami yang masih bertelanjang saling berpelukan dan saling menciumi bibir dengan mesra.

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: