Cerita Seks Cowok Muda Jadi Simpanan Tante Haus Sex

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang cowok yang menjadi simpanan tante yang suatu hari harus melayani tante yang lain karena tante itu sudah begitu kehausan akan nikmat sex. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. .....

SELAMAT MENIKMATI !!!


Cerita Seks ini berawal saat aku yang sedang jalan jalan di sebuah mall mencari makanan tak menyangka akan bertemu dengan tante Santi yang mana disaat itu juga ada tante Heny dan temannya, tante Santi mengenalkanku dengan tante Heny sebagai keponakannya. Kamipun kemudian makan bersama. Setelah makan tante Santi mengajak jalan jalan untuk melihat-lihat pakain di dalam mall, aku hanya mengikuti dia dari belakang entah apa yang dibicarakan mereka berdua dia berbisik bisik dan senyum senyum, aku lihat lirikan tante Heny yang genit mencuri curi perhatianku tak lama kemudian tante Heny pulang duluan karena sudah sore.

“Oke, Santy.... Aku pulang dulu ya, suda hampir sore nih. Sampai ketemu lagi Ferry” kata Tante Heny sambil tersenyum penuh arti kepadaku yang membuat aku tambah bingung dan bengong, dia melenggang menuju carcall untuk memanggil sopirnya.

Sepeninggal Tante Heny kami menuju food court untuk membeli minuman dan istirahat. 

“Fer, menurut kamu Tante Heny gimana?” tanye Tante Santi padaku setelah membeli minum dan duduk ditempat yang agak memojok dan meminum minumannya.

“Mmm.. gimana apanya Tante?” jawabku bingung mendengar pertanyaan Tante Santi sambil menyedot minuman ringan yang aku pesan. 

“Ah kamu ini, pura-pura nggak ngerti apa emang nggak ngerti? Ya sifatnya, bodynyalah, facenyalah dan lain-lainnyalah” jawab Tante Santi agak sewot.

“Oo, kalo sifatnya sih saya belum tau bener, kan baru sekali ketemu, tapi keliatannya orangnya baik dan ramah, terus kalo face dan bodinya mm.. biasa-biasa aja tuh” jawabku sambil tersenyum. 

“Emang kenapa Tante, kok Tante tanya gitu? Bikin aku bingung aja. Terus tadi ngomongin apa sih? Kok pake bisik-bisik terus Tante Heny jadi aneh sikapnya” tanyaku pada Tante Santi.

“Fer, kamu tahukan kalo Tante Heny itu sudah lama hidup sendiri sejak pisah sama suaminya. Nah tadi waktu Tante Heny lihat kamu dia langsung tertarik sama kamu, dan dia nanyain tentang kamu terus ke Tante sebab dia nggak percaya kalo kamu itu keponakan Tante, jadi Tante terpaksa cerita dech kedia siapa kamu sebenernya.”

“Kamu jangan marah ya, abis Tante Heny itu suka maksa kalo keinginannya belum kesampaian” jawab Tante Santi. 

“Terus.. mm.. dia pengen sama kamu Fer.. gimana? Kamu mau nggak?” tanya Tante Santi dengan wajah serius.

“Wah gimana ya, repot juga nich kalo sampai dia ngomong-ngomong ke orang lain, bisa tercemar nama Tante. Kalo menurut Tante dia bisa jaga rahasia kita dengan cara gitu ya Oke, saya akan layani dia” jawabku serius juga.

“Tapi nanti kamu jangan lupain Tante ya kalo sudah dekat sama dia” kata Tante Santi was-was. 

“Ah Tante ini ada-ada saja, nggak mungkinlah saya lupa sama Tante, sayakan kenal Tante dulu baru Dia” jawabku menghibur Tante Santi yang terlihat agak sedih dari ekspresi mukanya.

“Yach.. sapa tahu kamu bisa dapet lebih dari Tante Heny dan lupain Tante deh” katanya lagi sambil menghembuskan nafas. 

“Jangan kuatir Tante, saya bukan tipe orang yang gampang ngelupain jasa baik orang kepada saya, jadi Tante tenang saja” jawabku kemudian.

“Okelah kalo gitu... nanti Tante hubungi Tante Heny, biar dia nanti yang hubungi kamu” kata Tante Santi kemudian. 

Setelah itu Tante Santi lebih banyak diam entah apa yang ada dalam pikirannya dan tak lama kemudian kamipun pulang. Malamnya Tante Heny menghubungi aku lewat telepon. 

“Hallo Ferry, ini Tante Heny masih ingatkan?” tanya Tante Heny dari seberang.

“iya masih tante, kan baru tadi siang ketemu, ada apa Tante?” jawabku sambil bertanya.
“Tadi Tante Santi sudah cerita belum sama kamu tentang Tante?” tanyanya lagi.
“Sudah tante, mm.. memang Tante serius?” tanyaku lagi pada Tante Heny.
“Serius dong, gimana kamu okey kan?” tanya Tante Heny lagi.

“Oke dech Kalo gitu” jawabku singkat. 

Lalu kami bercakap-cakap sebentar dan kami akhirnya kami janjian besok pagi dilobby hotel “XX” didaerah jakarta barat dan dia akan datang lebih awal karena akan check-in dulu, setelah itu teleponpun ditutup.

Esoknya seperti biasa aku memakai baju rapi seperti orang kerja supaya tidak terlalu menyolok dan aku menunggu di lobby hotel tersebut karena aku juga datang lebih awal, tak lama aku menunggu teleponku berdering.

“Hallo Ferry, ini Tante Heny. Tante sudah ada diatas, kamu langsung naik aja di kamar 888 oke? Tante tunggu ya” kata Tante beritahukan kamarnya. 

“Oke Tante saya segera kesana Tan..., saya juga sudah di lobby” jawabku singkat dan menutup pembicaraan. 

Setelah itu aku mematikan teleponku agar tidak diganggu urusan yang lain, aku naik lift menuju kamar Tante Heny. Sampai didepan pintu kutekan bel dan Tante Heny membukakan pintu.

“Ayo masuk, udah dari tadi Tante sampai dan langsung check-in. O ya, kamu mau minum atau mau pesan makan apa? tadi Tante sudah pesan makan dan minum untuk dua orang, tapi kalau kamu mau pesan yang lain pesan saja, jadi sekalian nanti diantarnya” kata Tante Heny sambil mempersilahkan aku masuk dan menutup pintu. 

“Yah sudah kalau Tante sudah pesan, nggak usah pesan lagi, nanti kebanyakan makanan malah bingung” jawabku.

“Kok bingung kan buat gantiin tenaga kamu he he he” jawab Tante Heny bercanda. 

Kemudian Tante Heny duduk di sofa besar yang ada didalam kamar itu dan aku duduk di sebelahnya, kami berbincang-bincang sambil menonton TV lalu aku mendekati Tante Heny dan memeluk pundaknya, kemudian Tante Heny merebahkan kepalanya kepundakku, kubelai rambutnya dan kukecup kening Tante Heny.

“Mmm.. kamu orangnya romantis ya Fer, pantes Santi suka sama kamu. Sudah lama Tante nggak merasakan suasana romantis seperti ini” kata Tante Heny sambil menghembuskan nafas. 

“Ya sudahlah Tante, yang penting hari ini Tante akan merasakan hangat dan romantisnya cinta, karena hari ini aku milik Tante sepenuhnya” jawabku menghibur dia sambil kukecup lagi keningnya.

Tante Heny menatapku sendu sambil tersenyum. “Terima kasih sayang” kata Tante Heny. 

Dan kutatap matanya yang sendu dalam-dalam lalu kukecup bibirnya. Kecupanku dibibirnya perlahan berubah menjadi ciuman lembut yang dibalas Tante Heny dengan lembut juga, sepertinya Tante Heny benar-benar ingin merasakan nikmatnya berciuman yang sudah lama tidak dirasakannya.

Akhirnya kami saling cium, saling kulum, dan saling memainkan lidah. Kugelitik lidah Tante Heny dengan lidahku dan kusapu langit-langit mulutnya sambil kupeluk tubuhnya dan kuraba wajah dan tengkuk serta lehernya dengan tanganku yang lainnya.

“Achh.... sayang, aku suka sekali ciuman kamu, mm.. ciuman kamu lebut dan merangsang, mm.. kamu memang pintar berciuman, achh.. ayo sayang beri Tante yang lebih dari ini” kata Tante Heny disela-sela ciuman kami dan berciuman lagi.

Jari-jariku mulai bergerak meremas kedua payudara milik Tante Heny bergantian. Tapi aksi kami terganggu oleh pelayan yang mengantar makanan yang dipesan oleh Tante Heny. Setelah pelayan keluar dan Tante Heny memberikan tip, tiba-tiba Tante Heny menabrak aku dan mendorong aku hingga terjatuh diatas tempat tidur dan dengan buas dia langsung memelorotkan celana dalamku, hingga penisku yang masih tidur terbebas dari sarangnya dan langsung diterkamnya.

Disedot, dikulum dan digigitnya penisku yang mulai bangkit dengan napsu, dan kedua tangannya tak henti-henti mengocok dan memainkan kedua bolaku. 

“Achh Tanteeee.. pelan-pelan Tante.. aahh.. enak sekali Tante.. oohh” desahku menahan nikmat yang diberikan oleh Tante Heny padaku.

Tanganku hanya bisa meremas rambut Tante Heny, tak lama kemudian kulepaskan kepala Tante Heny dari penisku, kuangkat Tante Heny dan kurebahkan dikasur. 

“Sekarang giliranku, Tante diam saja dan nikmati permainanku ya” kataku sambil mengecup bibir Tante Heny dan mulai mencumbu Tante Heny sementara Tante Heny hanya diam saja sambil menatapku dengan sendu.

Segera kumulai cumbuanku dengan menciumi bibirnya dan perlahan turun kelehernya sambil kubuka kancing baju Tante Heny satu persatu sambil terus turun kedadanya. Setelah kancing bajunya terbuka semua. Kuraih pengait BH yang ada dibelakang dan kubuka sehingga ikatan BHnya terbuka dan ku lepaskan BH Tante Heny lewat kedua tangannya tanpa melepas baju Tante Heny, setelah lepas langsung kuciumi kedua payudara Tante Heny.

Kukulum seluruhnya kecuali putingnya yang sudah berdiri mengacung minta dikulum tapi tidak pernah kukulum, setiap kali ciuman dan jilatanku sudah dekat dengan putingnya ciuman dan jilatanku turun lagi kepangkal payudaranya dan terus turun sampai ke perut dan bermain-main dipusar sambil kujilati lubang pusar Tante Heny lalu naik lagi terus berulangkali, kusingkap rok yang dipakai oleh Tante Heny kemudian tanganku mulai bekerja meraba-raba paha dan lutut Tante Heny lalu mulai melepaskan celana dalam yang dipakai oleh Tante Heny.

Saat permainan mulutku mencapai perutnya kutarik celana dalam Tante Heny, dan Tante Heny mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya dengan mudah lepas dari tempatnya. Kupelorotkan celana dalam Tante Heny sampai sebatas lutut lalu ciumanku naik lagi kearah payudaranya. ketika jilatanku mendekati puting Tante Heny tangankupun mendekati vagina Tante Heny dan ketika bibir dan lidahku mulai memainkan puting Tante Heny tangan dan jari-jariku juga mulai bermain dibibir vagina Tante Heny yang ternyata sudah basah. Ketika kukulum puting Tante Heny yang sudah berdiri dari tadi kumainkan juga kelentitnya dengan jari-jariku yang seketika itu juga membuat tubuh Tante Heny melengkung keatas.

“Aaaahhhhh.. Ferryyy.. kamu benar-benar gila sayang, kamu kejam sekali mempermainkan Tante.. aahh.. ferry enak sekali sayang.. akhh.. gila.. kamu ... kamu bener-bener gila sayang” teriak Tante Heny histeris sambil tangannya meremas seprei dan rambut kepalaku bergantian.

Tanpa menghiraukan teriakan-teriakan Tante Heny dan aku terus mengulum kedua puting dan menjilati kedua payudara Tante Heny bergantian. Tak lama kemudian kurasakan vagina Tante Heny bertambah basah dan tubuhnya mulai bergetar keras yang disertai erangan-erangan, akhirnya Tante Heny mendapatkan orgasme pertamanya. Saat tubuhnya mulai tenang, kulepaskan cumbuanku di payudaranya dan langsung kuangkat kedua kakinya sehingga kepalaku dengan mudah menuju kevaginanya dan langsung kujilat dan kukulum serta kusedot-sedot vagina dan kelentit Tante Heny.

“Aahhhhhh.. ahh.. gila.. ini namanya penyiksaan Ferrrr..... ahh.. kamu memang gila sayang.. ahh.. aku nggak kuat lagi sayang.. ahh.. terus sedot yang kuat sayang.. ahh.. tusuk dengan jarimu sayang.. ahh.. tusuk yang kuat.. ahh sayang.. Tante mau.. ahh.. mau dapet lagi sayang.. ahh.. kamu benar-benar gila” teriak Tante Heny histeris memohon, lalu tubuhnya mulai bergetar lagi merasakan orgasme kedua yang datang menghampirinya.

Aku menuruti permintaanya dengan menusukan jariku dan kumainkan jariku dengan menyentuhkan jariku kedinding vaginanya yang berkedut-kedut sambil terus bibir dan lidahku memainkan perannya dikelentit Tante Heny. Tubuh Tante Heny bergetar keras dan pinggulnya bergoyang-goyang mengikuti irama tusukan jariku sambil tak henti-hentinya menjerit-jerit histeris sambil kedua tangannya meremas dan menjambak-jambak rambutku. 

“Aaahh.. Ferryy.. sayang.. ahh.. enak sayang.. ahh.. sodok yang keras sayang.. ahh.. sedot itilku yang kuat.. ahh.. yang kuatt..Feerrr......”jerit histeris Tante Heny mengantar orgasmenya yang kedua itu. 

Ketika tubuh Tante Heny sudah hampir tenang lagi, kuhentikan juga semua aktivitasku dan kulepas celana dalam Tante Heny yang masih sebatas lulut sehingga lepas semua. Lalu kuatur posisiku dan kutusukkan penisku kedalam lubang vagina Tante Heny. 

“Ooohh.. jangan dulu sayang.. jangan.. ahh.. stop sayang.. stop.. biar Tante istirahat dulu” pinta Tante Heny padaku, 

Tapi aku tidak menghiraukan permintaanya sambil terus kutusukan penisku sampai masuk seluruhnya dan mulai kugoyang, kuputar dan kukocok penisku dalam vagina Tante Heny. Tak lama kemudian kuangkat tubuh Tante Heny hingga posisi Tante Heny kini dalam pangkuanku, dan dalam posisi Tante Heny sedang menaik turunkan pantat dan menggoyangkan pinggulnya. 

Kulepas baju Tante Heny yang masih melekat dan kulemparkan entah kemana lalu kubuka pengait dan resleting rok Tante Heny dan kulepas rok Tante Heny dari atas dan kulemparkan juga entah kemana hingga kini tidak ada selembar benangpun yang menempel ditubuh Tante Heny lalu akupun melepaskan bajuku sendiri dan kulemparkan sembarangan. Setelah melepaskan baju mulai kuputar-putar pantatku hingga penisku lebih menggesek dinding vagina Tante Heny. 

“Aaahhh.. sayang.. ahh.. kamu memang gila sayang.. ahh.. kamu.. ahh.. kamu memang gila.. ohh.. penis kamu benar-benar.. ahh.. kamu pintar sekali sayang.. pintar dan gila.. ahh.. Tante mau.. ahh.. mau keluar lagi.. ahhhhhhhh...........” Tante nggak kuat lagi sayang.. ahh” jerit Tante Heny histeris dan tubuhnya mulai bergetar mendapat orgasmenya yang ketiga.

Kurasakan cairan diliang vagina Tante Heny bertambah banyak dan kurasakan juga kedutan-kedutan dari dinding vagina Tante Heny. Lalu kurebahkan tubuh Tante Heny dan terus kugenjot penisku didalamnya yang sekali-kali kuputar-putar pinggulku, tubuh Tante Heny tambah bergetar dengan kencang, goyangan dan kocokan penisku juga tambah kencang.

Kumainkan jariku di kelentitnya sambil kurebahkan kepalaku kedadanya dan kusedot dan kukulum dengan kuat juga kedua puting Tante Heny bergantian dan kedutan-kedutan dinding vagina Tante Heny juga bertambah kuat sehingga penisku merasakan sensasi yang membuat aku merasakan sesuatu yang akan segera meledak keluar.

“Aaahhhh.... Tante aku mau keluar Tante.. achh.. aku keluar Tante” kataku disela-sela kuluman mulutku diputingnya sambil terus mengocok penisku dengan cepat dan kuat dalam liang vagina Tante Heny. 

“Ahh.. iya sayang.. ahh.. keluarkan saja.. ahh.. Tante juga.. ahh.. sudah nggak kuat lagi.. ahh” teriak Tante Heny dan memelukku dengan erat sambil tubuhnya terus bergetar, kurasakan kuku-kukunya mencakar punggungku.

Akhirnya meledaklah cairan kenikmatan dari penisku dalam vagina Tante Heny yang sudah basah sehingga bertambah basah lagi, ketika kenikmatanku meledak dan tubuhku bergetar kenikmatan, kukocok dengan keras dan kuat penisku dalam vagina Tante Heny sehingga ada cairan yang keluar dari dalam vagina Tante Heny yang kurasakan dari tanganku yang basah karena masih memainkan kelentit Tante Heny. Tubuh kami sama-sama bergetar dengan kencang, keringat kami bersatu dan seluruh ruangan dipenuhi oleh suara erangan dan jeritan kenikmatan yang kami dapatkan pada saat bersamaan.

Setelah tubuh kami mulai tenang kembali, kulepaskan penisku dari vaginanya yang sudah sangat basah, lalu kubersihkan vagina yang penuh dengan cairan kenikmatan kami berdua dengan sedotan dan jilatanku, kujilati sampai bersih dan sayup-sayup kudengan erangan pelan Tante Heny yang memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang baru saja dia dapatkan. Setelah itu kurebahkan tubuhku disamping Tante Heny, lalu kupeluk dia dan kukecup pipi Tante Heny. 

“Aaahh.. terima kasih sayang.. terima kasih daun mudaku.. uhh.. rasanya tubuhku ringan sekali bagaikan kapas yang masih terbang diawang-awang, ahh.. nikmat sekali tadi kurasakan, kamu memang pintar sayang, baru sekali ini kurasakan orgasme beruntun seperti tadi, sampai lemas tubuh Tante” kata Tante Heny sambil membuka matanya dan tersenyum padaku.

“Ah Tante Heny bisa aja.. aku juga tadi nikmat sekali, kedutan dinding vagina Tante Heny membuat penisku merasakan seperti diremas-remas, nikmat sekali” balasku sambil kuusap keringat yang ada di keningnya dan kukecup kening Tante Heny, lalu aku bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang penuh dengan keringat dan disusul oleh Tante Heny dan kamipun saling membersihkan tubuh.

Selesai mandi dan dalam keadaan masih bugil kami lalu menyantap makanan yang tadi dipesan oleh Tante Heny sambil bercakap-cakap dan bercanda, sedangkan tangan Tante Heny tidak pernah lepas dari selangkanganku. Selesai makan kami melanjutkan pergulatan kami diatas tempat tidur sambil saling memeluk hingga akhirnya kamipun tertidur untuk memulihkan tenaga yang akan membuat pertarungan berikutnya lebih seru lagi.


Tags:cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita janda, cerita janda binal, cerita janda kesepian, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita selingkuh, cerita sex, cerita sex 2016, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru, cerita tante, cerita tante girang, cerita tante kesepian

Subscribe to receive free email updates: