Cerita Seks Kampus Diperkosa Tiga Dosen Kampus dengan Brutal

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang mahasiswi yang harus rela menebus kesalahannya agar tidak dikeluarkan dari kuliahnya untuk mau melayani nafsu bejat ketiga dosennya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

SELAMAT MENIKMATI !!!


Cici baru saja selesai mandi pagi, tubuhnya kini terasa segar. Senin pagi ini ia harus menemui pak Jatmiko ketua jurusan fakultas hukum di kampusnya. Dia berusaha memakai pakaian serapi mungkin, diluar kebiasaanya setiap ke kampus yg selalu memakai pakaian casual.

Cici sudah menduga cepat atau lambat ia akan dipanggil oleh fihak kampus berkaitan dengan gambar gambarnya yg dimuat di subuah majalah khusus pria. Biaya kuliah saat ini sangat mahal, apalagi usaha orang tuanya agak tersendat sehingga otomatis aliran uang pun tersendat.

Beruntung seorang kawan menawarinya pekerjaan menjadi model di sebuah majalah khusus pria dewasa, syaratnya tentu saja harus berani tampil hot. Cici menerima tawaran itu dan gambarnya pun kerap menghiasi majalah pria dewasa, uang yg diterima nya pun cukup lumayan. Namun meski begitu, tetap saja penghasilannya belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan hidup dan kuliahnya , oleh karena itu di waktu luang ia juga menjadi “escort”.

Cici bercermin untuk terakhir kalinya, mengagumi tubuhnya sendiri, rambut panjang , body ideal dan buah dada yg membanggakan. Cici tak pernah memakai make up berlebih , ia mempunyai kecantikan alami , kecantikan yg banyak membuat mata para lelaki terbelalak.

Hari ini Cici sengaja memakai rok hitam diatas lutut dan blouse putih yg ketat mencetak buah dadanya, tiba di ruang ketua jurusan sedikit terlambat akibat macet. Cici mengetuk pintu dan masuk , ia sedikit terkejut karena selain pak Jatmiko , disana ada pak Sami pembantu rektor, dan pak Suta dosen di fak hukum.

Di atas meja kerja pak Jatmiko tergeletak majalah dewasa yg memuat gambar gambar panas Cici yg semi nude. Cici sedikit panik, karena ia tak menyangka harus bertemu tiga orang itu, tadinya ia akan sedikit “merayu” ketua jurusan seandainya ia akan kena sanksi ..tapi sekarang..?

“silakan duduk ” kata pak Jatmiko
“pagi pak…” jawab Cici dan duduk

“Cici…kamu dipanggil kemari sehubungan dengan gambar kamu yg dimuat di majalah ini , kamu tahu ini bisa mencoreng nama baik kampus ini..” kata pak Jatmiko.

“tapi pak…gambar ini punya estetika seninya , bukan gambar tabloid murahan..apalagi majalah ini punya reputasi yang bagus…” Cici membela diri

“meski begitu bukan berarti kamu bisa bebas seperti ini , ingat reputasi terhormat kampus kita, apalagi dimana kamu kuliah tertulis jelas disitu.” kata pak Sami

Cici menyadari bahwa percuma ia berdebat , ia pasti kalah. namun ia tetap mencari cara bagaimana ia bisa keluar dari masalah ini. Cici berusaha menarik simpati mereka.

“maaf pak…sekarang ekonomi keluarga saya sedang bermasalah, sementara kebutuhan saya banyak teruJatmiko untuk membayar uang kuliah pak…” kata Cici sedikit memelas.

“tapi kan kamu bisa bilang…atau setidaknya mengajukan permohonan beasiswa…” kata pak Suta
“maaf Cici, namun demi nama baik kampus kita ..kamu bisa saja kami keluarkan ” kata pak Jatmiko kemudian.

Cici semakin panik , ia sudah setengah jalan di fakultas hukum, ia tak mau jika harus berhenti di tengah jalan, dan menyia nyiakan tahun tahunnya.

“aduh…pak…tolong..saya mohon kebijaksanaannya……saya siap melakukan apa saja pak…” kata Cici.

Ruangan mendadak sunyi. Cici kemudian menyesali ucapannya , ia bisa merasakan ketiga mata lelaki itu memandanginya dengan penuh minat, keringat dingin keluar dari dahi Cici.

“kita bisa mempertimbangkannya kembali kok Cici..tapi tentu saja sesuai kata kata kamu…kamu harus melakukan sesuatu”

“maksud bapak…?” Cici mulai meduga apa yg ada di balik otak dosennya itu
“kamu terlihat sangat berbakat di majalah ini..sekarang….seberapa jauh kamu bisa memanfaatkan “bakat” kamu itu untuk menolong kuliah kamu….” kata pak Jatmiko sambil tersenyum nakal

Cici mengerti maksud perkataan itu , ia memang tak punya banyak pilihan , namun ia juga sedikit enggan harus melayani ketiga dosen bejadnya ini.

“saya mengerti pak..tapi saya juga punya syarat..semuanya hanya dilakukan hari ini , di tempat ini dan tidak berlanjut ke hari atau waktu lain..” kata Cici

Ketiga orang itu terlihat ragu , mereka saling memandang. Cici tahu ia harus memanfaatkan keraguan mereka. Cici pun berpindah tempat duduk ke sofa, disana ia sengaja memamerkan pahanya yg mulus, membuat ketiga pria ia itu menelan ludah.

“bagaimana pak ..... setuju…..?” kata Cici sambil membuka dua kancing blousenya dan menyibakan rambutnya ke belakang.

Pak Jatmiko org pertama yg menghampiri Cici, celananya terlihat menggembung. Pak Jatmiko kemudian berlutut diantara kaki Cici. Cici menyambutnya dengan melebarkan kakinya , ia membiarkan tangan pak Jatmiko menyusuri kaki dan pahanya sampai ke pangkal paha.

Pak Sami menyusul mendekati Cici, dengan sedikit kasar ia meremas buah dada Cici dan mencubit putingnya. sementara pak Jatmiko melepaskan rok mini dan Cd Cici, ia terpana melihat keindahan vagina Cici yg tertutup sedikit rambut halus. Pak Jatmiko mendorong Cici agar berbaring di sofa untuk kemudian ia menjilati vagina Cici penuh nafsu dengan jilatan yang hangat dan basah

“kamu cantik sekali Cici….” kata pak Sami sambil melepas blouse Cici dan branya
“dan ingat kamu harus melakukan apa saja hari ini sesuai perintah kami..” kata pak Sami kemudian

Cici kembali berkeringat dingin , kata kata pak Sami membuatnya berpikir , apakah ada yg lebih buruk dripada harus melayani nafsu bejad ketiga dosennya ini..?
“tapi…aahh..” Cici tak dapat melanjutkan kata katanya, ketika pak Sami menyedot buah dadanya dengan kasar, sementara buah dada satunya jadi mainan pak Suta.

Serangan bersamaan pada tubuhnya menimbulkan efek yg luar biasa bagi Cici, ini pertama kalinya ia harus melayani tiga pria sekaligus. Cici merasakan ada sesuatu dalam tubuhnya yg siap meledak.

Sementara bagai kelaparan pak Jatmiko masih menjilati vagina Cici , tak lama kemudian Cici merasakan sesuatu yg hangat dan basah mengalir diantara kakinya, dan tubuhnya seolah kehilangan tenaga, rasa geli dan nikmat muncul ketika pak Sami menjilati seluruh tubuh Cici, dari leher sampai perut, tangannya tak lepas dari buah dada Cici. Cici mencoba menikmati dan meresapi semua rangsangan yg ia dapatkan dari tiga org ini. perlahan tapi pasti jilatan jilatan pak Jatmiko membuat Cici mencapai kembali orgasme,

“aaccchh..achhhh…pak…aauhhhh….” rintih Cici tubuhnya kembali melemas

Belum sempat Cici mengumpulkan tenaga, tiba tiba pak Jatmiko bekata

“yaccchh..belum apa apa udah lemes…..sekarang kan baru kita mau mulai…”

Cici terkejut melihat penis pak Jatmiko saat ia melepas celananya. besar dan panjang menegang, ia khawatir tak sanggup menghadapinya, ia menggeleng dan sedikit protes..

“nanti dulu pak…bentar..saya masih lemas……bentar lagi…”

‘hehehe..ingat perjanjiannya kan…..? apalagi kamu bilang harus hari ini dan saat ini juga..hehehe…siap atau enggak ya harus mau… hehehe..” kata pak Jatmiko tak mempedulikan perotes Cici,

Lalu memasukan penisnya ke vagina Cici, setiap inchi penis pak Jatmiko masuk sebuah kesakitan dirasakan Cici, yg walau bukan virgin namun vaginanya masih sempit. Cici mengerang saat kepala penis menerobos masuk, namun ia sedikit tertolong oleh cairan yg keluar akibat rangsangan sebelumnya.

Setelah beberapa lama penis pak Jatmiko terlihat terbenam di dalam vagina Cici, ia menggeram puas, ia kemudian mengatur posisi untuk siap menggenjot tubuh Cici. Cici menangis kesakitan saat gigi pak Suta menggigit buah dadanya sampai lecet, namun belum juga penderitaannya berakhir pak Sami ikut ikutan menggigit buah dada Cici yg satunya, hingga kedua buah dadanya menjadi lecet

“awww..sakittttttttt…jangan..kasar kasar..pak…tolong…..” ucap Cici kesakitan

Mereka berdua malah menjilati dan menyedot buah dada Cici, membuat Cici menangis kesakitan. menahan sakit Cici menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, ia menyesali perkataanya tadi . ia tak sengaja bicara seperti itu, bahwa ia siap melakukan apa saja. sedikit kesadaran membuatnya ia tiba tiba berontak. Dengan penis yg masih menancap di vagina Cici, Jatmiko berkata

‘eeitt..mo kemana sayang….ingat kamu berjanji memberikan bakat kamu ke kita bertiga hehehehe…”

Cici lemas tak berdaya, ia hanya bisa pasrah sekarang, ia tak menyangka akan menjadi begini.
Penderitaan Cici makin bertambah saat tiba tiba pak Jatmiko mempercepat genjotannya, vagina Cici terasa sangat sakit harus menerima beban di luar kapasitasnya.

Menit demi menit berlalu , menit menit penuh kesakitan bagi Cici. diantara rasa sakit Cici merasakan cairan hangat mengalir diantara kakinya, sebentar lagi akan mencapai orgasme, pak Sami dan pak Suta sudah melepaskan mulutnya dari buah dada Cici, namun mereka masih tetap meremas remas buah dada Cici yg terlihat sudah memar dan lecet.

Tiba tiba, pak Jatmiko mencabut penisnya dari vagina Cici, sambil tiba tiba membalikan tubuh Cici. tanpa basa basi lagi ia menusukan penisnya ke anus Cici. Cici tak sempat menjerit karena, mulutnya telah disumpal oleh penis pak Sami.

Dengan menahan sakit ia juga harus mengocok penis pak Sami dengan mulutnya, akhirnya karena tak tahan kesakitan Cici akhirnya tak sadarkan diri. entah berapa lama Cici pingsan namun ketika sadarkan diri , rasa sakit itu belum hilang , bahkan penis pak Suta kini sedang menancap di vaginanya, di buah dadanya terasa cairan putih kental juga di mulutnya.

“hehehe…..sudah bangun sayang……tenang sebentar lagi bapak selesai kok..” kata pak Suta.

Cici agak sedikit lega sampai tiba tiba pak Sami berkata,

“setelah ini kamu harus melayani kita bertiga sekaligus…..kalo sampe pingsan…kita akan panggil satpam kampus untuk menikmati tubuh kamu juga ..hahahahaha…”

Cici terdiam lemas , lelah tak berdaya berharap hari ini cepat berlalu.
tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: