Cerita Seks Ngeseks dengan Gadis SMA

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang gadis liar yang berawal dari pertengkarannya dengan teman kost dia menjadi dekat dengan seorang cowok berpengalaman dalam sola seks. Akhirnya diapun jatuh ke dalam pelukannya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. .....

SELAMAT MENIKMATI !!!



Gadis itu bernama Wanda, gadis belia yang masih duduk di bangku SMA itu sangat liar, asalnya dari luar kota, setiap bulannya ia hanya menerima kiriman uang dari orang tuanya. Kami sama-sama ngekost di tempat yang sama. Tempat kost kami tiga tingkat, lantai satu untuk parkiran kendaraan kami, lantai dua untuk kamar laki-laki, dan lantai tiga untuk kamar perempuan. Ada sekitar dua puluhan kamar di setiap lantainya, ruangan cukup besar seperti halnya apartemen, ada dapur dan kamar mandi di dalam. Cukup nyaman walau pun sedikit mahal.

Suatu ketika itu aku mendengar suara gaduh di lantai atas, aku segera berlari ke sana, dan mendapatkan dua gadis sedang berkelahi, mereka sedang bercakar-cakaran dan menarik-narik rambut. Aku segera meleraikan mereka, dengan mudah kulerai mereka. Namaku Hendy, aku mengancam mereka akan ku bawa ke kantor polisi kalau melakukan berantem lagi. Namun Wanda seorang yang masih ngotot, ia tidak mau berdamai, sedangkan lawannya yang bernama Siska sudah meminta maaf dan ingin berdamai. Kuminta Siska kembali ke kamarnya, sedangkan Wanda masih ditempat dan aku berusaha membuat dia tenang. Ku bawa ke cafe yang berada di depan kost. Cerita Seks

Sejak peristiwa itulah kami mulai dekat. Entah berpacaran atau tidak, tapi kami sudah cukup dekat, bahkan sangat dekat. Malam itu Wanda sedikit takut ketika kami pulang dari nonton film di bioskop, kami menonton film horor Hollywood yang berjudul Annabelle, cerita boneka hantu yang memiliki kekuatan supranatural jahat. Entah kenapa malam itu Wanda bilang ia tidak bisa tidur karena terngiang-ngiang dengan film tersebut, dan aku terpaksa mengijinkannya beristirahat di kamar kost ku. Dan itu membuat penisku terasa sangat mengeras di balik celanaku, agar lebih leluasa aku pun segera membuka pakaianku hingga bugil.

“Mas, itu tititnya besar, kok berdiri gitu, Wanda belum pernah lihat..”, katanya seperti gadis lugu.
“Wanda penasaran? Lihat saja…”, aku mengarahkan penisku ke arahnya.

Wanda memperhatikan penisku dan diraba-rabanya. Beberapa menit kemudian aku mulai mengajarinya. Aku duduk di kasur dan Wanda berjongkok di lantai, aku mengajarinya cara memainkan penis dan menyepongnya. Wanda dengan cepat bisa belajar, ia seperti mudah sekali mengerti dengan apa yang kuarahkan. Wanda semakin profesional mengocok dan menyepong penisku. Kuperhatikan wajahnya yang sedang maju mundur di selangkanganku, penisku keluar masuk di mulutnya. Ia kadang-kadang menjilatinya.

Parasnya sungguh sangat ayu, mirip dengan anggota JKT48. Kubayangkan wajah artis itu yang sedang menyepong penisku, oh sungguh nikmat hingga aku hampir berejakulasi. Kutahan sepongan Wanda, aku tidak mau segera usaikan semua ini. Aku mengangkatnya, aku lalu merebahkannya kembali ke kasur, kembali kuciumi bibirnya. Sedikit berbeda, setelah menyepongi penisku, bibir Wanda terasa berbeda, ada sedikit bau rasanya. Tidak mau lama menikmati bibirnya itu, aku pun kemudian mengarahkan ciumanku ke leher hingga menuju ke susu nya kembali.

Payudaranya, kuremas dan kusedoti putingnya. Wow... Sungguh nikmat rasanya. Beberapa menit berlalu aku pun mulai meraba ke arah vaginanya, jembutnya yang masih jarang-jarang menandakan dia baru bertumbuh remaja. Aku mulai meraba bagian garis tengahnya itu, Wanda sedikit malu-malu, namun aku mendekap mulutnya dengan bibirku agar aku leluasa memainkan jariku di vaginanya. Wanda merintih nikmat ketika aku memainkan daerah klitorisnya, sedikit geli membuat Wanda merontah ingin melepaskan tanganku dari vaginanya. Namun aku menindihnya kuat, lalu aku mulai memainkan jariku, keluar masuk di lubang vaginanya yang ternyata masih sangat sempit. Cukup lama dan jariku mulai lelah memompa di dalam vaginanya itu, kini aku coba mengarahkan penis ku yang sudah ngaceng keras ke vaginanya.

“Ah, sakittt…”, rintih Wanda karena vaginanya sedikit sempit sehingga penis besarku merobeknya.

Aku mulai pelan-pelan menusukkannya, dan kemudian dengan perlahan pula menariknya keluar lagi. Ku ulangi sekali lagi agar Wanda terbiasa, namun aku tidak menariknya lagi, kutusukkan dalam-dalam lalu kutarik pelan namun tidak keluar, lalu ku masukkan lagi.

“Ahhhh…..”, rintih Wanda sambil menggigit bibir bawahnya.

Aku mulai menggenjot Wanda, tanpa menggunakan kondom, aku harus sedikit berhati-hati agar tidak kecolongan. Pelan-pelan ku genjoti Wanda hingga ia sekarang mulai menikmatinya, ia mencengkram punggungku, kadang ia menarik pantatku agar aku menyodoknya lebih dalam lagi.

“Ahhhh…”, Wanda terus mendesah mengikuti irama genjotanku.

Aku sebentar-bentar menahan genjotanku ketika penisku sedikit bergejolak ingin berejakulasi. Ku benamkan dalam-dalam hingga tidak tersisa dan kubiarkan beberapa detik hingga ku yakin penisku tidak berejakulasi, lalu ku mulai menggenjot lagi. Tubuh mungilnya terus ku peluk tanpa mau ku lepaskan. Wanda hanya bisa mendesah kenikmatan.

“Mas, Wanda sayang banget sama Mas…”, katanya.

Aku tidak menghiraukan lagi apa yang akan dikatakannya, nafsu ku memuncak, aku terus menggenjotnya sambil mengenyot susunya. Hingga beberapa lama kemudian aku merasakan semua memuncak di penisku, ejakulasi tidak dapat ku tahan lagi, segera ku tarik penisku karena takut menyemprot di dalam sana. Ku arahkan ke arah wajah Wanda, ia lalu menyepongnya, dan tersemprotlah spermaku di dalam mulutnya itu. Wanda sedikit menolak, bau amis yang menjadi alasannya, namun penis tidak ku tarik hingga Wanda terpaksa menelan semua sperma yang aku semprotkan itu.

Ketika alarm berbunyi aku dan Wanda masih bugil tertidur di kasur singel bed ini sambil berpelukan. Aku segera bangun dan mandi, jam 6 pagi, aku harus segera ke tempat kerjaku, sedangkan Wanda sudah harus bersekolah. Ia tidak membawa seragamnya karena ada di kamar kostnya, terpaksa ia memakai kembali piyamanya dan segera berlari kembali ke kamarnya. Sayang sekali, aku berharap bisa mandi bareng dengan Wanda pagi ini. Namun lain kali, aku masih bisa bercumbu dengannya, kami sudah resmi pacaran, dan hari ini dimulai kisah cinta kami.

“Mas tidur di mana?”, tanya Wanda karena bingung dengan kasur yang saya miliki hanya satu dan berukuran singel.
“Saya tidur di sofa saja, Wanda tenang saja”, jawabku.
“Kenapa ga tidur satu tempat tidur mas? Mas ga bisa tidur dempet-dempetan?”, tanya nya.
“Bukan gitu ki, mas kan perlu jaga diri”, jawabku.
“Jadi mas jijik dengan Wanda?”, tanyanya lagi.

Aku bingung harus berkata apa, namun dari pertanyaan Wanda terlihat dia ingin sekali dekat denganku. Birahiku sudah mulai naik ketika Wanda saat itu hanya mengenakan piyama tipisnya, malam ini aku bisa menidurinya kalau ia terus-terusan menggodaku. Aku belakangan ini memang sedang terbuai asmara, aku sering bercinta dengan wanita pekerja seks komersial, aku bahkan pernah dilayani artis di dalam sel, namun kali ini aku akan ditawari seorang gadis remaja secara gratis. Pikirku ... kenapa tidak jika Wanda juga menginginkannya?

Aku segera beranjak dari Sofa, mendekati Wanda yang tidur di kasur dan sedang menatapku memintaku untuk menemaninya di atas kasur itu. Ku tidur di sampingnya, berdempetan karena kecilnya kasurku ini. Hmm, harum sekali tubuhnya, rambutnya bau shampoo karena habis keramas.

“Wan..., harum banget rambutmu…”, kataku.
“Peluk aja mas, Wanda sedikit kedinginan”, katanya dengan nada menggoda.

Gadis ayu yang dahulunya sangat kasar ini ternyata dapat merayuku dengan gemulai tubuhnya.

“Wanda mau jadi pacar mas?”, tanyaku sebelum merasa berdosa karena menidurinya.
“Loh....? Jadi mas selama ini menganggap Wanda ini apa?!”, tanya nya sedikit marah.

Kami memang belum resmi pacaran, namun kedekatan hubungan kami sudah lebih dari seperti orang berpacaran.

“Maaf Wanda, mas Cuma mau memastikan saja, siapa tahu Wanda menyesal…”, aku mencari alasan agar Wanda tidak marah.

Wanda melihatku serius lalu ia memelukku erat,

“Wanda cinta banget sama mas”, ia berkata demikian membuat hatiku terhanyut cinta.

Aku membalas pelukannya lalu ku ciumi bibir manisnya itu. Malam ini aku merasakan resmi berpacaran dengannya.

“Loh, Wanda ga pakai bra?”, tanya ku ketika memeluk tubuhnya dan merasakan gumpalan dadanya menyentuh dadaku.

Piyama tipisnya memperlihatkan lekuk tubuhnya, terutama bagian dadanya yang sedikit menyembul.

“Kebiasaan mas…”, jawab Wanda. “Celana dalam juga loh mas…”, sambungnya membuatku kaget. “Mas nafsuan ya?”, tanya Wanda ketika ia meraba bagian selangkanganku, ia mendapatkan penisku yang sedang mengeras di dalam celanaku. 

Aku hanya tersenyum lalu melanjutkan ciumanku di bibirnya. Ah, aku mulai membuka pakaiannya, piyama tipisnya juga harum. Wah, susunya terlihat segar, ukurannya memang sepadan dengan gadis seumurannya, tidak besar juga tidak kecil, namun terlihat ranum karena baru tumbuh. Putingnya pun masih kecil, dan sedikit berwarna merah muda. Aku langsung saja menjilatinya, nikmat susunya membuat kontolku semakin ngaceng

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: