Cerita sex Karena Hembusan Mantera di telingaku

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang mahasiswi yang karena kesibukannya mengerjakan skripsi di kampus, menjadi lupa waktu sehingga saat di tempat parkir mobil ketemu dengan kakak alumni yang bernama Joni bertampang jelek. entah bagimana dia mau melayani ajakannya untuk ngetot. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

SELAMAT MENIKMATI !!!


Cerita sex Namaku Mawar, aku mahasiswi semester akhir di salah satu perguruan tinggi terkemuka yang berada di daerah Jakarta yang pada masa-masa awal demokrasi terkenal sebagai pusat demonstrasi dan tragedi politik. Secara fisik aku adalah gadis yang menarik dengan tinggi tubuh sekitar 170 cm, langsing dan seksi, berwajah lonjong dan berparas melankolis, berambut hitam legam panjang lurus sebahu serta berkulit putih mulus tanpa cacat sedikit pun dengan puting payudara berwarna merah jambu dan bulu kemaluan tipis agak jarang.

Peristiwa ini bermula ketika aku baru saja usai pulang dari ruang baca perpustakaan. Saat itu keadaan sudah gelap dan kantin pun sudah tutup, praktis tidak ada lagi mahasiswa yang nongkrong di kantin dan kalaupun ada hanya sebagian kecil saja sehingga aku pun memutuskan untuk langsung menuju ke lapangan parkir khusus mahasiswa yang berada disamping kampus. Tempat parkir sudah agak sepi, hanya tersisa beberapa mobil saja milik mahasiswa lainnya yang kebetulan masih ada jadwal kuliah malam. Kebetulan mobilku tadi siang mendapat tempat parkir agak jauh ke sudut lapangan parkir. Lapangan parkir itu sendiri sebenarnya adalah tanah kosong yang ditimbun oleh batu dan pasir serta dikelilingi oleh pagar seng yang tertutup rapat sehingga tidak dapat dilihat oleh orang dari luar.

Terus terang aku agak kesal karena selain sudah lelah dan banyak masalah sehubungan dengan skripsiku, eh…, ternyata malam-malam begini masih harus mendorong mobil yang meng. Aku berjalan sedikit setelah sebelumnya meletakkan tas dan buku serta diktat beserta bahan skripsi di mobil, halangi mobilku, aku melihat-lihat kalau-kalau masih ada tukang parkir atau satpam di gerbang masuk parkiran yang tidak seberapa jauh. Sebab gerbang keluar parkiran sangat jauh letaknya dari posisi mobilku. Ternyata gerbang masuk telah tertutup dan dirantai sehingga untuk mencari orang aku harus menuju ke gerbang keluar.

Karena malas jalan aku pun terpaksa kembali ke mobil dan berinisiatif mendorong Panther tersebut sendirian. Dengan agak bingung aku letakkan telapak tangan kiriku di belakang mobil tersebut sementara tangan kanan di sisi kanan mobil. Ternyata Panther tersebut tidak bergerak sama sekali. Aku curiga jangan-jangan pemiliknya telah memasang rem tangan sebelumnya. Karena itu aku berniat mengempiskan ban mobil sialan itu.

Saat sedang asyik berjongkok dan mencari posisi pentil ban belakang sebelah kanan Panther tersebut, mendadak aku merasakan kehadiran orang di dekatku, tatkala aku menoleh ternyata orang tersebut adalah Joni teman sekampusku yang sebelumnya sudah lulus namun pernah satu kelas denganku di MKDU. Joni adalah seorang pria kelahiran Kalimantan berbadan hitam tinggi sekitar 175cm, dengan perut buncit, berwajah jelek dengan gigi agak tonggos dan kepala peyang serta bermata jereng keluar. Tak heran kalau banyak gadis-gadis sering menjadikannya bahan olok-olokan dalam canda mereka karena keburukan wajahnya namun tanpa sepengetahuannya, sebab selain wajah Joni sangat sangar, dia juga dikenal berkawan dengan banyak pentolan kampus dan juga kabarnya memiliki ilmu hitam. Namun dia juga dikenal sangat pede, dan itulah yang menjadikannya olok-olokan bagi para gadis karena dia tidak pernah malu-malu menatap wanita cantik yang disukainya dengan berlama-lama.

Jujur jantungku agak berdegup karena perasaanku merasa tidak enak, terutama karena aku mengetahui bahwa Joni selama ini sering menatapku berlama-lama dan caranya menatapku terasa sangat menelanjangi, seolah-olah ingin memperkosaku. Namun aku berusaha bersikap tenang agar tidak menimbulkan akibat buruk karena menurut teman-teman, jika kita terlihat tenang maka lawan kita cenderung ragu untuk berniat jahat.
Namun ternyata Joni tidak berbuat apa-apa dan hanya berkata,

“Ada yang bisa saya bantu, Ling?”,
“Ehh…, nggg…, anu…, ini mobil sialan diparkir begini, mana susah lagi dorongnya”, sahutku agak canggung. “Mari saya bantu, kamu pegang samping kanan ini yach”, ujar Joni memberi aba-aba agar aku berada dibelakang samping kanan Panther sialan itu.

Tatkala aku sedang dalam posisi siap mendorong dari arah kiri, kutengokkan kepala ke arah kiri, ternyata Joni tidak berada pada posisi belakang mobil itu melainkan berada tepat di belakangku dan tangannya dengan cepat telah berada di atas tanganku dan jemarinya telah meremas jemariku dengan lembut, mesra namun kuat.

“Ehhhh … apa-apaan nih Jon?”, ujarku panik.

Namun Joni dengan tenang dan lembut malah menghembuskan nafasnya di balik telingaku dan membisikkan sesuatu yang tidak jelas (mungkin sejenis mantera) lalu berucap

“Aku mencintaimu Mawar”, ujarnya lembut.
Mendadak aku merasa lemas, namun aku masih sempat berucap

“Lepaskan aku Jon, kamu ini udah gila kali?”, ujarku lemah.

Tapi aku semakin tak berdaya melawan hembusan lembut di belakang telingaku dan kecupan mesranya di belakang leherku tepatnya di bulu-bulu halus tengkukku. Nampaknya Joni menggunakan sejenis pelet tingkat tinggi yang mampu membuatku tak berdaya dan hanya bisa pasrah menikmati tiap cumbuannya. Dan semakin lama cumbuan Joni semakin hebat dan herannya aku yang biasanya sangat jijik kepadanya seperti terbangkitkan gairah birahiku, apalagi Joni tidak hanya mencium pundak, tengkuk dan telingaku saja, namun tangannya juga telah mulai bermain mengusap-usap daerah terlarang milikku. Yah, tangan kiri Joni telah mengeluarkan kemejaku dari balik celana jeans yang kukenakan dan masuk ke balik celanaku hingga menembus celana dalamku dan mengusap-usap dengan lembut bukit memekku.

Aku mendesah lemah dan mulai merasakan rangsangan yang demikian kuat. Mendadak Joni menarik dan membimbingku ke arah mobilku dan tangannya menarik pintu belakang sebelah kanan mobilku yang memang tidak sempat kukunci. Lantas ia merebahkanku di jok tengah Escudo milikku dan merebahkan sandarannya. Kemudian ia mendorong tubuhku ke dalam dan menekuk kakiku hingga posisi kakiku terlipat ke atas sehingga dengan mudahnya memekku terkuak dan pahaku miring ke samping. Lantas dengan segera Joni menutup pintu dan mengambil kunci mobilku serta menguncinya dari dalam melalui central lock di pintu depan.

Aku semakin tidak berdaya dengan usapan lembutnya di memekku apalagi dia telah membuka kancing, gesper dan ritsluiting celana jeansku dan tangannya telah menarik turun celana dalamku. Joni menarik dengan cepat celana jeansku lalu kemudian menarik lagi celana dalamku hingga terlepas semuanya. Aku selama itu hanya bisa pasrah lemas tidak tahu mengapa, mungkin akibat mantera miliknya yang begitu dahsyat.
Mungkin juga karena diriku telah dilanda birahi yang sangat hebat karena terus terang, aku memang begitu mudah terangsang dan gila seks, sebab itu pula yang menyebabkan aku telah kehilangan keperawanan di tangan mantan kekasihku di awal masuk kuliah dulu.

Namun di luar itu semua yang kurasakan adalah kenikmatan yang teramat sangat karena selanjutnya bukan lagi jemari Joni yang bermain pada permukaan kemaluan dan klitoris serta pada daerah G-Spot milikku, namun kini justru giliran lidahnya bermain-main di sana dengan kemahiran yang sangat luar biasa jauh daripada yang mampu dilakukan oleh mantan kekasihku. Sehingga tanpa kusadari, aku justru mencengkeram kepala Joni dan menekannya ke arah memekku agar rangsangan yang kuterima semakin hebat. Namun rupanya Joni bukan sembarang pria jantan biasa, tampaknya ia begitu mahir atau justru tengah dikuasai oleh hawa nafsu iblis percabulan (kudengar orang-orang pemilik ilmu hitam, hawa nafsunya adalah murni hawa nafsu iblis) sehingga ia bukan saja memainkan lidahnya ke sekitar klitoris dan daerah G-Spot milikku, namun juga mulutnya mampu menghisap dan lidahnya memilin-milin klitorisku sehingga tanpa kusadari aku semakin diamuk birahi dan memajukan memekku sampai menempel ketat di wajahnya.

Dan sungguh mengejutkan, tiba-tiba desakan kenikmatan melanda seluruh diriku, membuat badanku terlonjak-lonjak akibat perasaan nikmat yang dahsyat yang melingkupi diriku, perasaanku seakan melayang-layang dan denyutan-denyutan nikmat terasa pada bagian dalam memekku. Oooohhhh....... Aku mengalami orgasme untuk pertama kalinya hanya dengan oral sex dari seorang pria, padahal mantan kekasihku hanya mampu membuatku orgasme setelah mengkombinasikan oral sex dengan persetubuhan dan itu memakan waktu yang cukup lama. Tubuhku terus mengejan dengan kuat dan kurasakan vaginaku sangat basah dan aku serasa melayang diawang-awang dengan pahaku yang membekap erat wajah dan kepala Joni.

Beberapa saat kemudian kurasakan tangan Joni membelai lembut pahaku dan membukanya dengan lembut namun kuat (sebenarnya sejak aku mengalami orgasme akibat dioral oleh Joni, aku sudah menganggap lembut segala perlakuannya mungkin karena sudah pasrah dan dibuat puas sekali). Aku hanya bisa menatapnya dengan sayu, aku menatap demikian akibat pengaruh orgasme dan rasa lemas namun nikmat yang masih terasa melanda sekujur tubuhku.

Saat itu kuperhatikan bahwa Joni pun mulai membuka kemeja lengan pendeknya dan tanpa kusadari akupun ikut melucuti kaos singlet miliknya serta membantunya membukakan ritsluiting celananya yang dengan sigap diikuti oleh gerakan cepat dari tangan Joni yang langsung menurunkan celana luar beserta celana dalamnya.
Aku terus terang sungguh sangat terkejut melihat “kejantanan” milik Joni yang sangat besar dan panjang berwarna coklat agak gelap dengan diameter yang terus terang akupun agak ngeri untuk memegangnya. aku sempat berfikir memekku bakal terasa sakit seandainya dia benar-benar menyetubuhiku, namun ternyata itu semua hanyalah khayalanku belaka, karena Joni tidak langsung menghunjamkan “rudal”-nya itu ke dalam memekku namun layaknya seorang gentleman ia mengusap-usap dulu memekku yang sudah basah itu dengan ujung kemaluannya hingga aku kegelian dan terangsang kembali dan dengan dibantu oleh jari-jari Joni yang juga bermain didaerah G-Spot-ku serta diclitorisku akupun dibuat semakin becek dan siap untuk dimasuki.

Ketika aku mulai semakin mendesah, Joni pun dengan sigap memasukan Penisnya ke dalam lubang memekku namun tidak semuanya hanya sebagian ujungnya saja. Setelah itu karena dilihatnya aku agak sedikit meringis.
Joni diam sejenak, setelah dilihatnya ekspresi wajahku sudah normal kembali, ia pun mulai bergoyang memaju-mundurkan senjatanya namun dengan sedikit demi sedikit, jadi tidak langsung amblas main tancap seperti yang dilakukan oleh mantan kekasihku. Aku pun mulai merasakan sedikit nyaman dengan ukuran “senjata” Joni dan perlahan-lahan kembali terangsang dan dapat menikmatinya.

Harus kuakui Joni ternyata benar-benar seorang pria yang sangat gentle dan juga jantan, ia tidak saja begitu lembut “memerkosa” diriku namun juga sangat memperhatikan kenyamanan dan kepuasanku, bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan mantan pacarku yang pernah tidur denganku, Joni seperti-nya sungguh mengerti keinginanku. Ia tidak saja perlahan-lahan dan dengan penuh kelembutan “memerkosa” diriku namun juga aktif membantu merangsang diriku hingga aku benar-benar sangat terangsang sehingga walaupun ukuran kejantanannya menurutku sangat menyeramkan, namun aku tidak merasa sakit dan dapat menikmatinya.
Seiring semakin terangsangnya diriku, Joni pun perlahan-lahan mulai semakin dalam menancapkan kemaluannya.

Akupun semakin lama semakin horny dan semakin tidak kuat lagi menahan desakan kenikmatan yang makin memuncak dan semakin tidak tertahankan itu. Hingga akhirnya merasa menyentuh awang-awang dan merasakan kenikmatan yang sungguh tidak pernah kualami sebelumnya dengan mantan kekasihku, tanpa sadar aku melenguh keras

“Ooooahh…, Joniiiiiiiiiii...............”,

Akupun meremas kuat belakang kepalanya dan menjepit erat pinggangnya dengan kedua paha dan kaki sekuat-kuatnya dan juga mengangkat pinggulku hingga memekku berhimpit kuat dengan kemaluannya dan yang masih kuingat adalah saat itu diriku terasa basah dan nikmat sekali. Basah baik pada lubang memekku maupun sekujur tubuhku yang penuh oleh peluh keringatku maupun keringat dan cairan liur Joni. selanjutnya akupun terbaring lemas tak berdaya, Joni tidak meneruskan perbuatannya walaupun ia belum mencapai orgasme, tapi justru beristirahat sambil menunggu diriku siap kembali sungguh ia laki-laki yang tahu diri tidak egois seperti pria-pria lainnya walaupun sebagai orang yang sedang memperkosaku ia sebenarnya punya “hak” berbuat sesukanya tapi ternyata bisa dibilang ia adalah “pemerkosa yang lembut” yang pernah singgah dalam hidupku.

Setelah beristirahat sejenak dan melihat kondisiku yang sudah agak pulih, Joni mulai meneruskan aksinya yang tertunda tadi. Serangannya menggebu-gebu dan tekanan-tekanan penisnya benar-benar mengarah pada sasaran-sasaran strategis pada liang memekku. Setiap kali Joni menancapkan penisnya yang besar itu kedalam lubang memekku, maka tekanan penisnya menarik seluruh bibir memekku melesak kedalam, sehingga klitorisku pun ikut tertekan masuk dan tergesek-gesek dengan batang penisnya yang dilingkari oleh urat-urat menonjol. Hal ini membuatku menggelinjang nikmat tiada tara,

“Aaagghhh…, aaddduuhh…, Joonnn…, peeelllannn-peellannn…, doongg…!”,

Akan tetapi kali ini Joni tidak mengurangi serangan-serangannya, tempo permainannya malah ditingkatkan, semakin aku menggeliat-geliat, semakin menggebu-gebu Joni memompakan kemaluannya ke dalam liang vaginaku. Kali ini aku benar-benar dipermainkan habis-habisan oleh Joni. Perasaan nikmat dan rasa geli telah merambat dari daerah bagian bawah badan keseluruh tubuhku. perasaanku serasa melayang-layang bagaikan layang-layang yang putus talinya, terbang melayang dipermainkan angin. Perasaan nikmat dan geli akhirnya tidak tertahan lagi dan,

“…Jooonnnnn…, aakkkuuu…, aakkkaaann meeelleedaakkkk…, aaauuuggghhh…, ooohhhh….!!”,

Dengan suatu desahan panjang disertai kedua pahaku mengejang dengan keras menjepit melingkari pantat Joni, aku mencapai orgasme yang hebat dan pada saat bersamaan Joni juga mencapai klimaksnya dan dengan pelukan yang sangat erat pada badanku, Joni mendorong pantatnya kuat-kuat, menekan pinggulku rapat-rapat, sehingga kemaluannya amblas keseluruhan ke dalam liang vaginaku, sambil meyemprotkan cairan kental hangat ke dalamnya. Semprotan demi semprotan kuat dari cairan hangat kental tersebut terasa memenuhi seluruh rongga-rongga di dalam relung vaginaku, menimbulkan perasaan sensasi yang datang bertubi-tubi melanda diriku, benar-benar suatu kenikmatan sempurna yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.

Kami berpelukan erat-erat selama beberapa detik, sambil menghayati denyutan-denyutan pada kemaluan kami masing-masing. Setelah melewati puncak kenikmatan tersebut, maka kami terkapar dalam keadaan lemas sambil tetap berpelukan erat. perlahan-lahan suatu kesadaran mulai merambati pikiranku, seperti awan yang ditiup angin, aku mulai menyadari apa yang sedang terjadi pada diriku.

Kesadaranku mulai pulih secara perlahan-lahan dan menyadari bahwa aku baru saja melakukan persetubuhan yang seru dengan Joni, orang yang selama ini aku anggap sebagai preman kampus yang tidak pantas diajak sebagai seorang teman. Sambil masih telentang di atas jok mobil aku mencoba menganalisis mulai dari kejadian yang pertama, dan segera menyadari bahwa aku telah dikerjai Joni dengan ilmu hitamnya.


Menyadari itu, aku mencoba memberontak dan mendorong Joni dari atas tubuhku, akan tetapi Joni justru semakin kuat mendekapku, Joni terus membujuk dan mengelus-elus seluruh tubuhku, sehingga tak berselang lama kemudian aku terlena lagi dan babak kedua “pemerkosaan” itu terjadi lagi, bahkan lebih seru dan lebih mengasyikan daripada sebelumnya. Aku benar-benar tidak peduli lagi, apakah ini disebabkan oleh ilmu hitam Joni atau apapun, akan tetapi yang jelas ini suatu pergulatan yang sangat mengasyikkan. Karena itu kulayani permainan Joni kali ini bahkan dengan sepenuh hati.

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: