Cerita sex Membayar sewa Kamar Kost dengan Kehangatan Tubuh


http://www.cerwasa.com

Cerwasa.com kali ini menceritakan akal bulus seorang pemilik rumah kost yang memanfaatkan kesulitan penghuni kamar kost dalam membayar uang sewa kamar. Hingga telah ada beberapa penguhi kamar kost yang jatuh ke dalam pelukannya..Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. .....

SELAMAT MENIKMATI !!! 

Namaku Bayu, Kebetulan aku sekarang ini mempunyai usaha tempat kost-kistan. Kostan ku cukup lengkap fasilitasnya, mempunyai ruang tamu sendiri, dapur sendiri dan kamar mandi sendiri, hingga tak heran klo harganya pun lumayan mahal seputar 1,5 jt perbulan, penghuni kamar kostan ku kebanyakan anak-anak pejabat dan pengusaha dan dikhususkan untuk wanita, karena yang ngisi cewe semua, kostan ku terkenal dikalangan mahasiswa.

Di suatu sore yang lumayan cerah datang seorang wanita yang bertubuh tinggi, kulit coklat khas orang Indonesia, buah dada terlihat tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, berparas manis mirip artis Happy Salma. Wanita tersebut memperkenalkan diri dengan nama Lusi, dia dating hendak menyewa salah satu kamarku yang kebetulan memang ada yang kosong.

Kemudian kuajak Lusi melihat salah satu kamar itu, Lusi melihat keadaan kamar dengan seksama dimulai dari ruang tamu yang memang sudah disediakan sebuah sofa, dilanjutkan ke dapur dan terakhir kita berhenti dibagian kamar tidur yang cukup luas dilengkapi sebuah kamar mandi. Terlihat ekspresi Lusi cukup puas dengan keadaan yang bersih dan nyaman. Akupun memulai negoisasi harga kamar.

"Bagaimana ….? sesuai dengan harapan ?" tanyaku.
"Wow gede banget ini kamar ya mas, berapa sebulan mas?" tanya Lusi.
"1,5 jt per bulan." jawabku.

Lusi kaget mendengar harga yang aku tawarkan.

"What..., mahal banget…, emang ga bisa kurang? Aku dach cocok nich ama kamarnya…. bisa kurang ya?" Lusi sedikit memohon, karena kelihatanya dia sangat ingin tingggal disana.

tapi aku sangat tegas dalam memberikan harga, karena klo ga kaya gitu aku ga bisa makan.

"Aduh maaf Non … ga bisa kurang tu!"
"Aku mau ngomong ama yg punya, mungkin aja bisa nawar?"

Aku senyum mendengar perkataaan Lusi. Dia ga tau ni rumah gue yang punya, disangkanya aku hanya pembantu yang ngurus kostan ini.

"Kebetulan aku yang punya Non." jawabku dengan dingin
"Maaf kirain anak yang punya, abis imut sich."

Lusi sedikit malu... Akhirnya aku menawarkan penawaran yang ga pernah terlintas mungkin sama pemilik kost-kostan dimanapun.

"Gimana klo gini aja, aku kasih kamu gratis untuk tinggal disini selama satu bulan asal... kamu mau tidur sama ak......u"

Kenapa aku spontan mengeluarkan penawaran tersebut, karena sejak pertama Lusi dateng aku sudah tergoda dengan badannya yang langsing, gerak geriknya yang sensual gaya bicaranya yang manja, yang paling utama sich aku lagi pengen-penginnya Ngeseks. Lusi terlihat kaget mendengar tawaranku. Dia menatapku penuh dengan tanda tanya serius atau tidak ajakanku tersebut, tak disangka akhirnya dia menjawab

"Okey, sapa takut...." Lusi menjawab dengan ringannya.

Kini giliran aku yang kaget, mendengar jawaban dari Lusi, dadaku sesak karena khayalanku yang sejak tadi penasaran akan bentuk tubuh Lusi yang langsing tanpa busana sama sekali, bentuk payudara yang menggelayut, kehalusan kulitnya yang berwarna coklat eksotis, kaki yang panjang dan jejang sebentar lagi terwujud. Jantungku berdegup keras, dan adik kecilku senat-senut minta dielus-elus

Setelah Lusi menjawab dengan entengnya, aku menghampirinya, tanpa basa-basi langsung aku cium bibirnya yang tipis terbalut liGametik menambah kesexsiannya dalam berbicara. Lusi menyambut ciumanku tanpa ada kekakuan, kami berciuman saling merangsang, sesekali aku mendengar desahan halus Lusi saat aku meremas payudaranya yang kencang.

"Eehhh.....", erang Lusi setiap aku meremas lembut susunya.

Kemudian aku lucuti satu persatu baju yang menempel di tubuh Lusi, demikian sebaliknya sampai kita berdua hanya memakai celana dalam saja. Benar dugaanku, payudara Lusi mengelayut indah ditubuhnya, tidak besar dan tidak kecil bentuknya sehingga jika dilihat secara telanjang pas dan membuat adik kecilku cenat cenut berontak pengen dilepas.

Maka mulailah aku menjilati payudara Lusi sesekali aku sedot dengan perlahan, hasilnya erangan Lusi yang membuat semangat untuk terus memainkan lidah ini diatas payudaranya yang kencang. Setelah aku bosan menjilati susu Lusi, aku mulai menciumi perut Lusi terus dan terus hingga berhenti di selangkangan yang masih tertutup celana dalam seksi. Hheeemm... baunya khas, aku pelorotkan celana Lusi yang sudah agak lembab entah kenapa aku terdiam melihat memeknya Lusi yang tidak tertutupi bulu satupun, dia memotong habis bulu memeknya hingga membuat begitu indah bentuknya. Lusi tersenyum keenakan melihat aku yang kebingungan melihat memeknya yang botak.

"Jilatin dong Mas ...", pinta Lusi dengan mesra,

Aku menuruti permintaaanya. Aku jilati dari bawah keatas selangkangan yang berwarna merah jambu itu terus dan terus, disela sela itu aku melihat ekspresi Lusi yang sedang aku jilati memeknya, dia merem melek sambil menggigit bibir bawahnya dan kedua tangannya meremas sprei kasur seperti orang yang sedang menahan sesuatu. Erangannya semakin memburu seiring jilatan ku yang makin cepat...

"Eeeh... eeehh... eehhhh... eeehhh...", Lusi mengerang keenakan,

Hingga disatu titik dia melepaskan nafasnya dalam dalam, tak lama kemudian keluar cairan putih dari lubang vaginanya yang berbau khas membuat aku semakin nafsu. Lusi menarikku keatas kasur dan mulai menjilati kepala kontolku yang rasanya seperti kesemutan. Sesekali dia menyedot semua batang kontolku kedalam mulunya, wow....Lusi melakukannya berulang dan berulang membuatku merasakan enaknya engga ketulungan. Permainan oral sex Lusi seperti pemain bokep yang sering aku tonton sangat profesional.

Puas Lusi memainkan kontolku yang ukuranya standart orang Indonesia, aku bangun dan mulai mempersiapkan tinggal landas dari kontolku yang dari tadi ingin merasakan kehangatan memekLusi yang tidak tertutupi satu rambutpun. Aku mengelus elus kakinya yang panjang sambil mengegesekan kontolku dimulut vagina Lusi. Tak lama kemudian tangan halus Lusi menggiring kontolku keliang vaginanya.

‘Ohhhh….” Kepala kontolku terasa hangat menyentuh bibir memekLusi, mulanya terasa keset dan susah dimasukan, akibat keuletan kita berdua sedikit sedikit aku gerakan pinggangku sambil diarahkan oleh Lusi sehingga kepala kontolku sudah masuk seluruhnya.

"Ooohhh… Eeeehh...", Lusi mengerang enak merasakan kepala kontolku mulai keluar masuk di liang memeknya, aku mengerakan pinggangku kebelakang dan kedepan berulang ulang disatu titik hingga ketidaksabaranku muncul ingin memasukan semua batang kontolku keliang memek Lusi yang masih sempit dan keset.

Kemudian aku mulai berhitung dalam hati (.. 1.. 2... 3...) Kumasukan semua batang kontolku tanpa sepengetahuan Lusi. Lusi mengerang keras keenakan...

"Eeeeehhh...., shhhh.... aahhhh....",

Terasa cairan menyelimuti kepala kontolku hingga kebatangnya, hangat dan basah tapi tetep masih sempit tak lama kemudian aku mulai merasakan gesekan memekdan kontolku mulai membuat ku merinding dan tak lama kemudian aku mencapai klimak...

"Ahhhhh...", permainan yang cantik kami mencapai klimak tidak berjauhan.
"Uuuuuh.." kita saling menatap dan saling berpelukan hingga tertidur pulas.

Itulah pengalamanku dalam rumah kostku tercinta. Kulakukan kebeberapa penguni kosan yang tidak bisa bayar atau nunggak.

Hheheeh.... mungkin pengalamanku ini bisa dilakukan oleh bapak-bapak atau temen temen ......yang juga berbisnis menyewakan rumah... Yakin manjur...!!!
Tags:cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita janda, cerita janda binal, cerita janda kesepian, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita selingkuh, cerita sex, cerita sex 2016, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru, cerita tante, cerita tante girang, cerita tante kesepian

Subscribe to receive free email updates: