Cerita Sex Mengayuh Nikmat Bersama Bakul Jamu Muda

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang mahasiswa yang berkenalan dengan seorang bakul jamu masih muda dan manis. ketika penjual jamu menginap di kontrakan, berawal dari tawaran memijat akhirnya mereka berdua dapat mengayuh nikmat bersama-sama. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

SELAMAT MENIKMATI !!!


Aku sangat betah di kontrakanku meski harga kontrakan sangat mahal tapi Aku perpanjang dgn alasan karena memang tempatnya strategis dalam gang cuma ada rumah, rumah temboknya tinggi jadi tidak ada orang yg bisa melihat kegiatanku didalam rumah, jadi bisa merasa bebas.

Sesudah pacarku meninggalkan diriku . Aku jadi jomblo. Mau pacaran Aku menjadi malas. Untuk melampiaskan gejolak seksku, siapa saja yg kusenangi sering kubawa ke kamar yg istimewa ini. Suatu hari saat Aku baru membeli rokok di warung Aku berpapasan dgn penjual jamu yg cukup mengaketkan. Wajahnya manis dan bodynya bahenol betul.

“Gak salah ini orang jadi tukang jamu,” kataku membatin.
“Mbak jamu” tegurku. Dia menoleh.
“Mau minum jamu mas ?” tanyanya.
“Iya tapi jangan di sini, ke rumah aja ya” ajakku dan dia mau mengikutiku.

Sesampai di rumah , si mbak melihat sekeliling.

“Wah enak juga tempatnya ya mas,” katanya.
“Ada jamu yg bagus mbak” tanyaku
“Lha mas maunya untuk apa, apa yg mau untuk pegel linu, masuk angin atau jamu kuat”
“Kuat apa” tanya ku.
“Ya kuat segalanya” katanya sambil melirik.
“Genit juga si mbak” kataku dalam hati.
“Aku minta jamu kuatlah mbak, biar kalau malam kuat melek bikin tugas kuliah.”

Tapi terus terang Aku kurang mempunyai keberanian untuk menggoda dan mengarahkan pembicaraan ke yg dewasa-dewasa. Sejak saat itu mbak jamu jadi sering menghampiriku.

“Mas kemarin kemana aku kesini kok rumahnya dikunci. Aku ketok sampai pegel gak ada yg buka.”
“Oh kemarin ada kuliah sore jadi aku dari pagi sampai malam di kampus” kataku.
“Mas ini mas jamu kunyit asam, bagus untuk anak muda, biar kulitnya cerah dan jauh dari penyakit.”
“Mbak udah bersuami?” tanya ku iseng.
“Udah gak punya suami mas, kalau ada ngapain jualan jamu.”
“Anak punya mbak ?”
“Belom ada mas, orang suami aku dulu udah tua, mungkin bibitnya udah abis.”

Kita semakin akrab sehingga hampir setiap hari Aku jadi langganannya. Kadang-kadang lagi gak punya duit, dia tetap membuatkan jamu untukku. Dia pun sudah tidak canggung lagi masuk ke rumahku. Bahkan dia sering numpang ke WC.

Mbak Sumi, begitulah dia dipanggil, usia 27 tahun, asalnya Wonogiri. Mbak Sumi menganggap rumahku sebagai tempat persinggahan tetapnya. Dia selalu protes keras jika Aku tidak ada di rumah. Semula Mbak Sumi mengunjungiku pada sekitar pukul 13. Tapi kini dia datang selalu sekitar jam 5 sore. Kalau dia datang ke rumahku jamunya juga sudah hampir habis. Paling paling sisa segelas untuk ku.

Rupanya Mbak Sumi menjadikan rumahku sebagai terminal terakhir. Ia pun kini makin berani. Dia tidak cuma menggunakan kamar mandiku untuk buang air kecil, tetapi kini malah sering mandi. Sampai sejauh ini Aku menganggapnya sebagai kakakku saja.sebab dia pun menganggapku sebagai adiknya. Sering kali dia membawa dua bungkus mi instan lalu direbus di rumahku dan kita sama-sama menikmatinya.

Sebetulnya pikiran kotorku sudah menggebu-gebu untuk menikmati tubuh Mbak Sumi ini. Namun keberanian ku untuk memulainya belom kutemukan. Mungkin juga karena Aku tidak berani kurang ajar jadi Mbak Sumi makin percaya pada diri ku. Padahal wooo ngaceng sekali bro...... Aku cuma berani mengintip jika Mbak Sumi mandi. Lubang yg sudah kusiapkan membuatku makin ngaceng saja kalau menikmati intaianku. Tapi bagaimana nih cara mulainya.

“Mas boleh gak aku nginep di sini ?” tanya Mbak Sumi suatu hari.
“Aku mau pulang jauh dan sudah kesorean, lagi pula besok aku gak jualan, capek., ” katanya beralasan tanpa aku tanya.
“Lha Mbak, tempat tidurnya cuma satu”
“Gak pa-pa mas, aku tidur di tiker aja. Mas yg tidur di kasur.”
“Bener nih,” kataku, dgn perasaan setengah gembira.

Karena kupikir inilah kesempatan untuk menyergapnya.

“Iya gak apa-apa kok” katanya.

Tanpa ada rasa canggung dia pun masuk kamar mandi dan mandi sepuasnya. Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali mengintainya. Badannya mulus walaupun kulitnya tidak putih, tetapi bentuk tubuhnya sangat sempurna sebagai seorang wanita. Sayang dia miskin, kalau kaya mungkin bisa jadi bintang film, pikir ku.

Teteknya cukup besar, mungkin ukuran 36, pentilnya kecil dan bulu jembutnya tebal sekali. Mungkin ada hubungannya dgn kumis tipis yg ada di atas bibirnya itu. Selesai mandi, kini giliranku masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Aku gak tahan , sehingga kesempatan mandi juga kugunakan untuk ngloco.

“Mas mandinya kok lama sekali sih, ngapain aja” tanyanya mengagetkanku.
“Ah biasa lah keramas sekalian biar seger” kataku.
“Itu aku buatkan kopi, jadi keburu dingin deh, abis mandinya lama banget.”

Malam itu kita ngobrol ke sana-kemari dan Aku berusaha mengorek informasi sebanyak mungkin mengenai dirinya.

“Mas suka di pijet gak” katanya tiba-tiba.
“Gak ach..., gak nolaaaaak” kataku bercanda.
“Sini aku pijetin mas.”

Tanpa menunggu terlalu lama Aku segera menuju ke kamar dikuti Mbak Sumi dan semua baju dan celanaku ku buka tinggal celana dalam. Kumatikan lampu sehingga suasana kamar jadi agak remang-remang. ternyata Mbak Sumi pinter sekali memijat. Dia menggunakan cairan body lotion yg dibawanya untuk melancarkan mengurut. Aku benar-benar pasrah. Meski ngaceng berat, tetapi Aku gak berani kurang ajar.

Cilakanya Mbak Sumi ini tidak canggung sedikit pun merambah seluruh tubuhku sampai mendekati si kontol. Beberapa kali malah ke senggol sedikit, membuat jadi tambah tegang aja.

“Mas celana dalamnya dibuka saja ya biar gak kena cream.”
“Terserahlah mbak” kataku pasrah.

Dengan cekatan dia memelorotkan celana dalam. Sehingga Aku kini jadi telanjang bulat.

“Apa mbak gak malu melihat aku telanjang” tanya ku.
“Achhh gak apa-apa, aku dulu sering memijat suami aku.”
“Dia yg ngajari aku mijet.”

Teganganku makin tinggi karena tangannya tanpa ragu-ragu menyenggol kontolku. Dia lama sekali memijat bagian dalam paha, tempat yg paling sensitive dan paling merangsang. Mungkin kalau ada kabel dihubungkan diriku dgn lampu, sekarang lampunya bakal menyala terang sekali, orang teganganku sudah mulai memuncak.

Aku tidur telungkup sambil berfikir, gimana caranya memulai. Akhirnya Aku berketetapan tidak mengambil inisiatif. Aku akan mengikuti kemana kemauan Mbak Sumi. Kalau terjadi ya terjadilah, kalau gak yaa lain kali mungkin. Tapi Aku ingin menikmati dominasi perempuan atas laki-laki.

Sesudah sekitar satu jam Aku tidur telungkup, Mbak Sumi memerintahkan Aku telentang. Tanpa ragu dan tanpa rasa malu dan bersalah Aku segera menelentangkan badanku. Otomatis si kontol yg dari tadi berontak, kini bebas tegak berdiri. Celakanya si kontol tidak menjadi perhatian Mbak Sumi dia tenang saja memijat dan sedikitpun tidak berkomentar mengenai kontolku. Kaki kiri, kaki kanan, paha kiri, paha kanan, kepala tangan kiri, tangan kanan, lalu perut. Bukan cuma perut tetapi si Kontol pun jadi bagian yg dia pijat. Aku melenguh.

“Achhh... mbakkkk....”
“Kenapa mas” katanya agak manja.
“Aku gak tahan, ngaceng banget nich ......”
“Ach gak apa-apa tandanya mas normal”
“Udah tengkurep lagi aja, mas istirahat ... sebentar aku mau ke kamar mandi.”

Lama sekali dia di kamar mandi, sampai Aku akhirnya tertidur dalam keadaan telungkup dan telanjang. Tiba-tiba Aku merasa ada yg menindihku dan kembali kurasakan pijatan di bahu. Dalam keadaan setengah sadar kurasakan ada seusatu yg agak berbeda. Kenapa punggungku yg didudukinya terasa agak geli, lama-lama Aku sadar yg mengkibatkan rasa geli itu ada bulu-bulu, apa mungkin Mbak Sumi sekarang telanjang memijatiku.

Ternyata memang benar begitu. Tetapi Aku diam saja tidak berkomentar. Kunikmati usapan bulu jembut yg lebat itu di punggungku. Kini Aku sadar penuh, dan kontol yg dari tadi bangun meski Aku sempat tertidur makin tegang. Wah kejadian deh sekarang, pikirku dalam hati.

“Balik mas katanya” sesudah dia turun dari badanku.

Aku berbalik dan ruangan jadi gelap sekali. Ternyata semua lampu dimatikannya. Aku tidak bisa melihat Mbak Sumi ada dimana. Dia kembali memijat kakiku lalu duduk di atas kedua pahaku. Ia terus naik memijat bagian dadaku, jembutnya berkali-kali menyapu si kontol. Kadang-kadang si kontol ditindihnya sampai lama dan dia melakukan gerakan maju mundur.

Beberapa saat kemudian Aku merasa Mbak Sumi mengambil posisi jongkok dan tangannya memegang batang si kontol. Pelan-pelan di tuntun kepala si kontol memasuki lubang kemaluannya. Aku pasrah saja dan sangat menikmati dominasi perempuan. Lubangnya hangat sekali dan pelan-pelan seluruh tubuh si kontol masuk ke dalam lubang kemaluan mbak Sumi.

Mbak Sumi lalu merebahkan dirinya memeluk diriku dan pantatnya naik turun, sehingga si kontol keluar masuk . Kadang-kadang saking hotnya si kontol sering lepas, lalu dituntunnya lagi masuk ke lubang yg diinginkan. Karena Aku tadi sudah ngloco dan posisiku di bawah, Aku bisa menahan agar maniku tidak cepat muncrat. Gerakan Mbak Sumi makin liar dan nafasnya semakin memburu.

Tiba-tiba dia menjerit tertahan dan menekan sekuat-kuatnya kemalauannya ke kontol. Dia berhenti bergerak dan kurasakan lubang kemaluannya berdenyut-denyut. Mbak Sumi mencapai puncak kenikmatannya yg pertama.

Dia beristirahat dgn merebahkan seluruh tubuhnya ke tubuhku. Jantungnya terasa berdetak cepat. Aku mengambil alih dan membalikkan posisi tanpa melepas si kontol dari lubang kemaluan Mbak Sumi.

Ku atur posisi yg lega dan mencari posisi yg paling enak dirasakan oleh kemaluan Mbak Sumi. Aku pernah membaca soal G-spot. Titik itulah yg kucari dgn memperhatikan reaksi Mbak Sumi. Akhirnya kutemukan titik itu dan serangan terus kukonsentasikan kepada titik itu sambil memaju dan memundurkan si kontol.

Mbak Sumi mulai melenguh-lenguh dan tak berapa lama dia berteriak, dia mencapai klimaks tertinggi sementara itu Aku juga sampai pada titik puncak nikmatku. Dalam keadaan demikian yg terpikir cuma bagaimana mencapai kepuasan yg sempurna. Kubenamkan si kontol sedalam mungkin dan bertahan pada posisi itu sekitar 5 menit. tongkolku berdenyut-denyut dan kemaluannya Mbak Sumi juga berdenyut lama sekali.

“Mas terima kasih ya, aku belom pernah main sampai senikmat sekarang.”
“Aku ngantuk sekali mas.”
“Ya sudah lah tidur dulu.”

Aku bangkit dari tempat tidur dan masuk kamar mandi membersihkan si kontol dari mani yg belepotan. Aku pun tidak lama tertidur. Paginya sekitar pukul 5 Aku bangun dan ternyata Mbak Sumi masih tidur di sampingku. Kuraba kemaluannya, lalu ku cium, kok bau sabun. Berarti dia tadi sempat bangun dan membersihkan diri lalu tidur lagi. Dia kini tidur nyenyak dgn ngorok pelan.

Kuhidupkan lampu depan sehingga kamar menjadi agak remang-remang. Kubuka atau kukangkangkan kedua kakinya. Aku tiarap di antara kedua pahanya dan kusibakkan jembut yg lebat itu untuk memberi ruang agar mulutku bisa mencapai kemaluannya.Cerita Sex Lidahku mencari posisi clitoris Mbak Sumi. Perlahan-lahan kutemukan titik itu. Aku tidak segera menyerang ujung clitoris, karena kalau Mbak Sumi belom terangsang dia akan merasa ngilu. Daerah sekitar clitoris Aku jilat dan lama-lama mulai mengeras dan makin menonjol.

“Mas kamu ngapain mas, jijik mas udah, mas” tangannya mendorong kepala ku, tetapi kutahu tenaganya tidak sunguh-sungguh karena dia juga mulai mengelinjang.

Tangannya kini tidak lagi mendorong kepalaku, mulutnya berdesis-desis dan diselingin teriakan kecil manakala sesekali kusentuh ujung clitorisnya dgn lidahku. Sesudah kurasakan clitorisnya menonjol penuh dan mengeras serangan ujung lidahku beralih ke ujung clitoris. Pinggul Mbak Sumi mengeliat seirama dgn gerakan lidahku. Tangannya kini bukan berusaha menjauhkan kepalaku dari kemaluannya tetapi malah menekan, sampai Aku sulit bernafas.

Tiba-tiba dia menjepitkan kedua pahanya ke kepalaku dan menekan sekeras-kerasnya tangannya ke kepalaku untuk semakin membenam. Kemaluannya berdenyut-denyut. Dia mencapai klimak. Beberapa saaat kupertahankan lidahku menekan clitorisnya tanpa menggerak-gerakkannya.

Sesudah gerakannya berhenti Aku duduk di antara kedua pahanya dan kumasukkan jari tengah ke dalam kemaluannya kucari posisi G-spot, dan sesudah teraba kuelus pelan. Dengan irama yg tetap. Mbak Sumi kembali menggerakkan pinggulnya dan tidak lama kemudian dia menjerit dan menahan gerakan tanganku di dalam kemaluannya. Lubang kemaluannya berdenyut lama sekali.

“Aduh mas ternyata mas pinter sekali.”
“Aku kira mas gak suka perempuan. Aku sampai penasaran mancing-mancing mas, tapi kok gak nyerang-nyerang Aku.”
“Jadi Aku bikin alasan macem-macem supaya bisa berdua sama mas.”
“Aku segan mbak, takut dikira kurang ajar.
“Ah mas nakal, menyiksa Aku. Tapi Aku suka mas orangnya sopan gak kurang ajar kayak laki-laki lain.”
“Mas tadi kok gak jijik sih jilati itilku. Aku belom pernah lho digituin. Rasanya enak bangetmas .” kata Mbak Sumi.

Mbak Sumi mengaku ketika berhubungan dgn suaminya yg sudah tua dulu cuma hubungan yg biasa saja dan itu pun Mbak Sumi jarang sampai puas. Dia mengaku belom pernah berhubungan badan dgn orang lain kecuali suaminya dan diriku.

“Pantes memek mbak enak sekali, peret mbak,” kataku.
“Wong tukang jamu kok, yo terawat toh yo.” Jawabnya manja.
“Sekarang gantian mbak, jilatin kontolku.”
“Aku gak bisa kok mas”
“Nanti tak ajari mbak.”

Mbak Sumi mengambil posisi diantara kedua pahaku dan mulai memegang si kontol dan pelan-pelan memasukkan mulutnya ke ujung tongkol. Dia berkali-kali merasa mau muntah, tetapi terus berusaha mengemut si kontol Sesudah terbiasa akhirnya dikulumnya seluruh batang tongkol ku sampai hampir mencapai pangkalnya. Aku merasa ujung si kontol menyentuh ujung tenggorokkannya.

Dia memaju-mundurkan mulutnya . Ku instruksikan untuk juga melakukannya sambil menghisap kuat-kuat.dia menuruti semua perintahku. Bagian zakarnya juga dijilatnya seperti yg kuminta. Dia tidak lagi mau muntah tetapi mahir sekali. Sesudah berlangsung sekitar 15 menit kini Aku perintahkan dia tidur telentang dan Aku segera menindihnya.

“Massss....kontol mas kok enak tenan, keras sampai memekku rasanya penuh sekali.”Cerita Sex

Kugenjor terus sambil kosentrasi mencari titik G. 5 menit berlalu Mbak Sumi langsung berteriak keras sekali. Dia mencapai puncak kenikmatan tertinggi. Sementara Aku masih agak jauh. Sesudah memberi kesempatan jeda sejenak.

Mbak Sumi kusuruh tidur nungging dan kita melakukan dgn Dogy Style. Rupanya pada posisi ini titik G Mbak Sumi tergerus hebat sehingga kurang dari 3 menit dia berteriak lagi dan Aku pun mencapai titik tertinggi sehingga mengabaikan teriakannya dan kugenjot terus sampai seluruh maniku hambis di dalam kemaluan Mbak Sumi. Dia akhirnya tertidur lemas, Aku pun demikian.

Sekitar jam 8 pagi kita terbangun dan bersepakat mandi bareng. Badan Mbak Sumi memang benar-benar sempurna, Teteknya besar menentang, pinggulnya besar dan pinggangnya ramping. Sesudah malam itu Mbak Sumi jadi sering menginap di kamarku. Sampai satu hari dia datang dengan muka sedih.

“Mas Aku disuruh pulang ke kampung mau dikawinkan sama Pak lurah.”
“Aku berat sekali pisah sama mas, tapi Aku gak bisa nolak keinginan orang tua ku,” katanya bersedih.

Malam itu Mbak Sumi nginap kembali di kamarku dan kita main habis-habisan. Seingat aku malam itu aku sampai main 5 ronde, sehingga badanku kurasakan hancur dan lemas sekali.

tags #ceritadewasa, #ceritamesum, #ceritangentotjanda, #ceritangentotpembantu, #ceritangentotperawan, #ceritapanas, #ceritapemerkosaan, #ceritaseks, #ceritasekssedarah, #ceritaselingkuh, #ceritasex, #ceritaskandal, #ceritatante, #cewektelanjang, #fotobugil, #tantegirang

Subscribe to receive free email updates: