Cerita Sex Tante Berjilbab yang Kini Jadi Liar Di Ranjang

Cerwasa.com kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang istri yang dalam penampilan kesehariannya selalu berjilbab. Namun dibalik itu semua ternyata dia menyimpan hasrat seks yang begitu menggebu karena sang suami tidak dapat memberikan kepuasan. sampai akhirnya sang istri nekad untuk memenuhi hasratnya yang terpendam dengan lelaki muda yang kost di rumahnya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. .....

SELAMAT MENIKMATI !!!

http://www.cerwasa.com

Diluar gerimis yang turun sejak pagi belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara Malam, dikota yang memang berudara sejuk. Di kamar kostnya Santo berbaring sambil melamun. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Namun yang muncul adalah sebuah wajah cantik berkerudung ibu kostnya sendiri. Tante Diana.

Dalam khayalannya tante itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, menguraikan rambutnya yang hitam terurai panjang. Membuka satu persatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih bersih dan sepasang payudara montok yang disangga bra merah jambu. Dan payudara itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang buah dada padat kenyal dan menggairahkan, berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah, tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik CD, yang sewarna bra, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari striplis, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Tampaklah selangkangannya yang membusung dihiasi bulu-bulu menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri tante telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syawat.

Daarrrr ….. Cethaarrrrrrrrr…..! Bunyi petir menggelegar membuyarkan lamunannya. Santo lalu bangkit berdiri sambil menggaruk batang Penis di selangkangnnya yang mulai tegang dank eras, Santo keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat Teh panas. Setelah membuat Teh kemudian keruang duduk untuk ngumpul nonton televisi bersama teman-teman tempat ia kost. Baru sekitar satu bulan ia kost dirumah Tante Diana.

Ternyata ruang duduk itu sepi, televisi nya juga mati. Mungkin Tante Diana sudah tidur bersama anaknya karena Suaminya sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya Santo duduk sendiri dan mulai meghidupkan televisi. Ternyata hampir semua saluran televisi yang ada gambarnya kurang bagus. Santo mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya. Setengah terpaksa dinikmatinya sinetron yang entah judulnya apa, kerena Santo selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.

Tiba-tiba Santo mendengar pintu kamar dibuka. Dan keluarlah Tante Diana. Santo kaget melihat kehadiran tante itu yang tiba2.

“Echh, Tante…. belum tidur? Keberisikan ya?” tanya Santo tergagap
“Ach, gak pa-pa. Aku belum tidur kok” jawab tante Diana

Yang membuat Santo kaget sebenarnya bukan kedatangan tante itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Kesehariannya Tante Diana, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. itulah yang pada awalnya menjadi pertimbangan tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Tante Diana. Meski berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alis matanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.

Entah sebab apa Santo selalu tertarik dengan tante cantik berkerudung itu. Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Tante Diana tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Tante Diana yang masih dibawah 30 tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Suaminya. Namun secara sembunyi-sembunyi ia kadang mencuri pandang memperhatikan kemolekan Tante Diana dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan tante itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.

Malam ini Tante Diana berpenampilan lain, tanpa kerudung….! Rambutnya yang tidak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Tante Diana memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Santo Tante Diana seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona.

“Gambar TV-nya gak jelas ya?” tanya Tante Diana mengagetkan Santo.
“Ech, iya nih Tan … Antenenya kali” jawab Santo sambil menunduk.

Semakin Santo berdebar ketika tante itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Santo kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Santo menelan ludah.

” Semuanya gambarnya jelek, ” kata Tante Diana ” Nonton DVD saja ya San…?”
“Terserah Tanteaja deh” kata Santo masih berdebar menghadapi situasi itu.
“Tapi adanya film unyil…., nggak papa kan…?” kata Tante Diana sambil tersenyum menggoda.

Santo faham benar maksud Tante Diana tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film BF.

“Ya terserah Tante saja” jawab Santo santai.

Tante Diana kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya. Santo semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai CD. Diteguknya the angetnya digelas. Agak lama Tante Diana keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.

“Enaknya nonton yang mana ya San…?” tanyanya menyodorkan beberapa keping DVD sambil duduk kembali di samping Santo.

Santo menerimanya dan benar dugaannya itu DVD BF.

“Yang mana sajalah Tant…” kata Santo belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali DVD2 itu.
“Yang ini saja, ada ceritanya” kata Tante Diana mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat televisi. Santo mencoba menenangkan diri.
“Tante suka nonton yang beginian ya?” tanya Santo memancing
“Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk” jawab Tante Diana sambil tertawa kecil
“Bapak juga?” tanya Santo lagi
“Ya Nggak lah, marah dia kalau tahu” kata Tante Diana kembali duduk setelah memencet tombol player.
“Bapak kan orangnya kolot San….” lanjut Tante Diana “ dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bikin Bosen…..!”

Santo tertegun mendengar pengakuan Tante Diana tentang hal yang sangat rahasia itu. Santo mulai faham rupanya tante ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan Santo mulai bisa menangkap maksud tante ini mengajaknya nonton film BF. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.

Film sudah mulai, terlihat sepasang manusia mengobrol mesra. Tapi Santo tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik tante disebelahnya. Tante Diana duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Santo sudah tidak ragu lagi.

“Tante kesepian ya?” Tanya Santo sambil menatap mata tante itu yang ternyata Tante Diana balik menatap Santo dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.
“Kamu mau tolong aku San….?” tanya Tante Diana sambil memegang tangan Santo.
“Bagaimana dengan Bapak ?” tanya Santo ragu-ragu tapi tahu maksud tante ini.
“Jangan sampai Bapak tahu” kata Tante Diana. “Itu bisa diatur” lanjut Tante Diana sambil mulai merapatkan tubuhnya.

Santo tidak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh tante itu. Wajah mereka kini saling dekat, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Tante Diana. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Santo segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu. Santo semakin yakin bahwa tante ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu birahi.

Bahkan terkesan tante itu lebih agresif. Tangan Tante Diana memegang belakang kepala Santo menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Santo mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang tante itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Tante Diana. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya.

Tubuh Tante Diana bergetar ketika jemari Santo menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Jemari Santo memang mulai merambah seputar selangkangan tante itu yang masih terbungkus CD. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Tante Diana telah merenggangkan kedua pahanya. Rupanya Tante Diana telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya. Dengan sigap tanpa malu2 ditariknya CD itu, dibantu oleh Santo dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu.

Jemari Santo segera merambahi kembali lembah hangat milik Tante Diana yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu2 jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Santo membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Tante Diana makin mendesah ketika jemari Santo mulai menyentuh bibir vaginanya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Tante Diana rasakan pada daerah kemaluannya. Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu.

Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk membangkitkan birahinya. Biasanya hanya mencium dan meraba payudaranya sekilas dan ketika batang Penisnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang vagina Tante Diana. Bahkan ketika lubang vagina itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Tante Diana. 9 tahun menikah, Tante Diana belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Suaminya yang berusia hampir 45 tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.

Dalam teknik bercinta. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan sperma didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak. Sehingga selama itu, Tante Diana tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang sperma suaminya. Tante Diana ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.

Dalam setahun ini Tante Diana bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Indah namanya, Tante Diana mendapatkan film2 BF yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian.



Sebagai wanita normal Tante Diana tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Maka kini saat jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu birahi Tante Diana. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.

“Aaahhh.. Eeenaakkkkk …. terus Sannnn..” desahnya membara.

Pagutan bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Santo mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Tante Diana mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Tante Diana dapat meredam hasratnya. Tidak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Santo kost dirumahnya, Tante Diana telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.

Saat ini Tante Diana tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan. Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Santo mulai menyusuri leher jenjang Tante Diana yang selama ini tertutup rapat. Mulut Santo menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Tante Diana, sesaat kemudian tiba-tiba Santo bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Tante Diana yang mengangkang dimana bibir vaginanya sedang dirabai jemari pemuda itu. Rupanya Santo ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Tante Diana juga faham maksud Santo.

Dengan dada berdebarditunggunya aksi Santo lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Tante Diana menunduk memperhatikan kepala Santo dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya televisi yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kalah hot. Dihadapan Santo selangkangan tante yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus.

Santo menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. Lubang memeknya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Santo bergeser mendekati lubang vagina itu untuk lebih menguakkannya

“Acchhh….Wow……!” Tante Diana mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir vaginanya.

Rintihan kenikmatan semakin menjadi ketika lidah Santo mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Tante Diana blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak -hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan. Santo terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi payudara yang montok padat.

Tante Diana sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga bra yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga tante yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati vaginanya.Mata Tante Diana merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Santo. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film BF.

Demikian halnya dengan Santo, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat tante berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya.Jilatan dan rabaan Santo rupanya telah menaikkan nafsu. Birahi Tante Diana makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Tante Diana yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, dan dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Indah dan ketika menonton film BF sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Santo agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Santo yang mengesek vaginanya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.

“Aacchhhh …..Aduh,,,,,,gusti…! UUUhhh,,,enak bangetttt,,, !” jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.

Santo sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Tante Diana merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Tante Diana menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Santo kembali membuka sehingga Santo dapat melepaskan diri. Muka Santo basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Tante Diana.

Santo lalu bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi tante telanjang itu yang duduk mengangkang dihadapannya. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang tante itu secara utuh.

“Hatur nuhun yaaa San” kata Tante Diana sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.

Kedua matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Santo telah berdiri telanjang bulat dengan batang Penis mengacung keras. Batang Penis yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Santo mendekat dan meraih tangan Tante Diana, dan menariknya berdiri. Kemudian Santo mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang tante itu lebih seksama.

” Kenapa sih San….?” tanya Tante Diana sambil senyum-senyum.
“Aku lagi memandangi tubuh Tante indah sempurna yang selama ini tertutup” jawab Santo yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.

Ternyata memang benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Tante Diana, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Tante Diana memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. payudaranya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.

Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang Penis Santo. Dan Tante Diana yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Tante Diana kembali duduk sambil tetap menggengam batang Penis itu. Santo mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata tante ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya.Dengan mata berbinar diperhatikan batang Penis yang tegang digenggamannya. Penis yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Tante Diana ingin merasakan mengemut Penis lelaki seperti yang dilihatnya difilm BF.

Dibelainya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala Penis yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang Penis yang telah basah itu dan dikulumnya. Santo meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Tante Diana mulai melumati batang Penis didalam mulutnya dengan semakin bernafsu. Tante Diana mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang Penis itu dengam giginya, membuat Santo semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Tante Diana adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Santo agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Tante Diana yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film.

Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. tidak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Santo yang batang Penisnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Emutan mulut Tante Diana meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya….

“Acchhhh ……..Tante, aku sudah mau keluar nih” desis Santo mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.

Tante Diana yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan Emutannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang Penis itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tante Diana. Santo meregang hebat, dengkulnya terasa goyah. Dan Tante Diana semakin menguatkan Emutan bibirnya di Penis itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Tante Diana semakin keras mengocok batang Penis itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang Penis Santo, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang Penis itu. Tanpa rasa jijik atau mual.

“Rasanya gimana Tante….?” tanya Santo. Ia kagum ada tante yang mau menelan air maninya dengan antusias.
“Enak, gurih” kata Tante Diana tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tante Diana bangkit.
“Sebentar ya, aku buatkan minuman buat kamu” katanya sambil ke dapur masih dalam tubuh bugil.

Santo sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang Penisnya sambil kencing. Setelah itu didapatinya Tante Diana di dapur membuatkan minuman. Santo mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Tante Diana menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Santo. Perlahan dirasakan batang Penis Santo mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Tante Diana semakin mengelinjang ketika tangan Santo yang satunya mulai merambahi selangkangannya.

“Sudah nggak sabar amat sich” katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus. “Dikamar saja ya” ajak Tante Diana ketika ciuman mereka semakin larut.

Kemudian mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk. Tante Diana mendorong tubuh Santo keranjang dan jatuh celentang. Tante Diana juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Santo. Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Tante Diana mendorong kepala Santo kebawah. Ia ingin Santo mengerjai buah dadanya. Santo menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Tante Diana mendesah sambil meremas rambut Santo yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil buah dadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Santo dengan lembut. Santo merasakan buah dada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan pentil yang mengeras.

“Uuuuhhhh… San…! Geliii San....teruskannn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!…!”

Tangan Santo yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan tante itu. Tante Diana menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.

“Achh..teeerus San………..!” desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya. Jemari Santo dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.

Tubuh Tante Diana semakin menggelinjang ketika ujung jari Santo menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan Santo secara bersamaan memberikan rangsangan kepada tante kesepian yang haus seks itu. Sementara Tante Diana juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian Santo mengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Tante Diana dan berhenti di pusarnya.

Tante Diana menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu.Tante Diana rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul Santo kearah kepalanya. Santo faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Tante Diana diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang Penis yang menegang keras diatas muka Tante Diana. Yang segera disambut Emutan Tante Diana dengan bernafsu. Santo juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Tante Diana yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing.

Tante Diana, istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tidak habis-habis untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Santo pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan tante tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.

“Aaaaahhh,,,,,oooohhhh,,,,…! San…. Lakukanlah… Masukinnn” desah Tante Diana mulai tidak tahan menahan hasratnya.

Santo segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Tante Diana terlentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang Penis Santo pada lubang vaginanya yang telah semakin berdenyut. Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada Malam pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuh belas tahun waktu itu. tidak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang Penis suami merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.

Tante Diana tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir vaginanya. Direngkuhnya tubuh Santo ketika perlahan batang Penis yang keras itu mulai menyusuri lubang vaginanya.

“Acaaahhhh,,,! enak Sannn….!” desisnya. Tangannya menekan pinggul Santo agar batang Penis pemuda itu masuk seluruhnya.

Santo juga merasakan nikmat. vagina Tante Diana masih terasa sempit dan seret. Santo mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tante Diana. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.

“Ayo Sann….. genjot terusss…..San!” desis Tante Diana makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan.

Santo mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang Penisnya tuntas masuk seluruhnya kedalam vagina Tante Diana.

“Oooohhhhh My Goddd…..eennaakkkk Sannn………………………”jerit Tante Diana nikmat setiap kali Santo melakukannya. Terasa batang Penis itu menyodok dasar lubang vaginanya yang terdalam.

Semakin sering Santo melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Tante Diana sehingga pada hentakan yang sekian Tante Diana merasakan otot di seluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Santo agar hujaman bantang Penis itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut di dalam lubang vaginanya.

“Aaaaddduhhhh Guussttii………ooohhhh……………..!” teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki.

Begitu lur biasa nikmat dirasakan Tante Diana. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Santo yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tante Diana kembali berusaha mengimbangi. Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga vaginanya semakin menjepit. Menyebabkan hujaman Penis Santo semakin dalam. Santo yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tante Diana seperti itu. Demikian juga dengan Tante Diana, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Tante Diana mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Santo, sehingga selangkangannya lebih terangkat.

Santo memeluk kedua kaki Tante Diana, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan vagina Tante Diana lebih terasa sehingga gesekan batang Penisnya menjadi semakin nikmat. Santo semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.

“Aaaaahhhhh…. Tanteeee” Santo mendesah nikmat ketika dari batang Penisnya menyembur cairan kenikmatannya.

Dihujamkannya terus batang Penis itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Tante Diana rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.

“Aaaaaaaaahhhhh………………..!!” jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut.

Tubuh Santo ambruk diatas tubuh Tante Diana. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.

“Matur nuhun ya San…. Matur nuhun” kata Tante Diana terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu.

Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya Malam. 10 menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Santo, batang Penisnya yang telah lepas dari lubang vagina Tante Diana mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tante Diana. Rupanya tante ini sudah ingin lagi. Santo tersenyum dalam hati, lembur nih ini Malam! Memang Tante Diana sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan Malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Santo sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.

Malam itu mereka melewati Malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi. Santo bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang Malam dengan Tante Diana. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan. Badannya terasa segar meskipun sepanjang Malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tante Diana yang ternyata tidak kenal puas. tidak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.

Santo ingat setiap dua atau tiga ronde, Tante Diana selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani tante yang haus sex itu berkali2. Santo masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi Malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. tante yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan seMalam.

Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tante Diana dengan pakaian lengkap dengan jilbab rapat menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman.

“Eh San …. sudah bangun, bagaimana tidurnya nyenyak” katanya sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang. “Nih sarapan dulu, nantikan kerja keras lagi” katanya sambil senyum menggoda.

Disodorkanya gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Tante Diana ramuan rahasia menambah gairah lelaki. KemudianTante Diana memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Santo dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.

“Tante mau kemana sih kok rapi amat …” tanya Santo
“Baru nganter anak aku ke rumah Tante Siti. Biar kita bebas” kata Tante Diana kembali tersenyum nakal.

Santo merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tante Diana berpakaian lengkap.

“Tau gak… Tante beda banget deh kalau pake jilbab gini…. Jadinya takut aku macem-macem sama Tante… alimmm banget….” Goda Santo sambil pura-pura menutupi tubuhnya yang masih bugil itu.
“Kamu bisa aja sih san…., biar pake jilbab aku kan juga manusia biasa… pengen kehangatan, pengen kenikmatan…” jawabnya sambil mencubit paha Santo, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.
“Eeiittt …. Tante .. jangan dilepas dulu jilbabnya… Tante mau ngga memenuhi permintaanku?” kata Santo
“Apa sih?” tanya Tante Diana agak heran
“Maaf nih Tante, “kata Santo ” Tante mau ngga bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Tante didepan aku”
“Kenapa tidak” kata jawab Tante Diana Tante Diana tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya.

“Jilbabnya jangan dilepas dulu Tante…” seru Santo.

Santo memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tante Diana. Dengan masih bergoyang, Tante Diana mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah payudara montoknya yang terbungkus bra. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dipakainya, hingga kini Tante Diana hanya mengenakan jilbab, bra dan CD berwarna pink.

Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tante Diana semakin seronok dan menggoda. Kedua tangannya meremasi buah dadanya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur. Santo benar-benar terpesona memandang didepan matanya seorang Tante Diana berjilbab menari erotis hanya menggunakan bra dan CD wow… dan perlahan batang Penisnya mulai ngaceng.

Tante Diana naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Disorongkannya pangkal pahanya ke muka Santo sambil menurunkan CDnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Santo menanggapi dengan meraba paha Tante Diana dan membelainya. Kini selangkangan Tante Diana tepat dimuka Santo.Dengan tangannya ditariknya kebawah CD Tante Diana dan langsung dijilati rimbunan jembut menghitam yang dibaliknya terdapat lembah yang nikmat. Tante Diana mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya. Tangannya memegang tembok. Pinggulnya kini bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah Santo pada selangkangannya.Santo menengadah dengan mulut dan lidahnya merambahi daerah kemaluan Tante Diana dengan rakus. Tante Diana mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya kini meremasi buah dadanya yang telah terbuka. Dengan ujung lidahnya Santo menjilati lubang vagina Tante Diana yang sudah dikuakkan jari tangannya.

Penuh nafsu belahan lembut itu tidak hanya dijilat tapi juga dihisap. Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang Tante Diana yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan kedua tangannya meremas payudaranya sendiri. Tante Diana merintih nikmat ketika satu jari tengah Santo dimasukkan kedalam lubang vaginanya yang semakin basah. Santo menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit tante itu, menyebabkan Tante Diana semakin mengelinjang liar.

Tante Diana semakin keras meremasi payudaranya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang vaginanya. Kaki Tante Diana terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk. Jari Santo masih terhujam dilubang vaginanya. Tante Diana membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut Santo dapat merambahi lembah berbulu itu dengan bebas.

Santo sangat suka menjilati seputar vagina Tante Diana, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Dan tentu Tante Diana juga sangat menyukai perlakuan Santo itu, sesuatu yang telah didambakan selama bertahun-tahun.Setelah beberapa lama, rupanya Tante Diana ingin segera disodok lubang vaginanya dengan batang Penis pemuda itu yang telah keras mengaceng. Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya kebatang Penis Santo yang telah mengaceng keatas. Santo membantu mengarahkan batang Penisnya kelubang yang telah basah merekah itu. Tante Diana mendesah ketika kepala Penis Santo perlahan menyusup kedalam lubang vaginanya yang sempit. Lubang vagina Tante Diana meskipun sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya.

Sehingga selain lebih rapet juga vaginanya berbau harum. Begitu juga ramuan yang diberikan kepada Santo, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Santo setelah minum ramuan buatan Tante Diana. Tubuhnya kembali segar dan batang Penisnya selalu siap tempur.Secara normal Santo memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi seMalaman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian. Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya. Santo sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Tante Diana pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternya suaminya marah2 dan melempar gelasnya. Baginya haram minum2an yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka.

Santo merasakan selusuran batang Penisnya didalam lubang vagina Tante Diana yang kering tapi lembut. Sehingga sentuhan kepala Penisnya yang sensitif pada dinding lubang vagina itu menjadi lebih nikmat. Tante Diana mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Posisi Santo yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tante Diana yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok tante itu mengikuti gerakan turun naiknya.

Sepasang payudara yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka Santo. Sesekali Tante Diana menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang Penis Santo menghujam seluruhnya didalam lubang vaginanya. Dan itu mendatangkan nikmat yang sangat bagi Tante Diana ketika kepala Penis Santo menghujam lubang vaginanya yang terdalam yang paling sensitif. Tante Diana terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai dialiri getaran yang semakin keras, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya.

“Uuuhhhhhhhhh……! Achhhhhhh…………………….” jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan.

Tubuhnya mendekap Santo dengan ketat. Santo yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tante Diana kebelakang hingga terlentang dengan tubuh Santo berada diatasnya. Batang Penisnya masih bertaut dalam dilubang vagina Tante Diana. Segera Santo mengerakkan pinggulnya naik turun melanjutkan gerakan yang dibuat Tante Diana. Gerakan Santo langsung cepat karena ia juga ingin membuat Tante Diana orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang Malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Tante Diana klimaks tiga kali berturut-turut. Santo merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang Penisnya masih belum terasa sensitif. Dan nyatanya dihentak sedemikian rupa klimaks Tante Diana yang belum surut, kembali berkobar semakin tinggi. Tante Diana mencoba mengimbangi goyangan Santo, tapi ternyata hanya sebentar ketika orgasme yang kedua kali melandanya.

“Aaaadduhhhh…………GGuuusstttiii……….nikmatttt bgtt………! ” jeritnya nikmat.

Ia merasa puas dengan kemampuan Santo, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya. Santo terus saja menggerakkan pinggulnya tanpa perduli, ia ingin memberikan yang terbaik kepada tante ini. Kembali Santo berusaha memacu kembali hasrat Tante Diana yang baru klimaks dan memang tidak lebih dari satu menit kembali tubuh Tante Diana diguncang getaran yang paling nikmat.

“Uuuhhhhhhhhh……! Achhhhhhh…………………….” desahnya kembali.

Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut2. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang kelangit kenikmatan ketujuh. Santo yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang Penisnya. Tante Diana yang telah KO tiga kali hanya bisa celentang pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba2 hasratnya untuk menikmati sperma Santo muncul.

“San, aku mau kulum aja ya punya kamu” pintanya kembali bersemangat.

Santo menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Tante Diana sudah haus ingin minum. Minum air maninya. Santo juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut tante itu. maka dicabutnya batang Penis dari lubang kenikmatan itu. Tante Diana mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Santo segera berlutut mengangkangi badan Tante Diana dengan batang Penisnya mengacung tepat dimuka Tante Diana yang langsung menyambarnya dan mengemutnya dengan nikmat. Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi…. luar biasa, seorang Tante Diana terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang… apalagi mulut Tante Diana berjilbab ini membuka siap menerima batang Penisnya yang keras dan basah dengan lendir vaginanya.

Santo merem-melek, gairahnya seakan semakin terbakar melihat dan merasakan bibir Tante Diana berjilbab ini melahap dan mengemut batang Penisnya yang sedang ngaceng dan Santo sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan tante itu memperlakukan Penisnya dengan mulutnya. Tante Diana dengan penuh nafsu mengemut dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan Santo semakin tinggi.Jarang ada tante yang dikencaninya mau mengemut batang Penisnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya tante bayaran. Tapi kini tante baik-baik, seorang istri yang kesepian dengan rakus melakukannya. Santo merasa beruntung bertemu dengan Tante Diana.

Santo merasa batang Penisnya semakin sensitif dikulum dan dilumati mulut Tante Diana yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat dari otot tegang itu, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Tante Diana. Batang Penis itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga sperma yang tercurah langsung masuk ketenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tante Diana.

Demikian juga dengan Santo, tubuhnya meregang tersentak2 seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan tante itu. Tante Diana bahkan juga menjilati cairan yang meleleh dibatang Penis hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti Malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore.
Tags:cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita janda, cerita janda binal, cerita janda kesepian, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita selingkuh, cerita sex, cerita sex 2016, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru, cerita tante, cerita tante girang, cerita tante kesepian

Subscribe to receive free email updates: