Cerita Sex Threesome bersama Dua Gadis ABG di Hotel

http://www.cerwasa.com

Cerwasa.com kali ini Menceritakan pengalaman seks dari seorang lelaki ganteng yang lagi refresing jalan jalan ke sebuah mall, dan berkenalan dengan dua cewek abg yang suka nongkrong di situ. Setelah mereka ngobrol dan makan akhirnya mereka pergi ke sebuah hotel untuk melakukan traksaksi seks bertiga. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

SELAMAT MENIKMATI !!!


Bagi penggemar cerwasa.com dan maniak sex yang baru kali ini membaca ceritaku, terlebih ijinkan aku memperkenalkan diri. Aku biasa dipanggil Abi. Saat ini Aku berumur 24 tahun dan masih berstatus mahasiswa di salah satu PTS di Jakarta. Sebuah status yang ingin secepatnya kutanggalkan, agar aku bisa segera menjadi sarjana. Tinggal Skripsi yang masih menghadang langkahku. Seperti telah kuceritakan pada cerita-ceritaku terdahulu, aku telah mempunyai bisnis sendiri, dimana hasilnya lebih dari cukup utk membiayai kuliah dan hidupku di ibukota ini. Termasuk tentunya untuk “biaya kenakalan laki-laki”

Suatu siang itu aku sedang suntuk sehabis berjam-jam menghabiskan waktu di depan komputer untuk mengerjakan salah satu proyek dari klienku. Memang aku ingin secepatnya menyelesaikan proyek ini, mengingat duitnya yang cukup besar. Terbayang nikmatnya berlibur di Bali atau Lombok bila nanti telah menerima pembayaran.

Karena kurasakan perut sudah mulai keroncongan, aku segera mengambil kunci mobilku dan pergi ke mal di daerah Jakarta Barat untuk makan siang. Tiba di mal tersebut, aku menuju KFC untuk makan siang. Seperti biasa, sehabis makan siang aku cuci mata melihat-lihat toko di mal tersebut. Aku mampir di studio 21 yang terletak di lantai 3 mal itu untuk melihat-lihat film yang sedang diputar. Memang rencananya kalau ada film yang bagus aku ingin nonton untuk refreshing sebelum memulai mengerjakan proyekku lagi nanti malam.

Disaat memasuki lobby, melewati lorong yang dipergunakan untuk bermain video-game, kulihat seorang gadis manis sedang duduk sendiri sambil memainkan handphonenya. Teringat olehku pengalaman beberapa waktu lalu saat mau menggoda seorang gadis sendirian di lobby studio 21, yang ternyata membawa cowoknya. Tetapi tak mengapa, aku sok nekat saja duduk di sebelahnya sambil tersenyum. Dia juga membalas tersenyum sambil kemudian kembali sibuk dengan hpnya.

“San..lo ada dimana sih ? Cepetan dong gue udah di lobby nih” katanya. “Ya udah..cepetan deh” ujarnya lagi.

“Sedang nunggu pacar ya ?” tanyaku sok akrab
“Nggak kok mas. Teman.” sahutnya singkat sambil tersenyum.
“Mas sendirian aja ?” tanyanya lebih lanjut
“Wah agresif juga nih cewek” pikirku. “Iya sendirian aja. Mau nemenin? Jalan yuk …” tanyaku nakal.
“Emang mau ngajak kemana ?” tanyanya
“Jalan-jalan aja” sahutku.

Dia tersenyum lagi menambah manis wajahnya yang berbibir tipis itu. Aku punya perasaan dia ini ABG nakal yang sering nongkrong di mal-mal mencari mangsa.

“Oh ya, nama kamu … ?” tanyaku
“Putri” sahutnya sambil mengulurkan tangannya
“Abi” kataku sambil menyambut uluran tangannya.

Kuperhatikan penampilan Putri, gadis manis ini. Rambutnya sebahu dgn wajah yang manis. Berpakaian kaos ketat dipadu celana jeans. Buah dadanya tampak menonjol ranum di balik kaos ketat yang dipakainya. Terbayang nikmatnya bila aku bisa merasakan kenyalnya buah dada ranum ABG manis ini.

“Nggak sekolah ?” tanyaku lebih lanjut
“Nggak sedang bolos. Lagi Males ...”
“Emang sekolah dimana ?”

Dia kemudian menyebutkan salah satu SMU Negeri di wilayah Jakarta Barat.

“Hey..sori ya gue telat”. Tiba-tiba seorang gadis menyapa.
“Sialan lo.., gue udah nunggu lama tau..” sahut Putri pada sang gadis.

Kulihat si gadis yang baru datang, dan mataku terkagum-kagum melihat penampilannya. Wajahnya sangat cantik, dengan rambut panjang, mirip dengan bintang sinetron remaja yang terkenal itu.

“San, ini kenalin teman gue” katanya mengenalkanku.

Kami segera berkenalan. Penisku semakin berontak saat jemarinya yang halus sedikit kuremas saat kami berjabat tangan. Ternyata namanya Santi. Tanktopnya yang seksi semakin menambah hot penampilannya. Tetapi kulihat buah dadanya tidak sebesar kepunyaan temannya. Akan tetapi kulit tubuhnya yang putih mulus menyebar aroma seksual yang tinggi.

“Mau kemana nih mas ? Kita makan dulu aja yuk ?” ajak Putri.

Kami bertigapun akhirnya pergi ke sebuah restoran fast food. Dan saat kami berjalan, banyak cowok yang memperhatikan tingkah laku kedua ABG ini dengan pandangan penuh nafsu. Terutama kepada Santi yang memang sangat cantik itu. Aku hanya memesan minum saja untukku, sementara mereka menikmati makan siangnya. Sambil menikmati pesanan masing-masing, kami berbincang-bincang. Kupancing-pancing mereka, agar aku yakin mereka bisa kuajak check-in nanti. Aku tidak mau kecele, setelah mengeluarkan uang banyak untuk mereka ternyata mereka tidak bisa dinikmati.

Ingin segera aku merasakan kehangatan dan kemulusan tubuh belia mereka. Akan tetapi, ternyata tidak semudah itu. Banyak proses yang harus dilalui, alias ada biaya yang harus dikeluarkan terlebih dahulu. Sesudah makan, mereka minta dibelikan pulsa HP, terus belanja baju, dll. Tetapi tak apalah, pikirku. Kebetulan baru minggu lalu aku menerima pembayaran dari salah seorang klienku. Memang kalau mau barang bagus ada harga yang harus dibayar. Apalagi terbayang nikmatnya apabila aku bisa menyetubuhi kedua gadis ABG ini secara bersamaan.

“Jalan yuk…. Pusing nih di mal terus” kataku setelah mereka selesai berbelanja.

Memang aku sudah menentukan limit pengeluaran bagi mereka. Disamping itu, aku sudah tidak tahan ingin segera menikmati tubuh seksi Putri dan wajah cantik Santi. Mereka akhirnya setuju dan kami menuju tempat parkir. Kukebut mobilku menuju hotel langgananku.

Singkat cerita, kami telah berada di dalam kamar hotel. Tak menunggu lama lagi, langsung kuraih wajah cantik Santi dan kulumat bibirnya. Leher dan pundaknya yang putih mulus segera kucium dan kujilati. Setelah itu, wajah manis Putri menjadi sasaranku. Saat kuciumi bibirnya yang tipis, kuremas buah dadanya dari balik kaosnya yang ketat.

“Buka dulu aja mas..” bisik Santi saat aku masih sibuk menikmati mencium dan meremas tubuh temannya.
“Bukain ya” kataku manja.

Aku menghentikan ciumanku pada wajah manis Putri, dan mereka berdua kemudian melucuti pakaianku. Tak lama aku telah berdiri hanya dengan mengenakan celana dalam saja. Keadaan itu tidak berlangsung lama, karena jemari lentik Santi segera menarik celana dalamku. Penisku yang telah menegang segera berdiri dengan gagahnya di depan kedua ABG ini. Mata mereka agak sedikit kaget melihat ukuran kejantananku.

“Besar sekali mas. Santi suka..” kata si ABG cantik sambil tangannya mulai mengocok-ngocok penisku perlahan.

Sementara Putri tidak berkomentar, hanya bibirnya yang tipis sedikit terbuka. Matanya memandang penisku dengan gemas. Mereka berdua telah berjongkok di depanku. Rasa hangat segera menjalari penisku saat Santi mulai memasukkan batang kejantananku ini ke dalam mulutnya yang mungil. Kepalanya mulai dimaju mundurkan menikmati kelelakianku. Kupandang ke bawah tampak wajah cantik gadis ini dengan pipi yang sedikit menonjol disesaki alat vitalku. Sementara Putri menciumi dan menjilati pahaku menunggu giliran.

Sesaat kemudian, Santi mengeluarkan penisku dari mulutnya, dan Putri langsung meraihnya dengan bernafsu. Dijilatinya terlebih dahulu mulai dari kepala sampai ke pangkal batangnya, dan perlahan dia mulai menghisap penisku. Terkadang gadis seksi ini bergumam gemas saat menikmati kejantananku. Akhirnya aku tarik tubuh Santi sehingga dia berdiri di sebelahku. Kemudian kembali dengan gemas kuciumi wajah cantiknya. Santi dengan bergairah membalas pagutanku. Ciuman dan jilatannya kemudian beralih ke puting dadaku. Sementara penisku masih menjejali mulut Putri. Wajah cantik Santi yang sedang menjilati puting dadaku membuatku semakin gemas ingin menyetubuhinya.

“Ayo cepet buka pakaiannya dong sayang..” kataku.

Tak menunggu lama Santi menurut. Dibukanya tanktop dan BH yang dikenakannya. Tak ketinggalan juga celana jeans ketatnya. Dia tampak semakin cantik dengan hanya memakai celana dalam hitam berenda.

“Biarin aja San, kamu lebih seksi pakai itu” kataku saat dia ingin membuka celana dalamnya.

Tak sabar segera kutarik kembali Santi kedalam pelukanku. Kujilati puting buah dadanya. Memang buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi bentuknya yang mencuat dengan puting merah mudanya sangat merangsang birahiku.

“Aaaahh…ssstt…” erangan nikmat keluar dari mulut Santi.

Erangan ini semakin keras terdengar saat jemariku mengusap-usap liang nikmatnya. Desahan Santi diselingi dengan gumaman nafsu Putri yang masih berjongkok menikmati penisku. Jemariku merasakan vagina Santi telah lembab oleh cairan nafsu. Wajahnya yang sangat cantik tampak menggairahkan saat dia mengerang-erang nikmat disetubuhi jemariku. Puting payudaranya juga telah mengeras karena jilatan lidahku. Ingin segera kusetubuhi ABG cantik ini.

“Sebentar ya Put...”kataku sambil mencabut penisku dari jepitan bibir tipis Putri. Setelah itu, kutarik Santi menuju tempat tidur. Kusibakkan celana dalamnya, dan kuarahkan penisku ke dalam liang nikmatnya.

“Pelan-pelan ya mas……..” desahnya perlahan.

Penisku mulai menerobos alat vital ABG cantik ini. Erangannya semakin menjadi. Tangannya tampak meremas sprei ranjang. Mulutnya setengah terbuka, dan matanya terpenjam.

“Aahhhh…aahhhh…” desah gadis cantik ini saat aku mulai menggenjot kelaminku di dalam alat vitalnya.

Karena sempitnya kelamin gadis cantik ini, baru setelah beberapa kali genjotan penisku berhasil menerobos lebih dalam, walau mungkin hanya dua pertiga batang penisku yang berhasil masuk. Ranjang mulai mengeluarkan deritan-deritan seirama dengan goyangan tubuhku menikmati sempitnya liang vagina Santi. Tubuh mulus Santi mengelinjang dahsyat merasakan hujaman penisku yang menyesaki liang vagina gadis belia ini. Sementara Putri, temannya yang seksi dengan bergairah menonton adegan kami.

“Kamu buka juga dong Put….” kataku. Putri kemudian membuka kaos ketatnya dan celana jeansnya.
“Biarin aja pakaian dalamnya Put...” ujarku lagi saat dia ingin membuka BHnya.

Putri kemudian kuminta mendekat. Kuhentikan hujaman penisku di kelamin Santi sejenak, dan kuminta dia merubah posisi. Aku segera berbaring di tempat tidur sementara si cantik Santi menaiki tubuhku. Diarahkannya kembali kelaminku ke dalam vaginanya.

“Aaahhhh….” erangnya kembali saat penisku menerobos liang nikmatnya.

Dia kemudian menggoyang-goyangkan tubuhnya menikmati kejantananku. Kuraih wajah manis Putri yang ada di sebelahku, dan kami langsung berciuman dengan bergairah. Kuremas buah dadanya yang besar, dan kuangkat daging kenyal ranum sehingga keluar dari cup BHnya. Tampak luar biasa seksi Putri saat itu, dengan wajahnya yang manis dan kedua payudaranya yang mencuat keluar. Puting susunya yang kecoklatan segera menjadi santapanku.

“Ooohhh…..Sstttthhhh….sstttt” erangnya saat kujilati dan dengan gemas kuhisapi buah dadanya yang kenyal itu.

Sementara Santi, temannya yang cantik, masih menggoyang-goyangkan tubuhnya yang mulus di atas selangkanganku. Matanya terpejam dengan wajah yang memerah menambah ayu wajah cantiknya. Tanganku memilin-milin puting buah dadanya. Sementara Putri mulai menjilati puting dadaku.

“Aahhhhh……oohhhh…..” erang Santi panjang saat dia mengalami orgasmenya.

Tubuhnya mengejang beberapa saat, kemudian lunglai di atas tubuhku. Kuciumi pundaknya yang putih halus beberapa saat, sebelum kugulingkan tubuhnya kesebelahku.

“Giliranmu Put....” kataku. Putri langsung menghentikan hisapannya pada puting dadaku, dan dengan bergairah dia menggantikan posisi Santi. Disibakkannya celana dalamnya, dan diarahkannya kelaminku ke liang surganya.

“Ihhh..gilaaa…. gede banget…iihhhh” desahnya saat penisku menerobos vaginanya.

Ranjang kembali berderit keras saat dengan bernafsu Putri menggoyang-goyangkan tubuhnya menikmatiku. Buah dadanya yang kenyal berguncang-guncang menggemaskan saat ia menyetubuhiku. Terkadang karena gemas, kutarik tubuhnya agar aku bisa menghisapi puting payudaranya.

Merasa bosan dengan posisi ini, kuminta Putri menungging sambil memegang tepian bagian kepala ranjang. Kusodokkan penisku kembali ke dalam bagian tubuhnya yang paling vital, dan erangan Putri kembali terdengar ditimpali dengan suara derit ranjang.

“Ihh..ihh..sstttttt….” desahnya saat kusetubuhi dia dari belakang.

Pantatnya yang montok terlihat sangat merangsang. Sementara kulihat Santi tak berkedip melihat temannya sedang disetubuhi secara “doggy-style”.

“Sini San…” panggilku. Saat dia menghampiriku, langsung kembali kuciumi wajahnya yang sangat cantik itu. Sementara itu tanganku memegang pinggang Putri, temannya, sambil sesekali menepuk-nepuk pantatnya yang padat.

“Ihh..ihh.. oohhhh….Putri sampai mas…ihhhh..” erang Putri saat mencapai orgasmenya.

Kulepaskan penisku dari dalam vaginanya. Sementara itu, aku masih sibuk melayani ciuman Santi. Penisku yang masih tegang sehabis menikmati vagina temannya, langsung diraih dan dikocok-kocoknya perlahan. Sesaat kemudian kubalikkan tubuh Putri, dan kunaiki tubuhnya. Kujepitkan penisku di antara gunung kembarnya yang besar. Kugoyangkan tubuhku menikmati kekenyalan buah dada Putri. Sementara Santi menyodorkan payudaranya ke mulutku untuk kunikmati.

Rasa nikmat yang luar biasa menjalari syaraf penisku. Aku merasa sudah tak tahan lagi membendung pejuhku. Kulepaskan pagutanku dari buah dada Santi, dan semakin cepat kugoyangkan tubuhku menikmati jepitan buah dada Putri. Tak lama kemudian, aku menjerit nikmat saat berejakulasi di buah dada ranumnya.

Sehabis membersihkan diri, kami bertiga tiduran sambil istirahat di atas ranjang. Putri di sebelah kiriku dan Santi di sebelah kanan. Aku masih telanjang, sementara mereka hanya mengenakan celana dalam saja. Putri telah melepas BHnya yang basah karena ejakulasiku.

“Mas mainnya hebat banget …” kata Santi sambil tersenyum manis.
“Iya..kita berdua aja dibuat kewalahan…”sahut Putri sambil mengusap-usap dadaku.

“Habis kalian cantik-cantik sih. Jadi nafsu dech” jawabku asal.
“Pasti ceweknya si mas puas banget ya Put..” kata Santi pada temannya.

“Yang gemesin banget..gede banget ukurannya. Coba cowokku segede ini..” kata Putri sambil mulai mengusap-usap penisku.
“Iya.Rahasianya apa sih mas ? Biar nanti Santi kasih tahu cowok Santi, supaya bisa bikin Santi puas..” Tangannya yang halus juga mulai merabai penisku yang mulai menegang kembali.

“Mas, buat kenang-kenangan Santi video ya..” ujar Santi tiba-tiba, sambil bangkit mengambil HPnya.
“Jangan ... Udah nggak usah” tolakku.
“Ah..nggak apa mas. Habis mr.kontolnya gemesin banget kok..Santi nggak ambil mukanya kok..” sahutnya.
“Awas, bener ya. Jangan kelihatan mukanya lho” kataku.
“Mas berdiri di sini aja biar lebih jelas. Terus elo isepin Put.. Ntar gantian” katanya bak sutradara.

Akhirnya kuturuti kemauannya. Aku bangkit dan berdiri di samping ranjang. Putri kemudian berjongkok di depanku, dan mulai menjilati penisku.

“Rambut lo Put..jangan nutupin” kata Santi sambil mulai merekam adegan itu.

Kubantu Putri menyibakkan rambutnya, dan dia mulai mengulum penisku. Kunikmati jepitan bibir tipis Putri di batang penisku. Tangannya yang halus mengelus-elus buah zakarku.

Santi merekam adegan kami dengan antusias. Aku mengerang nikmat, sambil tanganku membantu menyibakkan rambut Putri yang sedang sibuk menikmati penisku. Cukup lama gadis ABG seksi ini menyalurkan nafsunya. Sementara tampak Santi sangat terangsang melihat temannya menikmati penisku.

“Put...gantian gue dong..” katanya beberapa saat kemudian.

Hpnya diserahkan ke Putri, dan gantian Santi sekarang yang berjongkok di depanku. Disibakkannya rambutnya kesamping agar temannya dapat merekam adegan dengan jelas. Dijilatinya perlahan seluruh batang penisku. Lubang kencingku digelitik dengan lidahnya, kemudian mulutnya mulai mengulum perlahan batang penisku.

“Jangan pakai tangan San..” kata Putri yang sedang merekam adegan kami.

Santi kemudian melepas tangannya yang memegang batang penisku, dan ia memaju mundurkan kepalanya menikmati jejalan penisku di mulutnya. Sesaat kemudian dia mengeluarkan penisku dari mulutnya dan, tetap dengan tanpa memegang penisku, menjilatinya sambil bergumam gemas. Kemudian dihisapnya kembali penisku dengan bernafsu. Mendapat perlakuan seperti ini bergantian dari kedua gadis belia, aku merasa tak lama lagi akan mencapai kepuasan.

“Aaaahhhhhh.. aku hampir sampai nih..” erangku.
“Mas yang ambil ya..” kata Putri sambil menyerahkan hp padaku. Dia kemudian berjongkok bersama dengan Santi. Diambilnya penisku dari mulut temannya dan dikocok-kocoknya. Aku tak tahan lagi. Sambil merekam adegan, aku berejakulasi membasahi wajah manis kedua gadis ABG ini.

Setelah beristirahat sejenak, aku memesan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, aku meminta hp Santi. Aku ingin memastikan wajahku tidak terlihat di rekaman video yang tadi diambil.

Kami mengobrol beberapa lama di kamar hotel itu, sebelum beranjak pulang menjelang malam. Kuantar mereka kembali ke mal tempat aku bertemu dengan mereka. Kuberi mereka uang taksi secukupnya.

“Makasih ya Mas. Sering-sering telpon kita ya..” ujar Santi saat turun dari mobil.
“Okey……, daaaah..” kataku pada mereka berdua.

Aku segera menjalankan mobilku kembali menuju tempat kost. Sehabis makan malam, aku melanjutkan mengerjakan proyek dari klienku. Pikiranku telah menjadi fresh kembali setelah diservis oleh Santi dan Putri.

Tags:cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita janda, cerita janda binal, cerita janda kesepian, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita selingkuh, cerita sex, cerita sex 2016, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru, cerita tante, cerita tante girang, cerita tante kesepian

Subscribe to receive free email updates: