Cerita Seks Karena Ramuan Pembangkit Seks

Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Aku dan suami sudah lebih dari empat tahun menikah, dan sampai saat ini belum Nampak tanda-tanda aku mengandung, namun meski demikian kehidupan rumah tanggaku tetap harmonis, dan kebutuhan jasmanipun tidak pernah kekurangan, bahkan masalah seks malah semakin menggila.

www.cerwasa.com

Kami mempunyai usaha sampingan untuk mengusir rasa kesendirianku tatkala ditinggal suami untuk berbisnis diluar kota. Kami membuka usaha rumah kontrakan di samping rumah utama. Saat ini kebetulan dikontrak oleh orang jepang yang bekerja di salah satu perusahaan asing di kotaku.

Suatu hari suamiku datang dari luar kota, dia pulang membawa sebotol minuman yang katanya ramuan jamu penambah gairah ngeseks. Sambil sedikit senyum, aku bilang, “Kangen ya… udah pengin yaaa… Lalu saat malam tiba, kamipun bercanda di ruang tengah sambil nonton film porno.

“Nich mah … minum dulu ramuannya biar nanti mainnya seru..” kata suamiku.

Lalu kuminum ramuan itu dua teguhk sendok makan, tapi suamiku malah minum empat sendok.

“Lho kok empat sih.. apa tidak kebanyakan”, kataku manja.
“hehe. .. biar cepat reaksinya”, balas suamiku sambil tertawa kecil.

Selang satu jam ngobrol-ngobrol santai kurasakan ramuan tadi mulai bereaksi. Aku saat cuma mengenakan daster merah tanpa BH dan CD. Kita berdua duduk di sofa sambil kaki kita berdua diletakkan di atas meja.Kulihat wajah suamiku sudah memerah tanda sudah mulai terangsang, dia mulai meraba pahaku yang mulus, putih dan menggemaskan. Payudaraku yang masih montok dengan putingnya yang merah diraihnya
dan diremasnya dengan mesra, sambil menciumiku dengan lembut, perlahan-lahan suamiku melepas dasterku dan beberapa detik kemudian terbukalah semua penutup tubuhku.

“Auh..” erangku, kuraba penis suamiku lalu kusorongkan mulutku dan kumainkan dengan lidah, kukulum semuanya, semakin tegang dan besar.

Dia pun tak mau tinggal diam, dia lalu menjilat klitorisku dengan gemas, menggigit-gigit kecil hingga nafsuku semakin menggelora dan penuh gairah, mungkin reaksi ramuan yang kuminum tadi. Vaginaku mulai basah, dan sudah tidak kuat aku menahannya.

“Ach.. Mas masukin yuk.. cepat Mas.. aku udah pingin dientot nich..” sambil mencari posisi yang tepat aku memasukkan penis nya pelan-pelan dan, “Slepp..”, penis suamiku masuk seakan membongkar liang nimatku.
“Ach.. terus Mas..enak sekali mas… aku kangen sekali..”

Dengan penuh gairah entah kenapa tiba-tiba aku seperti orang kesetanan, seperti kuda liar, mutar sana mutar sini. Begitu pula suamiku semakin cepat genjotannya. Kakiku diangkatnya ke atas dan dikangkangkan lebar-lebar. Ini berlangsung lama sekali dan kita bertahan seakan-akan air nikmat tidak jua mau keluar. Sampai perih tapi nikmat sekali. Sampai akhirnya akulah yang kalah, aku sampai lebih dahulu, Baca juga Cerita Sex Pertama Kalinya Kami Berdua Ngeseks

“Ach.. Mas aku sampai massss... udah nggak tahan nich.. aduh.. aduh.. Ooohhhh … Mas”,desahku mesra.
“Aku juga mau nyampai mah... ntar mamah goyangnya pelan pelan aja yach.. ach.. aduh.. keluar nich..” Air mani yang hangat banyak sekali masuk ke dalam vaginaku.

Saat itu aku yang di atas tapi masih bersatu dalam dekapan. Kutarik vaginaku dari penis suamiku terus kuoles-oleskan di mulut suamiku, dan suamiku menyedot semua mani yang ada di vaginaku sampai tak tersisa setetespun. Kemudian kita saling berpelukan dan lemas, tanpa disadari suamiku tidur tengkurap di karpet ruang tamu dalam keadaan telanjang, aku pun juga terlelap di atas sofa panjang dengan kaki telentang,

Ketika subuh aku terbangun dan kaget, posisiku telanjang tanpa sehelai benang pun tetapi aku telah pindah di kamar dalam, tetapi suamiku masih di ruang tamu. Akhirnya perlahan-lahan kupakai daster dan kubangunkan suamiku.

Selesai mandi kira-kira pukul 8 pagi saya buatkan sarapan dan makan pagi bersama, ngobrol sebentar tentang permainan seks yang telah kami lakukan tadi malam. Tapi aku tidak bertanya tentang kepindahan posisi tidurku di dalam kamar, tapi aku masih bertanya-tanya kenapa kok aku bisa pindah ke dalam sendirian.

Sesudah itu suamiku mengajakku untuk ngeseks lagi, mungkin pengaruh ramuan nya
belum juga hilang. Aku pun disuruhnya minum lagi tapi aku cuma mau minum satu sendok saja. Belum juga terasa ramuan yang kuminum, tiba-tiba teman suamiku datang menghampiri karena ada telepon dari atasannya yang saat itu suamiku harus segera ke luar kota lagi karena ada kepentingan yang harus segera diselesaikan dan tidak bisa ditunda.

Maka dengan terpaksa suamiku harus pergi lagi dengan sebuah pesan kalau ramuan nya sudah bereaksi kamu harus segera tidur, dan aku pun menjawabnya dengan ramah dan dengan perasaan sayang. Maka pergilah suamiku dengan perasaan puas setelah bercinta semalaman.

Dengan hanya berdaster aku kembali membenahi ruang makan, dapur dan kamar kontrakan aku bersihkan. Tapi kaget sekali waktu membersihkan kamar kontrakan yang bersebelahan dengan kamar tidurku, ternyata si orang Jepang yang mengontrak rumah itu tidur pulas tanpa busana sedikit pun sehingga kelihatan sekali penis si orang Jepang yang sebesar mentimun.

Dengan sangat perlahan aku mengambil cucian di dekat si orang Jepang sambil melihat penis yang belum pernah kulihat secara dekat. Ternyata benar seperti di film-film porno bahwa penis orang Jepang banyak yang besar dan panjang. Sambil menelan ludah karena sangatlah keheranan, aku mengambil cucian itu. Tiba-tiba si orang Jepang itu bangun dan terkejut seketika ketika melihat aku ada di kamarnya. Dan aku terdiam terpaku seakan-akan tidak tahu harus berkata apa.

“Maaf tuan saya mau mengambil cucian yang kotor”, kataku dengan sedikit gugup.
“Apa suamimu sudah berangkat kerja lagi?” jawabnya dengan pelan dan pasti. mendapat pertanyaan seperti itu aku sangat kaget.
Dan kujawab, “Iya barusan berangkat… Kenapa?”.

Sambil mengambil koran yang ditutupkan di bagian vitalnya, si orang Jepang itu berkata, “Sebelumnya aku minta maaf karena tadi malam aku sudah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan”. Semalam ketika aku pulang, aku lihat kamu dan suamimu tidur telanjang di ruang tengah, aku menjadi sangat terangsang melihat vaginamu yang kecil dan merah merekah, maka aku langsung memindahkan kamu ke kamar, dan aku harus menuntaskan birahiku gairahku. 
Mula-mula aku hanya menjilati vaginamu yang penuh sperma kering, sperma suamimu. Akhirnya penis ku terasa tegang sekali dan nafsuku memuncak, maka dengan beraninya aku ngetotin kamu.” Saat itu juga mau marah tapi aku menyadari bahwa akulah yang salah, maka terjawablah sudah pertanyaan dalam benakku kenapa aku bisa pindah ke ruang kamar tidurku dan kenapa vaginaku terasa agak sakit

“Kuentotin kamu dengan penuh nafsu, sampai mani yang keluar pertama kutumpahkan di perut kamu, dan kutancapkan lagi penisku ke vaginamu sampai kira-kira setengah jam keluar lagi dan kukeluarkan di dalam vaginamu”, jawab si orang Jepang.
“Ooohhh… jika nanti aku hamil gimana?”, tanyaku cemas.
“Ya.. gimana lagi, semua diluar kendaliku, sebab vaginamu sudah membuat aku mabuk kenikmatan”, jawab si orang Jepang sambil menggandengku, mendekapku dan menciumku. Kemudian dipeluknya tubuhku dalam pangkuannya sehingga sangat terasa penis nya yang besar menempel di liang surgaku.

“Ja… jangan… kurang ajar kamu!!!”, kataku tapi tetap saja dia meneruskan niatnya, aku
ditidurkan di tempat tidurnya dan diangkat kakiku hingga terlihat vaginaku yang mungil, dan dia pun mulai manjilati vaginaku dengan penuh gairah. Aku pun sudah mulai bernafsu karena pengaruh ramuan yang telah aku minum tadi pagi.
“Auh.. tuan.. good.. teruskan Tuan.. auh”.

Satu buah jari terasa dimasukkan dan diputar-putar, keluar masuk, goyang kanan goyang kiri, terus jadi dua jari yang masuk, ditarik, didorong di dalam vaginaku. Akhirnya bernafsu juga aku, karena masih penasaran Tuan itu memasukkan tiga jari ke dalam vaginaku sedangkan jari-jari tangan kirinya membantu membuka bibir surgaku. Dengan nafsunya jari ke empatnya dimasukkan pula, aku mengeliat enak. Diputar-putar hingga bibir vaginaku menjadi lebar dan licin. Nafsuku memuncak sewaktu keliam jarinya dimasukkan pula.

“Aduh.. sakit Tuan.. jangan Tuan.. ntar sobek.. Tuan.. jangan Tuan”, desahku sambil mengeliat dan menolak aksinya, aku berusaha berdiri tapi tidak bisa karena tangan kirinya memegangi kaki kiriku. Dan akhirnya, “Bless..” masuk semua satu telapak tangan kanan Tuan ke dalam dalam vaginaku, aku menjerit keras tapi Tuan tidak memperdulikan jeritanku, tangan kirinya meremas payudaraku yang montok hingga rasa sakitnya hilang. Lebih seru baca juga Cerita Seks Mengintip Mandor Hutan yang Lagi Ngetot

Akhirnya si orang Jepang itu tambah menggila, didorong, tarik, digoyang kanan kiri dengan jari-jarinya menggelitik daging-daging di dalamnya, dia memutar posisi jadi enam sembilan, dia menyumbat mulutku dengan penis nya hingga aku mendapatkan kenikmatan yang selama ini sangat kuharapkan.

“Auch.. Tuan punyamu terlalu panjang hingga menyumpal di tenggorokanku.. pelan-pelan aja”, ucapku penuh nafsu.

Tangannya masih bermain dalam vaginaku, jari-jarinya mengelitik di dalamnya hingga rasanya geli, enak dan agak geli karena bulu-bulu tangannya menggesek-gesek bibir vaginaku yang lembut. Ini berlangsung lama sampai akhirnya aku keluar.

“Tuan.. aku nggak tahan.. auch.. aouh.. aku keluar Tuan auch, aug.. keluar lagi Tuan..” desahku nikmat menahan orgasme yang kurasakan.
“Aku juga mau sampai.. auh..” balasnya sambil mendesah.

Kemudian tangannya ditarik dari dalam vaginaku dan dia memutar berdiri di tepi kasur dan menarik kepalaku untuk mengulum kemaluannya yang besar. Akhirnya si orang Jepang pun pindah atas dan memompaku lebih cepat dan aku pun mengerang keenakan dan sedikit sakit karena mentok, kupegang penis si orang Jepang yang keluar masuk dalam vaginaku, ternyata masih ada sisa sedikit yang tidak dapat masuk ke liang senggamaku. Aku pun terus mengerang keasyikan, “Auh.. auh.. terus Tuan.. auh, keluarin ya Tuan..”

Akhirnya si orang Jepang pun keluar, “Auch.. keluar nich..” ucapnya sambil menarik penis nya dari vaginaku dan dimasukkan ke mulutku dan menyembur juga lahar kental yang panas, kutelan sedikit demi sedikit mani asin orang orang Jepang.

Baru kali ini aku bisa ngeseks denganorang jepang yang punya penis gede dan panjang, yang bisa membuatku tersenyum penuh kepuasan… meski vaginaku terasa sedikit perih setelahnya… tapi aku benar-benar puas….

Tags:cerita seks, cerita dewasa, cerita hot, cerita janda, cerita janda binal, cerita janda kesepian, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita selingkuh, cerita sex, cerita sex 2016, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru, cerita tante, cerita tante girang, cerita tante kesepian

Subscribe to receive free email updates: