Cerita Sex ABG Kugauli Ibu Guruku yang Hipersex

Mungkin sobat pembaca cerita sex pasti banyak juga yang ketika masih sekolah mempunyai idola dan memfavoritkan ibu guru, apalagi ibu guru itu ayu, dan suka dandan seksi, pasti timbul nafsu dan jadi pengen ngentotin ibu guru itu kan? Awalnya hanya berkhayal namun akhirnya sampailah pada ngocok pakai sabun , hehe… iya kan?
Okey Sob… Mari simak Cerita ini…

http://www.cerwasa.com/2016/12/cerita-sex-abg-kugauli-ibu-guruku-yang.html

Cerita sex ini menceritakan tentang pengalaman siswa yang bisa ngeseks dengan ibu guru nya sendiri. Sebagai siswa sebuah SMU Swasta, aku bukanlah siswa yang pintar tapi juga tidak begitu goblok banget. Bahkan tidak ada yang bisa dibanggakan. Cuma satu yang bisa aku banggakan adalah tampangku yang lumayan handsome dengan bodi yang atletis. Tinggi jangkung dan berat yang seimbang. Dan yang paling aku banggakan adalah ukuran penisku yang luar biasa besarnya, panjangnya 22 cm dengan diameter 5 cm, itu yang membuat iri teman laki-lakiku.

Panggil saja namaku Johan, cukup terkenal di sekolahku. Mungkin karena aku nakal dan sering bergonta-ganti pacar. Banyak sudah teman sekolahku yang aku entotin. Mereka semua menjadi tergila-gila setelah menikmati rudalku yang luar biasa dan tahan lama kalau ngeseks. Siang itu, sepulang sekolah aku bergegas pulang kerumah. Semua buku-buku sudah kumasukkan kedalam tas. Saat perjalanan pulang aku baru ingat, pulpenku tertinggal di dalam kelas, maka dengan tergesa-gesa aku balik lagi ke sekolahku. Setelah mengambil kembali pulpenku, aku berjalan lagi menuju sepeda motorku, dan untuk mencapai tempat parkir, aku harus melewati ruangan kantor.

Saat melewati ruang kantor, pelan namun pasti aku mendengar suara desahan disertai rintihan-rintihan kenikmatan. Aku menjadi penasaran dengan suara-suara itu. Maka aku dekati pintu ruangan itu, suara-suara itu semakin keras kudengar. Aku semakin penasaran dibuatnya. Kubuka pintu ruangan dengan pelan sekali, dengan berjalan mengendap-endap, aku mencari tahu sumber suara-suara itu. Wow…. Begitu mendekati ruangan Bu Sonia, aku terkejut bukan main.

Disana kulihat Bu Sonia, guru bahasa Bahasa Indonesiaku yang sudah setahun menjanda, sedang bercumbu dengan Pak Soni, guru BK-ku, dalam posisi berdiri. Bibir mereka terlihat saling melumat bibir dengan dahsyatnya. Lidah mereka saling sedot. Tangan Pak Soni meremas-remas pantat Bu Sonia yang padat, sedangkan tangan Bu Sonia melingkar dipinggang Pak Soni. Mereka yang sedang asik tak tahu akan kedatanganku. Aku semakin mendekati arah mereka. Aku membungkukkan badan dan bersembunyi dibalik sofa, mengintip mereka dari jarak yang sangat dekat.

Selang beberapa saat mereka menyudahi bercumbu, kemudian Pak Soni duduk dibibir sofa, kakinya menjuntai kelantai. Bu Sonia berdiri di hadapannya. Bu Sonia mendekati Pak Soni, dengan buasnya dia menarik celana panjang Pak Soni kebawah. Tak ketinggalan celana dalam Pak Soni juga. Hingga Pak Soni setengah bugil. Bu Sonia meremas-remas rudal Pak Soni. Rudalnya ternyata tidak begitu besar, kulihat sedikit demi sedikit menegang. Bu Sonia membungkukkan tubuhnya, hingga wajahnya tepat diatas selangkangan Pak Soni. rudal Pak Soni diraba-raba dan diciuminya.

“Isep.. sayang.. emut.. rudalku” pinta Pak Soni.

Bu Sonia tersenyum mengangguk dan mulai menjilati kepala rudal Pak Soni. Terus turun kearah pangkalnya. Bu Sonia sangat pintar memainkan lidahnya dirudal Pak Soni.

“Achhh.. enakk.. sayang.., truss.., truss”.

Pak Soni mendesah kenikmatan ketika Bu Sonia mengulum rudalnya. Seluruh batang rudal Pak Soni masuk kemulutnya. rudal Pak Soni maju mundur didalam mulut Bu Sonia. Tangan Bu Sonia mengurut-urut buah zakarnya. Pak Soni merasakan nikmat yang maha dahsat. Matanya merem melek. Pantatnya diangkat-angkat. Aku sangat terangsang melihat pemandangan itu. Kuraba-raba rudalku yang juga mulai berdiri. Kubuka kancing celanaku. Kukocok-kocok rudalku dengan tanganku. Birahiku memuncak. Ingin rasanya aku ikut bermain dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, menunggu saat yang tepat. Hingga lima belas menit berlalu, Pak Soni menarik dan menjambak rambut Bu Sonia.

“Oohhhh.., akuu.. mauu.., sa… sampaiii…. sayang” Pak Soni menjerit histeris.
“Keluarin aja sayang, aku ingin meminum spermamu” sahut Bu Sonia.

Maka semakin cepat dikulumnya rudal Pak Soni dan tangan kirinya mengocok-ngocok pangkal rudal Pak Soni seirama kocokan mulutnya. rudal Pak Soni berkontraksi, otot-ototnya menegang, dan crott! crott! Crott……..! Pak Soni menumpahkan semua spermanya didalam mulut Bu Sonia. Bu Sonia menelan dengan lahap cairan sperma itu. rudal Pak Soni terus dijilatinya, hingga seluruh sisa-sisa sperma Pak Soni bersih. rudal Pak Soni kemudian mengecil didalam mulutnya. Pak Soni yang sudah mencapai puncaknya kemudian turun dari sofa.

“Kamu puas sayang dengan servisanku” tanya Bu Sonia.
“Puas sekali sayang, kamu pintar banget” puji Pak Soni sambil tersenyum.
“Sekarang roling ya sayang, sekarang giliranmu memberiku kepuasan” pinta Bu Sonia penuh harap.

Bu Sonia melepaskan gaunnya, juga pakaian atasnya, hingga dia bugil bulat. Astaga ternyata Bu Sonia tak memakai apa-apa dibalik gaunnya. Aku dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh mulusnya, putih bersih, ramping dan begitu sexy dengan buah dada yang besar dan padat, juga bentuk memeknya yang indah dihiasi bulu-bulu yang dicukur rapi. Bu Sonia kemudian naik keatas sofa, kakinya diselonjorkan kelantai. Pak Soni mendekatinya. memek Bu Sonia diusap-usp dengan tangannya. Jari-jarinya dimasukkan di bibir memek, mencucuk-cucuk memek Bu Sonia. Bu Sonia menjerit nikmat.

“Isep sayang, jilatin memekku sayang” pinta Bu Sonia menghiba.

Pak Soni kemudian menurunkan wajahnya mendekati selangkangan Bu Sonia. Lidahnya dijulurkan kememek Bu Sonia. Disibaknya bibir memek Bu Sonia dengan lidahnya. Pak Soni mulai menjilati memek Bu Sonia.

“Acchhhhh.. truss.. sayang.., jilatin terus.., ooohhhhhh” Bu Sonia mendesah nikmat.

Terlihat Pak Soni dengan lihainya memainkan lidahnya dibibir memek Bu Sonia. Dihisapnya memek Bu Sonia dari bagian luar kedalam. memek Bu Sonia yang merah dan basah dicucuk-cucuknya. Itilnya disedot-sedot dengan mulutnya.

“aachh.., enakk.., truss.., truss.., sayang” jerit Bu Sonia.

Hampir seluruh bagian memek Bu Sonia dijilati Pak Soni. Tanpa sejengkalpun dilewatinya. Dan tak beberapa lama bu Sonia menjerit,

“Ooohhhh.., akuu.. mauu.. sampai.. sayang” erang Bu Sonia.

Memeknya sudah berkenyut-kenyut dengan dahsyat. Otot-otot memeknya menegang. Dijambaknya rambut Pak Soni, dan dibenamkannya ke mulut memeknya.

“A.. akuu.., keluarr.., sayang” Bu Sonia menjerit histeris ketika mencapai puncak kenikmatan. memeknya sangat basah oleh cairan spermanya. Pak Soni menjilati memeknya sampai bersih.
“Kamu puas sayang?” tanya Pak Soni
“Belum! Entot aku sayang, aku ingin merasakan rudalmu” pinta Bu Sonia.
“Gak bisa sayang! Aku gak bisa, aku harus segera pulang”.
“Nanti satpamku jadi curiga, kalau aku pulang sore” sahut Pak Soni menolak.
“Kamu Banci Son! Dikasih enak aja takut!” kata Bu Sonia jengkel.

Matanya terlihat memelas, memohon pada Pak Soni. Namun Pak Soni tak mempedulikannya. Dia memakai celananya kembali, kemudian pergi meninggalkan Bu Sonia yang menatapnya sambil memohon. Nah… Inilah bagianku! teriakku dalam hati. Nafsu birahiku yang sudah memuncak melihat mereka ngeseks, ingin disalurkan. Setelah Pak Soni berlalu, kudekati Bu Sonia yang masih rebahan diatas sofa. Kakinya menggantung ditepi sofa. Dengan hati-hati aku berjalan mendekat.

Kulepaskan baju seragamku, juga celanaku hingga aku bugil bulat. rudalku yang sudah menegang, mengacung dengan gagahnya. Sesampai didepan selangkangan Bu Sonia, tanganku meraba-raba paha mulusnya. Rabaanku terus keatas kebibir memeknya. Dia melenguh. Kusibakkan bibir memeknya dengan tanganku. Kuusap-usap bulu memeknya. Kudekatkan mulutku keselangkangannya. Kujilati bibir memeknya dengan lidahku. Namun tiba-tiba bangun dan terlihat marah kepadaku.

“Heee…. Si.. siapa.., kamu” bentak Bu Sonia ketika tahu memeknya kujilati.
“Woles Bu… tenang! Saya Johan bu … siswa Ibu! Saya Ingin memberi Ibu kenikmata seperti Pak Soni” sahutku penuh nafsu.

Kulihat Bu Sonia diam saja. Merasa mendapatkan kesempatan. Aku semakin berani saja. Gelora birahi Bu Sonia yang belum tuntas oleh Pak Soni membuatnya menerima kehadiaranku. Tak menunggu Bu Sonia berubah pikiran aku melanjutkan aktivitasku menjilati memek Bu Sonia. Lubang memeknya kucucuk dengan lidahku. Itilnya kusedot-sedot.

“Aaccchh.., truss.. Johan.., truss.. jilat … isep.. sayang” pintanya memohon.

Sudah hampir setiap jengkal dari memek Bu Sonia kujilati. Bu Sonia mendesah menahan nafsu birahinya. Kedua kakinya terangkat tinggi, menjepit kepalaku. Setelah sepuluh menit berlalu aku menyudahi aktivitasku. Aku naik keatas sofa. Aku berlutu diatas tubuhnya. rudalku kuarahkan kemulutnya. Kepalanya tengadah. Mulut terbuka menyambut kehadiran rudalku yang berdiri gagah.

“Wow… Johan! Gede sekali rudalmu!” katanya sedikit terkejut.
“Emut… Bu! Isep rudalku!” pintaku.

Bu Sonia mulai menjilati kepala rudalku, terus kepangkalnya. Pintar sekali dia memainkan lidahnya.

“Truss.. Buu.. teruss.., emuttt….” aku mendesah merasakan nikmat.

Bu Sonia menghisap-isap rudalku. rudalku keluar masuk didalam mulutnya yang penuh sesak.

“Akuu.. sudah gak.., tahann.., sayang! Entot aku sekarang” pintanya.
“Ya.., ya.. Buu” sahutku.

Segera aku turun dari sofa, berdiri diantara kedua pahanya. Kugenggam rudalku, mendekati lubang memeknya. Bu Sonia melebarkan kedua pahanya, menyambut rudalku. Sedikit demi sedikit rudalku memasuki lubang memeknya. Semakin lama semakin dalam. Hingga seluruhnya amblas dan terbenam. memeknya penuh sesak oleh rudalku. Selanjutnya aku mulai mengerakkan pantatku maju mundur. Ceprok…ceprok … Suara rudalku ketika beradu dengan memeknya.

“Aacchhhh.., nik.. matt.., sayang.., truss” Bu Sonia mendesah.

Kuangkat kedua kakinya kebahuku. Aku dapat melihat dengan jelas rudalku yang bergerak-gerak maju mundur.

“Aacch.., Buu.., enakk.. banget.., memekmu.., hangat” desahku.

Tiga puluh menit aku menggenjotnya, kurasakan memeknya berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.
“Akuu.., tak.. kuat lagi.., Johan, aku.. mau.. keluarr” jeritnya.
“Tahan sebentar Buu.., aku.. masih belum” sahutku.
Dia bangun duduk disofa memegang pinggangku erat-erat, mencakar punggungku.
“Acchh.., akuu.. keluar” Bu Sonia menjerit histeris.

Nafasnya memburu. Dan kurasakan memeknya sangat basah, Bu Sonia mencapai puncak nikmatnya. Ibu guruku yang sudah berumur 37 tahun menggelepar merasakan nikmatnya kuentot. Sementara aku yang masih belum keluar, tak mau menunda-nunda lagi. Kucabut rudalku yang masih tegang. Kuarahkan kelubang anusnya. Kedua pahanya kupegang erat.

“Lo… Ja,.jangan.., Johan” teriaknya ketika kepala rudalku menyentuh lubang anusnya.

Tapi aku tak memperdulikan omongannyanya. Kudorong pantatku hingga setengah batang rudalku masuk kelubang anusnya yang sempit.

“Aow! Sakitt.. Johan …cabutt...., aku.. sakitt.. jangan” teriaknya keras.

Kusodok terus hingga seluruh batang rudalku masuk seluruhnya. Kemudian dengan perlahan tapi pasti kugerakkan pantatku maju mundur. Teriakan Bu Sonia mulai mengendor. Berganti dengan desahan-desahan dan rintihan kecil. Bu Sonia sudah bisa menikmati sentuhan rudalku dianusnya.

“Jadi minta dicabut nggak Bu” candaku.
“Ooohhh …. Jangan sayang, enak banget” katanya sambil tersenyum.

Kusodok terus lubang anusnya, semakin lama semakin cepat. Bu Sonia menjerit-jerit. Kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Aku semakin mempercepat sodokanku ketika kurasakan akan mencapai puncak kenikmatan.

“Buu.., Bu Sonia… akuu.. mauu.. ke.. keluarr” aku melolong panjang.
“Oohh.. akuu juga sayang” sahutnya.

Akhirnya aku menumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang anusnya. Kutarik rudalku, dan kuminta dia turun dari sofa untuk menjilati rudalku. Bu Sonia menurutinya. Dia turun dari sofa dan berlutut dihadapanku. rudalku dikulumnya. Sisa-sisa spermaku dijilatinya sampai bersih.

“Ternyata kamu hebat banget Johan, aku puuuuuas sekali” pujinya.
“Ach…Aku juga Bu” sahutku.
“Baru kali ini memekku dimasuki rudal yang sangat besar” katanya.
“Ibu mau khan terus menikmatinya” kataku.
“Tentu sayang” jawabnya sambil berdiri dan mengecup bibirku.

Kami beristirahat sehabis merengkuh kenikmatan. Kenikmatan selanjutnya kudapatkan dirumahnya. Bu Sonia, guruku ternyata hyperseks. Dia kuat sekali ngentot. Satu malam bisa sampai empat kali.

Tags:cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita janda, cerita janda binal, cerita janda kesepian, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita selingkuh, cerita sex, cerita sex 2016, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru, cerita tante, cerita tante girang, cerita tante kesepian

Subscribe to receive free email updates: