Cerita Seks - Gue Ketagihan Ngetot dengan Pembantu Baruku

Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Di sore ini gue sedang santai menonton TV, saat itu gue mendengar suara mobil berhenti didepan pintu pagar. Itu suara mobil bini gue . Suaranya yang keras itu, terdengar saat ia memanggil pembantuku untuk membuka pintu. Gue segera menghampirinya kearahnya ketika dia masuk dengan membawa banyak barang dagangan.

www.cerwasa.com

“Irah, masukkan semua barang di gudang ya..” teriaknya kepada pembantuku. Irah adalah pembantuku satu-satunya, sudah 5 tahun dia bekerja di rumahku. Tak lama kemudian bini gue ngomong ke gue.. “Pa tadi aku mampir yayasan penyaluran tenaga pembantu. Nih kenalin…Namanya Meti , biar nanti si Irah ada temennya” jelas bini gue .

Ternyata dibelakangnya ada sosok wanita yang berjalan dan terlihat masih malu-malu. Body semampai, dan terkesan sangat seksi. Yang membuat gue menelan ludah adalah bongkahan gunung kembar yang sangat menonjol di dadanya itu. Gue memang selalu terangsang jika melihat susu besar kenyal yang membusung seperti itu. Di otakku jadi ngeres pengin segera menikmatinya, meremas dan mengulumnya.

“Dia baru 19 tahun Tuan , tapi dia dah pernah jadi TKW di Hongkong,” jelas bini gue “Ini suamiku Met, kamu harus nurut apa perintah BaTuan dengan baik..” kata bini gue ke Meti.
“Baik Nyah….,” jawabnya singkat, dan akupun tersenyum sambil terus mengamati tonjolan susu kenyal nya yang bulat itu.
“Kerja yang baik ya Met,” kata gue
“Baik tuan,..” sahutnya sambil berbalik dan berjalan ke dapur. Saat dia berjalan itu gue perhatiin, Wow… ternyata dia punya pantat yang sungguh membuatku semakin horny, paha dan betisnya sangat seksi meski kulitnya tidak terlalu putih. Inilah body yang sangat membangkitkan gelora nafsu birahiku. Hingga terasa kontolku sudah mulai bangkit dan menggeliat, begitu membayangkan pembantu baruku telanjang tanpa busana..

Aku yang hanya mendapatkan penghasilan dari menjalankan bisnis Mandiri, sehingga aku lebih sering berada di rumah, dan mengerjakan segala sesuatunya dirumah. Dan hari itu saat aku sedang asyik menyelesaikan administrasi pembukuuan, Meti berjalan melewatiku dengan membawa sapu dan peralatan ngepel, “Permisi Tuan, saya mau menyapu kamar dan kamar mandi Tuan..” katanya pelan sambil menundukkan kepalanya. Kuperhatikan mukanya yang masih tetap menunduk, arah pandanganku kemudian turun ke susunya yang membusung, padat dan kencang.

“Sebenarnya umur kamu berapa sih Met?” Tanya gue sambil mata gue terarah ke bongkahan susunya . “Saya mau 19 tahun Tuan” jawabnya tanpa memandangku. “Kamu ni sebenarnya sudah married kan…!” tebakku sambil bersuara agak tegas.
“Su… su …sudah Tuan, tapi Tuan jangan ngomong sama Nyonyah, sebab anak saya masih kecil yang butuh susu Tuan, jadi saya butuh banget kerja di sini. Jika Tuan bilang ke Nyonyah pasti saya dimarahi dan langsung dipecat. Saya mohon ya Tuan” Jelasnya terlihat kasihan
“Ya ya ya…saya gak akan bilang, tapi kerja yang baik, rajin, jujur dan nurut disini ya, sama gue.. Jangan bantah jangan malas..!!!
"Ntar ngebersikan kamar mandi yang bener-bener bersih ya Met..” kata gue, sambil mata gue tak lepas dari susunya , sebab saat itu susunya terlihat lebih membusung. Kaus oblong warna pink yang dia pakai seperti agak kekecilan karena tidak memuat kenyal nya susu.. “Makasih Tuan , saya akan selalu nurut apa kata Tuan , jawabnya pelan karena ketakutan. Dalam hatiku tersenyum karena sekarang ada cara buat muasin kontol gue yang sudah mulai tegak.

Sore berikutnya saat gue sedang menyelesaikan kerjaan di meja kerja, Meti datang lagi untuk membersihkan kamar gue, dan dia tetap memakai kaus yang ketat, sehingga susunya terlihat sangat menonjol dan menggairahkan.. “Maaf Tuan mau bersihkan kamar dan kamar mandi Tuan ..” pintanya sambil masih terlihat malu-malu.

Gue melanjutkan pekerjaanku, namun konsentrasi menjadi terpecah, karena di otakku sekarang sedang sNyonyah k mencari cara yang tepat untuk menikmati susu kenyal pembantu baruku ini.. Maka ketika kulihat dia memasuki kamar mandi, gue segera bangkit dan menyusul masuk ke kamar mandi..

“Met... tolong kamu garukin punggung gue ya, gue gak bisa nih garuk sendiri, tapi jangan keras-keras ya.” Siasat gue mulai gue jalanin. Dengan hati-hati dia mulai menggaruk punggung gue, disaat dia sedang asyik menggaruk itu maka dengan sengaja kuangkat sikuku, berpura-pura bergerak karena geli, hingga siku gue menyentuh tonjolan susuya..

Meti kaget sekali dengan aksi gue, tapi kembali dia melanjutkan perintahku dengan sedikit menjaga jarak. Karena nafsu gue sudah di ubun-ubun, maka tanganku kananku segera menyergap dan mulai kuremasi susu kenyal membusung itu.

“Tuannnn…., jangan Tuan ..” pintanya pelan.. Tapi gue segera membentaknya “Jangan membantah, ayo lanjutin !!!” Dengan ketakutan dia melanjutkan menggaruk punggung gue dengan hati-hati, dan kembali gue menjulurkan tangan gue untuk menjamah dan meremas susunya.

Semakin dia memberontak, gue malah berusaha untuk dapat menerobos kebalik kaus ketatnya, dan akhirnya berhasil kujamah dan kuremas dengan nikmat susu kenyalnya. “Tuan…, jangan Tuan .. nanti dimarahin Nyonyah…” pintanya lirih sambil berusaha melepaskan tanganku. Sesaat aku tersadar dengan aksi gilaku, maka akhirnya gue lepasin tangan gue dari balik kaos ketatnya dan membiarkan dia kembali meneruskan pekerjaannya. Namun aku tetap bertekat untuk mendapatkannya lagi, bahkan lebih.

Malamnya saat bini gue sudah tertidur pulas, gue malam ini harus dapat menikmati lagi kenyalnya susu kenyal si Meti pikirku.. . Maka gue berjalan ke luar kamar dan mengendap-endap mendekati kamar Meti, ternyata pintu kamarnya tidak terkunci, gue pelan-pelan masuk dan segera menutup kembali pintu..

Kulihat Meti sudah tidur pulas, susu yang membusung itu nampak jelas dibalik baju tidurnya yang longgar.. Kucoba untuk membuka kancing atas bajunya, ternyata dia tidak mengenakan BH saat tidur.. Setelah beberapa kancing terbuka, maka terpampanglah susu indah di depan mataku.

Gue menjadi semakin terangsang karena susu kenyalnya tetap tegak menantang walau dia dalam posisi telentang. Perlahan kugenggam susu indah itu, gue mulai meremasnya. Aksiku ini membuat kontolku langsung tegang dengan cepatnya, dan nafsuku semakin memburu.

Tiba-tiba dia bergerak hendak ganti posisi walau masih dalam keadaan tidur. Sekarang dia terlentang sepenuhnya, dan kedua kakinya membuka membentuk huruf V, dengan susu kenyalnya tegak membusung tanpa tertutup kain… posisi itu membuat nafsu birahi gue semakin mejadi-jadi.

Gue sudah tak kuat lagi menahan gelora birahi gue yang memuncak, segera gue letakkan kedua lututku diantara kedua pahanya dan kutindih, mulutku segera mengulum dan menciumi kedua susu kenyalnya. Meti bangun dan sangat terkejut dengan apa yang aku lakukan. tapi sudah sangat terlambat karena badannya sudah kutindih dan kedua susu kenyalnya sudah sepenuhnya tenggelam dalam kuluman mulutku dan kedua tanganku menahan kedua tangannya yang berontak hendak mendorong menjauhkan kepalaku dari kedua susunya.

Namun karena kukunci pinggangnya dengan kedua kakiku yang berada diantara kedua pahanya, dan kedua tangannya kutahan dengan tanganku, akhirnya dia pasrah dan diam. Menyadari kepasrahannya, maka gue makin menggila dan mulutku makin gencar mengulum kedua buah susunya bergantian..

Kulihat Meti sudah mulai menikmati dan mulai terangsang dengan apa yang aku lakukan, matanya mulai memejam dan dia menggigit bibir bawahnya sendiri dan sesekali terdengar dia mendesah. Birahiku juga semakin melambung saat gue lihat mimik mukanya yang mencoba menahan rangsangan yang dia terima.

Saat gue berusaha melepas celananya, Meti menahan tanganku, maka kembali gue melumat mulutnya dengan ganas dan lidah gue mempermainkan kedua putingnya juga semakin menggila, sambil tangan gue terus berusaha untuk melepaskan celananya.

Karena aksi gue yang semakin menggila itu, dia mulai menikmati dan terangsang, maka ketika tanganku terus berusaha melepaskan celananya, dia sudah tidak melawan, bahkan dia mengangkat pantatnya agar gue dengan mudah melepaskannya. Selanjutnya terpampang di depan kedua mataku tubuh telanjang tanpa sehelai bajupun wanita muda belia, maka selanjutnya mulut dan kedua tanganku bergantian menyerang kedua buah susunya dengan buas.

Karena birahiku semakin menggelora ingin segera dituntaskan, dengan masih menindihnya, kulepas semua pakaian yang melekat ditubuhku. Meti sangat terkejut melihat aku kini sudah telanjang bulat, tapi nafsu sudah di ubun-ubun, maka gue mulai lagi mengulum susu Meti bergantian kiri kanan, dan segera gue mulai mengarahkan kepala kontolku tepat dilubang vaginanya. Dan segera kulesakan ke bibir vaginanya.. “Tuannn k….jangaaann paaakkk….” Meti memohon pelan. Nafsuku yang sudah ingin segera dituntaskan, membuat akal sehat gue mati dan tak menghiraukan desah lirihnya.. dan akhirnya…

“Aaahhhh …..sakiiiittt Tuannnn..” jerit Meti lirih
“Udah Met… kamu diem aja ya…” bujukku pelan, sambil kembali kutekan hingga kepala kontol gue mulai menerobos vaginanya..
“Addduuuhhh Tuannn … sakkiiitt Tuannn ..” Kembali Meti menjerit pelan.
“Kamu tenang ya Met, nikmatin aja” kata gue mencoba menenangkannya.

Kembali gue mendorong kepala kontolku kedalam lubang vaginanya.. begitu batang kontol gue mulai masuk setengahnya, rasanya luar biasa nikmat. Meti memejamkan kedua matanya sambil menggigit bibir bawahnya menahan sakit dan nikmat ketika kontolku mulai menerobos makin dalam… Akhirnya dengan sentakan yang agak kuat akhirnya kontolku amblas sepenuhnya kedalam vagina Meti …

“Accchhhh.. “Benar-benar nikmattt cengkraman vagina Meti.

Meti menjerit pelan saat seluruh batang kontolku masuk menghunjam ke dasar rahimnya… Kontol gue serasa dipijat dan disedot-sedot.. Perlahan gue mulai menggerakan kontolku maju mundur, begitu nikmat vagina Meti.

Selang beberpa saat gue mula mempercepat gerakan maju-mundur pantat gue, dan Meti sudah mulai menikmati ketika batang kontolku menggesek bagian dalam vaginanya.. Rintihan kesakitan sudah tidak terdengar lagi, berganti dengan desahan-desahan nikmat dari mulut mungilnya. Menyadari itu maka gue semakin mempercepat hunjaman batang kontolku di dalam lubang vaginanya..

”Ooohhh… Tuannnn… Enak sekali Tuannnn” desahnya lirih yang makin meningkatkan nafsuku,
“Aaahhhh ….. ini bener-bener Vagina enak Met…” desah pelan gue di dekat telinganya.

Lebih kurang 20 menit gue berjalan, gue minta Meti untuk berganti posisi.

“Kamu nungging ya Met..” kataku pelan.

Meti segera menempatkan pantatnya membelakangiku, maka segera kuarahkan kepala kontolku kearah mulut vaginanya, kembali sedotan dan cengkeraman otot-otot vagina Meti itu melanda seluruh rangsang syarafku nikmat di batang kontolk. Pelan kembali kuayun pantatku maju mundur, dan meremasi kedua susunya yang terayun-ayun tegas mengikuti ayunan pantaku.

5 menit aku kerjain vagina Meti dari arah belakang, Meti merasa sudah kecapekan, dan …

“Aaahhhhh….aahhhhh…. Tuan… sudaaahhh…. Tuannn….” Meti memohon dengan lirih… Namun mendengar permohonannya itu malah semakin menambah nafsu gue untuk menghujamkan batang kontol gue dengan cepat dan kuat ke lubang vaginanya, dan kembali kuremas-remas susunya dari arah belakang…

“Oohhhhhh… Nikmat sekaliiii” aku mendesah kenikmatan.

Setelah lebih dari 15 menit bermain dalam posisi nungging, kembali kusuruh Meti untuk terlentang lagi, dan kuangkat kakinya sedikit keatas, segera kuhajar dengan dahsyat vaginanya.

Meti sudah sangat lemas dan membiarkan gue menghajar abis lubang vaginanya, meski masih terdengar erangan lirihnya meminta gue untuk segera mengakhiri permainan nikmat ini..

“Tuannn ….please .. sudahhhhh.....” Meti memohon

Namun tak kuhiraukan omongannya, kembali kuhentakkan batang kontolku kedalam vaginanya yang begitu nikmat itu.. Gerakanku semakin cepat dan kuat, membuat birahiku semakin memuncak. Cengkeraman otot vagina yang seakan mengurut-urut batang kontolku, membuatku tak dapat menahan lagi. Akhirnya setelah lebih dari 10 menit, rangsangan itu memuncak dan kepala kontolku semakin berdenyut-denyut merasakan desakan lahar nikmat yang mau keluar. Akhirnya ….

”Aaahhhh….. gue keluarrrrrrr…….niikmmaaaaaaatttttt……” Gue menjerit tak dapat menahan rasa luar biasa yang timbul ketika air maniku keluar deras menyemprot di dasar rahimnya… gue ambruk disisi tubuh Meti yang lemas tergolek setelah hampir satu jam penuh gue kerjai.

Malam itu gue keluar dari kamar Meti dengan senyum penuh kepuasan. Dan peristiwa nikmat itu pasti akan gue ulangi lagi. Gue sudah sangat ketagihan dengan nikmatnya vagina Meti. PASTI……!!!!

Subscribe to receive free email updates: