Cerita Seks - Nikmatnya Ngeseks Berganti Pasangan

Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Cerita kali ini cerita seks tentang berganti pasangan. Silahkan anda membaca cerita seks ini dan semoga anda menikmatinya. Karena yang kutulis ini real kisah nyata, jadi nama-nama yang terlibat akan diganti semua. Mulanya aku hanya iseng-iseng doang, pada suatu pagi, waktu istriku mau ganti pakaian, diam-diam kurekam dengan video hpku. Dia nggak tahu sama sekali kalau aku sgila g merekamnya terutama waktu dia telanjang bulat.

www.cerwasa.com

Beberapa hari kemudian saat aku ada di kantor, entah kenapa aku ingin memperlihatkan rekaman di hpku itu kepada Dino , sahabat dekatku.

“Lihat nih, istriku sexy kan?” kataku bangga.
“Ck..ck…sexy mulus sekali ya istrimu?” Mata Dino melotot
“Novi (nama istri Dino ) pernah direkam gini?” tanyaku tetap dengan nada bangga.
“Belum,” Dino menggeleng, “Tapi mau ah…nanti malam aku mau ngetot sama dia, sekalian direkam diam-diam.”
“Sip! Nanti lihatin ke aku ya,” kataku bersemangat, “Aku juga nanti malam mau ngetot sama istriku, sambil kurekam juga.”
“Terus besok hasilnya tukaran ya, punya kamu lihatin ke aku, punya aku lihatin ke kamu,” usul Dino yang langsung kusetujui.

Malamnya, aku benar-benar ngetot dengan Lastri , istriku. Dia tidak tahu bahwa aku merekamnya di hpku yang sudah kuatur letaknya sebelum mengajaknya ngetot . Besoknya, aku dan sahabatku menepati janji. Kuserahkan hpku untuk ditonton oleh Dino , sementara aku menikmati hasil rekaman sahabatku itu. Kami sama-sama terangsang oleh tontonan yang sangat pribadi sifatnya itu. Bahkan Dino sempat terlongong setelah mengembalikan hpku, seperti ada yang dipikirkan olehnya.

“Wok…kalau kita berganti pasangan gimana? Jujur, aku belum pernah merasakan ngetot sama wanita lain ,” kata Dino tiba-tiba.

Aku terkejut. Tak pernah kupikir sebelumnya akan melakukan seperti yang Dino usulkan itu.

“Kamu jangan tersinggung, Wok, ” Dino menepuk bahuku, “Ini Cuma usul…kalau kamu nggak keberatan, aku juga gak maksa. Yang jelas,kamu bisa nyobain Novi , aku nyobain Lastri . Adil kan?”Aku terbengong-bengong.

Terus terang, usulan Dino mengejutkan sekaligus membuatku bergairah. Kubayangkan istriku sgila g disetubuhi oleh sahabatku itu, sementara aku menyetubuhi istrinya. Baru diobrolkan saja penisku sudah ngacung, apalagi kalau benar-benar dilaksanakan. Maka setelah berpikir agak lama, kujawab,

“Usul gila tapi menantang. Cuma…gimana cara meyakinkan istriku ya? Kalau dia gak mau kan susah. Istrimu sendiri gimana?”
“Soal istriku, serahkan padaku. Kamu urus Lastri saja, atur supaya mau,” kata Dino .
“Lastri sangat setia , kamu juga tahu itu kan?”
“Lastri yang setia apa kamu sendiri yang tidak mau berganti pasangan ?” Dino menepuk bahuku sambil menertawakanku.
“Aku mau…mau…tapi bagaimana cara meyakinkan Lastri ya?”
“Begini aja,” kata Dino di tengah kebingunganku, “kita jebak mereka ke dalam situasi yang mau tidak mau harus mereka terima.”
“Maksudmu?” tanyaku bengong
“Aku kan punya villa keluarga di Puncak . Kita ajak mereka week end di sana.”
“Ya ya ya…jebakannya di sebelah mananya?”
“Kita bawa Martini atau Tequila…minum rame2, kita pada minum di sana. Setelah mereka rada mabuk, kita matiin lampu sampai gelap sekali. Saat itu aku akan menelanjangi istriku, kamu juga telanjangi istrimu. Lalu kita bikin foreplay dengan istri kita masing-masing. Nah…lalu diem-diem kita tukar tempat. Kamu entot istriku, aku entot istrimu. Setuju ?”
“Hahahaaa...! Setuju ! Setuju !” seruku gembira dengan usul sahabatku, meski sebenarnya ada tanda tanya di hatiku : Benarkah mentalku sudah siap untuk membiarkan istriku disetubuhi orang lain? Tapi…bukankah aku juga akan menggauli istri Dino ? Bukankah ini sangat adil bagi kami?

Lalu kami tentukan harinya. Hari yang akan sangat bersejarahitu. Setelah aku berpisah dengan Dino , aku pulang dengan macam-macam khayalan di benakku. Membayangkan istriku yang manis dan bertubuh mulus itu akan dientot oleh Dino , sementara aku akan menggeluti Novi , istri Dino . Aneh, baru membayangkannya saja aku jadi sangat terangsang. Apalagi pada waktu mengalaminya nanti.Lastri sudah 3 tahun jadi istriku.

Pada saat kisah ini terjadi Lastri sudah berusia 24 tahun, aku sendiri sudah hampir 29 tahun. Kami sudah dikaruniai seorang putra yang baru berumur 2 tahun. Ibu mertuaku sangat sayang padanya, jauh melebihi ketelatenan baby sitter yang bekerja di rumahku sejak anakku berusia setahun. Karena itu tiada masalah kalau aku dan Lastri bepergian, karena dirumahku ada baby sitter dan ibu mertuaku.Maka dengan wajah cerah Lastri menyetujui ajakanku untuk berakhir pekan di Puncak .

“Dino punya villa di sana, ya Mas?” tanyanya.
”Iya,” aku mengangguk, “villa punya orang tuanya.”
”Dino dan Novi juga ikut nanti?”
”Ya iyalah.Kalau mereka gak ikut, ya gak enak dong kita pake villa orang tanpa pemiliknya. Kecuali kalau kita sewa villa orang lain.” Jawabku menyakinkan istriku

Singkatnya, pada hari yang telah ditentukan, Dino dan Novi menyampar ke rumahku dengan Honda Citynya. Aku pun secepatnya memanaskan mesinToyota Viosku. Tak lama kemudian, aku sudah menggerakkan mobilku, bersama Lastri di sisiku, mengikuti mobil Dino dan Novi . Seperti yang sudah diatur semula, aku membekal Tequila, yang katanya bisa membuat wanita jadi horny. Untuk acara rahasiaku dan Dino setelah berada di villa nanti. Lastri tidak tahu bahwa ketika aku menyetir mobil menuju Puncak , jantungku berdegup-degup terus, karena membayangkan apa yang akan terjadi beberapa jam lagi. Membayangkan sesuatu yang belum pernah kualami dan akan menimbulkan kesan mendalam dalam kehidupan dan hasrat birahiku.

Sesampainya di depan villa, jantungku makin berdebar-debar. Tapi aku mencoba menekannya dengan menyapukan pandangan kesekitar villa, yang memang indah pemandangannya. Diam-diam kuperhatikan Dino . Ternyata sama denganku, senyumnya tampak canggung. Lalu kami masuk ke dalam villa.Lastri dan Novi bersih- bersih dulu di dalam villa, aku dan Dino keluar lagi, lalu berjalan- jalan agak menjauh dari villa. Dan ngobrol dengan suara setengah berbisik:

“Kamu nafsu gak liat Novi ?” tanyanya.
“Kamu sendiri gimana? Nafsu gak liat Lastri ?” aku balik bertanya.
“Ya iyalah, makanya aku yang usul pertama, karena tergiur sekali waktu melihat dia bugil di hpmu itu.”
“Sama,” kataku sambil tersenyum canggung,
“aku juga jadi nafsu melihat bentuk istrimu yang seksi…” Darahku tersirap mendengar pujian itu. Tapi terasa makin membuatku penasaran, ingin segera tau apa yang akan terjadi nanti.

Kami berunding diam-diam, tentang apa yang akan kami lakukan nanti. Setelah matang rencananya, kami kembali ke villa. Di dalam villa,sudut pandangku mencuri-curi pandang terus ke arah Novi , yang nanti akan kugauli. Kurasa Novi dan Lastri punya keistimewaaan masing-masing. Kulit Lastri kuning mirip kulit wanita Jepang, sementaraNovi berkulit sawo matang. Lastri tergolong berwajah cantik, sementara Novi bisa kunilai hitam manis. Tubuh Novi sedikit lebih tinggi daripada Lastri , kutaksir sekitar 170 cm gitu, sementara Lastri 168 cm. Yang menarik dari hasil curi-curi pandang ini adalah, payudara Novi itu…aku yakin besar sekali…mungkin behanya berukuran 36B. Sedangkan payudara Lastri biasa-biasa saja, behanya pun cuma 34.

Menjelang senja, kami makan malam dulu di restoran yang paling dekat dengan villa keluarga Dino . Pada saat itulah kulihat Lastri danNovi seakan bersaing dalam berpakaian. Mereka seolah ingin tampil seseksi mungkin. Padahal aku tak menganjurkan apa-apa kepada istriku. Dan kulihat mata Dino sering memperhatikan istriku. Sialan…sebentar lagi dia akan menikmati kemulusan dan kepadatan tubuh istriku. Tapi pikiran ini justru diam-diam membuat penisku hidup, mengeras dan mengeras terus. Terlebih-lebih setelah membayangkan bahwa untuk pertama kalinya aku akan menikmati kesintalan tubuh Novi yang hitam manis itu.

Selesai makan, hari mulai malam. Kami pun kembali ke villa. Seperti yang telah direncanakan, kami minum tequila di sofa ruangdepan. Cukup banyak kami membekal minuman itu, karena aku membeli dua botol, ternyata Dino pun membekal tiga botol. Untungnya Lastri dan Novi tidak menolak waktu ditawari minum, dengan alasan untuk mengusir hawa dingin. Baru menghabiskan dua sloki, wajah Lastri mulai merah. Sikapnya padaku mulai romantis. Novi pun sama, ia mulai memeluk pinggang Dino dengan sorot mata berharap. Lalu kata Dino ,

“Kita bikin pesta di dalam kamar yuk…sama-sama main…come on honey,” Dino meraih lengan istrinya sambil melirik padaku, “ayo Jan…kamarnya cuma satu, kita pake rame2 yok.

”Kuraih juga lengan Lastri yang tampak mulai agak teler. Lalu kami ikuti langkah Dino ke dalam kamar yang agak besar, dengan dua bed berdampingan. Sesampainya di kamar, Dino langsung menerkam dan menghimpit istrinya. Adegan itu tidak bisa lama-lama kulihat, karena setelah aku dan istriku naik ke atas bed yang masih kosong, Dino memijat knop sakelar yang letaknya tak jauh dari bantalnya. Kamar itu langsung gelap gulita. Dan terdengar suara Dino ,

“Biar kita sama-sama asyik dengan istri kita masing-masing, Jan.” Ucap Dino

Aku cuma menjawab dengan ketawa kecil. Tapi dalam gelap aku mulai menanggalkan pakaianku sehelai demi sehelai, sampai telanjang bulat, lalu membisiki telinga istriku,

“Ayo dong buka pakaianmu semua.” Kataku pada Lastri

Lastri tidak buang-buang waktu. Ia tahu persis apa yang kuinginkandalam saat-saat seperti itu. Dalam kegelapan kamar villa, Lastri mulai menelanjangi dirinya. Sementara kudengar desah napas Novi yang mulai tersengal-sengal, entah apa yang sudah terjadi di bed yang satu lagi itu. Mungkin Dino sgila g menjilati puting payudara atau vagina istrinya, entahlah…yang jelas aku pun mulai menggumuli istriku dalam kegelapan. Terdengar suara Novi ,

“Oooh…Bang Dino …oooh….iya Bang… begituin….oooh…masukin aja Bang…aku gak tahan lagi nih…ooohhh…” Terangsang oleh suara istri sahabatku itu, aku pun mulai menjilati puting payudara Lastri . Tapi tak lama kemudian terasa tanganku dipegang oleh tangan kasar. Tangan Dino . Aku mengerti maksudnya, bahwa aku harus segera pindah ke bed yang satunya lagi, sementara Dino akan pindah ke ranjangku.

Inilah saat-saat yang paling mendebarkan. Aku bergerak ke arah bed di sebelah, lalu mulai menjamah tubuh Novi . Mudah-mudahan saja Novi tidak sadar bahwa sekarang bukan lagi suaminya yang akan menikmati kesintalan tubuhnya. Mudah-mudahan pula Lastri tidak menyadari bahwa posisiku sudah diganti oleh Dino . Wow, aku mulai menikmati hangatnya pelukan Novi . Tampaknya dia belum sadar bahwa posisi suaminya sudah diganti olehku.

”Masukin aja Bang, sudah gak tahan nih…horny banget,” bisik Novi yang sudah berada di bawah himpitanku.

Bicara begitu, terasa tangan Novi mulai memegang batang kemaluanku yang memang sudah keras. Apakah mau main langsung-langsungan saja? Kurasa untuk yang pertama kalinya memang harus begitu. Jangan banyak variasi dulu. Nanti kalauNovi dan Lastri sudah menyadari hal ini, barulah pakai foreplay sebanyak mungkin. Maka tanpa banyak pikir-pikir lagi, kubiarkan Novi meletakkan ujung penisku di ambang vaginanya. Kemudian kudorong sedikit demi sedikit, persis pada saat kudengar suara Lastri ,

“Mas…cepetan dong masukin…duuuhh…kenapa jadi horny gini? Gara-gara minuman tadi kali ya…naaahhh…..iiih…kok punya Mas terasa jadi agak gede? Diapain?” Gila…itu berarti penis Dino sudah dimasukin ke dalam liang kemaluan istriku! Tapi…bukankah penisku juga sudah mulai melesak ke dalam liang senggama Novi ?

“Ooohhhhh... ternyata Vagina Novi lebih kesed daripada milik istriku, terasa penisku diemas-remas nikmat tiada tara...”

Goyangan pinggul Novi semakin tak terkendali begitu aku sudah menggerakkan pinggulku maju mundur dengan cepat... jari-jarinya mencengkeram punggungku, bibirnya dengan ganas mencari bibirku dan mengulumnya dengan nafsunya yang semakin memuncak...

“aacchhhhh... Bangggg.... Enaakkkk sekaliiiii... “ jerit Novi dengan keras.

Sementara di arena sebelah terdengar desahan istriku yang sgila g dilanda kenimatan oleh genjotan cepat dari Dino . Itu pertanda istriku sebentar lagi akan mencapai klimaks. Maka aku semakin mempercepat genjotanku di vagina Novi ...

“Terus Bang.... terussssss.... aku mau nyampaiiiiii...” desah Novi .

Semakin lama semakin cepat dan keras genjotan penisku... akhirnya,

“Croottt...croot...croottt... “ spermaku muncrat di rahim Yauk dengan dahsyat, saat itu pula tubuh Novi melengkung kejang.... Novi juga mencapai klimaksnya.

Disaat aku sgila g menikmati puncak nikmatku, terdengar jeritan istriku dengan kerasnya,

“Aaaccccchhhhh.... Massss.... aku keluaarrrrrrr.......”

Sejenak kami berempat terdiam oleh rasa nikmat yang membelenggu diri kami masing-masing... kemudian terasa punggungku ada yang menyentuh... itu tangan Dino ... aku tahu maksudnya... maka aku segera berdiri dan berjalan pelan ke arah tubuh istriku.

5 menit berikutnya, byarrrrr.... lampu kamar dinyalakan oleh Dino ... kulihat tubuh Novi masih telanjang bulat... demikian juga dengan tubuh seksi istriku... buru-buru istriku meraih sprei untuk menutupi tubuh telanjangnya. Aku menatap Dino ... kami sama-sama tersenyum.

Sampai saat kami pulang ke rumah masing-masing, Novi dan istriku tidak pernah tahu, bahwa kemarin mereka telah bersetubuh bukan dengan suaminya.

Tags: Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Subscribe to receive free email updates: