Cerita Seks - Semalaman Ngeseks dengan Penyanyi Campursari

Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Cerita seks ini kuungkapkan kepada kalian pecinta cerita seks, karena kuanggap cerita seksku ini menarik dan penuh dengan sensasi nikmat yang luar biasa. Cerita ini terjadi ketika perusahaan tempatku mengais rejeki mengadakan pesta syukuran akhir tahun yang kebetulan juga tepat saat pergantian tahun 2014 ke tahun 2015, karena target yang dicanangkan oleh Bos perusahaan terpenuhi dengan mengadakan panggung hiburan Campursari di Villa Perusahaan di kawasan wisata Tawangmangu, kebetulan oleh Bos perusahaan aku dipercayai untuk mengelola acara tersebut. Maka segera aku membuat panitia pertunjukkan, agar pelaksanaannya nanti tidak mengecewakan semua pihak. 

www.cerwasa.com

Sekitar jam 5 sore rombongan Campursari sudah datang, aku pun mempersilakan mereka langsung masuk ke kamar yang sudah kami persiapkan, kulihat diantara rombongan itu ada 3 ceweki cantik berjaket hitam dan bercelana panjang hitam ketat, yang kuyakin merekalah para penyanyinya. Ketua rombongan segera memperkenalkan satu persatu ketiga cewek tadi, Dewi, Lintang, dan Shinta.

Tepat pukul 8 malam akhirnya hiburan Campursari yang kita tunggu mulai juga. Salah satu dari penyanyi itu ada yang menarik perhatianku dia adalah Lia. selain tubuhnya juga seksi menurutku dia yang paling cantik, wajahnya sendu alami, badannya langsing.

Akhirnya Lintang menyanyikan salah satu lagu Campursari, gayanya begitu lincah di atas panggung, suaranya merdu dan goyangannya juga seksi. Ditambah dengan gaya berpakaiannya yang ketat dan terkesan vulgar, membuat darah lelakiku mulai terangsang. Lintang meliuk-liukkan tubuhnya, menggoyangkan pinggul dan sesekali membuka kakinya sehingga celana dalam putihnya kelihatan karena dia mengenakan rok mini yang sangat pendek.

Saat dia bergoyang sambil menunduk belahan dadanya yang begitu montok terlihat, kadang payudaranya juga ikut bergerak naik turun, benar-benar membuat gairah mudaku terangsang. Lintang telah berhasil menyedot perhatianku, bahkan ketika penyanyi lain yang dapat giliran menyanyi, aku tetap saja memperhatikan Lintang yang sedang duduk di samping berseberangan dengan tempat dudukku. Entah disengaja atau tidak Lintang duduk di atas kursi dengan melipat kakinya, sehingga aku bisa melihat pahanya yang putih mulus, rok mininya juga sedikit terangkat naik, celana dalam putihnya semakin terlihat jelas.

Singkat cerita sekitar jam setengah dua belas, acara panggung hiburan campursari itu selesai. Di saat aku sedang memimpin temen-temen anggota panitia untuk beres-beres, datang ketua rombongan grup campursari menemuiku untuk menyampaikan keinginan para pemain dan penyanyi untuk bisa menginap di villa, karena aku juga sudah ada hasrat dengan Lintang, maka aku tidak keberatan dan mempersilahkannya, Ternyata salah satu penyanyi yang bernama maya adalah isterinya, jadi dia menempati salah satu kamar, fera dan Lintang dalam satu kamar.

Aku mengobrol sebentar dengan pimpinan grup itu untuk mencari keterangan lebih banyak tentang Lintang, setelah itu aku langsung berpamitan untuk istirahat di kamar. Sesampai di kamarku aku segera mandi biar badan kembali seger dan ganti pakaian tidur , setelah beberapa saat rebahan di ranjang ternyata aku sulit tidur dan selalu terbayang goyangan Lintang. Di saat itu pula kudengar diluar ada suara langkah orang jalan mondar mandir, karena penasaran, aku buka pintu kamar dan melihat keluar. Ternyata daia adalah Lintang yang sedang berjalan menunduk sambil memainkan hp. Maka segera saja aku sapa dia…

“Lagi ngapain dik Lintang? sapaku
"Eh Mas Bimo… ini lho mas… aku tu gak bisa tidur kalo aku gak mandi dulu, tapi disini airnya dingin banget," jawab Lintang
"Ooooo… la gimana kalau mandinya dikamarku aja… ada air hangatnya kok” kataku yang sudah mulai memasang perangkap.
"Beneran nih Mas… memangnya aku boleh pakai kamar mandinya" Tanya Lintang
"Untuk orang secantik kamu boleh" jawabku

Lintang langsung balik kekamarnya sambil tersenyum, kulihat goyangan pinggulnya yang bergoyang ke kiri dan kekanan mengoda. Tak lama Lintang keluar kamar sambil membawa tas kecil peralatan mandi dan hanya memakai baju handuk warna biru.

"Langsung masuk aja Lin… Tuh kamar mandinya" kataku sambil menunjuk pintu kamar sambil
dan selanjutnya aku berjalan keluar kamar, namun Lintang segera mencegahku…
"Mas Bimo dikamar aja aku agak takut sendirian di kamar" pinta Lintang
"Ntar kalau ada orang melihat gimana?" kataku jaga gengsi, namun sebenarnya itu yang kuminta
"Biarin aja" kata Lintang
"Okey kalau gitu" kataku sambil menutup pintu bahkan menguncinya

Terdengar suara air gemercik pertanda Lintang sudah mandi, terbayang tubuh montoknya aku pingin ngintip tapi nanti kalau sampai dia tahu bisa jatuh namaku, kemudian aku duduk di sofa sambil lihat TV. Seperempat jam dia baru selesai aku. Lintang keluar kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di tubuhnya, terlihat rambutnya basah dan mukanya sudah bersih dari makeup, kupandangi seluruh lekukan tubuhnya, menyadari aku memperhatikan keindahan tubuhnya Lintang tersenyum penuh arti.

"Thanks ya Mas, aku jadi seger lagi nih… aku kembali ke kamarku ya Mas?" kata Lintang
“Sebentar lagi napa Lin… kita ngobrol-ngobrol dulu yuk" kataku penuh harap
Lintang terdiam sejenak, lalu…"Okey…, tapi aku pakai baju dulu" jawabnya
"Kalau orang cantik ga pakai apa-apa juga tetap cantik dan seksi kok" kataku merayau.

Tanpa menjawab Lintang langsung duduk di sofa di sampingku. Wow… gampang juga merayu cewek ini. Jangan-jangan Lintang cewek bispak (kataku dalam hati) tapi aku ga peduli, toh aku juga sudah nafsu dari tadi, malah kebetulan kalau Lintang mau aku ajak ngentot semalam suntuk.

"Lin, kulihat ternyata kamu lebih cantik tanpa make up" rayuku
"Masa sih Mas …. tapi kalau nyanyi tanpa make up aku kurang jadi PD" katanya sambil menahan dingin, karena kulihat bibirnya agak membiru.

"Kamu kedinginan ya Lin?" tanyaku menahan nafsu.
"Iya Mas, handuknya sedikit basah jadi dingin, aku pakai baju dulu ya" katanya

"Gimana kalau pakai selimut ini saja," kataku sambil memegang tangannya
"Kan aku malu Mas..." katanya
"Lha… kan cuma ada aku, kalau kamu malu kita sama-sama buka baju aja, biar kamu gak malu lagi" rayuku

Tanpa menunggu jawabannya aku segera berdiri dan melepaskan baju dan celanaku sehingga tinggal pakai CD, kubiarkan Lintang melongo melihat ulahku. Aku langsung duduk lagi sambil tersenyum penuh arti, Lintang dengan sedikit malu berdiri membelakangiku dan melepas handuknya, aku melihat dari belakang bra dan Cdnya berwarna hitam menutupi pantatnya yang bahenol. Lintang langsung berbalik sambil tersenyum. Kini aku yang bengong. Payudaranya begitu besar sampai mau tumpah dari branya, terlihat perutnya masih rata, dan nonoknya hanya tertutup cd pink dan terlihat sedikit basah pada nonoknya, berarti Lintang sudah horny.

"Kok Mas malah jadi bengong gitu, kaya nggak pernah lihat orang bugil aja" kata Lintang sambil tersenyum penuh arti.
"Wow… begitu sempurna bodimu Lin…, payudaramu montok banget, aku jadi kepengin meremasnya" kataku
"Lho kok jadi nafsu amat" kata Lintang sambil melepas bra dan melemparnya ke lantai

Kini aku melihat payudaranya yang telah terbebas dari kengkangan dan langsung tersembul dengan indahnya, payudaranya yang besar dan padat. Tiba-tiba Lintang merebahkan tubuhnya di atas kasur. Lintang membuka kakinya dan mengangkang. Nampaklah diantara kedua paha yang begitu mulus, celana dalam pink yang menggoda nafsuku, kemudian ia meremas dadanya seolah memancing gairah seksku.

"Mas Bimo… sini donk, tolong puasin Lintang" pinta Lintang penuh harap.

Karena aku juga sudah terbakar birahi, maka aku segera berjalan mendekatinya. Lintang menarik leherku dan mencium bibirku, lidahnya bermain-main begitu lincah dalam mulutku, tangan Lintang meraba-raba daerah selakanganku. Celana dalamku perlahan ditarik dan dibukanya, kontolku yang sudah tegang dari tadi keluar dan jemarinya mengurut-urut kontolku dengan lembut. Aku semakin tidak mampu menahan nafsuku. Kuremas-remas dadanya sambil terus kulumat bibirnya.

"Mas… tak kusangka kontol mas gede banget .. Lintang ngeri n takut" kata Lintang
"Takut ketagihan kan" candaku

Perlahan kulepaskan jemarinya yang sedang asyik meremas-remas kontolku, kemudian kuarahkan kontolku ke muka Lintang, dia tanggap apa mauku, tanpa kuperintah Lintang membuka mulutnya dan kontolkupun masuk ke dalam mulutnya, digerakkannya mukanya maju mundur membuat kontolku merasakan sensasi nikmat yang luar biasa. Dia terus mengemut kontolku dengan gansanya. Kuremas-remas payudaranya dan tangan kananku beraksi menerobos celana dalamnya dan kuraba-raba nonoknya, sementara Lintang semakin ganas mengulum kontolku.

Aku tak kuat lagi dengan aksinya, kubuka celana dalam Lintang, dan kuremas-remas nonoknya, kupermainkan kelentitnya dengan jariku. Pinggul Lintang berkelrjotan menahan nikmat. Kulepas celana dalamnya dan kubuka pahanya lebar-lebar,kuangkat kedua kakinya naik dan kudekatkan kontolku ke lubang nonoknya, perlahan mulai kumasukkan kontolku ke dalam nonoknyanya, sedikit demi sedikit kontolku menerobos ke dalam lubang nonoknyanya. Kontolku semakin hangat di dalamnya, ujung kontolku merasakan gesekan dinding nonok Lintang yang licin dan basah.

Kugerakkan maju mundurkan pantatku untuk menambah sensasi seks agar lebih nikmat. Kemudian aku ubah posisi aku tidur di samping Lintang dan membalikkan tubuhnya ke samping, kuangkat satu kakinya agar nonoknya semakin lebar terbuka, kumasukkan lagi kontolku ke dalam nonoknya. Lintang memelukku erat dan menggoyang-goyangkan pantatnya, gerakan pinggulnya maju mundur, membuatku kontolku semakin nikmat digesek-gesek dinding nonoknya.Kudorong pantatku supaya kontolku lebih dalam menancap lubang nonoknya, Lintang mendesah-desah kenikmatan, kuremas-remas payudaranya sambil terus kukocok-kocokkan kontolku di dalam nonoknya. Terus dan terus semakin nikmat sampai akhirnya…

"Linnnn…. aku mau keluarrrrrr, didalem apa diluar" kataku
"Aaccchhhhhh.. terus Massss….. didalam saja, sembur nonokku dengan manimu .. kita barengannnnnn….." kata Lintang.

Beberapa saat kemudian,permainan pun berakhir, perlahan kurasakan spermaku keluar mengalir dari dalam nonoknya, aku diamkan sampai tetes terakhir. Akhirnya aku berguling kesamping dan berdiam beberapa saat sambil merasakan nikmatnya ngeseks tadi.

“Mas hebat banget… kontol mas yang besar telah membuat aku terpuaskan, sebab baru Mas Bimolah yang bisa membuat aku mencapai klimaks” katanya sambil kembali mengulum bibirku.

“Kapan kita bisa bertemu dan ngeseks lagi ya Mas” tanyanya.

“Aku minta nomor Hpmu ya Lin… Ntar aku call kamu, dan nanti kita ngeseks sampai kita berdua terpuaskan” jawabku.

Malam itu kami mengulanginya sampai 3 ronde, hingga kami berdua terkapar lemas di ranjang, tertidur pulas penuh kepuasan. 
Tags: Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita  seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Subscribe to receive free email updates: