Cerita Sex – Persetubuhan Hebat dengan Mirna

Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Ini adalah true story dimana peristiwa ini terjadi sekitar 3 tahun yang lalu. Perkenalkan aku seorang pria lajang bernama Jody dengan tinggi badan 172 cm dan berat 68 kg, berpenampilan lumayan. Aku sejak usia 20 tahun sudah hidup mandiri. Aku kuliah sambil bekerja. Aku bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupku, baik untuk makan, bayar kuliah.

www.cerwasa.com

Sore itu disaat aku pulang dari kuliah, aku nongkrong di salah satu perempatan jalan, untuk bertemu dan bercanda ria dengan temen-temen.

“Hei Jod… kemana nih ntar malam,” sapa seorang teman sesampainya di sana.
“Gue bingung nih gak tau mau kemana, emangnya Temen-temen pada mau kemana?”
“Tuh si Jalal ngajakin main bilyard. ikutan nggak Jody?” kata Soma.
“Okey… Tapi yang lain gimana tuh?”
“Yang lain dah pada OK Jod… tinggal nungguin kamu,” kata Soma
“Ya udah kalo yang lain dah pada okey... aku ikut dech”

Akhirnya kami semua berangkat ke lokasi. Sesampainya di sana kami langsung mencari meja kosong. Tentunya satu meja untuk beramai-ramai. Aku melihat sekeliling ruangan. Bagus juga tempatnya. Sambil melihat-lihat, Aku menangkap sesosok wajah yang boleh cantik dibanding berseragam pelayan meja, dan kami memilih untuk bermain di meja nomor 3. Setelah aku selesai memukul bola, kudekati pelayan meja yang sedang menghitung di meja kami.

“Mbak, yang itu namanya siapa sih?” sambil menunjuk sosok cantik yang kulihat tadi.
“Naksir? Cakep kan?”
“Iya sih boleh juga.”
“Mirna namanya.
“Kamu kayaknya baru sekali yach dateng ke mari?.”
“Iya…”
“Makanya sering-sering dong kemari biar bisa deket ma dia.”
Aku tersenyum sambil menjawab, “Iya deh…!”

Malam berikutnya aku balik lagi ke sana. Sama Temen-temen lagi. Tentunya menunggu pelayan meja yang bernama Mirna itu. Dan akhirnya bisa juga kami sama si Mirna . Temen-temen jadi semangat banget mainnya. Ada juga yang menggoda. Aku lebih memilih untuk duduk diam sambil ngobrol sama Mirna sambil mengomentari Temen-temen yang bermain bilyard. Sambil mengomentari Temen-temen main, diam-diam aku melihat lekuk tubuh Mirna . Dia badannya bagus. Terlihat dari kaos ketat yang dia pakai.

Dengan ukuran payudara sekitar 34B. Pinggulnya juga tidak terlalu besar. Yah iMirna l lah untuk seorang cewek. Dan yang lebih wah lagi ternyata Mirna merupakan pelayan meja primadona di sana. Jadi banyak juga pemain bilyard yang mau mengincar dia, temasuk aku juga sih. Akhirnya kami ngobrol. Aku bertanya macam-macam, tentunya pura-pura kenalan dulu sekedar mengakrabkan diri.

“Mirna …. Kamu udah lama jadi pelayan meja di sini?” aku membuka percakapan.
“Hmm.. udah lumayan lama juga. Hampir 8 bulan.”
“Kamu umur berapa Mirna ?”
“Baru 20,” katanya.
“Kamu?” dia balik bertanya.
“Udah 23 …. Kenapa?”
“Ah nggak pa-pa. Kamu kayaknya anak baru di sini.”
“Iya. Kok tau?” kataku.
“Kan aku lom pernah liat,” jawabnya sambil tersenyum.
“Sering-sering dong main kemari,” katanya.
“Wow pasti,” kataku tersenyum.

Berawal dari obrolan itu akhirnya aku sering main bilyard di situ, dengan Mirna sebagai pelayan meja tentunya. sebab aku pun berniat untuk mendapatkan dia. Yah untuk iseng aja soalnya aku dulu suka sekali nyobain perempuan-perempuan baik perempuan baik-baik maupun yang nakal. Namun ternyata saingannya banyak juga karena yang bermain di sana matanya pasti melihat ke Mirna . Tatapan mereka pun bukan sekedar tatapan biasa tetapi bagaikan tatapan seekor singa yang sedang mengincar seekor domba. Aku sih cuek aja soalnya aku menganggap ini suatu persaingan. Namanya juga lagi usaha. Jadi kalau dapat syukur nggak dapat ya udah. Lagi pula Mirna sepertinya memberikan lampu hijau kepadaku kalau dilihat dari sikapnya setelah beberapa kali aku datang dan dipelayan meja in olehnya. Setelah aku merasa yakin dia suka sama aku, maka aku segera ungkapkan apa yang aku rasain…

“Eh Mirna , aku suka nih sama kamu.” rayuku gombal.
“terus...?” tanyanya.
“Mau gak kalau kita jadian…?”
Dia dia sejenak, kemudian kulihat dia mengangguk tanda dia setuju.”
“Horeee…!” teriakku dalam hati.

Kami pun akhirnya resmi pacaran. Tapi aku tidak menganggap serius. Mirna pun kukira begitu. Jadi sekedar have fun saja. Kebetulan, dalam hatiku. Setelah kejadian tersebut aku jadi lebih sering datang dan main ke sana. Terkadang aku datang sendiri, terkadang bersama Soma, terkadang rame-rame. Yah sekedar setor muka sekalian ngobrol-ngobrol. Namun jauh dalam pikiranku aku harus dapatkan kehangatan tubuhnya, Maka aku harus mendapatkan cara agar niatku itu bisa kesampaian, akhirnya suatu malam kucoba mengajak dia untuk main ke tempat aku ngekost

“Eh Mirna , acara kamu kemana selesai tugas malam ini?”
“Nggak ke mana-mana tu, paling ya trs pulang.”
“Main ke tempatku yuk?” kataku
“Mmm (sambil berpikir) boleh…” jawabnya singkat

Akhirnya malam itu dengan membonceng dia, kuajak Mirna ke tempat kost-ku yang lumanyan jauh jaraknya.

“Yah beginilah tempat bujangan,” kataku membuka pembicaraan sesudah sampai di tempat kost-ku.
“Lumayanlah buat ukuran kamu yang masih lom nikah. Eh Jody, ngomong-ngomong ada yang marah nggak aku kemari?” sambil tesenyum.
“Nggak ada kok… suer,” kataku.
“Ah masa sih? Mirna nggak percaya..”
“Beneran, kenapa emangnya?”
“Ah nggak apa-apa kok,” kata Mirna .

Saat kami mengobrol, ternyata Mirna sudah tiduran di kasur busa ruangan kost-ku, aku mendekatinya sambil mencoba untuk memeluknya. Diluar dugaanku Mirna malah balik memelukku dengan sedikit senyum di wajahnya, bahkan dia menginginkan aku tidur di sebelahnya. Tanpa menunggu lama lagi kubikin remang-remang ruangan di kamar kost-ku. Lalu aku tidur di sebelahnya. Deg-degan juga sih rasanya. Kemudian tanpa dikomando kami memulai saling berhadapan. Nggak tahu juga kenapa bisa bersamaan mulainya. Dia mulai memelukku kemudian aku memulai mencium keningnya.

Lalu dia langsung membalas mencium leherku dan tanpa basa-basi lagi aku menyambar bibirnya yang mungil. Kemudian kami langsung berciuman dengan saling mengulum lidah kami. Gila …nih cewek jago juga ciumannya. Kemudian dia membuka bajuku dan menempelkan lagi bibirnya di leherku. “Ssshh..” dengan lincahnya dia memainkan lidahnya di antara leher dan sekitar belakang telingaku dengan sedikit bernafsu.

Aku langsung menyambar bibirnya. Kemudian tanganku berusaha melepaskan kaitan bra tanpa membuka busananya terlebih dahulu. Terbuka juga. Aku langsung mengarahkan tanganku ke payudaranya. 34B, ukurannya pas segenggam. Kemudian aku memainkan puting susunya.

“Mmmhh.. sshhh..” desisnya.

Melihat aksiku, akhirnya dia membuka baju yang dia kenakan malam itu, dan langsung menjulanglah dua gunung yang indah menantang itu. Rupanya birahinya sudah tinggi. Kemudian kuarahkan mulutku ke arah puting payudaranya, lalu kulumat puting susu yang ranum itu secara perlahan tapi pasti. Kujilat sekeliling puting susunya.

“Ssshh.. aahh.. mmhh..” dia terus menikmati permainan lidahku terhadap putingnya.

Tanpa terasa batang kontolku pun telah berdiri tegap, rasanya aku juga sudah mau keluar juga. Menyadari itu aku menghentikan permainan lidahku dan langsung berbaring sebentar di sebelahnya.

“Kita break dulu yah. Jangan terlalu nafsu. Aku kayaknya udah diujung nih.”

Tanpa menjawab dia terus mengarahkan bibirnya ke puting susuku dan memainkan lidahnya. Sedikit menggeliat tubuhku karena menahan sesnsasi yang amat sangat.

“Mmhh aahh..” desahku

Dia kemudian memainkan lidahnya dari dadaku sampai ke pusar. Sambil terus memainkan lidahnya, dia mulai membuka celana yang kupakai. Sambil terus menjilati, dia memainkan batang kontolku . Dia begitu agresif. Akupun tidak mau ketinggalan untuk melawan agresifnya. Aku pun mulai memainkan payudaranya lagi, dia tetap menjilati seluruh tubuhku. Karena posisinya agak nungging aku mencoba untuk memasukan tanganku ke dalam roknya.

Kemudian aku merubah posisiku agar aku dapat juga melihat lebih jelas, kalau perlu menjilati nonoknya . Aku mencoba untuk mengangkangkan kedua kakinya. Alamak… mungil sekali daging yang berwarna pink pucat itu. Kemudian tanpa aba-aba lagi langsung aku melabrak benda kecil itu. Aku menjilatinya sampai di sela-sela klitorisnya. Dia pun tidak kuasa menahan kenikmatan yang tiada tara tersebut. Aku terus memainkannya sambil menjilati cairan-cairan pelumas yang sudah membanjir sejak tadi.

“Udah Jody… aku udah kepengin banget… cepet Jod… masukinnnn,” bisiknya sambil dia memutar tubuhnya untuk mendapatkan batang kontolku . Melihat itu aku langsung saja mengakhiri acara menjilati nonoknya . Aku membiarkan dia menjilati seluruh tubuhku. Tentunya dengan rangsangan yang sangat hebat yang sedang menerpa dirinya.

“Mmmhh… sshhh…” dia mulai memasukkan batang kontolku ke dalam mulutnya. “Sshhh.. ahhh.. mmhhh..” aku menaikkan sedikit pantatku sehingga batang kontolku agak masuk ke dalam mulutnya. “Aaahh… ssshh..” dia pun mengocok batang kontolku dengan menggunakan mulutnya. Bernafsu sekali. “Mmmpp.. mmpppp… mmmhhh..” sambil memainkan jariku di nonoknya , ia mendesah kembali. “Ahhh… ssshh…”

“Oh Jody, masukin yach… Aku udah nggak tahan nih.” Dengan lirih Mirna memintaku

Aku melihat dirinya seperti hampir dilanda gelombang orgasme yang hebat. Akhirnya dia pun menuntun batang kontolku ke dalam liang senggamanya (saat itu posisi kami WOT). “Blesss…” Karena dia sudah basah sekali, aku pun merasakan licinnya batang kontolku ketika mulai menembus liang nonoknya .

“Ahhh… sshhh… kamu hebat Jody.” Mirna memujiku

Aku diam saja sambil mengimbangi goyangannya.

“Ssshh.. ahhh.. ssshh.. Jody aku keluar.” Mirna mengerang keras

Benar aku merasakan batang kontolku hangat di dalam liang senggamanya. Kemudian dia lemas. Aku menyuruh dia untuk posisi di bawah. Akhirnya aku menghujamkan lagi batang kontolku ke dalam liang nonoknya .

“Eeeaahhh…” aku menggoyangkan pantatku naik-turun dengan kakinya yang kukangkangkan.

Aku merasakan dia akan orgasme lagi. Sambil menggigit bibir bawahnya dia menatapku penuh harap supaya aku memuncratkan air maniku .

“Ssshh.. aahhh… sabar yach Mirna ,” aku terengah-engah, “Sebentar lagi..” Aku menggoyangkan pantatku secara cepat dan akhirnya… “Ssshhh.. ahhh.. uuhhh..” Aku menekan batang kontolku di liang nonoknya . “Aaahh..” aku langsung mencium keningnya dan dia memelukku sambil berucap kecil,
“Aku sayang kamu Jody, kamu hebat.” Kata Mirna

Aku hanya diam saat itu. Setelah kejadian persetubuhan malam itu akhirnya kami pun melakukannya disetiap ada kesempatan. Kami sungguh bagai sepasang insan yang sedang dimabuk birahi. Yang tiada hari tanpa ngeseks.

Tags: Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Subscribe to receive free email updates: