Cerita Seks - Tiga Cewek Cantik Dientot Cleaning Servis


Cerita sex terbaru.Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante,

Sebut saja namaku Dafa. Aku bekerja sebagai cleaning service yang dipekerjakan di perumahan elit di kota Malang. Suatu hari ketika aku sedang sibuk membersihkan rumah milik seorang pengusaha ternama di kota itu, secara tak sengaja ketika itu aku dibuat penasaran oleh suara-suara desahan yang datang dari dalam salah satu kamar. Awalnya aku tak memperdulikannya, namun rasa penasaranku menggelitik lagi karena suara desahan-desahan itu semakin lama semakin keras ku dengar.

www.cerwasa.com

Segera aku menghentikan pekerjaanku, lalu berjalan mengendap kearah pintu kamar dan suara desahan dan rintihan terasa semakin jelas terdengar di telingaku. Akhirnya aku mengintip dari lubang pintu… alamakkkkk… dadaku rasanya menjadi bergemuruh melihatnya. Sebab di dalam kamar kulihat ada tiga cewek muda yang sudah pada bugil saling bercumbu, saling lumat bibir, saling meremas payudara. Ketiga cewek itu semuanya berwajah cantik dengan tubuh yang putih bersih, mulus dan sangat seksi.

Menyaksikan adegan-adegan yang mereka lakukan itu telah membuat aku menjadi terangsang, kontolku menggeliat membesar. Dari yang kudengar dari kata-kata mereka, nama cewek-cewek itu adalah Dina, Tasya, dan Sukma. Ketiganya kulihat semakin liar dalam permainan mereka. Accchhhh…. Aku semakin terangsang… sambil mengintip tangan kiriku mengelus-elus batang kontolku yang sudah semakin tegang… dan tangan kananku berpegangan pada pegangan kunci pintu. Mungkin karena aku terlalu konsentrasi dan nafsuku yang semakin menjadi, tak sadar aku telah menarik pegangan kunci pintu, dan klek… pintu terbuka.

Karena kaget maka aku segera bergeser kearah daun pintu satunya untuk bersembunyi. Kutunggu beberapa saat untuk menunggu reaksi dari dalam kamar. Menyadari mereka tidak terganggu dengan kecerobohanku itu, lalu aku perlahan masuk ke dalam kamar. Aku menjadi lebih leluasa dan jelas menyaksikan adegan-adegan mesum yang tersaji gratis. 5 menit aku mencoba untuk mengendalikan nafsu birahiku. Namun karena merasa tidak sanggup lagi menahan akhirnya aku

“Ehmmmm-ehem ..” dengan sengaja berdehem dan mengagetkan mereka bertiga.
“Awwww….” Ketiga cewek itu sangat terkejut melihat ada orang lain muncul secara tiba-tiba,
“Eh Mas Dafa… ngapain sih masuk ke kamar…’ yang namanya Dina tampak kesal dan marah
“Enak ya non main gituan??? Dengan santai menjawab dan berjalan menghampiri mereka.

Dina kulihat seakan mau membentakku lagi namun Sukma tiba-tiba menarik lengan Dina dan perlahan berbicara sesuatu ditelinga.

“Iiihhhh… Gak mau ach …” jawab Dina sepertinya menolak dengan apa yang dibisikkan ditelinganya.

Sukma berbisik menarik lengan Dina dan berbisik lagi ditelinganya. Dina seperti menimbang-nimbang sesuatu, akhirnya dengan tersenyum Dina mengangguk pada Sukma yang tersenyum cerah karena usulannya bisa diterima. Kemudian Sukma menghampiriku dan …

Karena Mas Dafa sudah mengganggu keasyikan kami, maka Mas Dafa harus menebusnya

“Menebusss… ?” Aku melongo.
“Iya.. Mas Dafa harus mau menebus dengan cara Mas dafa harus mau jadi boneka permainan kami… dan Mas Dafa harus mau…” Kata sukma sambil cengar cengir.

Aku masih bingung dengan maksud Sukma, Akhirnya Sukma menjelaskan kepadaku bahwa mereka ingin melihat bentuk kelamin lelaki secara langsung. Dengan penjelasan itu aku pura-pura mikir dan sebentar kemudian aku menganggukan kepala tanda setuju. Akhirnya satu persatu pakaian yang menempel ditubuhku kelepas. Dan lepaslah kontolku yang sudah tegang mengacung dihadapan mereka bertiga.

Sukma yang paling dekat denganku, langsung menerkam bibirku dan melumatnya… mendapat ciuman dari seorang cewek cantik akupun segera membalas dengan tak kalah buasnya. Sukma menggelinjang dan merintih lirih ketika ciumanku semakin turun kebawah dan mengendus-ngendus juga mengigit-gigit kecil bagian dadanya, lidahku menyelinap liar diantara kedua gundukan susunya.

“Enak banget Mas….” Sukma semakin mendesah.

Tangannya meremasi kepalaku yang masih asik menyerang susunya dengan lembut. Dian dan Tasya akhirnya bergabung dengan langsung menggenggam kontolku dan langsung pula menjilati kepala kontolku , Dina dan Tasya saling berebut menciumi batang kontolku, Batang kontolku seperti piala bergilir , sebentar ditarik oleh Dina , sebentar kemudian sudah ditarik kekanan Oleh Tasya dan sebentar lagi ditarik kekiri dibelai-belai oleh Sukma , Sambil menciumi dan menjilati Kontolku ketiga Gadis Cantik itu sesekali bercanda , tawa mereka berderai merdu, semakin lama nafsuku semakin naik keubun-ubun, maka kudorong bahu Sukma agar ia bersandar kebelakang, Tanganku kini membuka pahanya yang kuning langsat kini terpampang dihadapanku.

Aku memandangi wajah Sukma, Sukma mengangkangkan kedua kakinya seolah olah memberi jalan kontolku. Tanpa membuang banyak waktu aku menyerbu selangkangan Sukma .

“Acchhhhh Mas Dafaaaaâ….” tangan Sukma menepuk-nepuk kepalaku, tubuh Sukma menggelepar hebat ketika bibirku menjilati bibir Vagina Sukma .

5 menit kemudian aku naik menindih tubuh sukma, sambil mataku melirik kearah Tasya yang sedang asyik menjilati vagina Dina. Segera kuarahkan kepala kontolku ke lubang vagina Sukma. Lalu dengan sekali dorong masuklah seluruh batang kontolku ke dalam lubang basah vaginya. Kontolku mersakan denyutan denyutan nikmat di dalam vagina Sukma. Tanpa menunggu lama segera keugerkan maju mundur pantatku dengan cepat dan semakin cepat.

“Oh… Yesss… Enak Mas Dafa… Enak banget…. Terus mas…. “ tubuh sukma terguncang-guncang seirama dengan gerakan pantatku.

Kedua tanganku mencengkram pinggul Sukma, Serangan seranganku membuat Sukma menjerit keras, dan

“Aaaahhh… Aku keluarrrrr” tubuh Sukma mengeliat indah dan terkulai lemas dalam pelukanku,

Setelah menciumi bibir dengan lembut Aku melepaskan Sukma . Aku segera menghampiri Tasya yang masih asik menjilati vagina Dina , Segera kuserbu vagina Tasya, lidahku terjulur menjilati bibir Vaginanya , tubuh Tasya bergetar hebat, rintihan-rintihanTasya Membuatku ingin segera memasukkan kontolku ke dalam lubang vaginaya. Namun tiba-tiba Tasya berkata,

“Aku masih perawan Mas Dafa…” Tasya tampak ketakutan.
“Gak Papa Tasya… nanti kamu akan tau gimana nikmatnya, nikmatnya 1000x lebih nikmat dari pada hanya dijilati pakai lidah” kataku ambil mengelus-elus kedua pahanya,

Tak menunggu jawabannya aku menidurkan Tasya di atas sofa

“Tapi Mas Dafa … aku masih takut … takut hamil” kata Tasya sambil menggeser pantatnya ketika aku mencoba menekan kepala kontolku ke lubang vaginanya
“Aku jamin gak akan hamil Tasya…” kataku menyakinkannya.

Nafas Tasya terdengar sangat berat ketika aku mulai menekan kepala kontolku pada gundukan mungil vaginanya.

“Aduuuhhh….” pinggangnya menggeliat keatas ketika aku berusaha memasukkankepala kontolku pada lubang Vaginanya. Aku mendorong berkali-kali berusaha menerobos bibir Vagina yang masih keset banget. Akhirnya kali ini dengan sentakan yang kuat ….

“Slepppsss…. Kepala kontolku seperti melesat dan dijepit oleh bibir Vagina Tasya.
"Aduhhhh Masss… Sakittttt…!!!" Tasya terkejut dan mulutnya terbuka, tubuhnya bergerak berontak berusaha melepaskan diri namun aku mencengkram pinggulnya kuat-kuat.

Nafas Tasya yang tadinya tersenggal-senggal kini mulai teratur normal, keringatnya mulai membasahi tubuhnya yang putih dan mulus. sesekali kugerakkan kontolku berputar dan sesekali kugoyangkan ke kanan dan ke kini, Bibir Vagina Tasya yang masih mengemut kepala kontolku juga ikut monyong kesana kemari mengikuti gerakanku. Mata Tasya merem melek, bibirnya mendesah-desah ketika aku menggoyang kepala kontolku maju mundur.

“Aaachhhhhhh…..” Tasya melenguh panjang, tubuhnya menggeliat dalam gerakan yang fantastis dan gemulai, keringat di tubuhnya tambah banyak dan kini menetes deras membasahi tubuhnya yang putih menggairahkan.

Aku yang belum mencapai klimkas segera berpindah kearah Dina yang berbaring disisi Tasya dan ia mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar. Aku menindih tubuhnya dan menciumi buah dadanya , Susu Dina lebih besar dan kenyal dibandingkan kedua temannya, ciumanku merambat turun, turun dan turun sampai hinggap digundukan indah diantara selangkangannya, lidahku bergerak liar , menyelinap diantara belahan bibir vaginanya, Dina mencengkeram kuat kepalaku sambil sesekali mengangkat-angkat pinggulnya.

Aku mulai mengambil posisi, kutempelkan kepala kontolku pada lubang vaginanya, setelah batang kontolku amblas semuanya, terus aku mulai menggerakakn naik turun pantatku mengaduk-aduk rongga vaginanya, sampai Dina mendesis-desis dan merintih panjang. Nafasnya memburu, sesekali ia merintih keras ketika aku menggoyang kepala kontolku dengan liar.

“Aaauuuuhhhh… terus… terus… terusss Masss…..” Dina memejamkan matanya rapat-rapat menikmati kenikmatan yang segera datang menerpanya. Sambil terus memompanya aku mermeas-remas kedua susunya.

Mendengar desahan-desahannya gairahku semakin memuncak, segera kupacu gerakanku dengan cepat, karena aku mulai merasakan desakan lahar spremaku mau segera menyembur….

“Aku mau keluar Din….”
“Iya Masss…. Kita bareng ya….” Jawab dina sambil mengoyangkan pinggulnya dengan liarnya.

Akhirnya aku sudah tak dapat menahannya lagi.. dannnn…

“Accchhhhhh…..” Aku dan Dina secara bersama melenguh menikmati keluaranya cairan nikmat kami.

Ingin rasanya peristiwa yang tak aku sangka-sangka itu ingin bisa aku ulangi lagi, namun karena aku telah dipindah tugaakan di lain daerah, dan aku juga lupa untuk minta nomor hp mereka. Maka peristiwa itu kini hanyalah jadi kenangan terindah yang akan aku kenang sebagai peristiwa yang tak disangka namun begitu nikmat luar biasa.

Tags: Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Subscribe to receive free email updates: