Cerita Ngetot - Vagina Perawan Kuserahkan Guruku

Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Putri Lestari, adalah seorang gadis berparas ayu, bulu matanya lentik, dan mata selalu berbinar serta jernih, hidung mancung, bibir mungil merah merona menggemaskan menyempurnakan kecantikannya. Rambutnya sebahu dan hitam menjadikan penampilannya lebih menarik, kulit tubuhnya putih dan mulus, bodynya begitu indah dan seksi, tinggi 165 cm. Dia tumbuh di kalangan keluarga kaya dan menyayanginya.

www.cerwasa.com

Dua hari yang lalu Putri mulai rutin mengikuti les privat matematika di rumahku. Aku seorang duda dan namaku Farel Hermawan . Rumah kecil mungil dengan dua kamar, satu kamar mandi. Kamar depan kugunakan untuk ruang kerja dan perpustakaan, semua buku tersusun rapi di dalam rak kayu, di atas meja terletak seperangkat komputer.

Rumahku memang kubuat romantis, di sana ada sebuah lukisan yang indah tergantung di dinding, Ruang tidurku kuhiasi ornamen yang antik, dengan tempat tidur ukuran besar dan pencahayaan lampu yang remang-remang. Ruang tamu kutata benda-benda artistik, alunan lagu-lagu cinta sering kuperdengarkan dari file-file di komputer.

Suatu sore Putri lagi mengerjakan tugas yang kuberikan. Saat ia tengah asyik mengerjakan tugas itu, tanpa sengaja pensilnya jatuh. Putri berusaha menggapainya, tapi ternyata dia memegang tanganku yang telah lebih dulu mengambilnya. Seketika Putri kaget melihat ke arahku yang sedang tersenyum padanya. Putripun berusaha untuk tersenyum, saat tangan kirinya kupegang dan telapak tangannya kubalikkan dengan lembut, pensil kutaruh ke telapak tangannya.

Sebagai seorang duda, aku dapat merasakan getaran-getaran rasa suka yang tersalur melalui jari-jari gadis itu,

"Put..., kamu tambah cantik kalau tersenyum seperti itu". Kata-kataku membuat gadis itu tersenyum tersipu, seketika itu juga Putri mencubit pahaku sambil tersenyum manja.

"Putri sudah punya pacar ....?", godaku sambil menatap matanya .
"Belum, Pak!", ia menjawab sambil menundukkan kepala.

"Lho ..., kan temen-temenmu sudah pada punya pacar", lanjutku.
"Biarin.... ", komentarnya sambil melanjutkan menulis jawaban tugasnya.



Akupun berdiri dan beranjak untuk mengambil minuman dari dalam kulkas.

"Putri mau minum apa ? kataku sambil membuka pintu kulkas
"Emmmm... apa ya, apa aja deh yang dingin", sahutnya sambil terus menulis.



Aku membawa dua gelas minuman dingin ke meja di depan mejanya Putri. Saat itu pula aku terus melihat dan memperhatikan tubuh Putri, ternyata seksi juga gadis ini, badannya yang semampai dan mulus, cukup membuatku bergairah, kataku dalam hati sambil tersenyum sendiri.

"Yes... sudah selesai Pak", suara Putri mengagetkan lamunanku, kuhampiri sambil kusodorkan minuman dinginnya.
"Put..., ternyata selain cantik kamu juga pandai ya", pujiku dan itu membuat Putri tersipu dan wajahnya memerah.

Saat itu aku yang duduk di sebelahnya, melanjutkan menjelaskan cara-cara mengerjakan soal-soal lain, Saking asyiknya memperhatikan keteranganku, tanpa disadarinya duduknya semakin memepetku. Aku yang melihatnya tersenyum dalam hati dan sengaja duduk menyamping, sengaja membuka ruang agar Putri duduknya semakin lebih merapat ke tubuhku.


"Kamu sudah pahan yang baru bapak jelaskan barusan", kataku sambil melihat wajah Putri

Putri terbangun dari lamunannya dan menggelengkan kepalanya,

"Belummmm..., ulang lagi ya Pak!", jawabnya.

Kemudian aku mengambil buku yang ada di depannya, tangan kananku mulai menuliskan rumus-rumus sambil memberi penjelasan, sementara tangan kiriku kuletakkan di sandaran kursi tempatnya duduk, sesekali aku sengaja mengusap rambutnya dengan lembut.

Kulihat Putri sudah tidak bisa konsentrasi lagi, saat merasakan usapan lembut jari tanganku itu, kudengar jantungnya semakin berdegup dengan keras, usapan itu kuusahakan selembut mungkin agar Putri semakin terlena oleh perasaan yang tak terlukiskan. Putri memang benar-benar tidak bisa berkonsentrasi lagi. Tanpa terasa matanya terpejam menikmati gerakan tanganku yang lembut membelai rambutnya.

Sesekali Putri berusaha menatapku, namun aku pura-pura tidak tahu, sebagai gadis kecil yang selalu ingin mendapat perhatian, Putri mulai mencoba mencari perhatianku. Dia memberanikan diri menaruh telapak tangannya di pahaku. Kurasakan debaran jantungnya semakin berdegup kencang, ada getaran nikmat yang menjalar lembut lewat tanganku.

Selesai menjelaskan materi pelajaran aku menatap matanya dengan lembut, dia tak kuasa menahan tatapan mata yang tajam itu, perasaannya menjadi tak karuan, tubuhnya serasa menggigil saat melihat senyum di bibirku, tanpa sadar jemari tangannya meremas lembut pahaku, Putri memejamkan matanya karena tidak kuat menahan gejolak di payudaranya . Sebagai seorang yang pernah punya istri, aku bisa tahu apa yang dirasakannya saat itu.

"Putri kenapa... ?", tanyaku sambil mengusap dahinya dengan lembut.

Putri menggelengkan kepalanya, dan tanganku terus saja mengusap-usap dahinya dengan lembut, Putri terdiam karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Selanjutnya aku mulai menggenggam dan meremas lembut jari tangan kirinya. Hembusan napas hangatku menerpa telinganya,

"Put... Kamu sekarang ini telah tumbuh menjadi wanita yang benar-benar cantik...”, kataku lirih.

Pujian itu membuat tubuhnya bergetar, dan nafasnya memburu menahan gejolak di payudaranya . Putri ternyata tak kuasa untuk menahan keinginannya untuk merebahkan kepalanya di dadaku,

"Ohh... Pak Farel", Putri mendesah.

Aku tahu Putri mulai tergoda olehku, selanjutnya tanganku beraksi mengusap lembut daun telinga Putri, kemudian turun ke leher, begitu berulangkali. Perasaan Putri serasa terbang melambung tinggi di awan, saat kuangkat dagunya, ia seakan pasrah, mungkin terselip hatinya perasaan ingin terus menikmati sentuhan-sentuhan lembut jari jemariku.

"Kamu cantik sekali Put... Aku suka sekali melihatnya!", kataku mulai merayunya.

Suasana di ruang itu yang demikian romantis disusul bibir hangatku menyentuh kening, lalu turun pelan ke telinganya, hangat dan lembut, perasaan nikmat seperti ini pasti belum pernah dialaminya. Ternyata dia memang sangat menikmati, dan tidak ingin cepat-cepat mengakhiri peristiwa itu.

"Pak Farel... Ja.., jangan Pak...", katanya.

Namun ia tidak berusaha untuk menghindar saat bibirku menciumi pipinya yang lembut dan halus, saat merasakan nikmatnya bibirku mencium bibirnya yang mungil merah merekah itu, bibirnya bergeter, aku yakin baru pertama kali ini dia merasakan nikmatnya bibirnya dicium bibir seorang laki-laki.

Debaran jantungnya berdegup makin keras, perasaan nikmat yang menyelimuti seluruh tubuhnya semakin membuatnya melambung, sehingga ia mulai membalas ciuman dan kuluman-kuluman bibirku.

"Ooohh... Pakkkk", ia mendesah merasakan remasan-remasan lembutku di payudaranya. Putri semakin pasrah dan seakan tak kuasa melarangnya, Putri semakin menikmati sensasi sentuhan-sentuhan tanganku.

"Payudaramu sangat lembut Putri...", kembali aku memujinya

Pujian itu membuatnya semakin terbang, bahkan tangannya kini memegang tanganku untuk ikut meremas mengikuti irama remasan di tanganku. Perlahan rudalkupun mulai menggeliat membesar.

"Aaahh.... ooohhhh... oohhhh...", Putri mendesah kembali dan tubuhnya bergetar pertanda vaginanya mulai basah oleh gelora birahi yang menyergapnya. Putri semakin terbuai diantara degup-degup jantung dan keinginannya untuk mencapai puncak kenikmatan. Dibalasnya dengan buas kuluman bibirku dan remasan lembut di kedua payudaranya. Saat jemariku mulai melepas kancing bajunya, tangannya mencoba menahannya.

"Pak... Jangan Pak... ", pintanya,

Omongannya tidak lagi kupedulikan. Kuteruskan melepas kancing bajunya satu persatu, payudaranya yang putih mulus mulai nampak di depan mataku.

Selanjutnya Putri sudah tidak peduli lagi dengan aksiku, ia sudah terbuai dengan kenikmatan yang ingin segera diraihnya, dia pasrah saat kugendong dan merebahkannya di atas ranjang. Di ranjang ini aku merasa lebih leluasa menikmati tubuh Putri.



"Auuuhh.... Paakkkk....", Putri melenguh saat bibirku mulai bergeser menciumi lehernya yang putih mulus.

"Aaaahh.... oohhhhhh....aaahhhhhh....", Putri semakin mendesah dan merasakan kegelian lain yang lebih nikmat.

Aku semakin bersemangat, birahiku semakin membara, karena mencium bau wangi di tubuhnya.

"Put .... Aroma tubuhmu harum sekali .... ", kembali rayuan itu membuatnya makin besar kepala.

Tanganku itu dibiarkan meremasi kedua payudaranya yang telah lepas dari BHnya.

Saat Putri seakan-akan malah bangga tubuhnya yang setengah bugil kuraba dan kunikmati. Tanganku kini mengelus-elus perutnya dengan lembut, membuatnya menggelinjang merasakan geli bercampur nikmat. Bibirku beralih melumat payudaranya .

"Ahhhh....Uhh.... ohhhh!", kembali putri mendesah

Beberapa saat kemudaian tanganku menarik dan melepas bajunya, akhirnya putri telah setengah bugil. Putri mulai mengimbagi ciumanku dengan lebih dahsyat.

"Ooohhhhhh.... enak sekali pakkkk....", terdengar desah Putri yang semakin terlena dengan ciuman dan tarian jari-jariku diatas perutnya, kini dada dan perutnya terlihat putih dan mulus.

Penisku sudah semakin tegak dan keras, hingga aku harus mengatur gelora birahi dengan mengatur pernafasanku, kunikmati tubuh Putri dengan lembut, dan tidak terburu-buru, hal ini membuat Putri makin terbakar nafsunya. Tanganku terus meremasi kedua payudara gadis itu, terasa kenyal dan padat dan hangat di tanganku.



"Aaahh.. Uuuhh. Ooohh....", tubuh Putri semakin menggelinjang karena nikmat.
Jari-jariku mulai memilin-milin puting susunya yang masih kecil dan berwarna kemerahan itu dengan sangat lembut.

"Pak Farelllll... Aaahh.. uuhh.. ahh... enak pakkkk...". Putri mulai menunjukkan tanda-tanda telah ada pada titik puncak napsu birahinya hingga ia tangannya mulai berani melepas kancing bajuku.

Setelah dadaku terbuka, tangannya menyusup kebalik baju dan merabai permukaan dadaku, birahinya makin memuncak.

"Eeeeegghh.. ", vaginanya yang basah semakin membuatnya merasakan nikmat, pikirku.

Dalam beberapa saat mataku menelusuri lekuk-lekuk tubuh bagian atasnya. aku merasa kagum dengan dua payudara indah yang masih virgin yang menyembul di dadanya, yang belum pernah sekalipun terjamah oleh tangan lelaki. Sejenak aku terpesona melihat pemandangan mempesona di depan mataku, birahiku bergejolak kembali, aku berusaha mengatur pernafasan, karena tidak ingin melepaskan nafsu birahiku hingga menyakiti perasaan gadis cantik yang tergolek pasrah di ranjangku.

Bibirku mulai melumat payudara gadis itu perlahan, terasa membusung lembut dan kenyal. Kembali tubuh Putri menggelinjang,

"Aaaauuugghh.. uuuhh.. aaahh". Pengalaman pertamanya ini membuatnya serasa terbang di atas awan.

Payudaranya yang putih, lembut, dan kenyal itu terasa nikmat dibibirku, puting susunya yang kecil kemerahan itu mulai membesar dan keras.

"Aaagggghh..!", dia merintih dan melenguh

Putri semakin mendekap erat kepalaku, vaginanya mungkin kini terasa membanjir. Birahinya semakin memuncak.

"Aaaauuuhhhhh, terus pakkk... teruuussss....ahh.. Uhh", desahannya makin keras.

Aku terus mempermainkan payudara gadis perawan itu dengan bibir dan lidahku, sambil tanganku menanggalkan bajuku, terlihat dadaku telah benar-benar.terbuka. Selanjutnya bibirnya kulumat dengan kuat dan kedua payudaranya terus kuremasi, tubuhnya semakin menggeliat tak tentu arah.

"Aaauuhh....Pak.. ahh, terus paaak.. ahh.. ssst.. uhh", dia merintih rintih dan menggelinjang, sesekali kakinya menekuk ke atas, hingga rok yang dipakainya tersingkap ke atas memperlihatakan pahanya yang putih dan mulus.

Sambil terus melumat payudaranya. aku melirik ke paha putih mulus, indah itu. Jantungku berdesir, kupindahkan tanganku meraba dan mengelus pangkal pahanya masih tertutup celana yang membasah, Aku merasakan birahi Putri semakin memuncak.

"Pak.. ahh, terus Pak.. ahh.. uhh", terdengar gadis itu melenguh panjang.

Menyadari nafsu birahi Putri telah semakin menggelora, maka dengan pelan aku mulai menurunkan retsleting roknya. Putri tidak mencoba untuk menghentikan aksiku itu. Putri kini telah sunguh-sungguh pasrah. Putri membantuku menurunkan roknya sendiri dengan mengangkat pantatnya. Begitu rok telah lepas, aku sangat kagum melihat tubuh putih mulus dan indah yang kini telah telanjang bulat itu.

"Aaiiiihh....", Putri menjerit ketika melihat sesuatu yang menonjol di balik celana dalamku.

Putri menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ada perasaan risih sesaat, kemudian hilang kalah oleh nafsu birahi yang telah menyelimuti perasaannya.

"Aaauuhhhh..", Putri melenguh saat aku kembali mencium bibirnya,

Selanjutnya kubimbing tangannya ke bawah di antara pangkal pahaku, dia kini telah mendekap dan merasakan penisku yang keras bulat dan panjang di balik celanaku, Putri lalu menggerakkan tangannya mengelus-elus benda lunak kenyal dan panjang yang telah membuatnya penasaran, tapi dia kaget dan menarik kembali tangannya.

"Aaaiiihh.....", putri menjerit kaget

Putri tak kuberikan kesempatan untuk berubah pikiran, bibirku kembali mengulum puting payudara mungil yang berdiri kenyal dengan indahnya. Vaginanya terasa makin basah, birahinya makin memuncak.

"Aaaaahh.. ahh.. teruuus.. ahh.. uhh ... enakkkkkk....", Putri mulai meracau

Sambil terus menciumi payudaranya, tanganku terus menelusuri antara lutut dan pangkal pahanya yang putih mulus yang masih tertutup celana dalamnya. Tanpa disadarinya, karena rasa nikmat yang tiada tara, tanganku mulai menyusup di balik celana dalamnya dan mengusap-usap lembut bibir vaginanya yang mulai ditumbuhi rambut hitam yang lebat.



"Teruuuss.. aaahh.. uuuhh ... terussss....enakkkkkk....", karena geli dan nikmat Putri mulai membuka kedua pahanya, jari-jariku yang nakal mulai menyusup dan mengelus vaginanya yang sudah demikian basah, birahinya memuncak sampai ke ubun-ubun.

"Enak Pakkkkk.... Ahh.. terus.. ahh.. ohh", Putri merintih rintih.



Aku menyadari Putri sebentar lagi sampai pada puncak birahinya, maka selanjutnya tanganku mulai beraksi menurunkan celana dalam gadis itu. Benar saja, Putri tak lagi mencoba menghentikan gerakanku, sudah tidak peduli lagi bahkan mengangkat pantat dan kakinya, sehingga celana itu terlepas tanpa hambatan.

Tubuh gadis itu kini terbaring telanjang bulat di depan mataku, dan itu membuat napsu birahiku semakin terangsang. Vaginanya dihiasi bulu-bulu lembut yang mulai tumbuh halus. Vaginanya tampak kemerahan dan basah dengan kelentit nongol di tengahnya. Aku terus memilin-milin puting payudaranya yang semakin berdiri tegak sambil terus menggosok-gosok bibir vagina semakin basah.

"Enakkkkk Pakkkkk.... ahh, terus Kak.. ahh.. uhh... Putri tidak kuat lagiiiiii....". Birahinya semakin menggelora

Tangannya tiba-tiba menyusup di balik celana dalamku dan menggenggam penisku yang keras bulat dan panjang itu. Putri tidak merasa risih lagi, bahkan mulai mengimbangi gerakanku. Itu pertanda gadis itu memintaku untuk bertindak lebih jauh lagi. Aku melepas celana dalamku, melihat penisku yang besar panjang dan keras berdiri tegak dengan gagahnya, mata gadis itu terbelalak karena baru pertama kali dia melihat benda yang seperti itu.

Sekarang kami berdua telah sama-sama telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. Gelora birahi yang telah menyerangnya dengan dahsyat, membuatnya tidak peduli lagi kalau dirinya masih perawan, bahkan kemudian dia telentang dan pelan-pelan membuka leber-lebar kedua pahanya.

Terlihatlah vagina yang masih perawan yang bersih kemerahan dan dihisi bulu-bulu halus, lubang vaginanya tampak masih tertutup selaput perawan dengan tonjolan kecil di tengahnya. Sambil bertumpu pada lutut dan siku, bibirku melumat, mencium seluruh tubuhnya. Kulumat kedua puting susunya bergantian yang disertai dengan gesekan-gesekan kepala penisku ke bibir vaginanya.

"Oooouuuhhhhh...enakknyaaa, terus Pakkkk...ssts.. ahh.. uhh", desahannya semakin keras.



Putri tak dapat lagi menahan gejolak biraninya, tangannya bergerak mengenggam dan membimbing batangkpenisu ke lubang vaginanya,

"Ooohh Pak....Putri gak tahan lagi... cepet masukkan Penis bapak....cepetttt...", gadis itu sampai merintih rintih dan meminta-minta dengan penuh kenikmatan.

Mendengar permintaanya itu, maka dengan pelan-pelan aku terus menekan-nekan kepala penisku di lubang vaginanya.

"Cepet Paaaak.... masukkan aaahh....", Katanya di sela riseperti sudah tidak sabar lagi

Akhirnya kepala penisku mulai menyeruak masuk dan menembus selaput daranya, “Slepp..”

"Aaauugghhhh...aduuhh.. sakittttt....aahh", kuku kuku jarinya mencengkeram bahuku.

Kini selaput dara gadis itu telah robek, tertembus kepala penisku yang besar dan keras. Batang penisku yang diselimuti darah perawan bercampur lendir vaginanya terus menerobos masuk perlahan. Baru setengahnya, kutarik lagi pelan-pelan dan hati-hati.

"Aaauuuhhhhhh.... ", dia mulai merasakan kenikmatan.

Aku tidak mau langsung tancap gas, aku tidak ingin lubang vagina yang masih sempit itu menjadi sakit.. Maka dengan perlahan aku gerakan lagi batang penisku hingga amblas seluruhnya

"Ohh......", kali ini Putri tidak merasakan sakit lagi,

Putri sekarang telah dapat menikmati keluar masuknya batang penisku mengocok lubang vaginanya. Putri menggelinjang dan mengimbangi gerakanku.

"Nikmat banget Paakkk...ahh, terus... aaaccccchh", kedua tangannya memelukku dengan kuat.

Batang penisku terus menghujam semakin kuat dan dalam. Kugerakkan keluar masuk semakin cepat, dan pantatnya mengimbanginya dengan memutar-mutar.

"Ahh, terus… ahh.. uhh... enakkk... enakkkkkkk....", Putri semakin meracau

Penisku masuk sampai mencapai pangkalnya beberapa kali. Putri merasa semakin keenakan, nikmat birahinya semakin memuncak, perasaannya melayang di awan-awan, tubuhnya mulai bergeter hebat dan mengejang, dan tak kuat lagi menahan curahan puncak birahi.

"Aaahh...., ooohh...., aaahh.... aku mau pipissss paaakkkkk...." vaginanya berdenyut-denyut melepas nikmat. Dia telah mencapai puncak orgasme.
Melihat Putri sudah mencapai klimaks birahinya, aku kini ingin melepas napsu birahiku yang tertahan sejak tadi dan aku makin cepat menggerakkan penisku keluar masuk di lubang vagina Putri.

"Enak... enakkkkk sekali pakkk...... terus...terusssss", Putri mendesah dan merasakan nikmat birahinya bangkt lagi. Badannya kembali bergetar dan mengejang, begitu juga denganku.

"Ahh.. oohh.. ohh.. aaaahhhhhhhhhh!", kami berdua sama-sama melenguh menuju puncak kenikmatan. Akhirnya aku dan putri mencapai orgasme hampir bersamaan, terasa dari lubang kepala penisku menyemburkan air mani hangat ke dalam vagina Putri yang juga berdenyut-denyut nikmat.

Setelah napasku normal kembali, aku mengeluarkan batang penisku yang berbalur darah perawan itu pelan-pelan, dan selanjutnya rebah di sebelah Putri, aku memeluknya supaya Putri merasa tenang,

Peristiwa penuh dengan rasa nikmat itu tadi bisa berlangsung karena merupakan kemauan kami berdua. Meski Putri saat itu menitikkan air mata, namun itu adalah air mata penuh kebahagiaan dan kepuasan.

“Pak Farel... Besok pelajarannya itu lagi aja ya...” katanya sambil berlari keluar dari rumahku...

Kisah selanjutnya di inginseks22.com

Tags: Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Subscribe to receive free email updates: