Cerita Seks - Berawal dari Mengintip Tante Atik Yang sedang ngesek dengan Anak Kost.

Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, .

www.cerwasa.com
Namaku Robby, Cerita seks ini terjadi ketika usiaku 18 tahun, ketika Ujian Akhir Sekolah usai, saya langsung pergi ke kota Bogor untuk refreshing otak. Aku memang sama sekali belum mengenal Kota Hujan tersebut. Aku hanya ingin merasakan indah dan dinginnya Kota Hujan. Itulah sebabnya aku nekat pergi sendirian. Yang penting membawa bekal duit yang banyak.

Singkat cerita aku telah sampai di kota Bogor dan menginap di penginapan murah di tengah kota. Murah tapi bersih. Suatu malam aku jalan-jalan di keramaian kota, saat aku melintas ada banyak wanita-wanita muda yang cantik, tapi cara berpakaian mereka seronok sekali, sepertinya mereka adalah wanita wanita penjaja seks . Tapi mereka semua tidak ada yang menarik perhatianku. Lalu, aku pergi makan di Mc Donal. Namun saat aku lagi menikmati makanan pesananku, tiba-tiba pandanganku bertatapan dengan seorang wanita setengah baya yang tersenyum kepadaku. Setelah kuperhatikan, Eh... ternyata Tante Atik yang sudah lama banget aku tidak pernah ketemu. Waktu itu aku masih duduk di kelas 5 SD.

“Eh... Tante...Apa kabar...!”, sapaku sambil menjabat tangannya.
“Lho Rob... lagi ngapain kamu di sini... tante sehat ...” jawabnya.
“Refreshing otak aja kok Tante... Tante sendirian? tanyaku
“Iya Rob.... Kamu sekarang ganteng ya... tante mpe pangling! jawab tante

Saat itu aku ditawari untuk menginap saja di rumahnya, sebab di rumahnya tidak ada orang, suaminya lagi ada acara di luar kota dalam satu minggu. Maklum Om-ku dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Bogor dan Jakarta. Pucuk dicinta ulam tiba, maka saat itu juga aku menyetujuinya. Aku diberi sebuah kamar depan. Cukup bersih dan nyaman. Malam itu aku tidur sangat lelap sekali.

Hari kedua, saat makan malam selsesai aku terus ke kamar tidur nonton TV sambil tidur-tiduran. Jam di diniding kamar telah menunjukkan pukul 24.00. Akhirnya TV kumatikan. Lampu kamar yang terang benderang kumatikan dan kuganti lampu tidur lima watt warna biru. Sepi sekali suasananya. Namun tiba-tiba, aku mendengar ada orang yang sedang berbicara tapi pelan sekali. Karena penasaran, akupun segera keluar dari kamar. Setelah kuperhatikan ternyata suara itu dari kamar tante. Akupun coba mengintip.

Di dalam kamar kulihat Tante dan Mas Irwan (anak kost rumah sebelah) tampak duduk berdua di ranjang tante. Walaupun kamar Tante Atik memakai lampu lima watt, namun mataku masih sanggup melihat dengan jelas. Kulihat sebentar-sebentar Mas Irwan pipi Tante Atik sambil tangannya dengan tenangnya mulai membuka baju Tante Atik dan tinggal mengenakan BH.

Kuakui, tanteku memang masih tergolong muda, masih berusia 37 tahun. Tubuhnya montok, kulitnya putih, wajahnya cantik. Rambutnya pendek, tubuhnya langsing. Tak lama kemudian Mas Irwanpun melepas BH tanteku. Duh…, ternyata susu tante montok sekali. Diam-diam aku mulai terangsang. Kontolku mulai tegang.

Berikutnya kulihat Tante Atik ganti melepaskan baju Mas Irwan . Satu persatu kancing bajunya dilepas, Boleh juga tubuh Mas Irwan , tegap dan atletis. Wow…, mereka kemudian saling melumat bibir. Saling mengelus punggung. Sebentar-sebentar tangan Mas Irwan meremas-remas susu Tante Atik , kemudian kulihat Mas Irwan membuka ritsluiting rok yang dipakai tanteku, kemudian dilepasnya rok itu sehingga tanteku cuma memakai celana dalam saja. Adegan berikut tanteku ganti membuka kancing celana Mas Irwan , kemudian ditariknya sehingga lepas dan tinggal celana dalamnya saja.

Setelah itu kembali keduanya berpelukan lagi dan saling berpagutan mesra sekali. Kemudian Mas Irwan mencium leher Tanteku, lalu susunya, lalu perutnya, lalu pahanya. Dan kemudian tangannya memelorotkan celana dalam Tanteku. Lepas!. Tahap berikutnya Mas Irwan melepas sendiri celana dalamnya. Kulihat kontol Mas Irwan besar dan panjang seperti punyanya orang bule. Jantungku berdetak keras sekali. Bahkan kontol ku ikut-ikutan menjadi keras. Apalagi melihat keduanya kemudian sama-sama dalam posisi berdiri, saling berpelukan, lagi-lagi saling melumat bibir.

Selanjutnya Mas Irwan memasukkan kepala kontolnya ke lubang memek tanteku. Sesudah itu mereka berpelukan rapat sekali sambil menggoyang-goyang pinggul masing-masing. Cukup lama. Akhirnya mereka berdua sudah sama-sama orgasme. Sepuluh menit kemudian Mas Irwan telah menindih tubuh Tante Atik , apa yang kulihat memang benar-benar mengasyikkan. Maklum, baru sekali itu aku melihat dengan mata kepala sendiri adegan seks yang dilakukan orang lain. Esok harinya aku bersikap biasa-biasa saja seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa tadi malam. Kulihat Tante juga bersikap biasa-biasa saja. Makan pagi bersama.

Sore harinya pembantu tante menyediakan teh manis dan roti. Kulihat, pembantu Tante Atik yang namanya Teh Minah ini tergolong montok seksi juga. Umurnya kira-kira 19 tahun. Terus terang, nafsuku jadi bangkit melihat susunya yang montok itu. Kata tanteku Teh Minah itu sudah punya satu anak, tapi ditinggal di desanya. Paginya saat aku jalan-jalan di sekitar terminal bis, aku bertemu dengan teh Minah.

“Mau kemana Teh”, tanyaku.
“Ke Kampung mas…, nengok anak ..”. jawabnya agak genit.
“Aku ikutan ya Teh” kataku
“Boleh... ayukkk” jawabnya sambil menarik tanganku

Sampai di kota yang dekat dengan kampungnya aku menyewa salah satu bungalow dengan alasan ingin istirahat dengan santai. Kebetulan rumah Teh Minah juga tidak begitu jauh dari bungalow tempatku istirahat. Aku cari-cari alasan agar aku bisa ngetotin teh Minah. Aku bilang, di bungalow tidak ada yang jualan mie goreng, kalau tidak keberatan aku minta Teh Minah nanti malam nganterin mie goreng. Ternyata Teh Minah mau. Maka tanpa rasa curiga sedikitpun, sekitar pukul 7 malam Teh Minah telah berada di bungalowku mengantarkan mie goreng. Kuajak ngobrol dan bersendau gurau hingga malam. Bahkan obrolanku agak nyenggol-nyenggol dikit tentang seks.

Tanpa kusangka Teh Minah malah bercerita bahwa dia sudah lama tidak melakukannya karena suaminya sudah enam bulan ini meninggal akibat kecelakaan sepeda motor. Tepat pukul 21.30. Teh Minah pamit pulang, namun aku cegah untuk lebih baik jangan pulang karena malam-malam begini banyak orang iseng atau orang jahat.

“Tidur aja di sini Teh, kan itu ada dua kamar. Teh Minah di kamar sebelah, saya di sini”, kataku.
Setelah dia berpikir sejenak akhirnya Teh Minah mau juga tinggal dan tidur di kamar sebelah.

Kira-kira pukul 23.00 aku berjalan pelan menuju ke kamar Teh Minah berpura-pura ngecek pintu kamar.
“Lho Kok teh belum tidur?”, tanyaku pelan sambil menutup pintu.
“Udara di sini dingin banget ya mas...”, katanya sambil sambil memegangi selimut yang menutupi tubuhnya.
“Iya teh... Aku juga kedinginan nih... aku tidur di sini aja ya teh... Boleh?”, kataku.
“Iya Mas... Boleh” jawabnya sambil memberikan tempat di sebelahnya.

Ketika aku merebahkan tubuhku di sampingnya, Teh Minah diam saja. Akupun menarik selimutnya sehingga kami berdua berada di dalam satu selimut. Untuk menghilangkan rasa dingin kucoba memeluk tubuh Teh Minah. Dia tak beraeaksi. Begitupun ketika kugerakkan tanganku meraba-raba susunya yang montok ternyata teh Minah tetap diam. Malah kudengar pelan teh minah mendesah.

Akhirnya aku semakin bersemangat untuk beraksi lebih lagi, maka dengan kepasrahannya itu aku bisa melepaskan baju, BH, rok dan celana dalamnya. Hanya dalam waktu beberapa detik saja kami berdua sudah dalam keadaan bugil tanpa sehelai benangpun. Akhirnya malam itu aku dengan mudah bisa ngetotini Teh Minah hingga dua kali, dan Teh Minah mengalami orgasme hingga berkali-kali.
“Terima kasih ya Mas, Sudah lama aku nggak bisa ngerasain sampai klimaks, Suamiku dulu nggak bisa”, bisiknya sambil mencium bibirku.

Sore harinya aku dan teh Minah sampai di Bogor dan sikapku biasa-biasa saja terhadap Teh Minah , seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa. Hingga Pukul 12 malam, ketika aku mulai mau tidur lagi-lagi aku mendengar desahan yang pelan sekali. Pasti di kamar Tante Atik . Akupun pelan-pelan kembali mengintip dari lubang kunci. Wow.... Ternyata kali itu bukan Mas Irwan , tetapi Mas Eddy . Wah, Tanteku ternyata wanita yang doyan seks. Malam itu seperti kemarin-kemarin juga. Mas Eddy kulihat menyetubuhi tanteku dengan berbagai posisi. Bahkan sempat kulihat Tante Atik berada di posisi atas. Gila!, Dalam hati, diam-diam aku juga kepengin bisa ngerasain memek tanteku, maka aku jadi sering membayangkan betapa nikmatnya jika aku bisa menyetubuhi tanteku sendiri. Tapi, ya apa salahnya, toh tanteku mau dientot oleh Mas Irwan dan Mas Eddy . Semalaman aku tidak bisa memejamkan mata karena sibuk mencari carai supaya aku bisa ngesek dengan Tante Atik ..

“Nte... Hari ini aku ultah lo... kita keluar yuk ”, kataku di pintu kamarnya Tante Atik.
“Eh... Selamat ya ....Happy Birthday, ayo kita keluar”. , ujar Tante sambil dijabatnya tanganku.

Malam itu aku nonton film di bioskop yang pukul 21.00, dan pulang nonton sekitar pukul 23.00 Sampai di rumah, Tante Atik nggak bisa masuk ke kamarnya.

“Aduh, tadi aku taruh di mana ya kunci kamarku?”, kata Tante sambil mondar-mandir.
“Tadi ditaruh di mana nte?”, jawabku bohong. Padahal, sebelum berangkat, pada waktu Tante Atik ke kamar mandi sebentar, kunci kamar yang digelatakkan di dekat meja telepon sempat kusembunyikan di bawah kursi.

Akupun pura-pura ikut sibuk mencari. Sekitar setengah jam nggak ketemu, akhirnya aku bilang,

“Udah nte... Tante tidur aja di kamar Robby, biar Robby tidur di sofa aja..”.
Akhirnya Tante Atik tidak punya pilihan lain, tidur di kamarku dan aku tidur di sofa. Namun sekitar setengah jam, aku masuk ke kamar.
“Nte ....Di luar dingin Tante, Robby tidur di sini aja ya? Nggak apa-apa khan?”, tanyaku.
“Gak papa... tutup pintunya ya... ”, jawab Tante.

Akupun merebahkan tubuhku di samping tubuh Tante Atik . Jantungku berdetak keras, otakku terus mencari bagaimana cara memulainya.

“Nte... tante tidurnya ngadep sini dong”, kataku pelan.

Akhirnya tanteku membalikkan badannya, miring menghadap ke arahku. Seolah-olah tidak sengaja, tanganku menyenggol susu Tante.

“Eh... Maaf Tante, nggak sengaja..”. kataku
“Ah.., nggak apa-apa Rob” tante Atik menjawab sambil matanya terpejam
“Nte..., susu Tante masih kencang ya”, pancingku.

Kulihat Tanteku membuka matanya dan tersenyum. Melihat itu aku semakin memberanikan diri.

“Boleh saya memegangnya nte... dikit aja kok nte?”, bisikku,
“Ehmmmm.... boleh... tapi sebentar aja ya”. Jawabnya sambil menyodorkan dadanya kearahku

Mendengar jawaban itu maka tanpa menunggu lama tanganku segera bergerak meraih gundukan kenyal susu tante.

“Susu tante emang bener-bener masih kenceng, kasih susu perawan”. Kataku sambil tanganku mulai menyusup ke BH-nya.

Tante atik tak bereaksi, bahkan mata tante Atik tetap terpejam, maka akupun memberanikan diri melepas kancing baju Tanteku satu persatu dan akhirnya aku berhasil melepas BH Tanteku dengan mudah. Tampaklah susu yang montok padat berisi. Akupun meremas-remasnya. Lama kelamaan, tampaknya tanteku mulai mendesah, nafasnya mulai memburu. Tiba-tiba dilumatnya bibirku dengan ganasnya. Kulihat Tante mulai membuka kancing bajuku satu persatu dan akhirnya aku tanpa baju.

“Tante, saya belum pernah..”, bisikku pelan. Tentu saja aku berbohong.
“Nggak apa-apa, nanti Tante ajarin..”. jawabnya sambil bibirnya menciumi dadaku.
Tante melepas sendiri rok dan celana dalamnya. Kami berdua sudah dalam keadaan telanjang bulat.
“Tante, a..a...aaku...aku....”, aku berpura-pura gagap.
“Udah... nurut aja...nanti Tante yang ajarin..”, bisiknya.

Begitulah, akhirnya keinginanku untuk menyetubuhi Tante Atik berhasil. Malam itu aku bermain hingga mencapai klimaks dua kali, namun Tante Atik malah berkali-kali mengalami orgasme.
“Rob... kamu telah membohongi Tante ya...! Ternyata kamu udah pinter banget...! tapi gak papa... malam ini Tante bener-bener puas..!”, bisik Tanteku sambil memagut bibirku dengan lembut. Malam itu aku dan Tante tidur berdua telanjang bulat di bawah satu selimut sampai pagi hari.

Sejak peristiwa itu, tante Atik tak lagi mau menerima kedatangan Mas Irwan dan Mas Eddy di kamarnya. Sebab malam-malam selanjutnya aku selalu berada di dalam kamar tante Atik. Tiada malam yang tidak kami lewatkan dalam mengejar kenikmatan dan kepuasan seks.lihat cerita seks selanjutnya di inginseks22.com

Tags: Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Subscribe to receive free email updates: