Cerita Seks - Hadiah Terindah dari Pimpinanku yang Cantik

Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Panggil saja aku Tito, bekerja sebagai teknisi elektronik pada sebuah perusahaan di Bogor, aku lebih sering dapat tugas di luar kota, aku masih umur 28 tahun dan tinggal sendirian di tempat kost, sehingga banyak waktu yang kuhabiskan hanya berada dalam kamar kost. 

www.cerwasa.com

Cerita seks ini adalah cerita yang kualami sendiri dengan atasan tempatku bekerja, sebut saja Mbak Farla , Mbak Farla sebenarnya tidak terlalu dekat dengan semua pegawai bawahan malah cenderung sangat jaga jarak, Mbak Farla ini termasuk perawan tua setahuku umurnya udah 31 tahun, dia gadis berwajah cantik dengan kulit putih mulus, dengan tinggi kira kira 165 cm, banyak sudah pegawai laki-laki yang sering kena omelannya saling curhat, bahkan ada diantara mereka yang pengin memperkosa Mbak Farla.

Suatu hari saat itu udah hampir jam pulang, Mbak Farla dengan muka pucat keluar dari ruangannya mendatangi mejaku memberi kabar kalau toko cabang Bandung terbakar akibat konsleting listrik. 
"Tito kamu mau langsung berangkat apa mau pulang dulu?" kata Mbak Farla yang wajahnya masih kelihatan panik

"Langsung aja mbak..?" jawabku sambil ngeberesin alat-alat.
"Tapi Pak Soni udah pulang tu, kamu yang nyopirin ya? Kata mbak Farla
"Iya mbak... siap?" jawabku
"Tapi ntar aku pulang dulu lho ... kamu yakin nggak pulang dulu?" tanya Mbak Farla
"Gak Mbak... ntar aku numpang mandi ditempat Mbak Farla aja ya?" jawabku

Sesampai dirumah Mbak Farla aku disuruhnya untuk segera masuk ke dalam rumah.

"Kamu mandi duluan Tit, aku mau cari info ke Bandung dulu gimana kondisi toko sekarang" printah mbak Farla
"Yah kirain mau mbak ajak mandi bareng" jawabku mennggodanya.

Tiba tiba Mbak Farla melempar handuk kearahku

"Cepetan mandi... keburu malam" bentak Mbak Farla sambil tertawa

Selesai mandi aku kembali keruang tamu sambil mencari-cari Mbak Farla , sampai di pintu kamarnya yang sedikit terbuka terlihat Mbak Farla sedang bugil dan berdiri mengeringkan tubuhnya, lalu ku ambil hp ku dan ku rekam peristiwa langka itu, sebenarnya sih pengen langsung masuk kekamar dan langsung dekep dan ngentotin Mbak Farla tapi aku gak punya keberanian tuk melakukan itu, lalu aku kembali ke ruang tamu dan duduk disofa sambil nonton hasil rekaman tadi

"Ayo Tit... berangkat?" tiba tiba suara Mbak Farla mengejutkan ku dari belakang
"Eeehh... ii yyaaa... Mbak" jawabku dengan kaget sambil memasukkan hp ke dalam kantong celana dan menoleh kearah Mbak Farla, “Huh” lega rasanya ternyata Mbak Farla jauh dari sofa kalau ketahuan bisa kacau runyam urusannya. Saat itu Mbak Farla kelihatan cantik dan seksi banget

Singkat cerita mobil kami berjalan menuju Bandung , jalan lumayan macet sih sampai ahkirnya hampir jam 9 malam kami sampai Bandung toko masih terlihat beberapa pengunjung, aku dan Mbak Farla masuk kedalam dan disambut oleh Hendra, Hendra adalah kepala toko disini, sebentar kemudian Mbak Farla terlihat berbincang dengan Hendra, aku sendiri diluar sambil merokok

Saat itu toko jam menunjukkan pukul 21:15 aku mulai bekerja dengan cepat, semua peralatan yang tercium bau kabel terbakar cukup menyengat, Mbak Farla yang tadi duduk dikursi mendekat dan duduk berjongkok disebelahku bau wangi aroma parfum sun flower dari tubuh Mbak Farla menyerang hidungku,

"Gimana Tit... parah?" tanya Mbak Farla
"Enggak juga mbak" jawabku singkat

Mbak Farla yang disebelahku sesekali memandangku seakan puas dengan hasil kerjaku.

"Selesai Mbak" kataku sambil menatap mata mbak Farla

Selesai memasukkan perlengkapan, aku mengangkat tas dan hendak berdiri tiba tiba tangan lembut Mbak Farla memegang lenganku

"Nanti keluarnya bareng" kata Mbak Farla setengah berbisik lalu aku duduk dikursi sebelah kanan Mbak Farla, sedangkan sebelah kirinya Hendra yang sibuk cek kertas-kertas dokumen. Mbak Farla terlihat memegang Hp dan mengetik lalu memberikan Hp nya kepadaku

"Tit... Kamu jangan keluar dulu, aku takut kalau cuma berdua sama Hendra " itu tertulis layar Hp nya tp belum dikirim, Mbak Farla menengok kearahku aku pun mengangguk pelan tanda mengerti sambil menyodorkan Hp ke tangan Mbak Farla sengaja aku menggenggam jemari Mbak Farla, Mbak Farla sedikit kaget tapi Mbak Farla tidak berusaha melepas genggaman tanganku malah mengambil Hp nya dengan tangan kiri dan tetap menggenggam tanganku, terlihat beberapa kali Hendra melirik kearah tangan kami tapi Mbak Farla cuek malah sesekali mengangkat tanganku dan ditempel kepipinya, sungguh aneh peristiwa ini

Setelah Hendra selesai menyelesaikan dokumen-dukumennya kami pun melangkah keluar dan berlalu dari toko dan berhenti disebuah warung sate kambing

"Laper nih Tit...makan dulu yuk " kata Mbak Farla sambil mematikan mesin mobil
"Loh...bukannya Mbak Farla nggak doyan daging kambing?" tanyaku
"Engga tau nih ... rasanya pengin banget” jawabnya

Selesai makan waktu sudah menunjukkan pukul 11:05

"Kita mau langsung pulang Mbak?" tanyaku
"Kalau gak pulang... emang kamu mau ajak aku kemana?" tanya Mbak Farla sambil tersenyum
"Mbak Farla pengen kemana... kalau mau pulang juga nggak papa" kataku sambil memasang sabuk penman
"Beri aku kejutan Tit" kata Mbak Farla sambil menyetel kursi mobil nya kebelakang dan mulai rebahan, kini aku yang bingung mau kemana, Tapi tak berapa lama aku temukan tempat.. Pantai.

Mbak Farla terlihat udah terlelap dijok penumpang dengan posisi membelakangiku kaosnya sedikit terbuka terlihat bagian belakang pinggang nya yang putih membuat otakku jadi ngeres, ahkirnya sampai juga di pantai, keadaan sudah sepi, hanya terlihat beberapa tenda dipinggir pantai, mobil langsung aku parkir.

Mbak Farla masih tertidur pulas, aku keluar untuk mencari kamar hotel, begitu dapat aku langsung urus check in dan menuju kamar ternyata unik juga hotelnya tiap kamar berupa rumah jadi bisa parkir didepan kamar. Setelah memasukkan barang bawaan kekamar kubangunkan Mbak Farla yang masih tertidur

"Mbak... Mbak Farla... bangun... pindah ke kamar yuk" sambil kugoyang lengannya tapi sepertinya Mbak Farla tidak merespon,

Melihat wajah cantik Mbak Farla yang tertidur jadi membuat dadaku berdesir, tanganku masih menempel di lengannya yang terasa halus banget, ditambah aroma parfum yang terpancar dari tubuhnya membuatku semakin horny, kuangkat tanganku dari lengan Mbak Farla dan pindah ke bagian keningnya sambil kuelus elus pelan dari bawah sampai bagian rambutnya, perlahan kudekatkan bibirku kebibir Mbak Farla yang sedikit terbuka dan kucium bibirnya dengan lembut.

"Mbak Farla ... bangun dong..." kali ini sambil ku usap usap bagian kepalanya dan dengan jempolku ku eluskan dikeningnya, perlahan Mbak Farla membuka mata
"Ehm.... ini dimana Tit..?" tanya Mbak Farla bingung sambil bangun
"Di hotel Mbak... pindah dalam aja tidurnya" kataku
"Hotel....?" Mbak Farla bingung sambil keluar dari mobil.
“Iya mbak....” jawabku
"Kok di Hotel Tit?" tanya Mbak Farla
"Lha kan... tadi mbak minta surprise?" jawabku
"Pesan kamarnya berapa? " tanya Mbak Farla
"Satu mbak... abis cuma tinggal 1 ini" jawabku
"Beneran dapat kejutan juga aku..." kata Mbak Farla sambil menepuk punggung dan tertawa.

Didalam kamar Mbak Farla langsung masuk kamar mandi dan ganti baju sedangkan aku masih didepan pintu sambil merokok. Tiba tiba Mbak Farla udah dibelakangku, Mbak Farla sudah ganti baju dan cuma memakai kaos pendek ketat dan celana kolor sepaha, bener bener terlihat beda dan cantik banget.

"Kalau kamu di dalamkamar nggak boleh merokok" kata Mbak Farla sambil membuang rokokku dan menarik tanganku masuk kedalam kamar.

Saat aku menutup pintu dan menguncinya tangan Mbak Farla masih memegang lenganku sampai aku berbalik badan tubuh Mbak Farla tepat didepanku, tiba-tiba Mbak Farla mendekatkan bibirnya kebibirku dan mulai menciumiku. aku yang masih kaget cuma bisa terdiam tanpa melakukan balasan, sementara bibirku terus diciuminya dan tangan kanan Mbak Farla terus mengelus dan meremas rambutku sadar aku cuma diam saja Mbak Farla menghentikan ciumannya, dan memandangiku dengan heran.

"Kenapa Tit...?" tanya Mbak Farla lirih
"Aaakku... aakuu" aku terbata bata menjawabnya Mbak Farla cuma tersenyum melihatku kebingungan, lalu Mbak Farla meraih tanganku dan menarikku menuju ranjang, Mbak Farla langsung duduk ditepi ranjang sedangkan aku masih berdiri disisi kirinya,
"Mendekatlah Tit" kata Mbak Farla sambil menarikku menghadap tepat depan tubuhnya, kedua tangan Mbak Farla memegang pinggangku lalu mulai meraih ikat pinggangku dan berusaha melepasnya, pikiranku semakin tambah bingung.

Mbak Farla keliatnnya udah nafsu banget, setelah berhasil melepas ikat pinggang dan kancing celana jeansku jemari Mbak Farla juga langsung membuka resleting celanaku.

"Mbak Farla...." kataku sambil meremas rambutnya
"Tit... bantu mbak bukain celanamu ya" kata Mbak Farla yang berusaha membuka celanaku,

Tanpa menjawab aku segera menurunkan celanaku hingga sepaha dan kontan terlihatlah gundukan batang penisku yang sedari tadi udah ngaceng, dengan lembut Mbak Farla mengelus elus batang penisku yang masih terbungkus celana dalam hingga sekitar 1 menit Mbak Farla mengelus elus dari bawah keatas, lalu di bukanya perlahan celana dalamku kebawah dan mulai terlihat kepala penisku dengan cairan bening mulai keluar.

Mbak Farla pelan pelan mengeluarkan seluruh bagian penisku dan mulai mengocoknya dengan lembut, dadaku pun berdegup kencang, takut, malu, nafsu bercampur aduk jadi satu, tubuhku mulai menggigil dan seperti dialiri setrum listrik yang halus merambat di sekujur tubuh dan terpusat di kemaluanku. Tenggorokanku terasa kering, dan susah bicara.

Batang kontolku yang tegang berdiri tegak masih dengan lembut dikocok dan dielus elus, terasa sangat nikmat saat tangan lembut Mbak Farla menyentuh kepala penisku, tak berapa lama Mbak Farla menarikku supaya aku duduk ditepi ranjang, sedangkan dia berganti posisi berjongkok dilantai dengan posisi itu batang penisku semakin mengencang.

Hembusan nafas dari hidungnya terasa hangat di kulit kemaluanku ketika dia mengamati penisku dengan pandangan gemas sambil sesekali matanya memandang kearah mataku dengan raut wajah nakal, tubuhku mulai menggigil dan seperti dialiri setrum listrik yang halus merambat di sekujur tubuh dan terpusat di kemaluanku.

Tenggorokanku terasa kering, dan susah bicara, karena nafsuku yang mulai menggebu. Nikmat yang luar biasa menjalar ketika lidah Mbak Farla yang cantik ini mulai menari di kepala penisku. Dijilatinya kepala penisku berikut batangnya. Setelah itu dengan rakus dikulumnya batang kontolku, Mbak Farla memaju-mundurkan kepalanya ketika mengulum dan menghisapi penisku. Sesekali Mbak Farla menghentikan kulumannya untuk ganti menjilati batang kemaluanku.

Sesaat kemudian, kembali batang penisku menyesaki mulutnya. Sementara mulutnya menikmati kejantananku, tangan Mbak Farla mengelus-elus kedua buah zakarku. Hingga Aku merasa begitu nikmat, tanganku meremas-remas kuat rambut Mbak Farla . Mbak Farla semakin cepat mengulum dan menghisapi penisku. Kadang mulutnya dimiringkan, sehingga penisku membuat pipinya tampak menggelembung kadang dilepas dan gantian tangannya yang lembut mengocok batang kemaluanku.

Sesaat kemudian dikeluarkannya penisku dari mulutnya, dan kembali dijilatinya seluruh permukaan penisku sambil tangannya mengurut-urut buah zakarku, terasa teramat sangat nikmat.

"Ooohhh....Mbak... Mbak... uuughh.... aarrrrhhhh... ssssttt... aku gak kuat Mbak... aku mau keluarrrr... aaahhhh... " kataku seraya mengangkat kepala Mbak Farla yang masih terus mengulum batang kontolku
"Keluarin aja Tit.... " kata Mbak Farla yang lalu kembali memasukkan batang penisku kedalam mulutnya, Kepalaku mendongak. Satu tanganku mencengkeram kepala Mbak Farla dan satunya meremas pundaknya aku menarik napas panjang untuk memperlambat rasa nikmat hasil jilatan Mbak Farla pada batangku, aku masih tidak percaya kalau wanita secantik mbak Farla bisa memberiku oral seks sedemikian nikmat
“Ouughh.. aaaaaaahhhh... Mbak... uuughh... " Batang kontolku terasa semakin menegang sangat kuat desakan sperma udah serasa ada diujung kepala penis dan siap menyemprot keluar.

Tahu aku akan keluar Mbak Farla semakin mempercepat mengulum batang kontolku, dia makin liar menyedot semua batangku masuk ke mulutnya.

"Aaaaaahhhh... Mbak Farlaaaa... aakkuu... nggakk.. taahhaan... aku sudah tidak tahan lagi” kataku sambil mengerang nikmat, akupun telah menyeburkan spermaku. Saat itu, Mbak Farla mengeluarkan batang kontolku dari mulutnya dan mengocoknya dengan kencang dari bawah keatas hingga kepala kontolku berulang ulang, sampai ahkirnya aku merasakan puncak kenikmatan yang diikuti semburan sperma yang kuat yang menyemprot beberapa kali keatas, Mbak Farla masih terus mengocok batang kontolku hingga semprotan sperma terahkir keluar dan ia pun mulai memperlambat kocokannya, nafasku terengah engah sambil aku memandangi wajah cantik Mbak Farla yang berada dibawahku, terlihat pipinya terkena cipratan cairan lendir spermaku tapi terlihat dia tidak memperdulikannya.

Mbak Farla kemudian kembali menjilati batang kemaluanku, menjilati sisa sisa lendir sperma sampai bersih. Tubuhku terasa lemas, saat Mbak Farla bangkit berdiri, tanpa pikir panjang aku menarik pinggang Mbak Farla mendekatiku dan memerosotkan celana kolornya kebawah, dengan bantuannya celana kolor dan celana dalam berwarna putih Mbak Farla sudah berhasil kulepas, saat berada dihadapanku aku menarik tubuh Mbak Farla semakin mendekat, lalu ku angkat keatas kaosnya dan kuciumi perut Mbak Farla, sedangkan Mbak Farla memandangiku sambil mengelus elus rambutku, tubuhnya terasa hangat saat aku menjilat dan menciumi bagian perut Mbak Farla .

"Tadi Enak ya Tit... " kata Mbak Farla sambil mengelus keningku,

Mata kami berpandangan, senyum Mbak Farla terlihat begitu indah, wajahnya terlihat sangat cantik,

Kutarik tubuh Mbak Farla hingga ia terduduk di sebelahku di ranjang, dan langsung aku mendekatkan bibirku ke arah leher Mbak Farla, dan menciuminya, pelan namun pasti bibirku menari nari diarea leher Mbak Farla, aku mencium telinganya, menjilat lembut, lalu turun ke leher dan

"Ssssshhhh....", Mbak Farla mendesah pelan sambil mendongakkan kepala dan memejamkan matanya, memberikanku kebebasan untuk makin menjilat dan menciumi lehernya.
"Aaghh..Titoooo..." Mbak Farla mendesah lagi diiringi dengan suara kecupan mulutku di lehernya.

aku tetap menyerbu lehernya, rahangnya, desahan kecilnya membuatku semakin bernafsu. Aku berpindah ke depannya. Menariknya berdiri, lalu menciumi lehernya lagi.

"Tito.... aaaghh....oohhh" Mbak Farla terus mendesah saat kuciumi.

Aku mencium bibirnya, dia membalas dengan lembut, bibir kami berpagut untuk beberapa saat. Aku menekan kepalanya agar mendapatkan ciuman lebih dalam, lalu meraba dadanya dan perlahan memasukkan tanganku kedalam kaosnya dan mengelus elus puting susu Mbak Farla, sambil terus mencium bibirnya.

"Ohhhh Tito...ohhmmmhhh, Enak Tit..." suara desahan Mbak Farla semakin tak keras.

Sesaat ku lepaskan ciumanku dan mengangkat kaos Mbak Farla keatas dan melepasnya, Mbak Farla sudah benar-benar pasrah, kulihat tubuh Mbak Farla yang begitu mulus dan sudah telanjang bulat dihadapanku. gadis cantik yang selama ini tak pernah terbayang untuk bisa bercinta dengannya sekarang sedang menikmati keindahan nafsu berdua.

Payudara Mbak Farla terlihat mengencang, putingnya kelihatan mungil kemerahan, sungguh meningkatkan nafsu birahiku. Kembali kuciumi leher dan bibir Mbak Farla, tanganku meraba raba kedua payudaranya, memainkan kedua putingnya dengan ibu jariku

"Eeemgghh... Tito...." ia mendesah dan sedikit menggelinjang saat putingnya ku permainkan agar ia semakin terangsang.

Sambil tetap berciuman dan meremas remas dengan lembut payudara Mbak Farla , aku perlahan menggiringnya mundur dan merebahkannya di atas ranjang, Mbak Farla tau diri dan mengambil posisi terlentang dan melebarkan kakinya. Aku yang masih berdiri mulai naik ke ranjang sambil melepas bajuku, dengan posisi menindihnya aku mulai menciumi lagi Mbak Farla, aku pengen foreplay yang lama karena aku masih agak lemes akibat disepong sampai muncrat tadi.

Aku masih terus menjelajahi tubuhnya dengan bibir dan lidahku, sampai akhirnya aku tiba juga di atas vaginanya yang bener bener mulus, bulu jembut Mbak Farla terlihat hampir tidak ada. Vagina Mbak Farla benar benar terlihat sangat indah berupa bukit kecil putih mulus di selangkangnya bener bener sangat menggoda untuk segera memasukkan batang kontol kedalam lubang memeknya, tapi nanti aja dulu kunikmati dulu saja dengan lidahku. Bibirku kembali menari diatas perut Mbak Farla, turun dan turun keselangkangannya sambil menjilati paha dalam Mbak Farla yang kulitnya terasa begitu lembut,

"Sssshhhhhh... aaaaaahhh..t... aaaaaahhh..." terdengar lembut desahan Mbak Farla saat lidahku bergantian menjilati bagian paha dalamnya.

Tangan Mbak Farla terasa meremas dan menarik rambutku, sepertinya Mbak Farla sudah tidak sabar memintaku mengarahkan lidah ke lubang memeknya, pertama tama jariku mengelus elus lembut memek Mbak Farla , ternyata sudah demikian basah, dengan lembut ku elus kelentit Mbak Farla, kutekan sambil kuelus dengan lembut kelentit Mbak Farla yang sudah licin

"Acchhh....Ehhgh... iihh.. aaahhh.. eggmhh... sssss... eessssttt... Tiiittt.. enak Titooooo... eessss.... ssssttt..." desahan Mbak Farla terdengar begitu menggairahkan

Selanjutnya kuarahkan ujung lidahku kelubang memek Mbak Farla , Dan dalam sekejap lidahkupun segera bermain main dengan kelentit Mbak Farla, wajahku tenggelam diselangkangan Mbak Farla, lidahku menari nari naik turun menjilati sepanjang lipatan bibir vagina cewek cantik ini, sesekali ku buka lebar lebar memeknya dan menjilati gumpalan kelentit kecil Mbak Farla yang merah dan basah ini, beberapa kali aku harus mengelap memek Mbak Farla dengan tissue karena sudah banjir oleh lendirnya dan air ludahku.

"Aaaachhh... sssss... eessssttt... Enak banget Tiittt... aaahhh... oohhh... nikmat banget eesssttt... aahhh..." "terussss... Enak banget... ouuhhh... aaahhh... aaahhh..." Mbak Farla terdengar begitu menikmati jilatan ku,

Sesekali kuangkat tanganku keatas dan meremas remas payudaranya.

"Tit... aahhh... uuuhh... uuudahh Tit... udahh...., Mbak mau keluar... " tangan Mbak Farla berusaha mengangkat kepalaku yang sibuk menjilati lubang vaginanya namun aku tidak mau melepasnya
"Tito ... udah ... Mbak pengen klimaks pas kamu entot aja.... aaahh... " Mbak Farla terus merengek minta dihentikan, dan pengen menikmati klimaks saat aku genjot memeknya dengan kontolku, enak aja, nanti dulu aku buat kamu lemes keluar sampai berkali kali kataku dalam hati
"Tito udah... masukin aja sekarang ..." pinta Mbak Farla lagi
"Mbak... aku pengen puasin Mbak berkali kali" kataku sambil melanjutkan menjilati memek merahnya
"Tito ... aaaahhh... uuuuhhh.... ooouuhhh..." tubuh Mbak Farla sedikit terangkat berusaha untuk duduk namun aku menahannya dengan tanganku hingga dia kembali rebah. Sementara ujung lidahku semakin cepat menjilati bagian kelentit Mbak Farla dengan sesekali melepas jilatanku dan mengigit pelan digundukan memeknya hingga Mbak Farla menjerit pelan, nafas Mbak Farla sudah terdengar tidak teratur mendesah desah saking keenakan, sampai ahkirnya...

"Tito ... aahhh... uuuhh... aahhh... aahhh... uuuhh... aahhh... aahhh....sstt... Tito aku keluar sayang ahh..." pinggul Mbak Farla berguncang naik turun disertai desahan dan nafasnya yang terdengar keras,
"Aaahhh... aahhh... uuuhh... aahhh... ssss....aahhh... aahhh... haahhh...Aku keluarrrrrrrrrr" tubuh mbak Farla menegang, dan kedua pahanya mengempit kepalaku dengan kuat.

Melihat Mbak Farla udah terpuaskan lalu aku mengangkat wajahku dari selangkangannya bergerak keatas tubuhnya dan mencium pipi Mbak Farla yang masih terengah engah dan lemas.

"udah Tito... aku lemes" kata Mbak Farla sambil memalingkan wajahnya dan membelakangiku
"beneran udah ni?" tanyaku
"Iya udah...... selesai... sekarang aku mau tidur..." jawab Mbak Farla ketus manja
"Yach ... gak seru jadinya, padahal aku udah bayangin pasti enak banget setelah ini..." kataku merayu "Biarinnnn... udah dibilang brenti ya brenti, kalau aku udah gitu trus lemes jadi males" kata Mbak Farla sambil menutupi mukanya dengan bantal
"Okey sayang..." kataku sambil turun dari ranjang dan memakai baju lagi, lalu aku keluar kamar dan merokok.

Ternyata sudah jam 4 pagi, rokok baru habis setengah batang tiba tiba terdengar suara dari dalam "Titooo.... sini donggggg !!!..." mbak Farla memanggilku dengan manja.

Lalu ku matikan rokokku dan membuangnya, aku melangkah masuk tak lupa mengunci pintu, dan langsung naik keranjang aku merebahkan diri disamping Mbak Farla yang terus memandangiku, lalu kudekatkan bibirku ke bibir Mbak Farla dan menciumnya. Entah ini karena peristiwa malam ini aja atau memang benih benih cinta mulai tumbuh. aku termenung sambil memandangi wajah Mbak Farla yang terlihat memejamkan mata sedangkan jemariku mengelus pipinya, lama kelamaan memandangi kecantikan Mbak Farla , aku jadi malah sange sendiri apalagi bagian dadanya cukup terlihat jelas karena selimutnya cuma menyelimuti sampai bagian pinggangnya, aku jadi bener bener pengen ngerasain ngentot memek Mbak Farla.

Ahkirnya aku tak tahan lagi perlahan aku membuat tubuh Mbak Farla terlentang, aku sedikit turun kebawah lalu meraba raba payudara Mbak Farla, Mbak Farla diam mungkin sudah bener bener tidur, tanpa pikir lagi mulailah ku jilati puting susu Mbak Farla dan memainkan puting susu yang kemerahan milik Mbak Farla dengan lidahku, Kuciumi payudara kirinya dan tanganku memainkan puting payudara kanannya. Kupelintir-pelintir putingnya dengan lidahku didalam mulutku. Kuemut putingnya sambil memainkan lidahku. Sementara tanganku meremas payudaranya dengan lembut.

"Eeeeehhhgggg..." tiba tiba suara Mbak Farla terdengar mengeluh dan dia membalikkan badannya ke posisi telungkup, aduh, kayanya emang dia udah tidur mungkin dia merasa terganggu jadi berganti posisi, tak apalah masih bisa kog, Lalu kumulai ciumanku lagi ke punggungya yang mulus ku jilati tengkuk Mbak Farla yang terlihat berbulu hitam tipis, malah baru kali ini aku tau Mbak Farla memiliki bulu ditengkuknya, cewek berbulu dibagian itu nafsu sex nya emang gede

Aku terus menciumi tubuh mulus Mbak Farla hingga kepinggangnya sambil ku remas remas kedua bongkahan bokongnya yang putih mulus, hingga sesekali kubuka untuk melihat lubang memeknya, batang kontolku semakin menegang ngaceng tak tertahankan, sambil mengelus bokong Mbak Farla aku melepas lagi baju dan celanaku hingga aku bugil, lalu aku berusaha membalikkan badan Mbak Farla, lalu aku mulai kuciumi bagian memek Mbak Farla dan menjilatinya seperti tadi hingga lubang vagina Mbak Farla basah dan terlihat cukup licin untuk dimasuki batang penisku, lalu aku mengubah posisi dan mendekatkan batang kontolku ke lubang vaginanya, ku pegang batang penisku lalu bagian kepala kontolku kugesek gesekan kebibir vagina Mbak Farla pelan pelan kuterus mengesekkan dari bawah hingga atas menyentuh kelentit Mbak Farla beberapa kali ku lakukan itu hingga aku udah nggak kuat menahan nafsu yang semakin memburu, kuarahkan ujung kepala penisku ke lubang vagina Mbak Farla dan pelan pelan kudesakkan masuk kedalam.

Srruuupp... srrreeetttt... srrreeetttt... aaaahhh.... batang kontolku masuk separuh, penisku terasa terjepit dan terasa hangat, lalu aku lebih mendekatkan lagi tubuhku dan mulai mendorong batang kontolku supaya masuk lebih dalam, srrreeetttt... srrreeetttt... batang kontolku masuk hingga mentok kedalam memek Mbak Farla , namun berbarengan dengan itu tiba tiba,

"Aaaaaaccchhhh.... ohh... Tito ..." Mbak Farla terbangun dan mengangkat tubuhnya dengan kedua tangannya, aku yang kaget juga belum mencabut kemaluanku dari lubang vagina Mbak Farla , sedangkan Mbak Farla bengong dan terlihat terengah engah, aku menarik tubuh Mbak Farla supaya duduk dan mendekapnya saat itu batang kontolku masih didalam lubang memek Mbak Farla, dan aku memeluk dan mengelus rambut Mbak Farla dengan lembut, kaki kami bersilang dalam posisi duduk lalu mulai kuayunkan bokongku maju mundur perlahan untuk menggerakkan batang penisku keluar masuk lubang vagina Mbak Farla batang kemaluanku seperti disedot dan diremas daging hidup hingga menimbulkan kenikmatan yang tiada tara srrreeetttt... srrreeetttt...

"Aaahhh... uuuhhh..." Mbak Farla mendesah desah dan berbisik ditelingaku, "lebih kuat Tit"

Kemudian aku lebih mempercepat gerakan pantatku maju mundur hingga menimbulkan suara becek, Mbak Farla masih memelukku, sambil menggoyang pinggulnya, aku menciumi leher dan daun telinga Mbak Farla sambil membisikkan kata "Aku sayang mbak Farla?" sambil terus menggenjot memeknya Mbak Farla cuma menggelengkan kepala lalu mendongak keatas sambil mendesah desah lirih

Setelah 5 menit, lalu aku merebahkan tubuh Mbak Farla dan menindihnya, kemudian aku memasukkan batang kemaluanku lagi dan mulai menggenjot memek Mbak Farla. Terasa nikmat sekali ketika batang kemaluanku masuk ke liang senggama Mbak Farla tanganku memegangi leher Mbak Farla dan tangan yang lain meremas payudara dan puting susunya yang terguncang guncang naik turun akibat sodokan kontolku.

"Tito ... aahhh... uuuhh... aahhh... aahhh... uuuhh... aahhh... aahhh...sstt... Tito enak banget..... aaahh..." Mbak Farla mulai meracau.

aku semakin mempercepat gerakan pantatku.

"Aaaaccchh...ooouuhhh.. uuuhhh Titoooo......, Mbak mau keluar" desah mbah Farla.

Akupun merasakan dinding kemaluan Mbak Farla mulai menegang dan berdenyut begitu juga batang kontolku mulai berdenyut hebat. Tubuh Mbak Farla mulai mengejang dan pinggulnya bergoyang naik turun, wajahnya memerah dan memejamkan mata lalu sesaat kemudian dia mencapai klimaksnya,

"Aaahhh... uuuhh... aahhh... aahhh...Tito ... aahhh... uuuhh... aahhh... aahhh..." mbak Farla mendesah menahan nikmat.

Lubang memek Mbak Farla terasa lebih licin, cairan hangat membasahi batang kemaluanku dan suara decakan itupun semakin membecek. Akupun jadi tak tahan lagi merasakan desakan hebat yang akan menyembur keluar dari lubang kencingku.

"Oouuuhhh... mmmpph... aahhh... aahhh..... Mbak... aahhh... aku mau sampaiiiiiiii..." kataku sambil menahan nafas.

Bukannya menyuruh mencabut batang penisku Mbak Farla malah memeluk tubuhku erat dan berkata dengan nafas terengah engah

"Aaaaahhh.. aahh... keluarin Tit"

“Aaaaahhh... ooohhh... Mbak Farlaaaaa...aahhh... uuuhh... aahhh... enak banget Mbak..." Aku mendesakkan mentok batang penisku dalam-dalam dilubang vagina Mbak Farla dan cairan spermaku menyemprot beberapa kali didalam lubang memek Mbak Farla , penisku terasa senut senut dan terasa cairan peju itu terus mengalir keluar,

"I love u Titooooo..." bisik Mbak Farla yang masih memelukku erat

"Dekap erat aku Tit...." aku pun menurut dan memeluk tubuh Mbak Farla sambil menciumi leher dan pipinya, setelah beberapa menit kami saling berciuman aku mencabut batang kontolku dari lubang memek Mbak Farla, dan cairan sperma putih itu sebagian meleleh keluar membasahi selangkangan Mbak Farla, lalu aku merebahkan diri disamping tubuh Mbak Farla sambil memeluknya, mata Mbak Farla terpejam terlihat sangat lelah, namum wajahnya tetep cantik malah tambah cantik karena memerah.

“I love u to Mbak Farla” kataku sambil kembali melumat bibirnya. 

Tags: Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Subscribe to receive free email updates: