Cerita Seks - Ngeseks Pertama Kali dengan Pengasuh Anak


Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

www.cerwas.com

Aku adalah pria lajang yang berumur 27 tahun, dan sudah bekerja. Namun aku belum pernah punya pacar. Saat itu aku ngekost di sebuah kos-kostan yang mana kamar-kamar kost bersebelahan dengan rumah induk si pemilik kost. oleh karena kesibukan sebagai seorang pegawai maka segala urusan rumah diserahkan kepada pembantu yang sekaligus sebagai pengasuh anaknya.

Rina , ya itu nama pembantu juragan kost, dia masih berumur kira-kira 16 tahunan, dia berasal dari kampung di daerah Jawa Tengah, dan dia hanya lulusan sekolah dasar. Wajahnya biasa-biasa saja, kulit putih dan tinggi sekitar 155 cm.

Awalnya Rina ini dimataku gadis yang tidak ada keistimewaan, namun karena setiap hari dialah yang selalu melayani semua kebutuhanku, bahkan sering kali membantuku jika aku sedang banyak pekerjaan. Saat itu aku tahu kalau Rina menaruh hati ke aku, itu terlihat dari cara dia memandangku. Di bola matanya ada binaran cerah setiap kali aku memanggilnya. Namun aku tak mempedulikannya, sebab aku lebih konsen ke pekerjaanku.

Hingga suatu hari, saat juragan kost dan istrinya pulang kampung dalam beberapa hari, yang kebetulan juga para penghuni kamar kost lainnya pada liburan pulang ke rumah masing-masing, dan tinggallah kami berdua di rumah itu. Sehingga suasana rumah yang sepi itu menimbulkan suasana lain di rumah,

Suatu pagi saat aku bersiap berangkat kerja, masuklah Nina ke kamarku untuk menyapu lantai. Saat gadis itu membungkuk menyapu lantai, pandangan mataku tergoda oleh pemandangan yang menakjubkanku. Kedua payudara Nina kulihat tidak terbungkus BH berayun-ayun indah dari balik dasternya, dan seketika itu pula darah mudaku bergejolak, penisku tegang.

Saat aku sedang terbuai dengan pemandangan indah itu, tiba-tiba Rina memegangi perutnya sambil merintih kesakitan. Dengan gerak refleks, aku pegang lengannya sambil aku tanya apa yang dia rasakan. Sambil tetap menekan perut dan menahan rasa sakit, Rina aku bimbing dia ke kamarnya dan membaringkannya ditempat tidur. Kusuruh dia istirahat dan tiduran dulu. Segera aku ambilkan cream penghangat, selanjutnya sambil tiduran dia gosok perutnya dari balik blousenya.

Tetapi tiba-tiba Rina mengerang dan mengaduh lagi, sehingga membuatku sedikit panik dan membuatku segera ikut memegangi perutnya dan sambil ikut mengurut juga. Tak beberapa lama berkurang rintihannya,dan aku masih terus memijit dan mengurut-urut perutnya. Entah setan mana yang hinggap di otakku, aku mulai lagi membayangkan keindahan payudara Rina yang berayun ayun tadi, apalagi gerakanku memijit dan mengurut perutnya tadi rupanya telah membuat Rina terangsang.

Rina mulai memegang tanganku dan membimbingnya ke arah kedua payudaranya yang tidak terbungkus BH. Wow ... begitu tanganku menyentuhnya, gundukan payudara itu terasa lembut dan kenyal. Tanpa disuruhnya lagi tanganku terus menelusup diantara dua payudara itu sambil memelintir putingnya. Gadis itu mulai merintih nikmat, dan erangan halus.

“Ohhhh... massss....”

Tanganku terus dan terus memilin puting payudaranya yang semakin menegang. Rintihan erangannya membuat penisku jadi mengeras dan tegang di dalam celanaku.

"Acchhhh.. Mas.. gelii.. tapi ennakkk, aahh.. eehmm aduuhh nikmat mass.."

Setelah itu, tiba-tiba Rina bangkit dan mendekatkan wajahnya dan mulutnya mengendus-endus leherku. Tanpa menunggu lama, bibirkupun menyambar bibirnya yang telah merah merekah, dan selanjutnya bibir kami saling berpagutan, saling mengulum dan saling mengkaitkan lidah dengan penuh nafsu, sementara tanganku terus meremasi kedua payudaranya yang kenyal untuk meningkatkan gelora birahinya.

Dan benar saja, tiba-tiba tangan Rina mulai melepas kaitan dasternya. Kembali kesadaranku tertegun untuk pertama kali aku menikmati kemolekan tubuh seorang gadis yang hanya memakai CD.

"Ehhh..., Rin... ini sudah jam setengah sembilan... aku terlambat nih", kataku.

Kamipun seketika saling berpandangan dan saling senyum tertahan, dan sambil berpeluk cium, aku berkata,

"Ntar aku masuk bentar aja, kemudian aku minta ijin kalau aku ada keperluan, okey?".
"Ya Mas... entar kita terusin lagi ya Mas, janji lho...". jawab Rina sambil kembali melumat bibirku dengan penuh napsu.

Beberapa saat bibir kami saling melumat, akhirnya kami saling melepas pelukan. Hanya dalam hitungan menit aku telah sampai di tempat kerjaku, dan pura-pura menyelesaikan pekerjaan, aku segera minta ijin untuk pulang karena ada kepentingan keluarga. Ketika aku sampai dirumah, dan sedang ganti baju di dalam kamarku, saat aku buka baju dan celanaku satu persatu, dan saat tinggal celana dalamku, tiba-tiba dari belakang, Rina dari arah belakang mendekapku serta menciumi tengkukku dan wow..., mataku melotot dan mulutku ternganga lebar...rupanya saat aku tinggalkan, dia telah telanjang bulat menunggu di dalam kamarku.

Permainan nikmat kami lanjutkan dengan tangan-tangan kami saling meraba dan dengan ciuman yang penuh nafsu, tubuh kami bisa saling berhimpitan merasakan dekapan penuh gairah birahi, sementara kami berpelukan dan mulut berpagut, penisku merasakan empuknya tonjolan daging di tengah selangkangan Rina yang seolah terbuka memberikan ruang untuk batang penisku.

Dadaku merasakan himpitan bongkahan payudaranya yang lembut dan tusukan puting susunya. Tanganku bergerak dari punggungnya beralih ke pantatnya yang bulat untuk aku remas-remas, sedang tangannya tetap memegang leher dan kepalaku dengan mulut, bibir dan lidah saling menyedot.

"Oooohh.. maas eehh enaakkk..., teruss, teruss.. oohhhhhh" Rina mengerang kenikmatan.

Dengan penuh napsu birahi, aku terus menjilati putingnya yang aku rasakan semakin menegang dan demikian juga dengan penisku yang semakin mengeras, maka penisku kugesek-gesekkan di bibir vaginanya yang telah basah. Lalu sambil mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba bibir vaginanya, namun tiba-tiba dia menjerit.

"Auuucchhh... jangan sekarang mas... bentar lagi".

Maka sementara aku lepaskan kembali dan tangan ku kembali meremasi kedua payudaranya sambil memilin-milin putingnya

"Mass.. iya begitu mas ... emut trs pentilku mas ...teruss..” mulut Rina mulai meracau

Penisku yang sudah semakin keras, terus aku gesek-gesekkan di bibir vaginanya

"Eeeh, eehh.. eehh.. eehh.. eeheh.. aaccch". Demikian lenguhannya setiap aku gesek selangkangannya.
"Massss.... rasanya gimana kalau penis mas kupegang-pegang gini?, geli nggak?" tanya Rina.
"Nikmat sekali Rin, pengin terus dielus-elus, geli geli nikmat eh-eh.. eh" Rina mengesek-gesek pas lubang penisku
"Mas.. beberapa hari ini kan kita hanya berdua saja dirumah, terus gimana enaknya Mas?" tanyanya sambil iseng meremas-remas penisku yang semakin tegak sedang aku memilin-milin puting susunya yang juga semakin menegang, "Kita bercinta terus ya Rin... siang ataupun malam".

Rina bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Tanganku mulai mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya dan aku mulai menindih tubuhnya. Aku rasakan clitorisnya semakin basah, dan dengan lahapnya jari tengahku aku cabut dari clitnya untuk kujilati jariku dan aku rasakan nikmat gurihnya lendir seorang perempuan pertama kalinya.

Rintihan nikmat dan dengus napasnya menaikkan napsu birahiku yang kian membara tapi aku ragu untuk mencoba memasukkan penisku ke lubang vaginanya. Selanjutnya aku mulai merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa dia sadari karena matanya terpejam menikmati gairah yang dirasakan, saat lidahku mulai menjilati lubang vaginanya, kembali dia mendesah keras

"Aaaaaaah.... aduh masssss.. eggh nikmat, aduhh aku gimana nih Mass aahh aku nggak kuat, Mass.. Mas.. eghh.. egh hhgeehh.. Mas." pantat, paha, perut dan kakinya kejang. kepalaku dia tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak
"Ouuuhhhhhhhh.. mass.. aku.. akuu rasanya.. eghh" dan dia bangkit sambil menggemgam penisku yang menantang tegak
"Mas ... sekarang massss ....masukkan Mas.. eehhhhhh" dan dia angkat kakinya sambil telentang dia bentangkan lebar kedua pahanya sambil tangannya membimbing penisku memasuki lubang vaginanya.
"Mas.. tekan yang dalam.. kocok terus vaginaku ....aaahhhhh Mas enakk". Rina meracau semakin gak karuan

Maka penisku semakin cepat bergerak keluar masuk di lubang vaginanya, dan aku rasakan sedotan lubang yang sangat kuat pada batang penisku yang rasanya dikemot-kemot.

"Eehhhhhhh.. teruss. teruss Mas.. maass nikmattttt....yang cepat massss..... terusssss..... oohhhhh .... aku nggak kuat lagi mass ... aku mau kelauarrrrrr.. eeghh.....mass.." tubuh Rina mulai menggelinjang tak tentu arah
"Aaaahhgg-aah.. Rinnnn.... aku...., vaginamu enak bangettt.... kaya ngemut eghh eehhmm.. nikmat.. terus sedot" akupun semakin merasakan kenikmatan yang semakin tinggi
"Ya Masssss ..... Enakkkkkk.. enakk sekaliiiiiiii... lebih dalam masss... lebiih cepattttttt. Aahh aku mau keluarrrrrrr". Rina menekapku kuat sekali
“Acchhh Rinnnn... Aku juga keluarrrrrrr.. ahhhh".

Segera aku cabut penisku dan kukocok-kocok dengan tabganku dengan cepat untuk menyemburkan spermaku, Rina bangkit dan menyongsong batang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang vaginanya.

Mulutnya mengulum dan menyedot penisku sementara badanku terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur habis, sampai Rina menjilati sisa sperma pada kepala penisku dengan bersih. Itulah pengalaman pertama kaliku ngeseks dengan seorang gadis desa bernama Rina .

Tags: Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Subscribe to receive free email updates: