Cerita Seks - Ngetot di Kamar Kost

Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Aku biasa dipanggil Raka, usiaku 22 tahun kuliah di kota S jurusan Ekonomi, di kampus aku punya teman cewek namanya Rani, kuliah di jurusan penjas semester tiga, umurnya 20 tahun, tubuhnya putih, ukuran dada aku berkisar 34b bokongnya semox kenyal. Penampilannya dalam keseharian Rani selalu berjilbab.

www.cerwasa.com

Suatu hari aku dengan bersepeda motor ingin bermain di tempat kost Rani. Sekitar 15 menit aku sudah sampai di depan rumah Rani .

“Permisiiiiii....” aku dengan agak keras berteriak di depan pintu rumahnya
“Ya... sebentarrrrr...” terdengar suara Rani
“Ehhh kamu Ka... tumben ke sini, da apa?” tanya Rani sambil mempersilahkan aku masuk kamar kostnya.
“Gak da papa kok Ran... Cuma mau main aja” jawabku

Saat itu aku di buat ngiler dengan penampilannya. Rani pakai jilbab biru kaos biru muda dan rok lebar panjang berwarna hitam, sepintas roknya tembus gara gara kena sorotan lampu kamar.

“Eh Ka... kebetulan banget kamu datang ke sini, aku lagi ada tugas nih... bantu aku ya” kata Rani sambil mengambil tempat di depanku.
“Terus apa yang mesti aku bantuin” jawabku
“Besok itu aku dapat tugas untuk praktek massage” kata Rani
“Trus aku bantuinnya gimana?“ aku sebenarnya ya gak ngerti apa maksudnya
“Emm ... tolong kamu mau ya aku jadikan objeknya” katanya dengan nada
“Maksud kamu tu, aku mau kamu pijit…? Okey ... aku mau... kebetulan badanku juga lagi capek nih... terus aku harus gimana Ran” jawabku seketika itu
“Sini ikut aku…..” kata Rani bangkit dari tempat duduk sambil tangannya menggandeng tanganku menuju ke tempat tidurnya.

Saat aku berbaring di tempat tidur, tiba-tiba muncul ide isengku

“Masa pijit pakaian gak dilepas Ran... Aku buka baju ya…” otak nakalku mulai beraksi
“Eh... enggak ach.... pakai baju aja... aku kan malu Ka..” jawabnya
“Kalau gak buka baju, ntar ya aku gak bisa ngerasain pijitanmu Ran... “ jawabku

Rani terlihat terdiam seperti memikirkan sesuatu, cewek yang berhijab sedang bersama cowok di dalam kamar, dia kelihatan bimbang. Merasa terlalu lama aku menunggu akhirnya aku berkata,

“Ran... kok malah diem gitu... Sini aku pinjam daster kamu aja... boleh nggak, kalau kagak aku pulang nich” kataku mencoba mencairkan suasana

“I..i..iya ... okey ..okey ... tapi kamu janji, ntar jangan macam macam’ sahutnya dengan rona penuh tanda tanya, bergegas Rani berjalan ke arah lemari untuk mengambilkan daster.
“Ni dasternya... cepet ganti pakaianmu” katanya agak kesal
“Nah gitu donk..., sekarang kamu keluar kamar, aku ganti dulu.

Dalam hatiku aku bersorak kegirangan, ideku berjalan mulus, aku segera seluruh pakaian yang melekat pada tubuhku, termasuk celana calamku, dan kini ku hanya memakai daster . Setelah itu aku segera tengkurap di tempat tidur dan memanggil Rani, dan saat masuk ke dalam kamar, tampak Rani terkejut melihat semua pakaianku ada si atas kursi

“Lho Ka... napa celana juga kamu “ katanya dengan wajah cemberut…
“Ya biar ntar aku dapat ngerasain pijatan kamu...” jwabku sambil tersenyum

Aku berkata dalam hati... tunggu Ran, ntar aku kerjain kamu, kamu gak tau kalau aku sekarang hanya memakai daster. Rani bergegas mengambil buku pelajarannya sambil tangannya mulai memijit pundakku.

“Ran... Biar enak pakai body lotion aja...” kataku

Sambil menggerutu Rani berjalan mengambil lotion dan mengoleskan ke pundakku.. saat jari lentiknya menyentuk kulitku, maka darahku terasa berdesir, bayangan ngeres terus muncul mempengaruhi otakku, sontak senjataku perlahan perlahan berdiri. Saat berikutnya Rani memijit kakiku kanan dan kiri, ketika pijatannya sampai di pahaku

“Ran... mijit jangan dari luar daster terus ... dari dalam dong biar lebih terasa pijitanya.“ jebakkanku mulai kujalankan
“Bawel amat sih…. Malu tau..” jawabnya ketus
“Lo napa mesti malu Ran ... kan tetep tertutup daster .. “ jawabku

Rani akirnya memijit pahaku lalu turun kekaki begitu seterusnya. Jari jemarinya yang lentik lembut saat memijit itu sungguh membuat napsu birahiku terangsang. 15 menit sudah dia memijit bagian belakang tubuhku… selanjutnya Rani menyuruhku berbalik untuk dipijit bagian depan tubuhku. Seketika aku seneng sekali, ingin rasanya Rani cepat dapat melihat senjataku. Namun saat Rani memijit bagian dadaku, aku menggelinjang

“Hey... Ngapain sih... malah kayak cacing kepanasan” sahut Rani
“Geli tauuuuu...” jawabku.

5 menit kemudian, saat Rani hendak turun memijitkakiku, tiba-tiba dia menjerit... dia kaget

“Eh Ka... napa punyamu mencuat gitu..” kata Rani sambil menutupi wajahnya.
“Gak napa-napa kok... udah cuekin aja... ayo lanjutin mijitnya... “ jawabku pura-pura cuek

Akirnya Rani memijit kakiku, namun saat kuperhatikan matanya sering berpaling malu melihat penisku yang berdiri tegak dari balik daster. Rencana mulai aku jalankan, aku berpura pura mengaruk penisku yang tidak gatal… dari garukkan itu sedikit demi sedikit kain daster semakin terangkat ke atas, akupun pura-pura tidak tahu. akhirnya kepala penisku menyembul nonggol ke permukaan.. sontak Ranipun kaget melihatnya.

“Kaaaa... apa apaan sih... “ katanya sambil tangan kanannya menutup wajah, sementara tagan kirinya menarik dasterku tutun.

Rani melanjutkan memijat kakiku. Aksiku kembali aku lanjutkan lagi begitu praktek massage telah selesai.

“Ran... sekarang aku dibantuin dong” kataku sambil tanganku menggenggam senjataku yang telah kukeluarkan dari balik daster. Kontan Rani menutup mata dengan kedua tangannya.
“Eh Ka... tutup dong ...” kata Rani
“Lho Ran...kan tadi aku udah bantu kamu, masa saat aku giliran minta bantuan kamu gak mau, jangan egois donggggg...., aku tu cuma minta tolong tuk ngocokin senjataku ini sampai keluar, masa gitu aja kamu gak mau... yang adil donggg....” kataku pura-pura marah.

Terlihat Rani terdiam, melihat dia diam maka perlahan tanganku menuntun tangan Rani ke senjataku.. saat dia menyetuh batang penisku, spontan ditarik kembali tanganya (mungkin belom pernah kali ya), kuraih kembali tangannya dan kutempelkan lagi, dan ketika dia mau menarik tangannya, aku tekan tanganya sambil ngomong,

”Please Rani.... bantu aku, pleaseeeee...”. kataku memohon

Akirnya Ranipun menyerah, dia mulai mau memegang penisku, kuajari dia untuk mengocok penisku, awalnya pelan, semakin lama semakin cepat, hingga10 menit kemudian ...

“Sudah keluar pa belum Ka....” katanya sambil tangannya terus mengocok penisku
“Belum bisa keluar Ran,…. Kurang rangsangan kayaknya” jawabku memancingnya
“Terus gimana dong, aku sudah capek nih” jawabnya
“Boleh ya... saat penisku kamu kocok, aku pegangin susumu..? jebakkanku semakin berlanjut
“Lho kan tadi mintanya cuma bantuin ngocok doang...? sahut Rani dengan nada membentak.
“Iya... tapi ini mau cepet selesai pa enggak? Jawabku

Tanpa menunggu jawaban, perlahan aku memegang kedua susunya… wow... epuk sekali tangan Rani yang kiri mencoba menepis tanganku tapi tanganku lebih kuat memengang kedua susunya.

“Ran.... kamu mau cepet selesai kan? Kataku

5 menit aku meremas-remas kedua susunya yang empuk, besar dan kenyal itu. Aku tau jika Rani sebenarnya mulai terangsang.. susunya yang semula empuk telah berubah sangat kenyal, dan puitngnya juga semakin membesar. Tanpa dia sadari, aku perlahan lahan menaikkan kaos yang dipakainya, kini terlihat jelas susunya yang besar mulus itu meskipun terbungkus BH.

Aku terus meremas-remas kedua susunya, selanjutnya Rani diam saja saat kuangkat BHnya keatas, sekarang terlihat jelas punting susu yang berwarna merah muda yang membesar. Ku plintir-plintir kedua puting susunya. Sekarang Rani mulai mendesah. Melihatnya mulai terangsang, segera aku kulum kedua putingnya.

“Ka... apa yang kamu lakukan... Raka jangannnn…? Kata Rani mencoba mencegahku
“Tenang Rin... udah nikmati aja...” jawabku sambil terus kuemutin kedua punting susunya bergantian.

Beberapa saat kemudian, tangan nakalku mulai bergelirya di pahanya yang putih mulus, saat tanganku merabai pahanya, tangan Rani sempat menepisnya, tapi tangan rani yang lain tetap melanjutkan mengocok penisku. Kini tangan kananku telah sampai pada pangkal pahanya, kuraba gumpalan daging vaginyanya dari balik celanan dalamnya yang ternyata sudah basah
“Raka.... Stop... jangan...” katanya
“Tenang Ran... biar sama-sama enak, ini rangsangannya udah mulai aku rasaian, bentar lagi pasti keluar” jawabku sambil tanganku mengelus-elus vaginanya.

5 mnt selanjutnya, tanganku mulai menerobos ke bibir vaginyanya lewat pinggiran Cdnya, kurasakan vaginaya ditumbuhi rambunya yang tebel sekali, dan sudah semakin basah. Saat jariku memainkan klitorisnya.

“Aaaah... eehhhhhhh....” Rani mulai mendesah

Selanjutnya aku jongkok, kepalaku sekarang tepat di bibir vaginanya, lidahku segera kujulurkan menjilati vaginanya yang berwarna merah merekah, aku minta Rani turun dari tempat, lalu aku duduk dipinggir kasur, lalu menyuruhnya jongkok di depanku, kuarahkan mulutnya ke penisku. Rani berontak

“Mau apa Raka….” Katanya sambil memandangku

“Tolong emut penisku Ran...” jawabku

“Enggak Ahhh... jijik” jawabnya

Sudah kepalang tanggung, akhirnya aku paksa dia. Saat bibirnya menempel di kepala penisku, Rani tetap menutup bibirnya. Namun sesaat kemudian dia mau membuka mulutnya. Akhirnya Rani mau juga mengulumnya, dan akupun terus meremas susunya.

5 mnt kemudian, aku baringkan rani di kasur, dan kutindih tubuhnya. Saat itulah penisku kugesek-gesekan ke vaginanya yang masih tertutup cd, itu membuat Rani semakin terangsang, dan dia diam saja ketika aku sampingkan cdnya ke kiri dengan tangan kiriku, sedangkan tangan kananku menggenggam penisku dan ku arahkan ke lubang vaginanya.

“Raka.... jangannnn....…. Pleaseeee stoop ...? katanya sambil menggesekan pantatnya
“Tenang Ran... Cuma digesek-gesek aja kok? Jawabku

Lalu aku turunkan Cdnya, tapi tangan Rani secara refleks memengangi Cdnya….

“Hanya di gesek-gesekkin aja kok Ran” kataku

Akhirnya Rina menyerah, dan membiarkan tanganku melepas cdnya. Kini terpampanglah vaginanya yang indah merah merekah di kelilingi rambut hitam yang tebal. Selanjutnya Kugesek dan kadang kutekan kepala penisku di lubang vaginanya. Kadang kurasakan ujung kepala penisku masuk ke dalamnya.

“Ka... itu masuk sudah masuk Raka… Tolong hentikan ... please...” Rani mencoba protes
“Enggak kok Ran…. Hanya aku tekan tekan gini kok….” Jawabku membela diri

Namun selanjutnya, ketika kepala penisku menyentuh bibir vaginanya,

“Aahhhhhh .... uhhhh… Kaaaa… “Rani melenguh sambil tanganya meremas kuat kain sprei. Rani telah orgasme.

Aku terus saja menekan-nekan penisku di lubang vaginaya yang semakin basah dan licin Semakin licin, menyadari itu maka daya tekananku semakin kuperkuat, kini sedikit kepala penisku sudah masuk, agar nantinya kepala penisku bisa masuk seluruhnya maka kakinya aku angkat ke atas aku kaitkan pada pundakku. Patatku kugerakkan maju mundur. Terlihat Rani memejamkan mata sambil mengigit jari.

“Sudah Rakaaaa.... nnn... ntar ... gak bisa n... nn... nahan di...riiii” kata Rani dengan nada terpatah patah merasakan nikmat yang menjalari seluruh tubuhnya

Lalu kupegang pinggulnya, secara bersamaan aku tarik ke belakang, dan kudorong pantatku ke depan, seketika “Sleppppp” seluruh batang penisku telah amblas ke lubang vaginanya. kulihat mata Rani terbelahak, multnya menjerit...

“Addduuuhhhhh.... sakit Kaaaaaaa,…… teegaaaa sekali kamu……” katanya sambil menangis dan mencoba meronta melepaskan diri, tapi kedua kakinya yang bertumpu di pundakku aku pegang erat agar tidak terlepas.

Sesaat aku diamkan batang penisku yang telah terbenam seluruhnya di lubang vaginanya. Lalu dengan perlahan aku mulai maju mundurkan pantatku.

“Aaaaouhhhh enak banget Ran....… auhh aouhhhh….” Aku mulai melenguh

Rani pelan-pelan mulai bisa menikmati gerakan batang penisku yang perlahan bergerak keluar masuk di lubang vaginanya.

“Aauuuhhhh....oohhhhhh.....Rakaaaaa....” Rani mendesah nikmat

Setelah Rani dapat menikmati genjotanku, maka semakin kupercepat gerakan pantatku maju mundur, “cluppp cluppll slepp sleeppp...”

“Aaaaakkkhhh.... akkkhhh enak banget Rannnn…..” aku merasakan akan segera sampai...

Akhirnya.....

“Creetttt...creettt...creettt.... “spermaku menyembur deras di dinding vagina Rani

Aku merebahkan diriku di atas tubuhnya dengan penis masih tegang dan menancap di vaginanya, dan mata Rani dipenuhi dengan air mata.
“Raka... teganya kamu padaku...” katanya sambil tangannya mengusap air mata
“Aku akan bertanggung jawab Ran... sebab aku memang suka sama kamu” jawabku sambil kupeluk dan kucium bibirnya. Kisah selanjutnya di inginseks22.com

Tags: Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Subscribe to receive free email updates: