Cerita Seks - Nikmatnya Memek Tante-Tante Kesepian

Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

www.cerwasa.com

Sudah agak lama aku tinggal di rumah tante Desy , hampir tiada hari yang tidak aku lalui tanpa ngseks. Sebab tanteku adalah tante yang sangat haus akan seks. Sejak ditinggal suaminya meninggal 4 tahun yang lalu, praktis kebutuhan seks nya menjadi hilang, padahal tanteku ini mempunyai libido seks yang tinggi. Sampai suatu ketika rumah tante kedatangan tamu dari Jawa, namanya Tante Tuty. Menurut Tante, Tante Tuty ini tinggalnya di desa jadi agak kolot gitu. Tapi aku melihatnya, aku tidak melihat wajah kolot dari Tante Tuty.Bahkan wajahnya cantik (nggak berbeda jauh dengan tante Desy) dengan postur yang semampai, kulit putih bersih membuat orang tidak mengira kalau Tante Tuty adalah wanita dari desa. Satu-satunya yang bisa meyakinkan kalau Tante Tuty orang desa adalah logat bahasanya yang bener-bener medok.

Hanya dalam hitungan jam akupun langsung akrab dengan Tante Tuty karena orangnya suka humor. Bahkan aku sering ngeledek karena cara ngomongnya yang medok. Wajahnya keliatan agak Indo dengan tinggi kutaksir 165 cm. Pinggangnya langsing, lebih langsing dari tante Desy , dan yang bikin pikiran kacau adalah payudaranya yang lumayan gede. Aku nggak tau persis ukurannya tapi cukup besar yang menyembul dari balik daster.

Pertanyaannya adalah Apakah Tante Tuty haus sex juga seperti kakaknya? Akan merupakan sebuah pengalaman sex yang seru kalo aku bisa menggaulinya. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu berkecamuk dipikiran kotorku. Yang perlu sobat cerwasa.com ketahui bahwa aku mempunyai banyak pengalaman seks dengan tante-tante, apalagi tante tante yang kesepian, sebab menurutku lebih mudah merayu tante-tante untuk diajak ngeseks ketimbang merayu gadis abg.

Dirumah, tante Desy sudah beberapa kali berpesan padaku agar aku tidak samakan Tante Tuty sama sepertinya, rupanya tante Desy kuatir dan cemburu karena ngeliat kemingkinan itu ada. Sampai suatu ketika tante Desy sedang pergi ke Malang selama tiga hari. Setelah tante Desy berangkat aku mulai memutar otak merancang strategi. Dirumah tinggal aku, Tante Tuty dan seorang pembantu. Hari pertama tak ada kejadian apapun. Bebeapa kali aku menggoda Tante Tuty dengan menampilkan gambar-gambar semi bugil, tapi Tante cuek-cuek saja. Hingga suatu sore aku coba mengintip saat dia mandi .

Tante Tuty masuk kamar mandi , aku mulai melihat apa yang dilakukannya didalam kamar mandi . Perlahan kulihat Tante Tuty menanggalkan daster putihnya dan menggantungkan di paku. Wow! Ternyata Tante Tuty tidak memakai apa-apa lagi dibalik daster tadi. Tubuh perempuan STW yang putih mulus kini nampak jelas di depan mataku. Pertama Tante Tuty membasuh wajahnya, tangannya mengelus-elus lehernya, lama.

Perlahan tangan itu mulai merambah payudaranya yang besar. Jantungku mulai berdebar, lututku gemetaran melihat adegan sensual di depan mataku. Jemari Tante Tuty menjelajahi setiap jengkal tubuhnya yang indah dan berhenti diselangkangannya. Tubuh Tante Tuty tiba-tiba bergetar dan dengan mata mengatup dia mulai mendesah... Aacchh! Dan tubuhnya terlihat melemas. Ups! Dia orgasme. Kok cepet banget? Kontolku rupanya sudah mulai bereaksi, maka aku segera mengelus-elus dan mengocoknya, selang beberapa saat keluar juga air maniku dengan diiringi erangan nikmat yang keluar dari mulutku. Disaat mataku terpejam menikmati sensasi kenikmatan. Tiba-tiba kudengar kata-kata lirih tante Tuty.

“Bima , lagi ngapain kamu di situ,” kata tante Tuty.
“Eh,,Ehm... gak lagi ngapa-ngapa kok tan,” jawabku gagap.
“Daripada ngintipin tante mendingan kamu masuk aja,” kata Tante dengan lirih

Dasar aku yang doyan STW. Tanpa menunggu lagi aku langsung masuk ke kamar. Kulihat Tante Tuty melilitkan handuk ditubuhnya. Tapi karena handuknya agak kecil maka paha mulusnya jelas terlihat, putih dan sangat menggairahkan.

“Ngapain kamu pake ngitip aku segala,” ujar Tante Tuty.
“Ehm... jujur aku pengin banget bisa ngeseks ama tante... tapi aku gak berani ngomongnya,” balasku.

Mendengar jawabanku yang seperti itu, Tante Tuty langsung memeluk tubuhku dan menyerbu bibirku dengan rakus dan buas. Bibir, leher, tengkuk dan dadaku nggak lepas dari sapuan lidah dan bibirnya. Ternyata tante Tuty gak jauh beda dengan tante Desy yang sama-sama gila sex.

Sekali tarik handuknya dan wow! Pemandangan indah yang tadi masih jauh dari jangkauan kini bener-bener telah ada dalam dekapanku. Dalam posisi masih berdiri kemudian Tante Tuty membungkuk dan melahap Kontolku yang sudah tegak kembali. Lama kontolku dihisapnya, nikmat sekali rasanya. Tante Tuty lebih buas dari tante Desy. Lima menit kemudian setelah puas mengisap kontolkuku, tante mengambil posisi duduk dibibir bak mandi dan menarik wajahku. Segera kusibakkan rambut hitam lebat indah yang menutupi bibir memeknya. Jilatanku di memeknya membuat Tante Tuty menggelepar. Desahan dan erangan silih berganti keluar dari mulut Tante Tuty.

“Bima ... Gila...kamu pinter sekali, pantesan si Desy selalu memujamu,” cerocos Tante Tuty.
“Emangnya Tante Desy Cerita to?” jawabku sambil terus beraksi menjilati memeknya.
“Iyaaaaaaa.... “ jawab tante Tuty sambil tangannya meremasi rambutku.

Lidahku terus dan terus menjalar menjelajahi setiap jengkal kulit putih mulus Tante Tuty.

“Bima... sekarang ..., aku sudah nggak tahan nih,” kata Tante Tuty lagi.

Masih dalam posisi duduk di bibir bak mandi, kuarahkan Kontolku ke lubang memeknya. Dan sekali dorong batang kontolku sudah amblas seluruhnya ke dalam lubang memeknya. Tante Tuty mengerang dan matanya merem melek setiap kusodok dengan batang kontolku yang sudah besar dan mengkilap. Lama kami bertarung dalam posisi ini, sesekali dia menekan pantatnya biar kontolku lebih dalam. Setelah puas dengan sensasi ini kami coba ganti posisi. Kali ini dalam posisi berdiri, kaki kanannya diangkat dan diletakkan diatas bibir bak mandi. Dengan posisi ini kerasa banget gigitan memeknya ketiga kudodok keluar masuk. Kami berpelukan dan bibir kami saling melumat dengan rakusnya, sementara kontolku masih tetep bergerak keluar masuk.

Beberapa menit kemudian kami berganti posisi. Kali ini posisi nungging. Sambil membungkuk, tante Tuty menopangkan tangan di bak mandi dan dari arah belakang kumasukkan kontolku . Uhh terasa nikmatnya karena batang Kontolku seakan dijepit dengan kuat oleh otot-otot memeknya. Kutepuk tepuk pantatnya yang mulus dan berisi. Tante Tuty mendesis-desis seperti ular. Lama kami bermain dalam posisi ini.

Ternyata tante Tuty ini kuat juga, Tante Tuty memintaku terlentang di lantai kamar mandi . Dalam posisi begitu aku disergapnya dengan kaki mengangkangi tubuhku. Dan perlahan tangan kanannya memegang Kontolku , sedikit dikocoknya dan diarahkan ke lubang memeknya yang sudah banjir. Sesaat setelah batang kontolku masuk seluruhnya, dia sudah naik turun diatas tubuhku. Rupanya Tante Tuty sangat menikmati posisi ini. Buktinya matanya terpejam dan desahannya semakin menggila.

Beberapa saat lamanya Tante Tuty menikmati gaya ini. Sesekali kucium bibirnya dan kumainkan pentil payudaranya. Dia mengerang nikmat. Dan sejenak tiba-tiba gerakannya pantatnya semakin cepat bergerak naik turun , dia meringis, mengerang, mendesah dan berteriak.

“Bimmmm...., aku keluarrrrrrr......, oh, oh, oh, ah, ah nikmatnya,” erangnya.

Tangannya meraih tubuhku dan aku dipeluknya erat. Tubuhnya menggeliat-geliat liar sekali, kemudian tubuhnya melemah di atas tubuhku. Masih dalam posisi lemas, tubuhnya kutelentangkan di lantai kamar mandi tanpa mencabut kontolku dari memeknya. Perlahan mulai kugerakkan pantatku maju mundur. Dia mengerang lagi mendapatkan sensasi nikmat. Tante Tuty memang dahsyat, baru sebentar lemas kelelahan, sekarang sudah galak lagi. Pinggulnya sudah bisa mengikuti alur irama goyanganku. Lama kami menikmati alunan irama seperti itu, dan aku sudah mulai merasakan denyutan-denyutan di batang kontolku...

“Tante aku mau nyampai nih”, kataku bergetar menahan gejolak nikmat yang mau tuntas.
“Barengan Bim, aku juga mau keluar lagi nih...., ayo, Bimmm... genjot yang kerassss, ahh...”.

Berbarengan dengan jeritannya, akupun berteriak lirih. Sejenak kami sudah berpelukan lemas dilantai kamar mandi. Setelah degut jantung telah mulai normal segera aku mengangkat tubuh Tante Tuty dan kamipun mandi bersama.

Selesai mandi, kubiarkan Tante Tuty yang keluar duluan, setelah itu aku. Namun Tante Tuty bukannya kembali kekamaryan, Tante Tuty malah masuk ke kamarku. Aku yang masih telanjang di kamarku langsung disergapnya lagi. Dan kami melanjutkan permainan-permainan gila berikutnya. Malam itu kami habiskan dengan penuh nafsu membara. Hingga paginya kami sama-sama merasakan kelelahan yang luar biasa. Namun permainan nikmat itu kami terus lakukan sampai tiga hari ke depan sampai dengan kepulangan tante Desy dari Malang


Tags: Cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante, cerita sex terbaru.

Subscribe to receive free email updates: