Cerita Seks - Dalam Dua Hari, Aku DIperkosa Oleh Banyak Lelaki

Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

www.cerasa.com

Wulan adalah seorang cewek muda beranak satu berusia 24 tahun yang memiliki wajah ayu, dengan bentuk tubuhnya yang begitu semok, pantatnya yang bohay membulat membuat siapapun lelaki yang melihatnya akan berdecak kagum dan menelan ludah, buah dadanya yang membusung ukuran 34B dan terlihat sangat montok, semakin menambah keseksiannya, sehingga napsu birahi akan meledak di setiap mata lelaki. Wulan bekerja pada satu instansi pemerintah, sebagai seorang analis yang ramah iapun sangatlah disukai oleh teman teman sekantornya.

Setiap hari Wulan berangkat bekerja dari rumahnya menggunakan angkot mikromini, dengan kebiasaannya yang selalu memakai rok dan baju ketat semakin membuat lekuk-lekuk tubuh seksinya tampak begitu jelas tercetak, dan mengundang banyak pandangan nakal dari para lelaki yang melihatnya.

Seperti pagi itu diangkutan yang cukup padat penumpang Wulan berdiri berdesakkan diantara para penumpang, Wulan yang pagi itu memakai pakaian ketat dengan span yang diatas lutut begitu menggoda setiap lelaki yang berdiri didekatnya, untuk merapatkan tubuhnya ketubuh Wulan. Saat itu ada seorang laki laki yang berdiri tepat dibelakang Wulan, dengan perlahan mulai merapatkan tubuh depannya kebagian pantat Wulan, dengan memanfaatkan goncangan mobil angkutan yang sesekali terguncang itu, laki laki itu mulai menempelkan batang penisnya yang masih tertutup celana ke pantat Wulan.

Laki laki yang disebelahnya pun tidak mau kalah dengan aksi temannya, iapun mulai dengan menempelkan telapak tangannya dipermukaan pantat Wulan yang yang begitu membulat kenyal dan seksi terbalut rok span-nya. Wulan yang diperlakukan seperti itu tidak menyadarinya, ia masih asik bergantungan dengan tangan satunya sedang memainkan tombol tombol hpnya. Begitulah keseharian yang sering terjadi terhadap Wulan, ada saja lelaki yang memanfaatkan kesempatan dalam desak-desakan penumpang.

Hari itu Wulan tambak begitu galau dengan keadaan suaminya yang terlilit banyak hutang, akibat kebiasaan suaminya yang sering berhura hura dan hidup royal. Sementara tabungan Wulan sudah habis dipakai untuk bayar ini dan itu, sesampainya dikantor Wulan menghadap pimpinannya untuk meminjam uang, untuk melunasi hutang suaminya kepada seorang rentenir.

Wulan mengetuk pintu ruangan pimpinannya itu, dan terdengar suara dari seorang laki laki yang mempersilahkannya untuk masuk. Pak Surip adalah pimpinan dimana Wulan adalah salah seorang anak buah di unitnya, dan hari itu Wulan datang dan mengutarakan maksudnya untuk mendapat pinjaman uang.

Namun tanpa sebelum menjawab, mata nakal Pak Surip menyisir tubuh Wulan dari atas sampai kebawah, Wulan menjadi risih mendapati hal ini, lalu dengan perlahan iapun mulai mengutarakan maksudnya.

“Siang pak …maaf Pak maksud dan tujuan saya menghadap, adalah ingin meminta bantuan kepada Bapak untuk meminjamkan saya uang 5 juta kepada bapak…” kata Wulan dengan nada berat.
“Ehmmm…boleh, tapi mau gak kamu mau menerima persyaratannya…!” kata Pak Surip mulai dengan niat busuknya.
“Syaratnya apa Pak ...?” sambung Wulan.
“Syaratnya gampang kok…asal kamu mau melayani aku sehari saja… gimana…?” kata Pak Surip dengan berbisik di dekat telinga Wulan.

Kontan Wulan sangat kaget dengan apa yang baru didengarnya, lalu iapun tertunduk tidak berani menatap mata atasannya itu, namun iapun teringat akan desakkan dan ancaman rentenir yang kemarin datang kerumahnya, akhirnya Wulan menjawab,

“Baiklah Pak... saya terima syarat itu, asalkan saya diberi pinjaman…” dengan berat hati Wulan menyetujui keinginan atasannya itu. Pak Surip begitu girang dan tidak menyangka Wulan akan semudah itu menerima persyaratan darinya. Lalu iapun mengeluarkan sejumlah uang dari lacinya, dan memberikannya kepada Wulan.
“Okey.... ini uangnya 5 juta, tapi kamu harus menuruti apa saja yang saya mau…!” katanya seraya menyerahkan uang ketangan Wulan.

Wulan segera memasukan uang itu kedalam tasnya, sementara Pak Surip pergi mengunci pintu ruangannya, dan segera menghampiri Wulan. Wulan tidak kuasa menolak ketika tangan Pak Surip memeluk tubuhnya dari belakang, dan mulai menyapu tengkuk dan leher jenjangnya dengan mulut dan lidahnya. Pak Surip yang sudah sekian lama begitu memendam napsu terhadap Wulan kemudian tidak menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut, dengan penuh nafsu iapun mulai menggesek gesekkan batang penisnya dibelahan pantat Wulan yang terbalut rok ketatnya.

“Ooooohh ...Wulan tubuhmu begitu menggairahkan, begitu seksiii... sssshhh…aaahh…” racau Pak Surip ditelinga Wulan.

Lalu Pak Surip mulai meremas remas buah dada montok Wulan, dan mulai membuka satu persatu kancing bajunya. Tubuh Wulan sampai terguncang guncang menerima desakkan dan gesekkan liar penis Pak Surip dipantatnya, kini Pak Surip membalikkan tubuh Wulan menghadapnya. Dengan memegang kepala Wulan Pak Surip kemudian melumat bibir tipis Wulan, kemudian tangannya mulai menurunkan tali kutang dipundak Wulan. Wulan sudah setengah telanjang dengan buah dadanya yang montok itu menggantung membuat Pak Surip yang tidak sabar segera mencaplok dan mengenyoti puting susunya dengan penuh nafsu.

“Aaccchhh .....sssttttthhh…” Wulan mulai mendesis menerima emutan bibir Pak Surip.

Pak Surip kemudian mengangkat tubuh Wulan dan membaringkannya di atas sofa, lalu mulai menjilati paha mulus Wulan, dan kemudian dengan tergesa segera menarik turun celana dalamnya. Wulan hanya pasrah ketika Pak Surip mulai membuka celananya, kemudian menuntun batang kontolnya kearah memeknya. Memek Wulan yang sudah basah itu dengan mudah dapat dimasuki kontol Pak Surip, dan dengan tergesa kemudian Pak Surip mulai menggenjot memek Wulan.

“Oooohhh …aaahh…ooohhh…ssshhh… memekmu enak sekali Wul…!” racaunya semakin gak karuan.

Wulan hanya bisa pasrah dan menangis, menerima hujaman dan genjotan batang kontol atasannya itu bertubi-tubi. Hingga tak lama kemudian, akhirnya Pak Surip menyemburkan spermanya didalam rahim Wulan, dan hari itu runtuhlah sudah kesucian dirinya, dia harus menjadi korban kegilaan suaminya.

Pak Surip tersenyum bahagia yang tak terkira telah berhasil menikmati tubuh seksi dan montok Wulan, yang sudah sekian lama diidamkannya itu. Wulan kembali kemeja kerjanya, dan hari itu iapun menjadi kewalahan akibat banyaknya pekerjaan yang menumpuk dimejanya, karena tadi harus melayani napsu bejat pimpinannnya.

Hari itupun Wulan harus pulang sedikit terlambat dari biasanya, dengan tubuh lemas dan lelah iapun berdiri berderet bersama para calon penumpang angkutan umum di halte bis itu. Hingga sekitar jam 7 malam Wulan baru dapat bis, dan tidak diduga pula ditengah perjalanan bis itu mogok, hingga Wulan harus menyusuri trotoar dan berjalan mencari angkot alternatif lainnya.

Tepat didepan sebuah toko yang sudah mulai tertutup separuh, suasana jalan sudah sangat sepi, Wulan dikejutkan dengan seorang laki laki yang tanpa dia sangka membekap mulutnya, dan menarik tubuhnya masuk kedalam toko itu. Wulan tidak bisa menjerit apalagi meminta tolong dengan bekapan dimulutnya, Wulan terus dipaksa masuk hingga kebagian belakang dalam toko tersebut. Didalam toko yang rupanya masih ada beberapa orang itu, kemudian serentak mengerubuti Wulan yang mulai panik.

Wulan tidak berdaya mendapatkan serangan membabi buta dari sekian laki laki yang mulai menjamah seluruh tubuh seksinya, dengan rabaan, dan remasan disana sini. Malam itu Wulan semakin kecil kemungkinannya untuk dapat pulang dengan selamat, 5 orang pelayan toko berikut pemiliknya malam itu menggilir tubuh Wulan, dan diperkosa hingga Wulan jatuh pingsan. Satu per satu mulai menikmati tubuh Wulan, dan memperkosanya secara brutal. Hingga semuanya kebagian menikmati memek Wulan.

Menjelang pagi, Wulan akhirnya sampai juga Wulan dirumahnya, dan suaminya pun tidak bisa berbuat apa apa mendapati istrinya pulang dalam keadaan bersimbah sisa-sisa sperma dari para lelaki yang tadi memperkosa istrinya. Dan hari itu Wulan tidak bisa masuk kerja karena kelelahan dan sakit, dan seperti yang sudah dijanjikan siang itu pun datanglah rentenir untuk menagih utang suaminya. Setelah perdebatan yang sangat alot rentenir itu tidak bisa menerima bayaran dari suami Wulan, karena uang yang kemarin dipinjam oleh Wulan telah lenyap dikuras para pemerkosanya.

Hadi sang rentenir itu akhirnya memberikan satu syarat kepada Wulan dan suaminya, ia akan memberi keringanan hutang, apabila diberi kesempatan untuk boleh menikmati tubuh seksi Wulan. Suami Wulan tidak kuasa menolaknya dan kemudian merundingkannya dengan Wulan, lalu dengan menintikkan air matanya Wulan pun bersedia ditiduri oleh Bang Hadi sang rentenir.

Hadi lalu meminta suami Wulan untuk meninggalkan ia dan istrinya, dengan lesu suami Wulan menurutinya dan pergi meninggalkan Wulan istrinya untuk digauli Hadi sang rentenir. Hadi yang rupanya sudah tertarik terhadap kemolekkan tubuh Wulan itu, kemudian membawa Wulan kekamar dan direbahkannya diatas ranjang.

Lalu dengan penuh nafsunya Hadi menerkam tubuh Wulan dan menggumulinya, dengan lumatan kasar dibibir tipis Wulan, Hadi pun kemudian meremas remas buah dada Wulan dengan kasar. Dan kemudian dengan kasar merobek daster bagian dada Wulan, dan menarik tali kutangnya hingga putus, kemudian dengan nafsu di caploknya buah dada montok itu.

“Aaacchhh…kamu memang cantik dik Wulan, tubuhmu montok sekali…aaahhh …ssshh…” racau Bang Hadi disela kenyotan mulutnya disusu Wulan.

Kemudian dengan kasar pula ia mulai menarik cd Wulan hingga sobek dan terlepas, lalu dengan nafsu dijilatinya belahan memek Wulan. Dengan lidahnya dimainkannya klentit Wulan, dan dijelajahinya hingga kekedalaman memeknya yang gelap dan pekat itu. Dengan membuka kaki Wulan dan dikangkangkannya kedua paha mulusnya, lalu Hadi dengan kasar menusukkan batang kontolnya yang besar itu keliang memek Wulan yang imut dan sempit itu. Wulan meringis mendapati hentakan hentakan kasar batang kontol yang dua kali lebih besar dari milik suaminya itu.

Kunjungi Cerita sex lainya di www.inginseks22.com
“Aaaahh…pelan Bang…aduuuhhh.. .sakiiiit….Bang…aaahh…!” rintih Wulan. Bukan manjadi iba Hadi malah semakin bernafsu menggenjot memek Wulan, dan ia terus mengguncang dan menyodokkan kontolnya lebih kasar lagi. Hingga 15 menit kemudian dengan erangan panjang Hadi memuntahkan air maninya dirahim Wulan.

“Aaaaahhh….ssshhh…ccrot…crot…crot… nikmat betul memek kau dik Wulaaannnnnn…!” kata Hadi dipenghujung semburan spermanya.

Wulan hanya menangis meratapi semua rentetan peristiwa pahit yang harus diterimanya, sedari kemarin hingga hari itu tubuhnya harus menjadi sarana pemuas birahi laki laki edan. Sungguh kelam derita yang harus diterimanya, semua ini akibat dari kebiasaan buruk suaminya yang doyan berhutang, hingga akhirnya dirinya menjadi korban dari hutang suaminya. Hadi yang kelelahan sehabis menggarap tubuh Wulanpun berucap sekenanya.

“Dik Wulan... jika nanti suamimu belum juga bisa melunasi hutangnya, aku akan minta memek kamu lagi…ingat itu…!” katanya sambil berlalu dan pergi keluar dari kamar.

Sungguh derita yang tak akan pernah ada habisnya yang akan Wulan hadapi dalam kehidupan rumah tangganya. Kisah selanjutnya di inginseks22.com

Tags: Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Subscribe to receive free email updates: