Cerita Seks - Ngetot Saat Kereta Sedang Berjalan

Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Setahun setelah masa training di tempat kerjaku, aku diberi kesempatan untuk pulang, rindu berat aku kepada Fitria, maka saat ini aku sengaja tdk meberitahu kepulanganku supaya ada surprise. Dengan kereta api ekskutif aku mulai menuju ke rumah. Selama dalam perjalanan, aku terus saja membayangkan Fitria sambil melihat ke jendela kereta, hingga tiba-tiba ada seorang penumpang bertanya.

www.cerwasa.com

“Permisi..maaf kak…apa kursi ini masih kosong” tanya orang itu.

Belum habis rasa kagetku, aku tersentak ketika aku melihat seraut wajah itu.

“Lhoo…Kokkkk...Ka..kaa…mu Fit ... Fitria..” teriakku.
“Maasss..Raka…” sahut gadis itu yg ternyata adalah Fitria.

Lalu kamipun berpelukan. Tak dapat kami membendung air mata karena rasa bahagia.

“Aku sangat kangen ma kamu Fittt....!” aku membuka perbincangan kami berdua sambil kekecup keningnya.
“Aku jg kangen banget Mas Rakaaa...!” bisiknya sambil kembali memelukku.

Rupanya Fitria dari tempat saudaranya yg sedang punya hajatan mantu di kota itu, hari itu pulang naik kereta api. setelah beberapa saat kita berpelukan aku jadi terangsang karena sudah setahun kita tdk ketemu. Lalu aku melumat bibirnya dengan buas. Dia mendesah nikmat dan rintihannya semakin menjadi saat ujung lidahku menjilat belakang kupingnya. Batang penisku langsung tegang. Takut suara rintihannya terdengar dengan penumpang lain, lalu aku buru-buru mengulum bibirnya dengan bibirku. Tanganku dibimbingnya untuk meraba toketnya. Tanpa diperintah aku menelusupkan tanganku ke kedua bukitnya yg kenyal itu.

“Mass Rakaaa....! aku kangeen berat nihhhh,” bisiknya saat aku mulai mengecup mesra puting susunyanya.

Lalu aku mengambil bantal satu lagi dan kusandarakan di dekat jendela. Dia menjambak kuat rambutku saat puting susunya kugigit pelan. Sementara puting susu satunya kupelintir-pelintir dengan jari-jariku. tubuhku mulai hangat, demikian dengan tubuh Fitria semakin mengejang tak karuan. Aku saja masih memberikan sensasi kenikmatan pada kedua puting susunya dan ternyata itu titik didihnya.

Fitria mendesis hebat saat aku menghisap kencang toketnya yang ptuih mulus. Ia mengejang pelan dan ia menggesek-gesekkan pahanya dan celananya mulai basah oleh lendir kenikmatanya. Tak lama kemudian kuturunkan celananya serta celana dalamnya dan Fitria makin menggelinjang hebat dan secepat kilat aku mencium bulu-bulu halus di bawah pusarnya, hmmm… wangi sekali.

Tiba-tiba kepalaku ditekanya menuju lubang memeknya dan aku bagai kerbau di congok mengikuti sata apa yg dia mau. Sementara jari tengahku menusuk-nusuk lubang memeknya. Kutusuk pelan dan kukocok keluar masuk dengan lembut. Fitria semakin tak terkendali dan mengambil bantal untuk menutup mulutnya dan aku hanya mendengar suara desisannnya yg tak begitu jelas. Akan tetapi Fitria bereaksi hebat dan tak lagi menguasai posisinya di pangkuanku.

Batang penisku yg sejak tadi tegang mengeras, sangat kasihan kalau tdk aku tancapkankan ke lubang memek yg kurindukan ini. Aku angkat sedikit pinggulnya dan lalu ku keluarkan batang penisku, sementara aku mulai mengatur posisi selakangan Fitria untuk kujejali dengan rudalku.
“Sleeebbbbb...!” dengan mudah kepala rudalku menerobos karena lubang memeknya sudah basah dari tadi.

Bersamaan itu Fitria mendesah. Fitria menjerit lirih saat semua batang penisku menjejali rongga rahimnya. Kami rindu dan ingin berlama-lama menikmati moment kami kedua yg sangat indah, syahdu dan nikmat ini. Aku melipat pahaku dan aku menyelusupkan di balik punggungnya agar dia merasa nyaman dan memaksimalkan seleuruh batang penisku di dalam lubang memeknya. Kurangkul punggungnya dan kulumat bibirnya dengan lembut bergantian ke belakang kupingnya dan lehernya. Tangan kiriku memainkan kelentitnya, kugesek dan kugoyang ujung jariku disana.

“Aaacchhhh.. Mass Raka .. aakuuu.. kaan.. ngennnn.. ohhhh... enakkkk banggettt massss“ Katanya dengan terbata-bata saat aku menciumi belakang lehernya.

Tubuhnya mulai menggigil diam sesaat merasakan kerasnya batang penisku memenuhi lubang memeknya, wajahnya menahan sesuatu untuk di ekpresikan. Aku merasakan bahwa dia sebentar lagi akan mencapai puncak orgasmenya.

“Luapkan semua rasa rindumu Sayang.. aku akan menyambutmu..” bisikku mesra ditelinganya.

Aku membantunya memepercepat tempo permainan jariku di kelentitnya, sementara itu ujung lidahku jg tdk ketinggalan menciumi puting susunya dan sesekali menghisapnya lembut

“Ooohh.. Ooohh.. sstttttt...Mass Rakaaaaaa..ssshhhhh..” hanya itu yg ia ucapkan.

Desahan-desahan kenikmatanya membuatku semakin bernafsu menjelajahi seluruh tubuh Fitria dengan lidahku dan buru-buru menarik kepalaku. Ia lantas melumat mulutku kesetanan bagai tiada hari esok dan lantas aku melumat mulutnya dan kulepas permainanku di kelentitnya. Tangan kiriku kutarik ke atas untuk memainkan puting susu kirinya dan ternyata usahaku tak sia-sia.

“Aaaacchhhhhh.. nikkkmmaatttttt..Saaaayy.. aaaang..” desah Fitria dalam erat pelukanku.

Desahnya menandakan kepuasan mencapai puncak orgasme dari cinta kami berdua. Akupun ingin segera menuntaskan gairahku, maka kupercepat tembakan ridalku di lubang mememknya.... akhirnya...

“Aaaahhhhhh.... aku nyampe sayanggggggg...” tubuhku kejang disaat rudalku menyemburkan sperma hangat di dalam rahimnya...

Kami berdua pun tertidur bersama hingga tibalah kami di kota kami yg penuh kenangan bagi kami berdua.

“Eh Mas Raka sekarang mau kemana?” Tnta Fitria.
“Mau pulang ikut yuk,” jawabku singkat

Lalu aku merangkulnya kedalam pelukanku. imajinasi kelakianku pun mulai berimprovisasi dan aku telah menemukan rettorika tepa untuknya.

“Fitria aku khan belum puas melepas rindu sama kamu, kita lanjutin di rumahku yukk!” ajakku.

Singkatnya kami berdua menuju rumahku. Kebetulan rumahku tdk ada siapa-siapa. Setelah mandi dan makan kami ngobrol-ngobrol cukup lama tetntang kenangan kami. Lalu aku pangku Fitria. Dalam keadaan berdekatan kayak gini, aku punya inisiatif untuk memeluk dan menciumnya. Dan Fitria sudah berada dalam pelukanku, dan bibirnya sudah dalam kuluman bibirku. Dia hanya diam dan mulai memejamkan matanya menikmati ciuman ini. Tanganya perlahan berganti posisi menjadi memeluk leherku.

Tanganku yg tadinya memegang pinggulnya, bergeser turun ke pangkal pahanya dan akhirnya…. Aku berhasil meraba merasakan betapa mulusnya paha Fitria. kuelus-elus sambil sedikit meremasnya. Sedang bibir kami masih saling melumat mesra dalam keadaan mata masih terpejam. Tanganku mulai bergeser naik lagi. Sekarang aku mengangkat bajunya, dan terlihatlah dua gundukan indah yg masih tertutup rapi oleh BH nya. Aku lumat lagi bibirnya sebentar sambil tanganku ke bagian belakang tubuhnya. Memeluk,. dan akhirnya aku mencari kancing BH nya untuk kulepas. Tak lama kemudian terlepaslah BH penutup toketnya dan tersembullah keindahan toketnya yg putih mulus dengan puting kecoklatan diatasnya.

Benar-benar pemandangan menakjubkan payudara Fitria yg selama setahun ini belum aku pernah kulihat lagi. Akhirnya aku mulai meremas-remas lembut salah satu toketnya dan kembali kulumat bibirnya. Terdengar nafas Fitria yg mulai tak teratur. Kadang Fitria menghemebuskan nafas dari hidungnya cepat hingga terdengar seperti orang mendesah. Fitria membiarkan aku menikmati tubuh indahnya. Birahinya sudah hampir tak tertahankan. Saat kurebahkan tubuhnya di kursi sofa dan mulutku siap menghisap putingnya, namun tiba-tiba

“Tahan mas..., kita pindah ke kamar aja yuk!” ajaknya dan segera aku membopongnya menuju kamarku.

Begitu pintu kamar ditutup dan di kunci, langsung kupeluk Fitria dan kembali melumat bibirnya dan melanjutkan meraba tubuhnya sambil bersandar di tembok kamar. Lama-lama cumbuanku mulai berpindah ke lehernya dan menggelitik belakang kupingnya. Fitria mulai mendesis pertanda birahinya semakin menjadi-jadi. Saking gemesnya aku pada tubuh Fitria, nggak lama tanganku turun dan mulai meraba dan meremas-remas bokongnya yg begitu bulat dan motoknya.

Fitria mulai mendesis merasakan nikmat, terlihat ketika aku lebih menurunkan cumbuan ke bagian dadanya, dan menuju toketnya. Dalam posisi setengah jongkok dan tanganku memegang pinggulnya, aku mulai menghisap puting Fitria satu persatu yg membuat Fitria kadang mengejang geli, dan sesekali melenguh pelan. Kuijilati, kugigiti, dan kuhisap puting Fitria, hingga Fitria mulai lemas. Tanganya yg bertumpu pada dinding kamar mulai mengendor. Perlahan aku mengusap-usap kedua pahanya…

Dan aku mengaitkan beberapa jari di CD nya dan “sreettttt” terlepas sudah CD Fitria. Kuraba bokongnya, begitu mulus dan kenyal, sekenyal toketnya. Dan saat rabaanku yg berikutnya hampir mencapai daerah selangkanganya…tiba-tiba,

“Di kasur aja yuk mas....! Fitria capek berdiri nihhh...” kata Fitria pelan di telingaku

Sebelum membalikan badan, Fitria melepas celananya di hadapanku dan tersenyum manis memandang ke arahku. Busyeettt dah, senyum manisnya bikin aku cepat-cepat untuk menggumulinya. Apalagi Fitria tersenyum dalam keadaan telanjang bulat. Fitria mendekatiku dan tanganya dengan cepat melepas celana dan celana dalamku hingga kini bukan hanya dia saja yg telanjang di dalam kamar. Batang penisku yg sudah tegang keras menadakan bahwa aku sudah siap tempur saat itu juga.

Fitria menarik tanganku dan menggandeng menuju ranjang. Sesampainya di pinggir ranjang, Liza berbalik dan mengisyaratkan agar aku tetap berdiri dan kemudian Fitria duduk di sisi ranjangnya. Fitria dengan buasnnya menyepong batang dan kepala penisku. Lalu dia dengan liarnya pula menggigit pelan, menjilat dan menyedot kepala penisku tanpa ada jeda sedikitpun. Kepalanya maju mundur menyepong batang penisku hingga terlihat jelas betapa kempot pipinya. Aku berusaha mati-matian menahan ejakulasi agar aku bisa mengimbangi permainanya.

15 menitan sudah Fitria menyepong batang penisku, lalu dia melepas sepongannya dari batang penisku dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Aku sangat mengerti maksud Fitria ini. Dia minta gantian aku yg pegang kendali permainan. Segera kutindih tubuh indahnya dan mulai berciuman lagi beberapa lamanya, dan aku mulai mengalihkan cumbuan ke toketnya lagi, kemudian turun lagi mencari sesuatu di selangkanganya. Fitria mengerti maksudku. Dia segera mengangkangkan lebar kedua pahanya membiarkan membenamkan wajahku di bibir memeknya. Kedua tanganku kulingkarkan di kedua paha mulusnya dan bibir memeknya yg sudah merah dan basah itu. Aku julurkan lidahku untuk menjilat bibir memeknya dan kelentit yg sudah mengeras dan menonjol.

Tubuh Fitria menggelinjang hebat, Eranganya pun mulai keras. Matanya terpejam merasakan nikmatnya permainan lidahku di lubang memeknya. Ku lihat Fitria melenguh, merintih, bahkan menjerit pelan menikmati permainan lidahku. Terlebih ketika kujulurkan lidahku lebih dalam ke lubang memeknya sambil menggesek-gesek kelentitnya. Dan bibirku melumat bibir memeknya seperti orang sedang bercumbu. Memeknya mulai berkedut hebat, hidungnya mulai kembang kempis, dan akhirnya…

“Aaaacchhhh…aku gak tahan lagi massss...cepet donk masukin penis mas…oohhhhh!!” Fitria memohon-mohon kepadaku agar segera mengentotnya.

Akupun segera mulai mengatur posisi di atas tubuhnya dan menindihnya memasukkan batang penisku ke dalam lubang memekinya perlahan. Dan akhirnya aku mulai menyodok secara perlahan dan jantan. Remesan lubang memeknya membuatku tambah bernapsu. Akhirnya aku sampai pada posisi paling dalam, lalu dengan perlahan kutarik lagi, pelan dan lama kelamaan aku percepat gerakan pantaku keluar masuk. Kemudian posisi demi posisi kucoba dengan Fitria.

Sungguh sangat indah luar biasa permainan cinta kami. Rasanya aku seperti terbang tinggi ke langit ketujuh bersama Fitria. Yg kutau, terakhir kali tubuhku dan tubuhnya mengejang hebat. Sekujur tubuh kami bersimbah peluh. Nafas kami sudah tak beraturan. Aku merasa ada sesuatu yg menyembur banyak dari batang penisku di dalam lubang kenikmatan Fitria. Setelah itu aku sudah nggak tau apa-apa lagi. Sebelum tidur aku sempat melirik jam yg tergantung di dinding kamar. Wow ternyata hampir 1 jam permainan nikmat kami.

Kisah selanjutnya di inginseks22.com

Tags: Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Subscribe to receive free email updates: