Mahasisiwi Cantik yang Doyan Ngesex

Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita HOT – Cerita nakal mahasiswi cantik, semok, montok, dan seksi yang menjadi seorang yang doyan ngesex dengan judul ”Mahasisiwi Cantik yang Doyan Ngesex” yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.

www.cerwasa.com

Usiaku saat ini 22 Tahun, sebut saja namaku Tiara dan aku adalah seorang mahasiswi yang memiliki gairah seks yang cukup tinggi yang biasa disebut hypersex. Sejak kegadisanku hilang di Kelas 2 SMA aku selalu ingin melakukannya lagi dan lagi. Jika diingat-ingat, entah sudah berapa cowok yang sudah menikmati indahnya tubuhku ini, sudah berapa kontol yang pernah masuk ke nonokku ini, aku juga menikmati sekali ngetot dengan orang yang belum pernah aku kenal dan namanya pun belum aku ketahui.

Saat itu aku baru saja pulang dari rumah temanku seusai mengerjakan tugas kelompok salah satu Parjoa kuliah. Tugas yang benar-benar melelahkan dan membuat otakku penat. Aku meninggalkan rumah temanku hari sudah agak malam, arlojiku menunjukkan pukul 8 malam. Yang membuatku cemas adalah bensinku yang tidak kuisi saat berangkat tadi, padahal rumahku cukup jauh dari daerah ini lagipula aku agak asing dengan daerah ini karena aku jarang berkunjung ke temanku yang satu ini.

Di perjalanan aku melihat sebuah SPBU, tapi harapanku langsung sirna karena begitu mau membelokkan mobilku ternyata SPBU itu sudah tutup, aku jadi kesal sampai menggebrak setirku, terpaksa kuteruskan perjalanan sambil berharap menemukan SPBU yang masih buka atau segera sampai ke rumah, tiba di sebuah kompleks perumahan yang cukup sepi dan gelap, tiba-tiba mobilku mulai ngadat, aku agak panik hingga kutepikan mobilku dan kucoba menstarternya, namun walaupun kucoba berulang-ulang tetap saja tidak berhasil, menyesal sekali aku gara-gara tadi siang terlambat kuliah jadi aku tidak sempat mengisi bensin terjebak tidak tahu harus bagaimana, kedua orang tuaku sedang di luar kota, di rumah cuma ada pembantu yang tidak bisa diharapkan bantuannya.

Tidak jauh dari mobilku nampak sebuah pos Kampling yang lampunya menyala remang-remang. Aku segera turun dan menuju ke sana untuk meminta bantuan, setibanya di sana aku melihat 5 orang di sana sedang ngobrol-ngobrol, juga ada 2 motor diparkir di sana, mereka adalah yang mendapat giliran Kampling malam itu dan juga 2 tukang ojek.

“Permisi... Met Malam Mas... Bapak” Sapaku ramah kepada mereka
“Malammmm.... Ada apa Non, malam-malam begini? Nyasar ya?”, tanya salah seorang dari mereka.
“Eeh.. itu Pak, Bapak tau nggak SPBU yang paling dekat dari sini tapi masih buka, soalnya mobil saya kehabisan bensin”, kujawab sambil menunjuk ke arah mobilku.
“Wah, kalo SPBU jam segini sudah tutup semua Non, ada yang buka terus tapi agak jauh dari sini”, timpal seorang Bapak berkumis tipis yang ternyata tukang ojek di daerah itu.
“Aduuhh.. gimana ya! Atau gini aja deh Pak, Bapak kan punya motor, mau nggak Bapak beliin bensin buat saya, ntar saya ganti”, tawarku.

Untung mereka berbaik hati menyetujuinya, si Bapak yang berkumis tipis itu mengambil jaketnya dan segera berangkat dengan motornya. Tinggallah aku yang hypersex bersama 4 orang lainnya.

“Mari Non masuk aja...duduk dulu di sini sambil nunggu”.

Seorang pemuda berumur kira-kira 18 tahunan menggeser duduknya untuk memberiku tempat di kursi panjang itu. Seorang Bapak setengah baya yang memakai sarung menawariku segelas air hangat, mereka tampak ramah sekali sampai-sampai aku harus terus tersenyum dan berterima kasih karena merasa merepotkan. Kami akhirnya ngobrol-ngobrol dengan akrab, aku juga tau kalau mereka sering memandangi tubuhku, hari itu aku memakai celana jeans ketat dan setelan luar berlengan panjang dari bahan jeans, di dalamnya aku memakai tanktop biru yang potongan dadanya rendah sehingga belahan dadaku agak terlihat. Jadi tidak heran si pemuda di sampingku selalu berusaha mencuri pandang ingin melihat daerah itu.

Perumahan itu malam itu begitu hening dan sepi sekali, sehingga mulai timbul gairah seks-ku dan membayangkan bagaimana seandainya kuberikan tubuhku untuk dinikmati mereka sekalian juga sebagai balas budi.

“Wah.. panas banget yah belakangan ini Mas, sampai malam gini aja masih panas”. Kataku memecah keheningan

Aku mengatakan hal tersebut sambil mengibas-ngibaskan leher bajuku kemudian dengan santainya kulepaskan setelan luarku, sehingga nampaklah lenganku yang putih mulus. Mereka menatapku dengan tidak berkedip, agaknya umpanku sudah mengena, aku yakin mereka pasti sudah terangsang dan tidak sabar ingin menikmati tubuhku. Si pemuda di sampingku sepertinya sudah tak tahan lagi, dia mulai memberanikan diri membelai lenganku, aku diam saja diperlakukan begitu.

Salah satu dari mereka, seorang satpam berusia 30 tahunan mengambil tempat di sebelahku, tangannya diletakkan diatas pahaku, melihat tidak ada penolakan dariku, perlahan-lahan tangan itu merambat ke atas hingga sampai ke toketku. Aku mengeluarkan desahan lembut menggoda ketika si satpam itu meremas toketku, tanganku meraba kontol pemuda di sampingku yang sudah terasa keras membesar.

Melihat hal ini kedua Bapak yang dari tadi hanya tertegun serentak maju ikut menggerayangi tubuhku. Mereka berebutan menyusupkan tangannya kearah toketku, sebentar saja aku sudah merasakan kedua buah toketku sudah digerayangi tangan-tangan hitam kasar. Aku mengerang-ngerang keenakan menikmati keempat orang itu menikmatiku.

“Bapak-bapak... kita bawa ke dalam pos aja biar aman!”, usul si satpam.

Merekapun setuju dan aku dibawa masuk ke pos yang berukuran 3×3 m itu, penerangannya hanya sebuah bohlam 10 watt. Mereka dengan tidak sabaran langsung melepas tanktop dan bra-ku yang sudah tersingkap. Aku yang sangat terangsang, sendiri membuka kancing celana jeansku dan menariknya ke bawah. Keempat orang ini terpesona melihat tubuhku yang tinggal terbalut celana dalam biru yang minim, toketku yang montok dengan puting kemerahan itu membusung tegak. Ini merupakan hal yang menyenangkan dengan membuat cowok tergiur dengan kemolekan tubuhku, untuk lebih merangsang mereka, kubuka ikat rambutku sehingga rambutku terurai sampai menyentuh bahu.

Si satpam menyuruh salah seseorang untuk berjaga dulu di luar khawatir kalau ada yang memergoki, akhirnya yang paling muda diantara mereka yaitu si pemuda itu yang mereka panggil Parjo itulah yang diberi giliran jaga, ia dengan bersungut-sungut meninggalkan ruangan itu. Si satpam mendekapku dari belakang dan tangannya merogoh-rogoh celana dalamku, terasa benar jari-jarinya merayap masuk dan menyentuh dinding kewanitaanku, sementara di tukang ojek membungkuk untuk bisa mengenyot toketku, putingku yang sudah menegang itu disedot dan digigit kecil.

Segera aku dibaringkan pada tikar yang ada di lamtai. Mereka bertiga sudah membuka celananya sehingga terpampanglah tiga batang kontol yang sudah mengeras, aku sampai terpana melihat batang mereka yang besar-besar itu, terutama punya si satpam, kontolnya paling besar diantara ketiganya, hitam dan dipenuhi urat-urat menonjol. Celana dalamku mereka turunkan dan dilepas jadi sekarang aku sudah telanjang bulat. Aku yang sangat suka ngesex langsung meraih kontolnya, kukocok lalu kumasukkan ke mulutku untuk dijilat dan dikulum, selain itu tangan lembutku meremas-remas buah zakarnya, sungguh besar kontolnya ini sampai tidak muat seluruhnya di mulutku yang mungil, paling cuma masuk tiga perempatnya.

Si tukang ojek mengangkat sedikit pinggulku dan menyelipkan kepalanya di antara kedua belah paha mulusku, dengan kedua jarinya dia sibakkan nonokku sehingga terlihatlah nonok merah-ku di antara bulu-bulu hitam. Lidahnya mulai menyentuh bagian dalam nonokku, dia juga melakukan jilatan-jilatan dan menyedotnya, tubuhku menggelinjang merasakan birahi yang semakin memuncak, kedua pahaku mengapit kencang kepalanya karena merasa geli dan nikmat di bawah sana. Bapak berkumis tebal menikmati toketku sambil kontolnya kukocok dengan tanganku dan toketku yang satunya diremasi si satpam yang sedang ku-karaoke.

Aku sering melihat sebentar-sebentar Parjo nongol di jendela mengintipku diperkosa teman-temannya, nampaknya dia sudah gelisah karena tidak sabaran lagi untuk bisa menikmati tubuhku. Tak lama kemudian aku mencapai orgasme pertamaku melalui permainan mulut si tukang ojek pada nonokku, tubuhku mengejang sesaat, dari mulutku terdengar erangan tertahan karena mulutku penuh oleh kontol si satpam.

Cairanku yang mengalir dengan deras itu dilahap olehnya dengan rakus sampai terdengar bunyi, “Crurrpp.., crruupp..”. Puas menjilati nonokku, si tukang ojek meneruskannya dengan memasukkan kontolnya ke nonokku, eranganku mengiringi masuknya kontol itu, cairan cintaku menyebabkan kontol itu lebih leluasa menancap ke dalam. Aku yang doyan ngesex merasakan nikmatnya setiap gesekannya dengan melipat kakiku menjepit pantatnya agar tusukannya semakin dalam.

Bapak berkumis tebal menggeram-geram keenakan saat kontolnya kujilati dan kuemut, sedangkan si satpam sekarang sedang meremas-remas toketku sambil menjilati leher jenjangku. Aku dibuatnya kegelian nikmat oleh jilatan-jilatannya, selain leher dia jilati juga telingaku lalu turun lagi ke toketku yang langsung dia caplok dengan mulutnya Setelah beberapa saat lamanya si tukang ojek menggenjotku, tiba-tiba genjotannya makin cepat dan pinggulku dipegang makin erat, akhirnya tumpahlah maninya di dalam nonokku diiringi dengan erangannya, lalu dia lepaskan kontolnya dari nonokku.

Posisinya segera digantikan oleh si satpam yang mengatur tubuhku dengan posisi bertumpu pada kedua tangan dan lututku. Kembali nonokku dimasuki kontol, kontol yang besar sampai aku meringis dan mengerang menahan sakit namun nikmat ketika kontol itu menerobos lubang nonokku.

“Aacchhh.. Nonok Non ini sempit banget, untung banget gua hari ini bisa ngentot sama anak kampus.. emmhh.. ohh..”, komentar si satpam.

Genjotan kontolnya benar-benar mantap sehingga aku merintih keras setiap kontol itu menghujam ke dalam, kegaduhanku diredam oleh Bapak berkumis tebal yang duduk mekangkang di depanku dan menjejali mulutku dengan kontolnya, kontol itu ditekan-tekankan ke dalam mulutku hingga wajahku hampir terbenam pada bulu-bulu jembutnya.

Aku yang selalu ketagihan ngesex sangat menikmati menyepong kontolnya, kedua buah zakarnya kuremasi dengan tanganku, sementara di belakang si satpam mengakangkan pahaku lebih lebar lagi sambil terus menyodokku, si tukang ojek beristirahat sambil memain-mainkan toketku yang menggantung. Si Bapak berkumis tebal akhirnya ejakulasi lebih dulu di mulutku, dia melenguh panjang dan meremas-remas rambutku saat aku mengeluarkan teknik mengisapku, kuminum semua air maninya, tapi saking banyaknya ada sedikit yang menetes di bibirku.

“Wah, si Non ini.. cantik-cantik suka minum pejuh!”, komentar si tukang ojek melihatku dengan rakus membersihkan kontol si Bapak berkumis tebal dengan jilatanku.

Tiba-tiba pintu terbuka, aku yang sedikit terkejut, di depan pintu muncul si Parjo dan si kumis tipis yang sudah kembali dari membeli bensin.

“Wah.. pada ngapain nih, ada pesta meriah gini kok gak ngajak-ngajak”, katanya.
“Iya sini aja, cepetan dong, masa gua dari tadi cuma disuruh jaga, udah kebelet nih!”, sambung si Parjo.
“Ya udah, lu dua-an ngentot dulu sana, gua yang jaga sekarang”, kata si tukang ojek yang satu sambil merapikan lagi celananya.

Segera setelah si tukang ojek keluar dan menutup pintu, mereka berdua langsung melucuti pakaiannya, si Parjo juga membuka kaosnya sampai telanjang bulat, tubuhnya agak kurus tapi kontolnya lumayan gede juga, pas si berkumis tipis melepas celananya barulah aku menatapnya takjub karena kontolnya ternyata lebih besar daripada punya si satpam, diameternya lebih tebal pula.

“Busyeeetttt..., malam ini gue bisa bener-bener puuaasss nih, keluar satu datang dua, mana kontolnya gede lagi!”, kataku dalam hati.

Si satpam yang masih belum keluar masih menggenjotku dari belakang, kali ini dia memegangi kedua lenganku sehingga posisiku setengah berlutut. Si Parjo langsung melumat bibirku sambil meremas-remas dadaku, dan toketku yang lain dilumat si tukang ojek itu. Nampak Parjo begitu buasnya mencium dan memain-mainkan lidahnya dalam mulutku, pelampiasan dari hajat yang dari tadi ditahan-tahan, akupun membalas perlakuannya dengan mengadukan lidahku dengannya. Kumis si tukang ojek yang lebat itu terasa sekali menyapu-nyapu toketku memberikan sensasi geli dan nikmat yang luar biasa.

Si Bapak berkumis tebal sekarang mengistirahatkan kontolnya sambil mencupangi leher jenjangku membuat darahku makin bergolak saja memberi perasaan nikmat ke seluruh tubuhku. Ketika aku merasa sudah mau keluar lagi, sodokan si satpam pun terasa makin keras dan pegangannya pada lenganku juga makin erat.

“Aaauuuuuuuuhh..!”, aku mendesah panjang saat tidak kuasa menahan orgasmeku yang hampir bersamaan dengan si satpam, nonokku terasa hangat oleh semburan maninya, selangkanganku yang sudah becek semakin banjir saja sampai cairan itu meleleh di salah satu pahaku. Tubuhku sudah sangat basah berkeringat, ditambah lagi cuaca yang cukup gerah.

Setelah mencapai klimaks panjang mereka melepaskanku, lalu si Bapak berkumis tebal berbaring di tikar dan menyuruhku menaiki kontolnya. Baru saja aku menduduki dan menancapkan kontol itu, si tukang ojek menindihku dari belakang dan kurasakan ada sesuatu yang menyeruak ke dalam anusku. Edan memang si kumis tipis ini, sudah batangnya paling besar minta main sodomi lagi. Untung daerah selanganku sudah penuh lendir sehingga melicinkan jalan bagi benda hitam besar itu untuk menerobosnya, tapi tetap saja sakitnya terasa sekali sampai aku menjerit-jerit kesakitan, kalau saja ada orang lewat dan mendengarku pasti disangkanya sedang terjadi pemerkosaan.

Dua kontol besar mengaduk-aduk kedua liang senggamaku, si Bapak berkumis tebal asyik menikmati toketku yang menggantung tepat di depan wajahnya. Si Parjo berlutut di depan wajahku, tanpa disuruh lagi kuraih kontolnya dan kukocok dalam mulutku, tidak terlalu besar memang, tapi cukup keras. Kulihat wajahnya merah padam sambil mendesah-desah, sepertinya dia grogi.

“Enak gak Parjo? Kamu udah pernah ngentot belum?”, tanyaku di tengah desahan.
“Aduh.. enak banget Non, baru kali ini saya ngerasain ngentot”, katanya dengan bergetar.

Aku yang terus mengemut kontol si Parjo sambil tanganku yang satu lagi mengocok kontol supernya si satpam. Si Parjo memaju-mundurkan pantatnya di mulutku sampai akhirnya menyemprotkan maninya dengan deras yang langsung kuhisap dan kutelan dengan rakus. Tidak sampai dua menit si kumis tipis menyusul orgasme, dia melepas kontolnya dari duburku lalu menyemprotkan spermanya ke punggungku. Si Bapak berkumis tebal juga sepertinya sudah mau orgasme, tampak dari erangannya dan cengkeramannya yang makin erat pada toketku.

Maka kugoyang pinggulku lebih cepat sampai kurasakan cairan hangat memenuhi nonokku. Karena aku masih belum klimaks, aku tetap menaik-turunkan tubuhku sampai 3 menit kemudian aku pun mencapainya. Setelah itu si Bapak berkumis tebal itu keluar dan si tukang ojek yang tadi berjaga itu kembali masuk.

“Aduh, belum puas juga nih orang.. bisa pingsan gua lama-lama nih!”, pikirku

Tubuhku kembali ditelentangkan di atas tikar. Kali ini giliran si Parjo, dasar perjaka.. dia masih terlihat agak canggung saat ke mau mulai sehingga harus kubimbing kontolnya untuk menusuk nonokku dan kurangsang dengan kata-kata

“Ayo Parjo, kapan lagi lu bisa ngerasain ngentot sama cewek kampus, puasin Mbak dong kalo lu emang cowok hebat!”.

Setelah masuk setengah kusuruh dia gerakkan pinggulnya maju-mundur. Tidak sampai lima menit dia nampak sudah terbiasa dan menikmatinya. Si satpam sekarang naik ke dadaku dan menjepitkan kontolnya di antara kedua toketku, lalu dia kocok kontolnya disitu. Aku melihat jelas sekali kepala kontol itu maju mundur di bawah wajahku. Si kumis tipis menarik wajahku ke samping dan menyodorkan kontolnya. Kugenggam dan kujilati kepalanya sehingga pemiliknya mendesah nikmat, mulutku tidak muat menampung kontolnya yang paling besar di antara mereka berlima.

Aku sudah tidak bisa ngapa-ngapain lagi, tubuhku dikuasai sepenuhnya oleh mereka, aku hanya bisa menggerakkan tangan kiriku, itupun untuk mengocok kontol si tukang ojek yang satu lagi. Tubuhku basah kuyup oleh keringat dan juga sperma yang disemburkan oleh mereka yang menyetubuhiku. Setelah mereka semua merasakan kepuasan, aku membersihkan tubuhku dengan handuk basah yang diberikan si satpam lalu memakai kembali pakaianku. Kemudian aku berpamitan , mereka menjawab dengan menepuk pantatku atau meremas dadaku. Si kumis tipis mengantarku ke mobil sambil membawa sejerigen bensin yang tadi dibelinya.

Setelah membantuku menuangkan bensin ternyata dia masih belum puas juga , Dia dengan paksa melepaskan celanaku dan menyodokkan kontolnya ke nonokku lagi. Kami melakukannya dalam posisi berdiri sambil berpegangan pada mobilku selama 10 menit. Dan Untung saja tidak ada orang atau mobil yang lewat disini. Sebelum pulang dia mencium bibirku sambil meremas toketku, setibanya di rumah aku langsung mengguyur tubuhku yang bau sperma itu di bawah shower , kemudian aku masih juga memainkan nonokku sendiri saat mengoleskan sabun di area itu, dan akupun mencapai puncak birahi lagi. Kisah selanjutnya di inginseks22.com

Tags: Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Subscribe to receive free email updates: